Anda di halaman 1dari 31

REALISASI ANGGARAN PUBLIK

Oleh : Lailatul Khusnah, SE., MA.


TEORI DALAM REALISASI ANGGARAN PUBLIK
Pengertian Realisasi Anggaran (Operational Management) menurut
Krajewski/Ritzman (1990)
Proses yang memungkinkan organisasi publik mencapai tujuannya melalui
penambahan dan penggunaan sumber daya yang efisien.
Bagi manajer atau pengelola organisasi, isu utama dalam proses realisasi anggaran
adalah kualitas, yang kemudian akan menjadi senjata dalam menghadapi
persaingan.
Menurut teori, ada dua ukuran kualitas sebagai prioritas persaingan, yaitu desain
kinerja tinggi dan kualitas yang konsisten.
Terdapat perbedaan definisi kualitas antara produsen dan konsumen, yaitu :
a. Definisi kualitas oleh Produsen atau Penyedia Layanan
Kualitas berarti penyesuaian terhadap spesifikasi (conformance to spesification).
b. Definisi kualitas oleh Pengguna/Konsumen
Kualitas merupakan nilai bahwa seberapa pun baiknya produk atau layanan pasti
mempunyai tujuan berupa harga yang diharapkan akan dibayar.
Mencegah Permasalahan Kualitas
1. Isu-isu Organisasi
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas adalah menghancurkan rintangan yang dihadapi
organisasi , yaitu antara bagian dan pengelola (manajer) di area fungsi yang berbeda bekerja
bersama-sama merancang serta menghasilkan produk atau layanan yang terpercaya.
2. Pertimbangan Pegawai
Kualitas harus diperhatikan oleh seluruh pegawai di semua tingkatan. Peningkatan kualitas
dapat dilakukan melalui pemberian insentif dari pembayaran jasa atau bonus.
3. Lingkaran Kualitas
Lingkaran kualitas adalah kelompok kecil dari pengawas dan pegawai yang bertemu untuk
mengidentifikasi, manganalisis,memecahkan masalah produksi, dan permasalahan kualitas.
4. Maksud Desain Produk dan Proses
Salah satu kunci untuk mencapai kualitas yang tinggi adalah dengan memastikan bahwa produk
dan jasa didesain sesuai kapabilitas organisasi yang menghasilkannya.
5. Pertimbangan Pembelian
Produksi barang dan jasa membutuhkan input beberapa bahan baku atau item pembelian.
Manajer operasi harus memperhatikan kualitas input tersebut. Pimpinan organisasi juga
mempunyai tanggung jawab terkait kualitas pemasok bahan (supplier). Upaya ini
membutuhkan kerjasama antara bagian pembelian dan bagian lainnya yang mempunyai
kapabilitas teknis dalam melakukan analisis.
Berbagai Pendapat Ahli tentang Kualitas dalam Realisasi
Anggaran
W. Edward Deming : untuk mencapai kualitas yang baik harus dimulai dengan
pimpinan pucuk organisasi.
Joseph M. Juran : lebih dari 80% kerusakan kualitas disebabkan oleh faktor
pengendalian manajemen. Sebagai konsekuensinya, manajemen secara kontinyu harus
melakukan perbaikan melalui pengelolaan kualitas yang sering disebut dengan trilogi :
perencanaan, pengendalian, dan perbaikan kualitas.
Armand V. Feigenbaum : Total Quality Control (TQC). TQC adalah konsep dimana
kualitas merupakan tanggung jawab yang harus dibagi kepada seluruh orang dalam
organisasi, khususnya pegawai yang membuat produk.
Kaoru Ishikawa : keterlibatan organisasi secara total akan menjadi input bagi
perbaikan kualitas dan seringkali pihak nonspesialis menyediakan saran-saran perbaikan
kualitas.
Philip B. Crosby : kualitas bersifat gratis.
Genichi Taguchi : mengembangkan produk/jasa berkualitas tinggi dengan cara
mengurangi biaya (quality engineering). Pendekatan ini dilakukan dengan
mengombinasikan engineering (teknik) dengan metode statistik untuk mencapai
efisiensi biaya dan perbaikan kualitas sehingga mengoptimalkan desain produk dan
proses mesin.
SISTEM REALISASI ANGGARAN PUBLIK
Lingkungan Eksternal

