Anda di halaman 1dari 32

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN
RUMAH SWADAYA

TERNATE, 25 JANUARI 2016


Tantangan RPJMN 2015-2019
Sasaran RPJMN 2015-2019
Formal,
30%
Peningkatan Kualitas Penyediaan 2,2 juta hunian
1,5 juta RTLH layak & terjangkau
Swadaya,
70%
RUSUNAWA RUSUS
550.000 50.000

FLPP KPR SWADAYA


900.000 450.000
Permasalahan/Tantangan Jumlah
Fasilitasi PK Swadaya Fasilitasi PB Swadaya
Angka backlog Nasional 7,6 juta 1.500.000 250.000
Jumlah RTLH Nasional 3,4 juta
Pertumbuhan Kebutuhan 800 rb - 1 jt Kemampuan APBN 2015-2019
rumah/tahun
FASILITASI PK SWADAYA FASILITASI PB SWADAYA
300.000 100.000
Dapat menimbulkan terjadinya Gap
perumahan kumuh, jika tidak
dicegah/dikendalikan FASILITASI PK SWADAYA FASILITASI PB SWADAYA
1.200.000 150.000

Sumber: Renstra Kementerian PUPR 2015-2019

2
Definisi Rumah Swadaya

RUMAH SWADAYA adalah rumah yang dibangun


atas prakarsa dan upaya masyarakat (UU 1 Th.2011)

Dalam Pemenuhan Rumah Layak Huni


(Penuntasan Backlog & RTLH)

3
Kriteria Rumah Tidak Layak Huni

Tidak memenuhi standar minimal :

a. Keselamatan bangunan

b. Kecukupan luas bangunan 9 m2/orang

c. Persyaratan kesehatan bangunan

4
Definisi & Kriteria Rumah Layak Huni

Rumah layak huni adalah rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kecukupan m
inimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya

1. ASPEK KESELAMATAN KOMPONEN BAHAN BANGUNAN


BANGUNAN SESUAI KONTEKS LOKAL

1. Struktur Atas (rangka atap) 1. Kondisi Atap


2. Struktur Tengah (kolom dan 2. Kondisi Dinding
balok) 3. Kondisi Lantai
3. Struktur Bawah (pondasi)

2. KECUKUPAN LUAS 3. ASPEK KESEHATAN


Rumah Layak Huni

Luas Lantai Bangunan /Jiwa 1. Pencahayaan


2. Ventilasi
3. Utilitas Rumah (MCK)

BSPS ditujukan untuk menangani rumah tidak layak huni dari sisi keselamatan bangunan dan
kesehatan. Sedangkan untuk kecukupan luas ruang menjadi tanggung jawab dari masyarakat
penerima bantuan.
5
DEFINISI BSPS
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah bantuan
pemerintah berupa stimulan bagi masyarakat berpenghasilan
rendah untuk meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan/
peningkatan kualitas rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitas
umum.
Prinsip BSPS :
1) Masyarakat sebagai pelaku utama.
2) Merupakan bantuan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.
3) Sebagai pengungkit keswadayaan masyarakat.
4) Kegotong-royongan dan keberkelanjutan kegiatan.
5) Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) sebagai pendamping masyarakat.
6) BSPS tanpa pungutan biaya.
7) Output kegiatan : rumah layak dan terhuni.
8) Tidak melewati tahun anggaran.
9) Tepat sasaran, tepat waktu, tepat pemanfaatan, dan akuntabel.
6
KRITERIA DAN PENETAPAN LOKASI BSPS

Sumber: Permen PUPR Nomor 13/PRT/M/2016 Tentang BSPS

7
KRITERIA PENERIMA BANTUAN

1. WNI sudah berkeluarga/perorangan;


2. Memiliki atau menguasai tanah:
a. dikuasai secara fisik dan memiliki legalitas;
b. tidak dalam sengketa; dan
c. sesuai tata ruang wilayah
3. Belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya
dengan kondisi tidak layak huni;
4. Belum pernah memperoleh BSPS dan bantuan perbaikan rumah lain;
5. Berpenghasilan maksimal UMP/Regional;
6. Memiliki keswadayaan dan rencana membangun atau meningkatkan
kualitas rumah;
7. Bersedia membentuk kelompok; dan
8. Bersedia membuat pernyataan.

