Anda di halaman 1dari 32

Hubungan Antara Air, Tanah,

Udara dan Tanaman


Keanekaragaman jenis tumbuhtumbuhan
menunjukkan adanya pengaruh iklim yang
kompleks. Jenis tumbuhtumbuhan di daerah
tropis berbeda dengan jenis tumbuhtumbuhan
di daerah beriklim dingin. Tetapi dengan nyata d
apat diketahui bahwa air mempunyai peranan
sangat penting bagi tanaman, lagi pula tanaman
selalu membutuhkan tempat tumbuh. Dalam
pembicaraan irigasi tempat tumbuh tanaman
adalah tanah. Tanah yang baik untuk usaha
pertanian adalah tanah yang mudah dikerjakan
dan bersifat produktif suatu jenis tanah yang
subur memberi kesempatan pada akar tanaman
untuk tumbuh dengan mudah, menjamin
sirkulasi air dan udara secara baik pada zone
perakaran dan secara relatif memiliki persediaan
kelembaban tanah yang cukup.
TANAH
Komposisi tanah untuk kepentingan usaha
pertanian umumnya berupa tanah mineral
dengan kandungan bahan organik atau humus
relatif sedikit.
Udara dan air yang mengisi poripori diantara
butirbutir tanah umumnya dipandang merupakan
sebagian dari tanah, jadi yang disebut tanah
sebetulnya terdiri dari tiga komponen yaitu butir
tanah, air dan udara. Kandungan air dan udara
dalam tanah jumlahnya berubahubah tetapi
butirbutir tanah relatif tetap.
Butirbutir tanah mineral
diklasifikasikan sebagai pasir, lumpur
ataupun lempung menurut besarnya
ukuran butir. Perbandingan antara
bagianbagian yang berupa butir
tanah air dan udara merupakan
faktor penting yang mempengaruhi
kehidupan dan pertumbuhan
tanaman.
Jenis Struktur Tanah
Jenis struktur tanah dan Pergerakan air ke bawah (Sumber: USDA, 1997)
Butiran Bergumpal / kubus Berpelat /
tunggal lempeng

Berbutir Berbentuk Besar


prisma

Deras Sedang Lambat


Supaya penyerapan hara dapat lancar dan
tanaman dapat hidup dengan baik maka
perbandingan butir, air dan udara perlu dibuat
memenuhi suatu harga dalam batasbatas
tertentu dan yang umum dilakukan untuk
pengaturan kadar air dan udara dalam tanah
adalah pembuatan sistim irigasi dan drainasi.
Pada saat kadar air kurang maka saluran
pemberi memberikan air, dan pada saat
kelebihan air maka saluran drainasi berfungsi
mengalirkan air kelebihan keluar areal pertanian.
Air dalam tanah
Air dalam tanah dapat dilukiskan sebagai ilustrasi skematis
pada Gambar sebelumnya.

Di bawah permukaan tanah poripori tanah mengandung


air dan udara dalam jumlah yang berubahubah, Sesudah
hujan air dapat bergerak ke bawah melalui zone aerasi dan
sebagian air itu mengisi poripori yang kecil serta tetap
tinggal disitu ditahan oleh gayagaya kapiler ataupun oleh
gayagaya tarik molekuler disekeliling butirbutir tanah, Air
yang berada pada lapisan atas dari zone aerasi disebut
lengas tanah, apabila kapasitas menahan air tanah pada
zone aerasi telah dipenuhi, air akan bergerak kebawah
menuju zone saturasi, dan air pada zone saturasi disebut
air tanah. Diatas zone saturasi terdapat air kapiler, didalam
gambar ditunjukkan dengan deretan garisgaris vertikal. Air
pada daerah kapiler ini mengisi ruangruang pori yang kecil
dan dapat berasal dari air tanah yang terangkat oleh
gayagaya kapiler.
Lengas Tanah
Karena pemeliharaan lengas tanah pada
areal irigasi merupakan faktor penting
yang mempengaruhi keberhasilan usaha
pertanian maka perlu meninjau lengas
tanah lebih terperinci. Karena tanaman
memerlukan air maka pada zone
perakaran perlu tersedia lengas tanah
yang cukup. Walaupun kelembaban tanah
perlu dipelihara tetapi tidak boleh
diberikan air terlampau berlebihan.
Kondisi lengas tanah yang dikehendaki dalam
suatu areal irigasi dilihat kaitannya dengan
jumlah lengas yang dapat diambil oleh akar
tanaman dan dipakai untuk pertumbuhan
tanaman.
Pada areal yang mempunyai sistim drainasi
baik, keadaan jenuh pada zone perakaran bisa
ditiadakan oleh perkolasi sebelum timbul
gangguan yang berarti pada tanaman. Dalam
pembicarann irigasi, terdapat dua sifat penting
dalam kaitannya dengan lengas tanah, yaitu
kapasitas lapang dan titik layu permanen. Air
yang tersedia untuk tanaman dipandang
sebagai jumlah air diantara nilai kapasitas
lapang dan nilai titik layu permanen.
Bentuk Lengas Tanah
Bentuk lengas tanah secara umum
diklasifikasikan sebagai :
1. air gravitasi
2. air kapiler
3. air higroskopis
Air Gravitasi
Air gravitasi kadangkadang disebut
air hidrostatis atau air bebas
merupakan air yang merembes
kebawah di antara poripori akibat
gaya gravitasi dan sebagian besar
tidak melewati poripori kapiler. Air
gravitasi ini dapat diserap oleh akar
tanaman tetapi hanya tersedia pada
periode singkat karena air gravitasi
tersebut hanya lewat, bukan
Air Kapiler
Air kapiler merupakan bagian air dalam tanah yang
terpegang pada poripori oleh gaya kapiler, dapat bergerak
bebas kesegala arah tergantung pada tegangantegangan
kapiler yang bekerja, tetapi gerakan air kapiler tetap masih
dipengaruhi gaya gravitasi. Air kapiler merupakan titiktitik
air yang mengisi poripori kapiler, dan kadangkadang
titiktitik air kapiler membentuk suatu rantai yang mengisi
rangkaian pori kapiler maka rangkaian pori kapiler itu
disebut pipapipa kapiler. Air kapiler ini dapat diserap oleh
akar tanaman jadi juga merupakan air yang dapat
dimanfaatkan oleh tanaman. Tetapi air higroskopis tidak
dapat diserap oleh tanaman kecuali oleh beberapa jenis
tanaman gurun. Jumlah air higroskopis ini umumnya sedikit
kurang dari satu persen walaupun bisa mencapai nilai 15 %
pada tanah lempung tertentu
Konstanta Lengas Tanah
Harga dari konstanta lengas pada
kenyataannya tidaklah tetap, karena
tanah dalam suatu areal irigasi juga
tidak berada pada kondisi tetap dan
seragam tetapi baik tekstur maupun
komposisinya memang bervariasi.
Zone Perakaran
Dalamnya zone perakaran dipengaruhi beberapa
faktor, yaitu tekstur tanah, formasi subsoil,
dalamnya permukaan air tanah, serta jumlah
lengas yang tersedia.
Kedalaman efektif zone perakaran untuk beberapa
jenis tanaman sebagai harga pendekatan adalah
- padi, 60 90 cm,
- tembakau, 30 60 cm,
- jagung, 130 190 cm,
- tebu, 130 160 cm,
- kacang tanah, 130 cm.
Kedalaman Zona Akar
Efektif
Selain air tanaman dan persyaratan irigasi dan tanah ,
kedalaman zona akar merupakan parameter yang
harus dipertimbangkan ketika mempersiapkan jadwal
irigasi . Sebagai aturan , bagi sebagian besar
tanaman, penyerapan air 40 % berlangsung di kuartal
pertama dari Total kedalaman perakaran , 30 % di
kuartal kedua , 20 % di kuartal ketiga dan 10 % di
kuartal keempat
. Menurut FAO ( 1984) , ETc tidak terpengaruh pada
perakaran dengan kedalaman sangat terbatas , kondisi
pertumbuhan yang baik, termasuk ketersediaan air ,
nutrisi , tanah aerasi , suhu tanah dan struktur tanah .