PARTISIPASI KONSUMEN/MASYARAKAT

INPUT OUTPUT
Pekerja REALISASI ANGGARAN
Manajer (OPERASIONAL DAN TRANFORMASI) Barang
Pimpinan Jasa
Fasilitas
Persiapan Penyelesaian
Bahan
Tanah/Lahan
Energi
Proses
Informasi
Pelaksanaan
Eksternal

INFORMASI KINERJA
Tujuan Utama Manajemen Fiskal
Tujuan Fungsi Pendapatan Fungsi Tingkatan
Pengeluaran Organisasional
Disiplin Fiskal Perkiraan yang dapat Pengendalian Agregat
dipercaya pengeluaran

Alokasi dan mobilisasi Keseimbangan dan Pemrograman Antarkementrian


sumber daya keluasan pajak pengeluaran

Efisiensi operasi Administrasi pajak Manajemen Intrakementrian


Ekonomi
Efisiensi
Efektivitas
Due Process
Pengelolaan operasi atau realisasi anggaran dapat dilihat dari tiga perspektif yang
berbeda, yaitu :
1. Realisasi Anggaran sebagai Fungsi
Operasi adalah salah satu dari berbagai fungsi dalam organisasi. Pada organisasi
berukuran besar, penetapan masing-masing fungsi ke dalam departemen yang
berbeda diasumsikan sebagai pertanggungjawaban atas aktivitas tertentu,
namun saling terkait satu sama lain.
2. Realisasi Anggaran sebagai Penunjang Karier
Operasi telah menjadi tingkatan karier menuju posisi manajemen yang lebih
tinggi dengan baik di beberapa organisasi.
3. Realisasi Anggaran sebagai Perangkat Keputusan
Pembuatan keputusan merupakan aspek yang sangat penting bagi seluruh
aktivitas manajemen. Secara umum pembuatan keputusan melbatkan berbagai
langkah dasar yang sama, seperti:
a. pengenalan dan penjelasan definisi permasalahan.
b. mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk menganalisis alternatif
kemungkinan.
c. memilih serta melaksanakan alternatif yang paling layak.
KEPUTUSAN DALAM REALISASI ANGGARAN

Area Keputusan Contoh Pertanyaan


Memposisikan keputusan (Positioning Decision)
Perencanaan produk/jasa Produk/jasa apakah (barang/jasa) yang harus ditawarkan?
Prioritas kompetitif Haruskah kita melebihkan biaya dasar, kualitas, atau fleksibilitas?
Strategi positioning Haruskah kita mengatur sumber daya pada produk/jasa atau prosesnya?
Manajemen kualitas Haruskah tujuan kita menjadi dapat dipercaya atau kualitas tertinggi?
Merancang keputusan (Design Decision)
Perancangan Proses Proses apa yang harus kita gunakan dalam membuat produk/jasa?
Pengelolaan angkatan kerja Bagaimana kita harus merekrut, melatih, dan memotivasi pegawai kita?
Teknologi baru Apakah ini waktunya mengotomatiskan beberapa proses yang ada?
Kapasitas Apa ukuran maksimum yang paling mungkin untuk fasilitas yang ada?
Pemeliharaan Seberapa besar pengeluaran untuk memelihara perlengkapan dan fasilitas?
Lokasi Haruskah menjadi pengikut atau pemimpin dalam memilih lokasi yang baru?
Layout/Tata Letak Bagaimana seharusnya mengatur meja atau perlengkapan lainnya?
Melaksanakan Keputusan (Operating Decision)
Pengelolaan bahan Siapa yang harus menjadi pemasok (supplier)? Bagaiman mengevaluasi dan mendukungnya?
Perencanaan produksi dan staf Apa yang seharusnya menjadi tingkat output dan tingkat staf untuk bagian ini?
Skedul produksi Apakah harus membuat sendiri persediaan atau memesan?
Persediaan Berapa persediaan yang dibutuhkan? Bagaimana mengendalikannya?
Penjadwalan Pelanggan atau pekerjaan apa yang harus diprioritaskan?
Pengendalian kualitas Bagaiman meraih tujuan kualitas yang terbaik?
SIKLUS REALISASI ANGGARAN PUBLIK

