Anda di halaman 1dari 39

OLEH: Evi Susanti Putri

Pola-pola Hereditas
Standar Kompetensi
memahami penerapan
konsep dasar dan prinsip-
prinsip hereditas serta
implikasinya pada
salingtemas
Kompetensi Dasar
Menerapkan prinsip
hereditas dalam mekanisme
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi pewarisan sifat
Indikator
Menemukan hipotesa yang diajukan Mendel
tentang pewarisan sifat.
Menceritakan usaha Mendel menemukan prinsip-
prinsip dasar pewarisan sifat.
Menerapan hukum Mendel dalam
persilangan teoritis.
Menjelaskan penyebab penyimpangan-
penyimpangan semu hukum Mendel.
Menerapkan penyilangan secara teoritis
penyimpangan semu hukum Mendel
Menjelaskan bagaimana usaha mempelajari pola
pewarisan sifat pada manusia. Mengidentifikasi
cacat, penyakit, kelaianan, dan pola
pewarisannya pada manusia
Menjelaskan cara-cara menghindari
Rela Berbagi terjadinya pewarisan sifat yang merugikan.
Ikhlas Memberi
Pewarisan Sifat Menurut
Mendel
Untuk
membuktikan
kebenaran
teorinya, Gregor
Johann Mendel
melakukan
eksperiman
membastarkan
tananaman yang
memiliki sifat beda.
Tanaman yang
dipilih adalah
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi tanaman kacang
Pewarisan Sifat Menurut
Mendel
Mendel memilih
ercis untuk
mempelajari
hereditas, karena:
Memiliki sifat
pasangan yang
mencolok
Mudah melakukan
penyerbukan silang
Melakukan
penyerbukan sendiri
Segera menghasilkan
keturunan

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Hukum Pewarisan
sifat

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Hukum pewarisan sifat
Hukum I Mendel / hukum Segresi
HK I Mendel menyatakan: pada
waktu pembentukan gamet, terjadi
segresi (pemisahan) alel-alel suatu
gen secara bebas dari diploid
menjadi haploid
Hk Mendel I - Penyilangan dengan
satu tanda beda
- Rasio fenotip 3 :
1

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Hukum pewarisan sifa
Hukum II Mendel
Selama pembentukan gamete,
pembelahan allel dari satu gen
adalah bebas dari pembelahan
allele dari gen yang lainnya.

HK II Mendel - Penyilangan
dengan dua tanda
beda
- Rasio fenotip: 9
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
:3:3:1
Beberapa konsep pentin
Genotip : sifat yang tersembunyi
Dilambangkan dengan
huruf
Huruf Besar : Dominan (T,
B, K)
Huruf kecil : resesif (t,
b, k)

Fenotip : sifat yang tampak :


tinggi, pendek, manis, asam,
Homozigot : dominan (TT), resesif (tt)
Heterozigot : Tt
Alela : pasangannya, alternatif
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
sesamanya
Persilangan dengan satu
tanda Beda (Monohibrid)
Parental
dominan
TT sempurna tt
tinggi rendah
(P1)
Gamet : T T
t t

F1 Genoti T T Tt Tt
: p :
Fenotip ting
t tinggi
t tinggi tinggi
: gi
Parental Tt Tt
tinggi rendah
(P2) :

Gamet : T t T t

F2 Genoti TT T Tt tt
: Fenotip
p: ting tinggi
t tinggi rendah
: gi
Rela Berbagi Rasio fenotif 3 : 1
Ikhlas Memberi
Persilangan dengan satu tanda Beda
(Monohibrid) dominan tidak
sempurna
Parental MM mm
(P1) : Merah putih

Gamet :
M M m m

F1 Genoti Mm Mm Mm Mm
: p :
Fenotip M. muda M. M. M.
: muda muda muda
Parental Mm Mm
M. M. muda
(P2) :
muda
Gamet : M m M m

F2 Genoti MM Mm Mm mm
: Fenotip
p: Mera M. M. putih
: h muda muda
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi 1 Merah 2 M. 1 putih
Persilangan dengan dua sifat Beda (Dihibrid)

