Anda di halaman 1dari 49

OLEH :

ACHMAD RAIS M ( 710014007 )


SURYA DARMA ( 710014200 )
ZULHAM TANJUNG ( 710014012 )
DANCE NAWIPA (
METODE
GEOFISIKA
GEORADAR ( GPR )

ELEKTROMAGNETIK MAGNETOTELLURIK

METODE CSAMT
Metode Yang
Digunakan
VLF

VLF- EM VLF-VGrad
Metode VLF-EM merupakan salah satu metode
geofisika yang digunakan untuk menggambarkan
rapat arus induksi yang terdapat di bawah
permukaan bumi dengan memanfaatkan
gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 5
30 kHz
Medan magnetik dan medan listrik yang
dibangkitkannya disebut sebagai medan primer.

Medan primer membangkitkan medan sekunder


sebagai akibat adanya arus induksi yang mengalir
pada benda-benda konduktor di dalam tanah
Medan sekunder yang timbul bergantung pada
a. Sifat-sifat medan primer
b. Sifat listrik benda-benda di dalam tanah dan
medium sekitarnya, serta
c. Bentuk dan posisi benda-benda tersebut
Bersifat
Kondusif

Distribusi Medan Elektromagnetik VLF (Primer dan Sekunder) (digambar


ulang dari Bosch dan Muler, 2001)
Distribusi Medan Elektromagnetik VLF (Primer dan
Sekunder) (Bosch dan Muler, 2001)
Lanjutan.
Medan
primer

Medan
sekunder

Zona bersifat
kondusif
Kompas Geologi
GPS

ENVI VLF SCINTREX Accu / Sumber daya


1. EKSPLORASI MINERAL MINERAL LOGAM

2. EKSPLORASI HIDROGEOLOGI

STUDY KASUS KITA


Koreksi 1. Moving Average Filter

Dengan asumsi gelombang yang diterima oleh VLF-


EM adalah frekuensi rendah dan noise eksternal juga
mempengaruhi pengukuran, maka filter moving
average digunakan untuk menghilangkan noise
frekuensi tinggi.

Oleh karena itu, sinyal yang disaring benar-benar


merupakan anomali bahan konduktif di bawah
permukaan.
Koreksi 1. Moving Average Filter
Koreksi 2. Filter Fraser

Dengan menggunakan filter ini, titik potong dari


anomali menjadi optimal (mencapai puncaknya),
maka hasil filter ini akan membuat proses analisis
lebih mudah.

Filter Fraser diaplikasikan untuk setiap lintasan


dengan menempatkan lokasi pengukuran pada (x, y)
dan anomali di (z), karena itu kontur dapat dibuat.
Kontur menunjukkan anomali tersebar di suatu
daerah.
Koreksi 2. Filter Fraser
Koreksi 3. Filter Karous-Hjelt

Interpretasi kualitatif VLF-EM dapat dilakukan dengan


menggunakan filter Karous- Hjelt.

Penerapan hasil filter ini berupa distribusi kerapatan


arus yang dapat memberi informasi mengenai daerah
konduktif.
Koreksi 3. Filter Karous-Hjelt
Koreksi 4. Tilt Angle

Tilt angle ( ) yaitu sudut utama polarisasi ellip dari


horizontal (dalam derajat atau persen), dan eliptisitas
adalah perbandingan antara sumbu kecil terhadap
sumbu besarnya (dalam persen)
P EMETAAN SUNGAI BAWAH PERMUKAAN
DI WILAYAH KARS SEROPAN
GUNUNGKIDUL DENGAN MENGGUNAKAN
METODA GEOFISIKA VLF-EM-vGRAD

WAHYU SUGENG MULIYOTO


NRP 1105 100 009

JURUSAN FISIKA
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2010
Mendapatkan respon VLF-EM akibat sungai bawah
permukaan dari pemodelan.

Melakukan hasil interpretasi pada VLF-EM-vGrad dari


data (inphase, quadrature, tilt-angle, dan total-field)
untuk pemetaan aliran sungai bawah permukaan di
daerah kars Seropan yang diinterpretasi baik secara
kualitatif maupun kuantitatif.
METODOLOGI

Kajian Literatur

Pengambilan Data/ Akuisi Data

Pengolahan Data

Interpretasi Hasil dan


Pembahasan

Kesimpulan
KAJIAN LITERATUR

Pengambilan data dilakukan di daerah kars Seropan


Gunungkidul

Sebaran aliran sungai bawah permukaan di daerah


Kars sangat sulit untuk dipetakan, baik secara langsung
maupun dengan pengukuran geofisika diatas
permukaan.