PENGENDALIAN

PERSIAPAN

Siklus Realisasi PROSES


Anggaran PELAKSANAAN

PENYELESAIAN
KEGIATAN DALAM REALISASI ANGGARAN PUBLIK
TAHAPAN DALAM SIKLUS REALISASI ANGGARAN
KEGIATAN
UTAMA PROSES
PERSIAPAN PENYELESAIAN
PELAKSANAAN
Pencairan Membuat prosedur Belanja barang, jasa, Pengumpulan bukti
Anggaran dan formulir dan modal untuk pencatatan
(Pengeluaran) Membuat anggaran Tata prosedur
kas pencatatan barang
dan modal
Realisasi Menghitung potensi Penagihan dan Rekapitulasi
Pendapatan Membuat realisasi pengumpulan realisasi
untuk prosedur dan pendapatan pendapatan
formulir Pengenaan sanksi
dan insentif
Pelaksanaan Membentuk tim Pelaksanaan Penyelesaian
Program Membuat tata aturan Pekerjaan produk/jasa
dan pembagian beban Pembuatan laporan
kerja
TEKNIK REALISASI ANGGARAN PUBLIK

ITEM PERSIAPAN PROSES PELAKSANAAN PENYELESAIAN


1. Peramalan Studi kelayakan Proses peramalan permintaan dengan teknik Time Rekomendasi penerimaan nilai
Series Analysis, Metode Kausal, Teknik Kualitatif. proyek (value of project)
2. Seleksi pembelian Pelaksanaan dan pengendalian produksi Distribusi hasil
Manajemen
bahan
3. Sistem Penentuan sistem Pelaksanaan sistem persediaan : seleksi item, Pelaksanaan sistem review:
persediaan persediaan pencatatan, dan penyediaan peralatan pendukung berkelanjutan, periodik, hybrid
4. Sistem Perencanaan produksi Pelaksanaan perencanaan produksi yang diterima Hasil produk
produksi
5. Perencanaan SDM Pelaksanaan perencanaan SDM yang diterima Penyelesaian penempatan SDM
Perencanaan sesuai perencanaan
SDM
6. Pengembangan skedul induk Pelaksanaan skedul induk produksi Memastikan pelaksanaan sesuai
Penjadwalan produksi dengan skedul induk produksi
7. Perencanaan pengendalian Pelaksanaan rencana aksi pengendalian kualitas Memastikan pelaksanaan aksi
Pengendalian kualitas pengendalian kualitas
8. Keuangan Perencanaan investasi Pelaksanaan investasi Penyelesaian investasi
9. Pemasaran Survei pasar dan Penyiapan produk / jasa siap dipasarkan Penyelesaian produk / jasa dan
produk / jasa perencanaan pasar pengangkutan
10. Perencanaan pelayanan Pelaksanaan pelayanan Memastikan permintaan
Pelayanan / pelayanan terpenuhi
jasa
11. Kualitas Perencanaan kualitas Pengendalian batas kualitas Memastikan kualitas sesuai
(Prestasi) dengan permintaan
1. PERAMALAN
Peramalan adalah proses memperkirakan kejadian di masa depan.
Tahapan peramalan:
Tahap persiapan Studi kelayakan.
Tahap pelaksanaan proses peramalan permintaan dengan teknik time series
analysis, metode kausal, dan teknik kualitatif.
Tahap penyelesaian merekomendasikan penerimaan nilai proyek (value of
project).
Faktor yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa
Faktor Eksternal Faktor Internal
Perekonomian negara Desain produk
Tindakan pemerintah Harga dan promosi iklan
Selera konsumen Desain pengemasan
Citra produk oleh masyarakat Batasan penjualan dan insentif
Tindakan pesaing Perluasan pasar atau kepadatan geografis
Ketersediaan dan biaya produk pelengkap pasar sebagai area sasaran
Bauran produk