P : BBKK ( bulat, kuning) X bbkk


(keriput, hijau)
F1 : BbKk (bulat, kuning)
F1 X F1 : BbKk (bulat, kuning) X
BbKk(bulat, kuning)
Gamet : BK, Bk, bK, bk BK, Bk,
bK, bk
Gam BK Bk bK bk
et
BK BBKK BBKk BbKK BbKk
Bulat Bulat Bulat Bulat
kuning kuning kuning kuning
Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk
Bulat Bulat hijau Bulat Bulat hijau
kuning kuning
bK BbKK BbKk bbKK bbKk
Bulat Bulat Keriput Keriput
kuning kuning kuning kuning
bk BbKk Bbkk bbKk bbkk
Rela Berbagi
Bulat
9 Bulat kuning : 3 bulatBulat
hijau hijau
: 3 keriput Keriput Keriput
kuning : 1 keriput hijau
Ikhlas Memberi kuning kuning hijau
Backross
Bacroos adalah persilangan suatu hibrid
dengan salah satu parentalnya
Untuk mengetahui sifat genetis suatu
karakter. Misalnya mengetahui sifat dominan
atau resesif suatu tanaman.
Contoh:
P1 : AA (tinggi) X aa (rendah)
F1 : Aa (tinggi)
Backross:
P. Aa X AA Hasil backcross 100%
F1: Aa, Aa

P. Aa X aa Hasil backross 50% tinggi, 50% rendah


F1: Aa, aa

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Test Cross
Test cross merupakan persilangan suatu
individu yang belum diketahui genotifnya dengan
indifidu yang bergenotif homozygot resesif.

Tujuan: untuk mengetahui sifat karekter


apakah bergenotif homozygot atau heterozigot

Contoh:
P. Aa X aa Hasil test cross 50% tinggi, 50%
rendah
F1: Aa, aa

P. Aa X aa Hasil backross 50% tinggi, 50%


rendah
F1 : Aa, aa
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Penyimpangan semu
INTERAKSI

Beberapa gen dominan yang berinteraksi dan memunculkan
fenotif baru. Percobaan pada ayam yang mempunyai pial:
1.Ros (gerigi) : RRpp
2.Biji (pea): rrPP
3.Bilah : rrpp
4.Walnut : RrPp

Contoh:
Persilangan antar ayam yang berjengger ros dengan pea.
P1 : RRpp x rrPP
(ros) (pea)
F1 : RrPp
(walnut)
Jika F1dan F1 disilangkan maka rasio fenotif F2 adalah
Walnut : ros : pea : bilah, 9:3:3:1.

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Penyimpangan semu
KRIPTOMERI
Kriptomeri adalah peristiwa
pembastaran dimana factor
dominan tersembunyi oleh factor
dominan yang lain dan baru
tampak bila tidak ada factor
dominan yang menutupinya.
Contoh:
Persilangan bunga Linaria
maroccana merah (AAbb) dan
putih (aaBB). Warna bunga Linaria
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
maroccana diatur oleh 2 gen yang
Penyimpangan semu
A = gen penentu warna pigmen (antosianin)
a = untuk gen penentu tidak warna pigmen (nonantisianin)
B = Reaksi Basa -----------ungu
b= Reaksi Asam-----------merah
P1 : merah X putih
Aabb X aaBB
G1 : Ab X aB
F1 : AaBb (ungu)

P2 : AaBb X AaBb
G2: AB, Ab---------AB, Ab
AB, ab--------AB, Ab

F2 : Ungu: Merah : Putih = 9 : 3 : 4


(pebandingan fenotif)

Individu yang mengandung A dan B akan


menumbuhkan warna ungu. Individu yang hanya
Rela Berbagi mengandung B akan menumbuhkan warna putih.
Ikhlas Memberi
Penyimpangan semu
Individu yang mengandung A dan B
akan menumbuhkan warna ungu.
Individu yang hanya mengandung B
akan menumbuhkan warna putih.
Pada individu aaBB, faktor dominan B
seakan-akan tersembunyi, karena
tidak dapat mempengaruhi warna
bunga. Tetapi jika faktor B bertemu
dengan faktor dominan A maka
terjadi perubahan warna yaitu ungu.
Kemudian dengan berinteraksi gen A
dan B maka sifat fenotif leluhurnya
Rela Berbagi tersembunyi (merah dan putih)
Ikhlas Memberi
Penyimpangan semu
POLIMERI
Gen dengan banyak sifat beda yang
berdiri sendiri tetapi mempengaruhi
bagian yang sama dari suatu organisme.

