Anda di halaman 1dari 32

Case Report Session-Maret 2017

Ranty Femilya Utami / G1A215051

PITIRIASIS VERSIKOLOR

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN KULIT KELAMIN


RSUD RADEN MATTAHER- RSK ABDUL MANAP
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017
PENDAHULUAN

Indonesia baik untuk pertumbuhan jamur, ditemukan hampir


disemua tempat.
Insidensi penyakit jamur 2,93-27,6%, tidak menggambarkan
populasi umum.
Pitiriasis versikolor atau panu perubahan Dermatofitosis
pigmen kulit akibat
kolonisasi jamur lipofilik dimorfik Malassezia(Dermatofita)
furfur di stratum
superfisial
Non-dermatofita
Pitiriasis
versikolor
Mikosis

Aktinomikosis
Profunda
Kandidosis
LAPORAN KASUS

Tn. IR, Laki-Laki, 34 tahun, karyawan swasta, menikah, Jawa,


Murni, lorong telaga
Datang ke Poli Kulit RSUD Raden Mattaher 23 Maret 2017

Keluhan Utama :
Bercak putih disertai sisik halus pada punggung, leher, dan
lengan atas yang bertambah banyak dan meluas sejak 4 bulan
yang
LAPORAN KASUS

Riwayat Perjalanan Penyakit

Pasien datangbercak putih + sisik halus di punggung, dada,


leher, dan lengan atas, bertambah banyak dan meluas sejak 4
bulan yang lalu
Awalnya muncul sedikitbertambah banyak, melebar disertai
sisik halus jika bercak digosok/ digores, gatal (-), bercak putih
mati rasa (-). Keluhan muncul saat pasien berkeringat banyak,
menggunakan baju lembab.
Keluhan dirasakan sejak 2 tahun yang lalu, belum pernah
berobat, hanya membeli obat jamur di apotik (kalpanax), dan
mengoleskannya pada bercak paling lama 7 hari, obat telah
digunakan sejak beberapa tahun yang lalu.
LAPORAN KASUS

Setelah keluhan berkurangmenghentikan pengobatan, selang


beberapa bulan, keluhan serupa berulang kembali.
Keluhan sekarang, sebelum ke RS pasien mengoleskan obat
yang sama.
Bekerja sebagai karyawan bergerak dibidang keuangan, sering
keluar survey nasabah tiap 3 bulan. Pasien mengaku mudah
berkeringat tapi jarang langsung mengganti pakaian yang
lembab, setiap kali selesai survey lapangan keluhan semakin
bertambah parah.
Pasien mandi 2 kali sehari, pagi dan sore hari, menggunakan
handuknya sendiri
LAPORAN KASUS

Riwayat Penyakit Dahulu


Pernah mengalami keluhan yang sama sejak 2 tahun yang lalu
yang hilang timbul. Riwayat atopi pada pasien disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga


Ayah pasien pernah memiliki penyakit yang sama, sembuh
dengan pengobatan. Riwayat keluarga yang memiliki riwayat
alergi tidak ada.
STATUS DERMATOLOGIS

Regio colli posterior, truncus


anterior et posterior, ekstremitas
superior dextra et sinistra.
Makula hipopigmentasi, multipel,
lentikular-plakat, diskret sebagian
konfluen; ditutupi skuama putih,
halus, kering, selapis.
STATUS DERMATOLOGIS

Regio Colli dan Truncus anterior

Regio Truncus Posterior dan


regio brachialis dextra et
sinistra
STATUS DERMATOLOGIS

Regio Truncus Posterior dan


regio brachialis dextra et
sinistra

Regio Truncus Posterior dan


regio brachialis dextra et
sinistra
LAPORAN KASUS

Pemeriksaan Penunjang

Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang. Namun


disarankan untuk dilakukan :
Pemeriksaan KOH dari skuama
Pemeriksaan Wood lamp
LAPORAN KASUS

Diagnosis Banding
Pityriasis versicolor
Pityriasis alba
Vitiligo
Pityriasis rosea

Diagnosis Kerja
Pitiriasis Versikolor
PENATALAKSANAAN

1.Non medikamentosa (edukasi pasien)