Kebijakan jaminan simpanan
Terdapat lima komponen yang mempengaruhi pola permintaan produk:
1. Rata-rata
2. Kecenderungan
3. Pengaruh musiman
4. Siklus pergerakan
5. Kesalahan yang tidak disengaja
. Dalam buku Operation Management (1990:349), Krajewski menyatakan tiga jenis teknik
peramalan yang digunakan untuk meramalkan permintaan:
a. Time Series Analysis
Ini merupakan pendekatan statistik yang mengandalkan data historis untuk
memperhitungkan permintaan di masa depan, selain untuk mengenali kecenderungan
dan pola musiman.
b. Metode Kausal
Secara matematis teknik ini mengungkapkan keterkaitan antara faktor yang hendak
diramalkan dan faktor terkaitnya, seperti kampanye promosi, kondisi ekonomi, dan
tindakan pesaing.
c. Teknik Kualitatif
Teknik kualitatif menterjemahkan penilaian manajerial, opini ahli, dan/atau hasil survei
ke dalam perkiraan kualitatif.
Pada saat merancang sistem peramalan permintaan,manajer harus
menetapkan:
1. Apa yang harus diramalkan;
2. Perangkat apa yang akan digunakan;
3. Bagaimana sistem dapat membantu pembuatan keputusan manajerial.
. Terdapat dua aspek menyangkut bagaimana sistem peramalan membantu
proses pembuatan keputusan manajerial:
1. Satu kali peramalan jarang sekali berguna karena biasanya memberikan
hasil yang salah;
2. Aspek penggunaan pencatatan yang bernilai oleh manajemen adalah jumlah
yang diharapkan manajemen pada sistem yang ada.
2. MANAJEMEN BAHAN
Manajemen bahan terkait erat dengan persediaan, tingkatan produksi, pola pegawai, jadwal,
dan distribusi.
Terdapat dua alasan dalam membuat keputusan taktis tentang bahan yang harus dipertimbangkan
pentingnya adalah:
1. Peran utama bahan dalam proses produksi;
2. Dampak dari investasi organisasi.
. Beberapa bagian pada organisasi publik mempunyai spesalisasi di bidang pengelolaan bahan,
seperti:
1. Bagian pembelian
Pembelian bahan merupakan manajemen proses perolehan yang melibatkan keputusan tentang
penjajakan penggunaan, kontrak negosiasi, dan pemutusan pembelian.
2. Bagian pengendalian produksi
Bagian pengendalian produksi bertugas mengawasi jalannya proses produksi, rekrutmen SDM
yang terampil, dan mengawasi kualitas hasil produksi yang bersaing.
3. Bagian distribusi
Distribusi adalah manajemen aliran bahan dari bagian pembuatan ke pengguna atau
masyarakat, yang melibatkan bagian penyimpanan dan transportasi.
3. SISTEM PERSEDIAAN
Economic Order Quantity merupakan ukuran bagian yang meminimalkan biaya penggunaan dan
pemesanan seluruh persediaan tahunan. Hal ini didasarkan pada asumsi:
a. Tingkat permintaan item bersifat konstan.
b. Item diproduksi atau dibeli dalam bagian, di mana pemesanan item diterima sekaligus.
c. Ada dua biaya yang relevan, yaitu:
. Biaya penggunaan persediaan yang berasal dari penggandaan tingkat rata-rata persediaan
dalam unit dengan biaya untuk menggunakan satu unit pada periode waktu tertentu.
. Biaya tetap per bagian untuk pemesanan atau pengaturan.
d. Keputusan untuk satu item dapat dibuat secara bebas.
e. Tidak ada ketidaktentuan dalam permintaan, waktu yang pasti, atau persediaan.
