Anda di halaman 1dari 17

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG

JATI FAKULTAS TEKNIK

REKAYASA LINGKUNGAN

Environment

Disampaikan oleh : Sulistijo Edhy Purnomo, ATP, MT 1


Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan
Lingkungan
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor : 23 tahun 1992
tentang Kesehatan Bab I pasal 1 bahwa Kesehatan adalah keadaan Sejahtera
dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara social ekonomis.
Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan kiat untuk mencegah penyakit,
memperpanjang harapan hidup, dan meningkatkan kesehatan dan efisiensi
masyarakat melalui usaha masyarakat yang terorganisir melalui sanitasi
lingkungan, pengendalian penyakit menular, pendidikan hygiene
perseorangan, mengorganisir pelayanan medis dan perawatan. Dengan
dipelajarinya ilmu kesehatan masyarakat, maka dapat dilakukan diagnosis dini,
pengobatan pencegahan, serta membangun mekanisme social, sehingga
setiap insane dapat menikmati standar kehidupan yang baik dan dapat
memelihara kesehatan (Maslov, 1920).
Definisi ini mengungkapkan bahwa tujuan kesehatan masyarakat ada tiga.
Tujuan itu hanya dapat dicapai lewat usaha masyarakat yang terorganisir, dan
tidak lain salah satunya adalah kesehatan lingkungan.

2
Usaha Kesehatan Masyarakat.
Agar masyarakat dapat meningkatkan kesehatannya paling sedikit diperlukan
enam usaha dasar yang dikenal dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat sebagai
The Basic Six atau enam usaha dasar. Ada tiga konsep enam usaha dasar
tersebut masing-masing dikemukakan oleh American Public Health Association
(APHA), Emerson and Luginbuhl (EM), dan World Health Organization (WHO)
seperti tampak pada table 1. Ketiga konsep tersebutmemperlihatkan
penggunaan istilah yang berbeda. Perbedaan tersebut tergantung pada
kemajuan usaha kesehatan suatu Negara. Sebagai contoh, Pemberantasan
Penyakit Menular, tidak lagi disebutkan oleh APHA, karena di Amerika Serikat
penyakit menular ini sudah tidak lagi merupakan masalah utama. Sebaliknya
di Indonesia, frekwensi penyakit ini masih sangat tinggi, sehingga usaha
pemberantasannya menjadi sangat penting. Oleh karena itu, pemberantasan
penyakit menular masih termasuk di dalam konsep WHO. Untuk berbagai
Negara, permasalahan kesehatannya berbeda, oleh karena itu, disamping the
basic six ini dapat pula dikembangkan usaha yang khas bagi masing-masing
Negara. Usaha kesehatan masyarakat di Indonesia, selain terdiri atas The
Basic Six, juga ditambahkan dengan usaha-usaha lainnya yang dirasa perlu,
sebagaimana tertera dalam UU-RI No. 23 th. 1992.

3
Di dalam UU-RI. No. 23 tahun 1992, Bab V pasal 11, tertulis bahwa
upaya kesehatan dilaksanakan melalui 15 kegiatan sebagai berikut :
1. Kesehatan keluarga,
2. Perbaikan gizi,
3. Pengamanan makanan dan minuman,
4. Kesehatan lingkungan;
5. Kesehatan kerja;
6. Kesehatan jiwa;
7. Pembrantasan penyakit;
8. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan;
9. Penyuluhan kesehatan masyarakat;
10. Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan;
11. Pengamanan zat aditif;
12. Kesehatan sekolah;
13. Kesehatan olahraga;
14. Pengobatan tradisional, dan 15. Kesehatan mata
4

4
Kesemua ini perlu dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan
berkesinambungan agar dapat memecahkan permasalahan kesehatan
yang dihadapi.

5
Usaha Kesehatan Lingkungan.
Usaha kesehatan lingkungan merupakan salah satu usaha dari enam
usaha dasar kesehatan masyarakat. Dari uraian tentang usaha dasar
terlihat bahwa kesehatan lingkunganpun erat sekali hubungannya dengan
usaha kesehatan lainnya. Usaha ini merupakan usaha yang perlu
didukung oleh ahli rekayasa, khususnya oleh ahli rekayasa lingkungan.
Usaha kesehatan lingkungan mencakup :
1. Program/penyediaan air minum/air bersih
2. Pengolahan dan pembuangan limbah cair, gas, dan padat.
3. Pencegahan kebisingan
4. Pencegahan kecelakaan
5. Pencegahan penyebaran penyakit melalui air, udara, makanan, dan
vector.
6. Pengolahan kualitas lingkungan : air, udara, makanan, pemukiman, dan
bahan berbahaya.
7. Pengolahan keamanan dan sanitasi transportasi, kepariwisataan seperti
Hotel, Motel, Tempat makan umum dan Pelabuhan.
6