8
JENIS KEGIATAN BSPS

JENIS
NO KLASIFIKASI KRITERIA/SYARAT
KEGIATAN
Pembangunan baru Rumah rusak total/seluruh komponen bangunan baik
pengganti RTLH struktural dan non struktural rusak
1 Pembangunan Baru (PB)
Pembangunan rumah Belum ada rumah
baru Dibangun diatas kavling tanah matang
a. Rumah rusak ringan, atau
Ringan
b. Rumah tidak memenuhi persyaratan kesehatan
2 Peningkatan Kualitas (PK)
Sedang Rumah rusak sedang
Berat Rumah rusak berat
Berupa bahan bangun a. PSU belum tersedia atau kondisinya tidak laik fungsi;
an untuk : b. Tanah PSU tidak dalam status sengketa;
3 Pembangunan PSU
- Jalan lingkungan c. ada dukungan dari APBD;
- Drainase d. diusulkan oleh bupati/walikota.

Catatan: Anggaran PSU belum tersedia

9
HARGA SATUAN BSPS
BESARAN NILAI
NO JENIS BANTUAN
BANTUAN
1 Peningkatan Kualitas Ringan Rp. 7.500.000,-

2 Peningkatan Kualitas Sedang Rp. 10.000.000,-

3 Peningkatan Kualitas Berat Rp. 15.000.000,-


Peningkatan Kualitas Wilayah
4 Rp. 30.000.000,-
Pegunungan *)
Pembangunan Baru Pengganti
5 Rp. 30.000.000,-
RTLH Rusak Total
Catatan:
*) Khusus Provinsi Papua dan Papua Barat

Sumber: KEPMEN PUPR Nomor: 28/KPTS/M/2017 Tentang Penetapan


Besaran Nilai dan Lokasi BSPS Tahun 2017

10
PROSEDUR PELAKSANAAN BSPS

11
PERAN PEMERINTAH PROVINSI

1.Melakukan sosialisasi kebijakan,


2.Mengevaluasi usulan pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi
dengan Pokja PKP Provinsi,
3.Melakukan pembinaan kepada pemerintah kabupaten/kota,
4.Melakukan pemantauan dan evaluasi

Dalam melakukan tugasnya, Pemerintah Provinsi dibantu


Tim Koordinasi, dengan unsur SKPD bidang perumahan,
perencanaan, dan pemberdayaan

12
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

1. Melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat


2. Melakukan seleksi calon penerima BSPS
3. Memverifikasi proposal dari calon penerima BSPS
4. Melakukan pembinaan dan pendampingan masyarakat
5. Melakukan pengawasan dan pengendalian
6. Melakukan pemantauan dan evaluasi

Dalam melakukan tugasnya, Pemerintah Kabupaten/Kota


dibantu Tim Teknis, dengan unsur SKPD bidang perumahan,
perencanaan, pemberdayaan, Camat, dan Kepala desa/Lurah.

13
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN

Koordinasi Sosialisasi Verifikasi Pengorganisasian


dengan pemangku dan calon masyarakat:
kepentingan penyuluhan penerima - rembug hasil
bantuan verifikasi,
- pembentukan
kelompok
Penyusunan Pemanfaatan Penyusunan - kesepakatan
laporan bantuan proposal sosial

Fungsi pendamping:
1. Pembimbing
2. Motivator
3. Ahli

14
HASIL PENDAMPINGAN

1. Masyarakat khususnya calon penerima bantuan paham terhadap


mekanisme dan ketentuan pelaksanaan BSPS;
2. Terbentuk kelompok penerima bantuan (KPB) dari prakarsa
masyarakat;
3. Calon penerima bantuan mampu menyusun dan mengajukan proposal;
4. Penerima bantuan memanfaatkan bantuan sesuai dengan rencana
yang disepakati;
5. Penerima bantuan bertanggung jawab terhadap pemanfaatan bantuan;
6. Penerima bantuan mampu menyusun laporan pertanggungjawaban.

15
ANGGARAN (APBN)
ANGGARAN FISIK BSPS
Tahun
No Kegiatan 2015 2016 2017 2018 (Usulan ke Bappenas)
Unit Rp. (Juta) Unit Rp. (Juta) Unit Rp. (Juta) Unit Rp. (Juta)
1 PB 20.000 600.000,0 1.000 30.000,0 2.000 60.000,0 3.000 90.000,0
2 PK 50.000 750.000,0 93.611 1.404.165,0 108.000 1.665.000,0 137.000 2.100.000,0
Total 70.000 1.350.000,0 94.611 1.434.165,0 110.000 1.725.000,0 140.000 2.190.000,0