. Dalam pola Economic Order Quality terdapat analisis sensitifitas yang dapat menghasilkan wawasan
yang bernilai bagi manajemen persediaan, yaitu untuk menjawab pertanyaan berikut ini:
a. Apa yang akan terjadi pada siklus persediaan jika tingkat permintaan meningkat?
b. Apa yang terjadi pada ukuran bagian jika pengaturan biaya menurun?
c. Apa yang terjadi jika tingkat ketertarikan menurun drastis?
d. Seberapa kritis kekeliruan dalam perkiraan?
Pelaksanaan sistem pengendalian persediaan:
a. Sistem Review Berkelanjutan (Continous Review System)
. Kuantitas akhir item direview setiap waktu untuk menentukan apakah sudah waktunya memesan
kembali.
. Pada setiap review, sebuah keputusan tentang posisi item persediaan yang dinilai terlalu rendah
sehingga membutuhkan pemesanan baru akan dibuat.
. Sistem review berkelanjutan terkait dengan proses pemilihan pemesanan kembali, pemilihan kebijakan
pelayanan yang sesuai, dan pengukuran deviasi standar permintaan selama waktu yang sudah pasti.
b. Sistem Review Periodik (Periodic Review System)
. Persediaan direview secara periodik dan tidak secara terus menerus.
. Pemesanan baru dilakukan pada akhir setiap review dan periode antarpemesanan yang sudah pasti.
. Sistem ini terkait dengan proses pemilihan interval pemesanan kembali dan pemilihan target tingkat
persediaan.
c. Sistem Hybrid, menguji:
. Sistem pilihan perlengkapan adalah sistem di mana posisi persediaan direview pada interval waktu
yang sudah pasti, dan jika posisi sedang menurun ke tingkat yang ditetapkan sebelumnya, ukuran
variabel pemesanan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan.
. Sistem dasar persediaan (base-stock system) adalah sistem persediaan di mana pesanan
dikeluarkan setiap kali penarikan dibuat.
. Sistem visual mudah diadministrasikan karena tercatat pada posisi persediaan saat ini. Sejarah
tingkat penggunaan dapat dengan mudah disusun kembali dari pembelian pesanan sebelumnya.
Sistem visual cocok digunakan untuk item bernilai rendah yang mempunyai permintaan tetap.
Persoalan pada praktek sistem persediaan:
a. Item mana yang menerima pengendalian manajemen paling ketat?
b. Bagaimana memelihara pencatatan secara akurat?
c. Apa jenis yang terkait dengan peralatan pendukung yang disarankan?
4. SISTEM PRODUKSI
Perencanaan produksi adalah pernyataan manajerial tentang
waktu yang dibutuhkan untuk tingkat produksi, tingkat angkatan
kerja, dan investasi persediaan, yang akan dilibatkan dalam
pertimbangan permintaan konsumen dan batasan kapasitas
organisasi.
Product family adalah kelompok barang dan jasa yang mempunyai
kesamaan permintaan dan proses, SDM, serta permintaan bahan.
Strategi perencanaan produksi:
1. Strategi pengejaran mengatur tingkat produksi agar sesuai
dengan permintaan yang melebihi perencanaan masa depan.
2. Strategi tingkatan mempertahankan tingkat produksi pada
tingkat yang konstan dengan perencanaan di masa depan.
Proses perencanaan produksi
Menetapkan permintaan dan
perencanaan ke depan