Sebaran aliran sungai bawah permukaan di daerah kars


Seropan Gunungkidul belum terpetakan dengan baik
PETA GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Daerah Penelitian :
Seropan, Semanu, Gunung Kidul

Daerah penelitian merupakan


daerah Kars yang didominasi
lithologi batu gamping
Di kawasan kars banyak dijumpai sungai bawah permukaan dan goa,
Aliran air dari permukaan masuk ke rongga lalu berkumpul diatas
lapisan water table, selanjutnya air mengalir membentuk sistem sungai
bawah permukaan

Water Table

Sungai Bawah Tanah BACK


PARAMETER AKUISI DATA
TAHAPAN AKUISI DATA

(Jika menggunakaan metode aktif)


MEKANISME PENGUKURAN
Menara Pemancar ( NWC Australia )
1. Berdiri
Pengukur

2. Duduk

Arah Pengukuran

Benda Konduktor
Metode yang digunakan adalah VLF-EM-vGrad dan data
yang didapatkan adalah :

inphase
Bagian dari Medan Magnetik Seunder yang se-Fase
dengan Medan Magnetik Primer
quadrature
Bagian dari Medan Magnetik Seunder yang berbeda
Fase dengan Medan Magnetik Primer
tilt-angle
sudut utama polarisasi ellip dari horizontal (dalam
derajat atau persen)
total-field
PENGOLAHAN DATA

Pemrosesan data menggunakan bahasa komputasi


MATLAB 7.0.3 dan Inv2DVLF.
Diagram Alir Pengolahan data
KOREKSI KOREKSI DALAM PENGOLAHAN DATA :

Setelah terkoreksi Sebelum terkoreksi


NW

17
SW
Fn (M n 2 M n 3 ) (M n M n 1 )

Data Observasi

Data Terfilter Fraser

Keadaan
Sebenarnya
Hubungan amplitudo dan fase
Polarisasi elips
gelombang
Pada bidang elektromagnetik
P dan gelombang S
Perbedaan VLF-EM dan VLF-EM-vGRAD
VLF-EM
Biasanya pengolahan dan interpretasi data hanya
dilakukan secara kualitatif, pengukuran dilakukan hanya
satu kali pada satu titik pengukuran

VLF- EM VGrad
Melakukan pengukuran 2 ketinggian yang berbeda pada
posisi pengukuran yang sama melalui pengolahan data
& Interpretasi secara kualitatif dan kuantitatif

16
RUMUS DASAR PERHITUNGAN
Dasar Pemodelan
Untuk menggambarkan gelombang bidang dan medan
elektromagnetik harmonik, dapat diungkapkan dengan
menggunakan persamaan Maxwell :

Penentuan komponen medan, untuk polarisasi medan listrik


(polarisasi-E) , dan untuk polarisasi medan magnetik
(polarisasi-H) dapat ditentukkan dengan
Alur Penggunaan Program Inv2DVLF

22
Ketinggian pengukuran (m)
Posisi benda dalam jarak x23
(m)

Respon VLF-EM-vGRAD
akibat sungai bawah permukaan:
Keterangan :
Inphase, Total-field, Tilt-angle + = Ketinggian pengukuran (m)

Quadrature- = Posisi benda dalam jarak x (m)


Model Aliran Sungai Bawah Permukaan
Peta aliran sungai bawah
permukaan

Tahanan jenis 10 ohm-m

Tahanan jenis 100 ohm-m

Profil kedalaman sungai bawah


permukaan yang dilewati lintasan
VLF
Kedalaman MODEL RESISTIVITAS

Jarak

Resistivitas 6
RESPON OBSERVASI

RESPON KALKULASI

Hasil inversi dengan menggunakan Inv2DVLF dari respon VLF akibat model
aliran sungai bawah permukaan
Tampilan dari VLF EM vGrad
KESIMPULAN

Nilai Fraser VLF-EM-vGrad akan bernilai positif untuk


1.
jenis data: inphase, total-field, dan tilt-angle, dan akan
bernilai negatif untuk data quadrature.

2. Sungai bawah tanah Seropan menyebar dari utara ke


selatan dan terdiri dari beberapa sungai bawah tanah
dengan kedalaman berkisar 40-200 meter.

3. Metode VLF-EM-vGrad dapat memetakan lokasi sungai


bawah permukaan secara horizontal.

4. Hasil inversi 2D Resistivity in-phase dan kuadratur dapat


digunakan untuk menentukan posisi sungai bawah tanah
(lateral dan kedalaman) serta bentuknya.
SARAN

Untuk penelitian selanjutnya disarankan dilakukan


analisis dengan metoda geofisika lainnya (misal
metoda magnetik) atau melakukan penelusuran gua
secara langsung agar penggambaran kondisi bawah
permukaan semakin akurat