REALISASI
2016
Pembangunan Baru (PB):
Fisik : 1.007 Unit
Anggaran : Rp. 30.000.000.000
2015 Peningkatan Kualitas (PK):
Pembangunan Baru (PB): Fisik : 96.881 Unit
Fisik : 20.756 Unit Anggaran : Rp. 1.314.817.713.600
Anggaran : Rp. 351.521.513.800
Peningkatan Kualitas (PK):
Fisik : 61.489 Unit
Anggaran : Rp. 764.697.845.150

16
PRIORITAS LOKASI TAHUN 2018 (APBN)

1) RTLH perdesaaan dan perkotaan non kumuh di 33


provinsi;
2) Mendukung 5 lokasi Destinasi Wisata: Tanjung
Kelayang, Tanjung Lesung, Kep. Seribu, Wakatobi,
Morotai;
3) Dukungan penanganan kawasan kumuh
(Mendukung 100-0-100 Cipta Karya);
4) Pembangunan Baru Pengganti RTLH.

17
DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)
DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)
USULAN
TARGET /
SUMBER ANGGARAN 2015 2016 2017 2018 *) 2019
ANGGARAN
IPD REGULER AFIRMASI
DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) Unit - 10.000 40.000 14.000
BIDANG PERUMAHAN Rp. Miliar - 302 655 383 3.000
*) Berdasarkan Hasil Trilateral Meeting DAK Tahun 2016, tanggal Mei 2015

Kriteria Lokasi:
1. Mendukung Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) (DAK Reguler).
2. Mendukung Program pembangunan pada daerah tertinggal, perbatasan,
dan pulau terluar (DAK Afirmasi).

DAK
Alokasi Anggaran Rp. Juta
NO PROVINSI/KAB/KOTA
LOKASI DAK BIDANG Reguler Afirmasi
PERUMAHAN DI PROVINSI Kotaku DT DP PT Reguler Afirmasi Total
MALUKU UTARA XXXI. MALUKU UTARA 11.931 4.795 16.726
TAHUN 2017 1 Kab. Halmahera Barat YA 4.795 4.795
2 Kota Ternate YA 11.004 11.004
3 Kota Tidore Kepulauan YA 927 927

18
PINJAMAN LUAR NEGERI (PLN)
Pinjaman Luar Negeri (PLN)
Total Anggaran PLN (128.500 uniit)
($ 215.000.000) US Dolar
Setara Rp. 2.859.500.000.000 Rp 13.300

2017 2018 2019


$ 45.474.613 (30.000 Unit) $ 86.954.340 (50.000 Unit) $ 82.571.048(48.500 Unit)
Rp 604.812.347.161 Rp.1.156.492.717.227 Rp. 1.098.194.935.612

Maksud Kegiatan:
Untuk meningkatkan pemenuhan rumah layak huni bagi kelompok masyarakat
berpendapatan rendah.

Tujuan Kegiatan:
Memperluas cakupan BSPS dan meningkatkan sistem penyaluran BSPS kepada kelompok
masyarakat berpendapatan rendah serta pelaksanaan berbagai dukungan teknis yang
diperlukan untuk peningkatan kualitas.

19
PENANGANAN RUMAH SWADAYA DI PROV MALUKU UTARA
OLEH DIREKTORAT RUMAH SWADAYA PUPR

Realisasi 2015 Realisasi 2016 Rencana 2017


No. Kegiatan
(unit) (unit) (unit)
1. APBN 1.521 2.362 3.000
a. Pembangunan Baru Rumah Swadaya 583 120
b. Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya 938 2.242 3.000

2. DAK - 110 788


TOTAL 1.521 2.472 3.788

20
SK LOKASI BSPS TAHUN 2017
DI PROVINSI MALUKU UTARA
NO PROVINSI/KAB/KOTA UNIT

MALUKU UTARA 3.000


1 KAB. HALMAHERA BARAT 420
2 KAB. HALMAHERA SELATAN 430
3 KAB. HALMAHERA TENGAH 424
300 Unit
4 KAB. HALMAHERA TIMUR 370 328 Unit
5 KAB. HALMAHERA UTARA 328
6 KAB. KEPULAUAN SULA 407 420 Unit
7 KAB. PULAU MOROTAI 300
8 KAB. TIDORE KEPULAUAN 321
370 Unit
321 Unit 424 Unit

430 Unit

407 Unit

Sumber: KEPMEN PUPR Nomor: 28/KPTS/M/2017 Tentang Penetapan


Besaran Nilai dan Lokasi BSPS Tahun 2017

21
PROGRES PEMBANGUNAN KABUPATEN PANGANDARAN

Nama : Rasub
No BNBA : 140
Besar Bantuan : 15.000.000
Alamat : Dsn Cikawung RT 04 RW 13
Desa : Salasari
Kecamatan : Parigi
Kabupaten : Pangandaran