Mengidentifikasi alternatif,
keterbatasan, dan biaya

Mempersiapkan rencana
prospektif untuk
perencanaan ke depan

Apakah rencana dapat TIDAK


diterima?

YA

Melaksanakan keputusan
untuk periode pertama dari
perencanaan

Menuju periode berikutnya


5. PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Perencanaan SDM merupakan pernyataan manajerial menyangkut waktu SDM
dan kapasitas angkatan kerja, yang dilibatkan dalam pertimbangan atas
permintaan konsumen dan keterbatasan kapasitas mesin.
Strategi perencanaan bertujuan memilih alternatif tertentu yang akan
digunakan organisasi perencanaan SDM, yaitu:
Strategi pengejaran mengatur tingkat pegawai yang sesuai dengan
permintaan yang melebihi perencanaan masa depan.
Strategi tingkatan mempertahankan tingkat SDM pada tingkat yang
konstan dengan perencanaan di masa depan.
Dalam perencanaan SDM, perencanaan seorang perencana menyangkut
permintaan SDM bagi masing-masing kelompok SDM didasarkan pada penilaian
sejarah permintaan atau penilaian pendapat dan jaminan simpanan yang ada
untuk pelayanan.
6. PENJADWALAN
Proses penjadwalan produksi dimulai dengan penggunaan perencanaan produksi yang telah disahkan
oleh organisasi sebagai dasar pengembangan skedul prospektif produk/jasa.
Jadwal/skedul produksi akan menjadi rencana yang menyatakan berapa banyak item yang akan
diproduksi dalam periode waktu tertentu.
Berikut gambar yang menyajikan penjadwalan proses produksi:
Perencanaan produksi yang
telah diotorisasi

Skedul induk prospektif


produksi

Apakah TIDAK
sumber daya
tersedia?