Penyakitnya panu, penyebabnya jamur dan dapat menular.
Penggunaan obat selama 2 pekan, namun bercak putih
hilang dalam waktu cukup lama (bulan).
Menjaga kebersihan dan kelembaban kulit terutama pada
daerah yang berkeringat banyak (punggung, leher, lengan)
dengan cara segera mengganti pakaian bila basah.
Menggunakan pakaian yang bersih, kering, tidak ketat dan
dapat menyerap keringat
Mengkonsumsi makanan yang sehat
Kontrol kembali
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa
- Ketokonazol tab 200 mg perhari selama 7-10 hari
- Selenium sulfide 2,5% lotion dioleskan pada lesi selama 7-
10 menit kemudian dibilas, 3-4 kali seminggu
LAPORAN KASUS

Prognosis
Quo ad vitam : Bonam
Quo ad functionam : Bonam
TINJAUAN PUSTAKA

Pityriasis versikolorpenyakit infeksi pada superfisial kulit,


berlangsung kronis, disebabkan jamur Malassezia furfur.

Prevalensi di Amerika 2-8% dari populasi. Jumlah kasus tertinggi


didaerah dengan temperatur dan kelembaban yang tinggi,
diseluruh dunia sekitar 50%(panas dan lembab) dan 1,1%(iklim
dingin)

Terjadi pada semua ras, jenis kelamin. Sering pada dewasa dan
remaja
TINJAUAN PUSTAKA

Faktor predisposisi :

1.Faktor endogen: malnutrisi, immunocompromised, penggunaan


kontrasepsi oral, hamil, luka bakar, terapi kortikosteroid,
adrenalektomi, Cushing syndrome.

2.Faktor eksogen: kelembapan udara, oklusi oleh pakaian,


penggunaan krim ataulotion, dan rawat inap.
TINJAUAN PUSTAKA

Patogenesis
Adanya faktor predisposisi
Malassezia furfur (blastosporamycelial) lapisan atas stratum
korneumpeningkatan jumlah korneosit
Enzim oksidasi merubah asam lemak lipid dipermukaan kulit
menjadi asam dikarboksilatmenghambattyrosinasepada
melanosit epidermishipomelanosit.
TINJAUAN PUSTAKA

Manifestasi Klinis
Asimtomatis, gatal
Bercak hipopigmentasi atau
berwarna-warni, berskuama
halus, berbentuk bulat atau
tidak beraturan, ukuran
bervariasi, batas tegas, skuama
tipis seperti sisik
Predileksi : tubuh bagian atas,
lengan atas, leher, abdomen,
aksila, inguinal, paha, genitalia.
TINJAUAN PUSTAKA

Pityriasis versicolor (c) makula salmon colored yang bersatu Pityriasis versicolor menunjukkan lesi hiperpigmentasi
membentuk patch yang besar. (d) sisik yang tampak seperti dalam lesi Kaukasia (kanan) dan hipopigmentasi dalam
debu. Aborijin Australia (kiri).
TINJAUAN PUSTAKA

1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan penunjang 3,4
. Pemeriksaan KOH 20%
sel ragi bulat berdinding tebal
dengan miselium kasar,
sering terputus-putus
(pendek-pendek), meat ball
and spageti .
TINJAUAN PUSTAKA

Pemeriksaan dengan sinar wood


memberikan perubahan warna seluruh
daerah lesi sehingga batas lesi lebih
mudah dilihat flouresensi warna kuning
keemasan sampai orange
TINJAUAN PUSTAKA

Pengobatan topical

Pada lesi yang bersifat lokal dengan infeksi sedang. Pengobatan


harus dilakukan secara menyeluruh, tekun dan konsisten.
1. Lotion selenium sulfide 2,5% dioles pada lesi 7-10 menit
kemudian dibilas, 3-4 kali seminggu, dan di tappering 1 atau 2
kali perbulan.
2. Ketokonazol sampho 2% diamkan selama 5 menit kemudian
bilas, 3 hari berturut-turut.
3. Terbinafin solusio 1% 2 kali sehari selama 7 hari
TINJAUAN PUSTAKA

Pengobatan sistemik

Pada kasus pityriasis versicolor yang luas, kekambuhan yang


sering, atau jika pemakaian obat topical tidak berhasil.
1. Ketokonazol 200 mg per hari selama 7-10 hari
2. Flukonazol 400 mg setiap minggu selama 2 minggu
3. Itrakonazol 200-400 mg perhari 3-7 hari
TINJAUAN PUSTAKA