Kondisi Awal (0%)

Progres 30% Keadaan 100%


PROGRES PEMBANGUNAN KABUPATEN TASIKMALAYA

Nama : Maman
No BNBA : 070
Besar Bantuan : 10.000.000
Alamat : Kp. Balangendong RT 01 RW 04
Desa : Sukamaju
Kecamatan : Bantar Kalong
Kabupaten : Tasikmalaya

Kondisi Awal (0%)

Progres 30% Keadaan 100%


PROGRES PEMBANGUNAN KABUPATEN BANTUL

Nama : Rohadi
No BNBA : 081
Besar Bantuan : 15.000.000
Alamat : Pendul RT 049
Desa : Argorejo
Kecamatan : Sedayu
Kabupaten : Bantul

Kondisi Awal (0%)

Progres 30% Keadaan 100%


PROGRES PEMBANGUNAN KABUPATEN CIAMIS

Nama : Amid Arif


No BNBA : 026
Besar Bantuan : 15.000.000
Alamat : Dsn Pamekaran RT 03 RW 02
Desa : Payungagung
Kecamatan : Panumbangan
Kabupaten : Ciamis

Kondisi Awal (0%)

Progres 30% Keadaan 100%


PROGRES PEMBANGUNAN KABUPATEN KULON PROGO

Nama : Umar Cipto Wiharjo


No BNBA : 067
Besar Bantuan : 15.000.000
Alamat : Sebokarang RT 10 RW 05
Desa : Triharjoi
Kecamatan : Wates
Kabupaten : Kulon Progo

Kondisi Awal (0%)

Progres 30% Keadaan 100%


LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN BSPS TAHUN 2017 1)
BULAN
No KEGIATAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
I TAHAPAN PERSIAPAN
1 Kontrak kerja Konsultan Individual dengan PPK
2 Konsultasi dengan Tim Teknis
3 Penetapan lokasi BSPS
4 Kontrak Kerjasama PPK dengan Bank Penyalur
5 Penyiapan Materi
6 Persiapan Pembekalan
Pembekalan kepada SNVT, SKPD, Tim Koordinasi Provinsi,
7
Tim Teknis Kab/Kota dan Konsultan Individual Provinsi
8 Perekrutan koordinator fasilitator dan TFL
9 Pelatihan koordinator fasilitator Kab/Kota
10 Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)
11 Koordinasi Korfas dan Tim Teknis Kab/Kota
II TAHAPAN SELEKSI CPB
12 Mobilisasi Fasilitator
13 Koordinasi dengan Kepala Desa/Lurah
14 Sosialisasi / Penyuluhan
15 Verifikasi Calon Penerima Bantuan
16 Pengorganisasian Calon Penerima Bantuan
17 Penyusunan Proposal
18 Verifikasi proposal oleh Koordinator Fasilitator Kota/Kab
19 Pengesahan Proposal oleh Tim Teknis Kab/Kota
III TAHAPAN PENYALURAN BSPS
A. BSPS berupa Uang
20 Penetapan SK Penerima BSPS oleh PPK
21 Pencairan Dana dari KPPN ke Rekening Satker
22 Penyaluran Dana ke Tabungan Penerima Bantuan
B. BSPS berupa Bahan Bangunan untuk Rumah
23 Penetapan SK Penerima BSPS oleh PPK
24 Pengadaaan Barang
25 Penyaluran Bahan Bangunan ke Penerima Bantuan
C. BSPS berupa Rumah
26 Penetapan SK Penerima BSPS oleh PPK
27 Penyusunan Rencana Teknis Rumah
28 Pengadaan Kontraktor