Contoh polimeri dalam tubuh manusia:


Pigmentasi normal-albino
Rambut lurus keriting
Tinggi tubuh orang yang berbeda-beda
Dll

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Penyimpangan semu
Percobaan gandum biji merah dengan
biji putih
P1 : M1M1M2M2 X
m1m1m2m2
G1 : M1M2
m1m2
F1 : M1m1M2m2 (merah)

P2 : M1m1M2m2 X
M1m1M2m2
G2 : M1M2, M1m2
M1M2, M1m2
Rela Berbagi
M 1M2,m1m2 m
Ikhlas Memberi 1M2,m1m2
Penyimpangan semu
EPISTASIS dan HIPOSTASIS
Epistasis : gen yang menutupi, Hipostasis : gen yang
ditutupi
Contoh: percobaan pada gandum kulit kuning dengan
kulit hitam
P1 : Kuning X hitam
hhKK X HHkk
G1 : Hk
F1 : HhKk (hitam)

P2 : HhKk X HhKk
G2: HK, Hk---------AB, Ab
hK, hk--------hK, hk
Rasio fenotip F = Hitam : Kuning : Putih = 12 : 3 : 1

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Penyimpangan semu
H alelanya h dan H dominan h, Hh
= hitam. K alelanya k dan K
dominank, Kk = kuning. Individu
yang mengandung gen H dan K
akan menunjukkan fenotif hitam.
Hal ini disebabkan karena gen H
menutupi pengaruh gen K, dan
pengaruh gen K baru muncul
setelah tidak bersama-sama
dengan gen H. Misalnya hhKk,
hhKK menunjukkan fenotif kuning.
Rela Berbagi
Disebutkan bahwa gen H adalah
Ikhlas Memberi faktor penutup dan gen K adalah
PENYIMPANGAN SEBERNARNY
PAUTAN
Beberapa gen bukan alela yang terletak
pada satu kromosom .
Akan berakibat :
Macam gamet lebih sedikit
Variasi keturunan lebih sedikit
Penyimpangan rasio fenotip
Contoh:
Persilangan lalat bersayap kelabu panjang
(BB VV) dengan hitam pendek (bb vv)
Rasio fenotip F = Kelabu panjang : Hitam
pendek

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
PENYIMPANGAN
SEBERNARNYA
PINDAH SILANG
Bertukarnya gen-gen antar
kromatid dari kromosom
homolog.
Akan berakibat :
Perubahan susunan kromosom
Macam gamet lebih banyak
Variasi keturunan lebih banyak
Penyimpangan rasio fenotip

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
PENYIMPANGAN
SEBERNARNYA

www.accessexcellence.org
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
PENYIMPANGAN
SEBERNARNYA
Uji test cross
Bila KP = RK = 50% tidak ada pautan
atau pindah silang
Bila KP = 100%, RK = 0% ada pautan
Bila KP > 50%, RK < 50% atau KP > 50%
> RK ada pindah silang

Keterangan :
KP = Keturunan parental fenotipnya
sama dengan induk
RP = Rekombinan fenotipnya kombinasi
dari kedua induk

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
PENYIMPANGAN
SEBERNARNYA
PAUTAN SEKS
Gen yang tergabung pada
krmosom seks
Contoh:
Persilangan lalat buah buah
Drosophila melanogaster
betina mata merah (X X )
dan jantan mata putih (X Y)