Prognosis

Perjalanan penyakit kronik, namun umumnya memiliki


prognosis baik. Lesi dapat meluas jika tidak diobati dengan
benar dan faktor predisposisi tidak dieliminasi.
Masalah lain adalah menetapnya hipopigmentasi, diperlukan
waktu yang cukup lama untuk repigmentasi kembali seperti
kulit normal.
ANALISA KASUS

Tn. IR datang ke poli kulit dan


kelamin RSUD Raden Mattaher,
tanggal 24 Maret 2017,
Karakteristik pityriasis
didiagnosis pityriasis versicolor.
versicolor : makulae irreguler
Pasien mengeluh bercak putih depigmentasi berskuama,
pada punggung, dada, leher, paling sering di tubuh dan
dan lengan atas bertambah ekstremitas, dapat disertai
banyak dan meluas. Awalnya pruritus ringan.
muncul sedikit, semakin
bertambah banyak, melebar
disertai sisik halus jika bercak
tersebut digosok.
ANALISA KASUS

Pasien bekerja sebagai surveyor


finance, paparan sinar matahari
sering, pasien mengaku mudah Data ini menguatkan dugaan
berkeringat tapi jarang pityriasis versicolor (faktor
langsung mengganti pakaian, predisposisi) yaitu tinggal di
setiap selesai survey keluhan daerah tropis, temperatur dan
bertambah parah. Keluhan tidak kelembaban yang tinggi dan
disertai gatal. Bercak putih mati mudah berkeringat.
rasa disangkal
ANALISA KASUS

Berdasarkan kepustakaan
ruam di tubuh dan
Pemeriksaan fisik di regio colli ekstremitas merupakan
posterior, truncus anterior et tempat yang paling sering
posterior, ekstremitas superior timbulnya pityriasis versicolor.
dextra et sinistra. Fluoresensi Ruam berupa makula
makula hipopigmentasi, hipopigmentasi, berbentuk
multipel, lentikular-plakat, bulat, irregular, sebagian
diskret sebagian konfluen; berkonfluensi satu sama lain,
ditutupi skuama putih, halus, berbatas tegas, jumlah
kering, selapis. multiple ukuran diameter
bervariasi.
ANALISA KASUS

Pemeriksaan penunjang yang


dapat dilakukan untuk
menegakkan pitiriasis
Tidak dilakukan pemeriksaan versikolor antara lain :
penunjang, diagnosis dapat Pemeriksaan di bawah lampu
ditegakan berdasarkan Wood menunjukkan fluoresensi
anamnesis, pemeriksaa fisik kuning
dan dermatologis. Pemeriksaan dengan KOH
menunjukkan hifa pendek
dengan spora, gambaran
spaghetti and meatballs.
ANALISA KASUS

Penatalaksanaan pada pasien


Komunikasi informasi edukasi Sukses diterapi dengan
Ketoconazole oral 1 x 200 mg berbagai agen jika dilakukan
selama 7-10 hari dan lotion secara menyeluruh, tekun dan
Selenium sulfide 2,5%, konsisten.
dioleskan pada lesi selama 7- Terapi oral efektif, lebih dipilih
10 menit kemudian dibilas, 3- karena lebih mudah dan tidak
4 kali seminggu. memakan waktu.
KESIMPULAN

Pityriasis versikolor : infeksi kulit superfisial disebabkan


Malasezia furfur, kronis, ditandai bercak putih-coklat yang
bersisik, makula, skuama halus, gatal.
Faktor predisposisi : suhu yang tinggi, kulit berminyak,
hiperhidrosis, faktor herediter, pengobatan dengan
glukokortikoid, defisiensi imun,
Angka kejadian pria dan wanita sama, banyak pada usia
15-24 tahun, kelenjar sebasea lebih aktif bekerja.
Predileksi : tubuh bagian atas, lengan atas, leher, abdomen,
aksila, inguinal, paha, genitalia.
KESIMPULAN

Anamnesis : gatal ringan, bercak/macula berwarna putih


(hipopigmentasi) atau kecoklatan (hiperpigmentasi), gatal.
Pemeriksaan fisik : bercak berwarna-warni, bentuk tidak
teratur, batas jelas-difus.
Periksaan penunjang : KOH 10% dan lampu wood.
Pengobatan : topikal, sistemik.
Prognosis baik bila pengobatan menyeluruh, tekun dan
konsisten.
TERIMA KASIH