6
Hygiene dan Sanitasi.
Dalam membicarakan kesehatan lingkungan, ada dua istilah yang sering
dicampur adukkan. Istilah tersebut ialah hygiene dan sanitasi. Ditinjau dari ilmu
kesehatan lingkungan kedua istilah ini mempunyai perbedaan-perbedaan.
Yang dimaksud dengan hygiene ialah usaha kesehatan masyarakat yang
mempelajari pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia, upaya
mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan kesehatan tersebut,
serta membuat kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga terjadi
pemeliharaan kesehatan. Ke dalam pengertian ini termasuk pula upaya
melindungi, memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan manusia
(perseorangan atau masyarakat) sedemikian rupa sehingga pelbagai factor
lingkungan yang tidak menguntungkan tersebut dijaga/diatur sedemikian rupa
sehingga pelbagai factor lingkungan yang tidak menguntungkan tersebut
dijaga/diatur sedemikian rupa sehingga tidak sampai menimbulkan gangguan
terhadap kesehatan.
Sedangkan yang dimaksud dengan istilah sanitasi ialah usaha kesehatan
masyarakat yang menitik beratkan pada pengawasan terhadap pelbagai factor
lingkungan yang mempengaruhi atau mungkin mempengaruhi derajat kesehatan
manusia. Jadi lebih mengutamakan usaha pencegahan terhadap pelbagai factor
lingkungan, sedemikian rupa sehingga munculnya penyakit dapat dihindari.

7
Penyakit Yg Berhubungan Dengan Keadaan
lingkungan
Perkembangan epidemiologi Ilmu tentang (Penyebaran Penyakit)
menggambarkan secara spesifik tentang peran lingkungan dalam
terjadinya penyakit dan wabah. Bahwasannya lingkungan berpengaruh
pada terjadinya penyakit sudah sejak lama diketahui, sebagai contoh nama
Malaria yang berarti udara jelek diberikan pada penyakit yang
mempunyai gejala demam, menggigil, berkeringat, demam lagi, menggigil
lagi dan seterusnya serta didapatkan diantara kelompok masyarakat yang
bertempat tinggal disekitar rawa-rawa.
Dengan beberapa kali penelitian diketahui bahwa nyamuk yang bersarang
dirawa-rawa sebagai pembawa penyakit.
Pada tahun 370 sebelum masehi penyakit diasosiasikan dengan Dosa dan
kekuatan supernatural (alam).
Kemudian seorang tokoh dunia kedokteran berpendapat bahwa penyakit
ada hubungannya dengan fenomena alam dan lungkungannya. Interaksi
antara
manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar
dan terjadi sejak manusia lahir sampai meninggal dunia.
8

8
Penyakit Menular
Penyakit menular disebabkan oleh peran air sebagai media. Peran air ada
beberapa macam :
1. Air sebagai penyebar mikroba pathogen
2. Air sebagai sarang insektisida
Jumlah air bersih yang tidak mencukupi sehingga orang tidak dapat
membersihkan dirinya dengan baik. (air sebagai sarang hospes
sementara penyakit). Penyakit menular yang disebarkan oleh air secara
langsung diantara masyarakat seringkali dinyatakan sebagai penyakit
bawaan air atau Water borne disease.
Penyakit ini hanya dapat menyebar, apabila mikroba-mikroba
penyebabnya dapat masuk kedalam sumber air yang dipergunakan
masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sedangkan jenis
mikroba yang dapat menyebar lewat air sangat bervariasi dan banyak
macamnya, mulai dari virus, bakteri, protozoa, metazoan.
Pada table 1.1. berikut menyajikan beberapa contoh penyakit Water
Borne yang banyak terdapat di Indonesia. Dilihat dari segi epidemologi
beberapa penyakit yang tertera dalam table 1.1. masih sangat penting di
Indonesia.
9

9
10

10
Beberapa Penyakit Menular
Cholera
Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio Cholera, berasal dari India, Cholera adalah
penyakit usus halus yang akut dan berat, sering mewabah yang
mengakibatkan banyak kematian.
Gejala utamanya muntaber, dehidrasi dan kolaps dapat terjadi dengan cepat.
Angka kematian berkisar 50% dan kasus klasik wabah Cholera terjadi tahun
1854 di Broad Street London. Lebih dari 500 orang meninggal.
Typhus Abdominalis.
Typhus juga menyerang usus halus penyebabnya adalah Salmonella typhi,
angka kematian berkisar antara 10% sebelum penemuan anti biotika dan
menurun sampai 2% - 3% setelahnya.
Gejala utamanya panas yang terus menerus dengan taraf kesadaran yang
menurun terjadi 1 s/d 3 minggu setelah infeksi.
Hepatitis A.
Disebabkan oleh Virus Hepatitis A, Gejala utama demam dan akut dengan
perasaan mual dan muntah, hati membengkak, dan mata menjadi kuning,
gejala penyakit ini timbul setelah 1 2 bulan setelah terjadi infeksi, angka
kematian kurang dari 1%.