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
PENYIMPANGAN
SEBERNARNYA
GAGAL BERPISAH
Kromosom yang tidak berhasil memisah saat
gametogenesis
Contoh:
Persilangan lalat buah Drosophila
melanogaster betina mata merah (X X ) dan
jantan mata putih (X Y)
Jenis kelamin lalat buah
Ditentukan oleh rasio Gonosom X dan Autosom
A,
yaitu = X/A
Jika bernilai 1 betina
Jika bernilai >1 betina super
Jika bernilai 0,5 jantan
Jika bernilai < 0,5 jantan super
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi Jika bernilai antara 0,5 - 1 interseks
PENYIMPANGAN
SEBERNARNYA
GEN LETAL
Gen yang berakibat kematian
dalam keadaan homozigot
Contoh:
Tikus Kuning KK dominan
Hemofilia pada wanita X X
resesif

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Heriditas pada Manusia
Kelainan genetika yang terpaut
pada:
AUTOSOM
Albino Imbisil
Polidaktili Thalasema

GONOSOM
Hemofilia
Buta warna
Hipertrikosis
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Heriditas pada
Manusia
ALBINO
Gen resesif autosomal, tidak
terpaut seks
GENOTIP GENOTIP

AA Normal

Aa Normal karier

aa Albino

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Hereditas pada manu
HEMOFILIA
Gen resesif terpaut seks
pada X
GENOTIP FENOTI GENOT FENOTIP
P IP

XH Y Pria XH X H
Wanita
normal normal
homozigot

Xh Y Pria XH X h
Wanita
hemofili normal
heterozigot
karier

X h
X h
Wanita
Rela Berbagi hemofilia
Ikhlas Memberi letal
PENYIMPANGAN
SEBERNARNYA
BUTA WARNA
Gen resesif terpaut seks
pada
GENOTIPX FENOTI GENOTI FENOTIP
P P

XB Y Pria X B
X B
Wanita
normal normal
homozigot

X bY Pria buta X BX b
Wanita
warna normal
heterozigot
karier

Xb X b
Wanita buta
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi warna
Penentuan Golongan
Darah
GOLONGAN DARAH
SISTEM FENOTIP GENOTIP

ABO A |A |A atau |A | O
B | B| Batau |B | O
AB |A | B
O |O | O
RHESUS Rhesus + RR atau Rr
Rhesus - rr
MN M MM
N NN
MN MN

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Penentuan jenis kelamin
Dalam suatu individu terdapat
sepasang kromosom yang
bentuknya berbeda
menentukan jenis kelamin
kromosom seks/ kromosom
kelamin Jantan betina
Drosophila XY XX
Manusia XY XX

Burung/kupu- ZZ ZW
kupu
lebah haploid diploid

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Latihan Soal
1. Kacang Kapri (Pisum sativum L) berbuah lebat (B) dan
berkulit biji licin (L), disilangkan dengan kacang kapri
berbuah sedikit (b) berkulit keriput (l). Jika kedua induk
dalam keadaan homozigot dan Buah lebat dominan
terhadap berbuah sedikit, berkulit biji licin dominan
terhadap berbiji keriput, tentukan :
a. Genotipe kedua induk tersebut
b. Gamet dari kedua induk tersebut
c. Kemungkinan fenotipe dan genotipe keturunan
pertama, beserta persentasenya
d. Jika keturunan pertama kembali disilangkan
sesamanya, tentukan gamet yang terbentuk
e. Kemungkinan Fenotipe dan Genotipe keturunan
kedua, beserta persentasenya
f. Jika dari keturunan kedua dihasilkan 270 anakan,
tentukan jumlah anakan berdasarkan persentase
fenotipe yang dihasilkan
Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Latihan Soal
2. Dari kasus pertama, jika
genotipe Induk BbLL disilangkan
dengan induk bbLl, tentukan :
a. Gamet dari kedua induk
tersebut
b. Kemungkinan Fenotipe dan
Genotipe yang terbentuk,
beserta persentasenya
3. Dari kedua kasus diatas berikan
pendapat kalian tentang hukum
Mendell dan persilangan Dihibrid

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Referensi
Diah Aryulina, dkk, 2007. Biologi 3 SMA
dan MA. Jakarta: Erlangga
Subardi, dkk. (2009). Biologi 3 untuk
kelas XI SMA dan MA. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.
www.accessexcellence.org

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi
Penyusun
Nama : NAJAMUDDIN, S.Pd.
Sekolah : SMAN 1 KATINGAN
HILIR

Rela Berbagi
Ikhlas Memberi