YA
Skedul induk prospektif
produksi

Perencanaan permintaan
bahan
Pengembangan Skedul Induk produksi prospektif:
Perhitungan proyeksi persediaan yang ada;
Penetapan waktu dan ukuran kuantitas skedul induk produksi;
Penghitungan kuantitas yang dijanjikan (Available-to-Promise Quantities
=ATP).
7. PENGENDALIAN
Pengendalian yang dimaksud di sini adalah pengendalian kualitas yang berfokus pada pencegahan
permasalahan kualitas, yang ditujukan ke implikasi biaya dari kualitas yang rendah.
Terdapat tujuh tahapan dalam Total Quality Control (TQC):
Tahap pertama memeriksa dan menelusuri barang jadi serta memcahkan permasalahan
kualitas yang muncul.
Tahap kedua jaminan kualitas selama produksi terutama dengan menggunakan metode
statistik untuk mengidentifikasi permasalahan kualitas dan perbaikan mesin guna mengurangi
jumlah barang yang ditolak.
Tahap ketiga mengembangkan usaha seluruh bagian.
Tahap keempat berfokus pada pendidikan dan pelatihan seluruh pegawai, termasuk
pengelola untuk menciptakan kesadaran serta komitmen yang lebih besar terhadap kualitas.
Tahap kelima dan keenam menghubungkan produk dan proses merancang kualitas yang
lebih baik serta biaya internal yang lebih rendah, di samping menekankan pengurangan
berbagai proses melalui perbaikan secara berkelanjutan.
Tahap ketujuh kebutuhan dan keinginan pengguna akan diterjemahkan ke dalam tahap
operasional.
Manajemen dapat memperkirakan kualitas barang dengan dua cara:
1. Metode sampling.
2. Pemeriksaan secara lengkap (complete inspection) atas kualitas
masing-masing unit.
. Pengukuran kualitas dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Menggunakan atribut (Attributes) karakteristik produk/jasa yang
dapat secara cepat mengecek kualitas yang diinginkan.
2. Menggunakan variabel variabel yang digunakan dapat berupa berat,
panjang, volume, atau waktu yang dapat diukur dengan skala yang
berkelanjutan.
8. KEUANGAN
Konsep penting pada beberapa teknik analisis keuangan adalah bahwa satu rupiah di tangan
pada hari ini lebih bernilai dari satu rupiah yang diterima di masa depan. Konsep ini disebut
dengan nilai waktu dari uang (time value of money).
Time value of money:
1. Nilai masa depan investasi
. Untuk menghitung nilai masa depan investasi adalah memperlihatkan suku bunga
dan periode waktu dalam unit waktu yang sama dengan interval yang dimajemukkan.
. Pemajemukan bunga (compounding interest) adalah proses di mana bunga
berada pada akumulasi investasi, dan kemudian memperoleh bunga dari bunga itu
sendiri selama sisa periode investasi.
2. Nilai sekarang dari jumlah di masa depan
. Nilai investasi saat ini adalah jumlah yang diinvestasikan pada saat ini, yang
diakumulasikan pada suku bunga di masa depan.
. Proses mencari nilai investasi saat ini, yaitu ketika nilai suku bunga masa depan telah
diketahui, disebut dengan pendiskontoan (discounting) nilai masa depan terhadap
nilai sekarang.
. Suku bunga (interest rate) disebut dengan tingkat diskonto (discount rate).
Teknik analisis keuangan dasar:
1. Net present value method
. Mengevaluasi investasi dengan membandingkan nilai sekarang dari arus kas
setelah dikurangi pajak dengan jumlah investasi awal.
. Jika net presenet value adalah positif untuk penggunaan tingkat diskonto, maka
investasi akan memperoleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari tingkat
diskonto tersebut.
. Namun, jika negatif , investasi akan memperoleh tingkat pengembalian yang
lebih rendah dari tingkat diskonto.
2. Payback method
. Menentukan berapa waktu yang dilalui sebelum seluruh arus kas setelah
dipotong pajak akan sama atau dibayar kembali investasi.
. Keunggulannya :
o. Kecepatan dan kemudahan dalam pengaplikasiannya.
o. Memberikan beberapa ide kepada pembuat keputusan menyangkut seberapa
lama hingga dana investasi diperoleh kembali.
. Kelemahannya : mendorong manajer untuk berfokus pada jangka pendek.
Kedua teknik analisis keuangan dasar di atas didasarkan pada arus kas.
Langkah pertamanya adalah menghitung arus kas yang dihasilkan dari
investasi. Terdapat dua hal penting saat menentukan arus kas suatu kegiatan:
1. Mempertimbangkan jumlah arus kas yang akan berubah jika kegiatan
dilakukan. Jumlah ini disebut dengan arus kas inkremental (incremental
cash flow) dan perbedaan arus kas dengan kegiatan serta tanpa kegiatan
tersebut.
2. Arus kas harus diubah setelah dikurangi jumlah pajak sebelum diaplikasikan
dalam net presenet value method atau payback method. Langkah ini
melibatkan pajak dan penyusutan dalam penghitungan.
9. PEMASARAN PRODUK/JASA
Pemasaran yang baik akan mengalirkan pendapatan organisasi
secara maksimal, bahkan dapat melebihi target organisasi yang
bersangkutan.
Tahapan kegiatan pemasaran produk/jasa:
Tahap persiapan survei pasar dan perencanaan pasar.
Tahap proses pelaksanaan penyiapan produk/jasa hingga
siap dipasarkan.
Tahap penyelesaian menyelesaikan produk sesuai standar
kualitas organisasi dan memastikan proses pengangkutan.
10. PEMBERIAN JASA
Keberhasilan pemberian jasa dipengaruhi oleh bagaimana jasa itu
diselenggarakan.
Kepuasan pengguna merupakan output yang sangat penting
terkait dengan standar kualitas produk/jasa organisasi.
Tahapan kegiatan pemberian jasa:
Tahap persiapan merencanakan pelayanan.
Tahap proses pelaksanaan pelaksanaan jasa itu sendiri
kepada pengguna atau publik.
Tahap penyelesaian memastikan bahwa permintaan
pelayanan sesuai dengan standar kualitas organisasi.
11. KUALITAS (KINERJA)
Kualitas atau kinerja merupakan standar yang ditentukan
organisasi terhadap produk/jasa organisasi yang hendak diberikan
kepada pengguna.
Tahapan kegiatan mempersiapkan kualitas (kinerja):
Tahap persiapan merencanakan kualitas produk/jasa.
Tahap proses pelaksanaan pengendalian atas batas
kualitas.
Tahap penyelesaian memastikan kualitas sesuai dengan
permintaan pasar atau pengguna produk/jasa telah terpenuhi.

Anda mungkin juga menyukai