30
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN BSPS TAHUN 2017 2)
BULAN
No KEGIATAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
IV TAHAPAN PEMBANGUNAN
A. Bantuan berupa Uang
29 Pemilihan Toko BB dan Pengajuan DRPB2 tahap 1
30 Pengesahan DRPB2 tahap 1 oleh Tim Teknis
31 Pemesanan dan Pengiriman Bahan Bangunan Tahap 1
32 Pemeriksaan Bahan Bangunan
33 Transfer Dana BSPS tahap 1 ke Toko Bahan Bangunan
34 Pelaksanaan konstruksi tahap 1
35 Laporan Penggunaan Dana Tahap 1 - progres fisik min 30%
36 Evaluasi DRPB2 Tahap 2 dan kontrak penyediaan BB
37 Pengesahan DRPB2 tahap 2 oleh Tim Teknis
38 Pemesanan dan Pengiriman Bahan Bangunan Tahap 2
39 Pemeriksaan Bahan Bangunan
40 Transfer Dana BSPS tahap 2 ke Toko Bahan Bangunan
41 Pelaksanaan konstruksi tahap 2
42 Laporan Penggunaan Dana Tahap 2 - progres fisik 100%
43 Pendampingan oleh TFL
B. Bantuan berupa Bahan Bangunan Rumah
44 Pembangunan Rumah oleh Penerima Bantuan
45 Penyusunan Laporan oleh Penerima Bantuan
C. Bantuan berupa Rumah
46 Pembangunan Rumah oleh Kontraktor
47 Serah Terima Rumah
V TAHAPAN PERSIAPAN KEGIATAN T.A 2018
48 Pembinaan teknis verifikasi usulan kegiatan BSPS T.A 2018
49 Verifikasi usulan kegiatan BSPS T.A 2018
50 Penetapan lokasi BSPS T.A 2018
51 Pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan BSPS T.A 2018
52 Perekrutan dan pembekalan fasilitator
53 Pendampingan dan penyiapan proposal
54 Verifikasi proposal dan penetapan penerima bantuan

31
TAHAPAN PENGALOKASIAN DAK
TAHAP I TAHAP II TAHAP III TAHAP IV TAHAP V TAHAP VI TAHAP VII
Rapat Usulan Penerimaan & Verifikasi dan Penetapan Sosialisasi dan
Sinkronisasi dan
Trilateral Proposal Base Rekapitulasi Penilaian Alokasi DAK Konsultasi
Harmonisasi di
Meeting DAK DAK Tahun Proposal Base Proposal Base Tahun N+1 Program
daerah
Tahun N+1 N+1 DAK Thun N+1 DAK N+1

Rapat Sosialisasi Menerima Menverifikasi Penyampaian hasil Penyampaian Sosialisasi


pembahasan Penyusunan, Proposal Base data pendukung penilaian sementara hasil akhir Juknis DAK Bid.
antara Penyampaian DAK dari (data teknis & dari trilateral penilaian setiap Infrastruktur
Bappenas, dan Penilaian Kemen.Keu. indeks teknis) meeting KL kepada Penyampaian
Kemen. Usulan DAK Memeriksa Menilai (Kemenkeu, Kemen.Keu. arah kebijakan
Keuangan, dan N+1 kelengkapan kelayakan data Bappenas, K/L) Penilaian total DAK bidang
Kemen terkait (Mengundang dan merekap pendukung Pagu indikatif kebutuhan dana Infrastruktur
tantang konsep Pemda usulan tersebut secara total DAK perkegiatan dan N+1
kebijakan DAK Prov/Kab/Kota proposal. Menyusun dan dan per daerah per per daerah yaitu Pembahasan
yang terdiri dari Pemda Menyampaikan mengolah bidang merupakan Desk DAK
arah kebijakan, menyampaikan usulan proposal formula indeks (provinsi/kab/kota) penggabungan setiap bid. dan
target dan Proposal Base perbidang teknis (Kemenkeu) perhitungan menu kegiatan
sasaran, ruang DAK Tahun kepada masing Hasil verifikasi Verifikasi data teknis Output dan serta lokus
lingkup/menu N+1 Kpd masing data teknis DAK (K/L dan daerah) Dana ditambah prioritas.
kegiatan, lokasi Kemenkeu dan satminkal. bid. Inf diberikan Klarifikasi usulan skala prioritas Penetapan
prioritas, Bappenas serta kepada Ditjen paket kegiatan (K/L Bappenas dan Usulan Renc.
kriteria teknis, ditembuskan ke PK sebagai dan daerah) tingkat Kegiatan
kebutuhan Kemen terkait. rekomendasi Memastikan penyerapan menjadi
pendanaan, teknis untuk kesiapan daerah Tahun rencana
dan pengalokasian pelaksanaan N-1 kegiatan (RK)
kelembagaan DAK masing-masing Diperoleh hasil N+1
kegiatan (readiness Penetapan Pengisian
criteria) per daerah Alokasi DAK laporan melalui
(K/L dan daerah) Tahun N+1 e-Monitoring

Koordinator Koordinator
Koordinator Koordinator Koordinator
Koordinator Koordinator Setjen
Kemen. Setjen Kemen.Keuangan Kemen. Cq. Biro PAKLN
Bappenas Satminkal
Keuangan Cq. Biro PAKLN dan Bappenas Keuangan dan Satminkal

Feb- April Mei Mei-Juni Juli-Agustus September Oktober Nopember