Rata-rata pola ekstraksi air dalam
tanah tanpa lapisan
restriktif(pembatas)
(Sumber: USDA, 1997)
Kesuburan Tanah
Kesuburan tanah saja belum cukup menjamin
berhasilnya usaha pertanian tanpa memperhatikan
kemasaman tanah yang sesuai. Kemasaman tanah
dinyatakan dengan nilai pH dan pH tanah
umumnya antara 3,50 8,00.
Untuk keperluankeperluan praktis harga pH = 6,5
7,5 dikatakan sebagai tanah netral, lebih rendah
dari 6,5 disebut masam dan lebih tinggi dari 7,5
disebut alkalis. Harga pH dibawah 4 maupun diatas
10 jelas berpengaruh sangat buruk bagi tanaman,
mengakibatkan terjadinya kerusakan.
Selang pH yang baik untuk pertumbuhan
tanaman adalah :
padi 5,00 - 6,50
jagung 5,50 7,50
ubi kayu dan ubi jalar 5,80 6,50
kentang 4,80 6,50
pisang 6,00 7,50
nenas 5,00 6,50
tebu, 6,00 8,00
tembakau, 5,50 7,50
kelapa, 5,50 7,50
karet 3,50 - 8,00
kacang tanah 5.30 - 6,60
kedelai 6,00 7,50.
Klasifikasi tanah
berdasarkan pH
Pemberian Air Irigasi
CARA PEMBERIAN AIR
IRIGASI
Di era modern ini sudah berkembang
berbagai macam jenis metode irigasi
untuk lahan pertanian. Ada 4 jenis irigasi
yang banyak ditemui saat ini yaitu :
1. Irigasi permukaan
2. Irigasi bawah permukaan
3. Irigasi pancaran
4. Irigasi tetes
Irigasi permukaan
merupakan jenis irigasi paling kuno dan
pertama di dunia. Irigasi ini dilakukan
dengan cara mengambil air langsung dari
sumber air terdekat kemudian disalurkan
ke area permukaan lahan pertanian
mengggunakan pipa/saluran/pompa
sehingga air akan meresap sendiri ke pori-
pori tanah. Sistem irigasi ini masih banyak
dijumpai di sebagian besar masyarakat
Indonesia karena tekniknya yang praktis.
Irigasi bawah permukaan
adalah irigasi yang dilakukan dengan
cara meresapkan air ke dalam tanah
dibawah zona perakaran tanaman
melalui sistem saluran terbuka
maupun dengan pipa bawah tanah.
Irigasi tetes
adalah sistem irigasi dengan
menggunakan pipa atau selang
berlubang dengan menggunakan
tekanan tertentu yang nantinya air
akan keluar dalam bentuk tetesan
langsung pada zona perkaran
tanaman.
Irigasi pancaran
adalah adalah irigasi modern yang
menyalurkan air dengan tekanan sehingga
menimbulkan tetesan air seperti hujan ke
permukaan lahan pertanian. Pancaran air
tersebut diatur melalui mesin pengatur baik
manual maupun otomatis. Sistem ini banyak
digunakan di negara-negara maju seperti
Amerika Serikat, New Zealand dan Australia.
Selain untuk pengairan, sistem ini juga
dapat digunakan untuk proses pemupukan.
TERIMAKASIH