11

11
Poliomyelitis (Polio).
Disebabkan oleh virus polio, gejala polio sangat bervariasi dapat
sangat ringan menyerupai penyakit influenza sampai pada keadaan
kelumpuhan ringan, parah dan kematian, angka kematian 2 10%.
Dysentrie Amoeba.
Disebabkan oleh E. Histolytica, gejala utama tinja tercampur darah
dan lender tidak menyebabkan dehidrasi (pengurangan cairan),
apabila tidak diobati dapat menimbulkan berbagai komplikasi
seperti abses hati, radang otak dan perforasi usus.
Air sebagai sarang vector penyakit.
Air dapat berperan sebagai sarang insekta yang menyebarkan
penyakit pada masyarakat. Insekta demikian disebut sebagai
Vektor Penyakit sebagai contoh Vektor Anopheles sp membawa
Protozoa (Plasmodium) yang menyebabkan Malaria.

12

12
Filariasis (Kaki Gajah).
Penyebabnya adalah cacing bulat kecil (Filaria), dengan Reservoir
manusia penderita. Larva cacing (Mikrofilaria) aktif pada jam 20.00 s/d
jam 02.00. Apabila penderita digigit nyamuk, maka Mikrofilaria masuk
kedalam tubuh nayamuk dan menembus dinding ususnya, masuk
kedalam otot dadanya, menjadi larva infektifitas. Apabila nyamuk
menggigit orang berikutnya, maka dapat menularkan penyakit kepada
orang berikutnya.
Demam Berdarah (Dengue Haemorhagic Fever).
Penyebabnya adalah virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti,
gejalanya demam dan perdarahan, angka kematian 5%.
Tempat-tempat yang dapat dijadikan sarang nyamuk Aedes adalah
genangan air hujan dan air bersih.
Malaria.
Penyebabnya adalah protozoa (Plasmodium Marariae) yang
ditularkanmelalui nyamuk Anopheles, gejalanya berupa bergantinya
perasaan panas dingin, yang terdiri dari 3 gejala yaitu : menggigil,
panas dan berkeringat. Angka kematian 10%.
13

13
Mekanisme Penularan oleh Vektor
Penyakit
Mekanisme penularan penyakit dapat dikelompokkan menjadi 2
cara yaitu :
1. Transmisi secara langsung (direct transmission) dan
2. Transmisi tidak langsung (indirect transmission).

Transmisi langsung.
Transmisi langsung adalah pemindahan penyebab penyakit infeksi
secara langsung dan segera dari seorang penderita kepada orang
lain melalui pintu infeksi (porte dentre) sehingga terjadilah infeksi
pada orang tersebut.
Hal ini bias terjadi dengan kontak langsung (direct contact) seperti
dengan cara ciuman, hubungan sex atau dengan semburan titik
ludah dalam jarak dekat (1 meter atau kurang).

14

14
Transmisi tidak lansung.
Transmisi tidak langsung dapat terjadi dengan cara :
b.1. Vehicleborne.
Yaitu barang-barang yang terkontaminasi seperti mainan kanak-kanak, sapu
tangan, pakaian, alat-alat bedah, air, makanan, susu, produk-produk biologis
seperti serum dan plasma atau bahan lain berperan sebagai perantara
penyebab penyakit infeksi sehingga masuk kedalam tubuh penjamu yang
rentan (susceptible) melalui pintu infeksi yang sesuai. Cara penularan
penyakit melalui barang-barang (Vihicle) seperti tersebut diatas dinamakan
Vihicleborne.
b.2. Vectorborne.
Adalah Arthropoda atau invertebrate lain yang memindahkan infectious
agent baik secara mekanik maupun secara biologic kepada penjamu (host)
yang baru. Transmisi ini dapat berlangsung dalam dua cara yaitu
b.2.1. Secara mekanis,
artinya penyebab infeksi dipindahkan oleh vector baik karena
menempel pada kaki maupun melalui saluran alat cerna (tidak
memerlukan perkembangbiakan organism).

15

15
b.2.2. Secara biologis,
artinya dalam tubuh vector, mikroorganisme memerlukan
perkembangbiakan atau kombinasi keduanya (Cyclopropagation)
sebelum vector dapat memindahkan bentuk-bentuk yang infektif
kepada seseorang.
Pemindahan agent bias melalui kelenjar ludah pada waktu vector
Menggigit atau dengan memuntahkan kuman-kuman kemudian
masuk melalui luka gigitan atau luka karena digaruk.
b.3. Airborne.
Penyebaran infectious agent dengan aerosol kedalam tubuh
penjamu biasanya melalui pintu infeksi saluran pernapasan. Aerosol
microbial adalah suspense dalam udara dari partikel-partikel yang
terdiri atas mikroorganisme. Partikel antara 1 5 mikron sangat
mudah masuk ke dalam paru-paru dan tubuh di sana.

16

16
17

17