Anda di halaman 1dari 40

Rela Berbagi Ikhlas Memberi

Menerapkan prinsip hereditas


dalam mekanisme pewarisan sifat

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Menceritakan usaha Mendel menemukan
prinsip-prinsip dasar pewarisan sifat.

Menjelaskan penyebab penyimpangan-


penyimpangan semu hukum Mendel.

Menjelaskan bagaimana usaha mempelajari


pola pewarisan sifat pada manusia.
Mengidentifikasi cacat, penyakit, kelaianan, dan
pola pewarisannya pada manusia

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


kebenaran teorinya,

melakukan eksperiman
membastarkan
tananaman yang
memiliki sifat beda.
Tanaman yang dipilih
adalah tanaman kacang
kapri (Pisum sativum)

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Memiliki sifat
pasangan yang
mencolok
Mudah melakukan
penyerbukan silang
Melakukan
penyerbukan sendiri
Segera menghasilkan
keturunan

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Rela Berbagi Ikhlas Memberi
- Penyilangan dengan
satu tanda beda
- Rasio fenotip 3 : 1

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Penyilangan dengan dua
tanda beda
- Rasio fenotip: 9 : 3 : 3 : 1

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


sifat yang tampak : tinggi, pendek,
manis, asam,
: dominan (TT), resesif (tt)
Heterozigot: Tt
Alela : pasangannya, alternatif sesamanya
Tinggi Rendah : Tt
Bulat Kisut : Bb

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Parental (P1) TT tt
tinggi rendah

Gamet : T T
t t

F1 : Genotip : Tt Tt Tt Tt
Fenotip : tinggi tinggi tinggi tinggi

Parental (P2) : Tt Tt
tinggi rendah

Gamet : T t T t

F2 : Genotip : TT Tt Tt tt
Fenotip : tinggi tinggi tinggi rendah

Rasio fenotif 3 : 1
Rela Berbagi Ikhlas Memberi
Parental (P1) : MM mm
Merah putih

Gamet :
M M m m

F1 : Genotip : Mm Mm Mm Mm
Fenotip : M. muda M. muda M. muda M. muda

Mm Mm
Parental (P2) : M. muda
M. muda

Gamet : M m M m

F2 : Genotip : MM Mm Mm mm
Fenotip : Merah M. muda M. muda putih

1 Merah
Rela 2 M. muda
Berbagi Ikhlas Memberi 1 putih
d)
P : BBKK ( bulat, kuning) X bbkk (keriput, hijau)
F1 : BbKk (bulat, kuning)
F1 X F1 : BbKk (bulat, kuning) X BbKk(bulat, kuning)
Gamet : BK, Bk, bK, bk BK, Bk, bK, bk

Gamet BK Bk bK bk
BK BBKK BBKk BbKK BbKk
Bulat kuning Bulat kuning Bulat kuning Bulat kuning
Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk
Bulat kuning Bulat hijau Bulat kuning Bulat hijau
bK BbKK BbKk bbKK bbKk
Bulat kuning Bulat kuning Keriput kuning Keriput kuning

bk BbKk Bbkk bbKk bbkk


Bulat kuning Bulat hijau Keriput kuning Keriput hijau

9 Bulat kuning : 3 bulat hijau : 3 keriput kuning : 1 keriput hijau


Rela Berbagi Ikhlas Memberi
Bacroos adalah persilangan suatu hibrid dengan
salah satu parentalnya
Untuk mengetahui sifat genetis suatu karakter.
Misalnya mengetahui sifat dominan atau resesif
suatu tanaman.
Contoh:
P1 : AA (tinggi) X aa (rendah)
F1 : Aa (tinggi)
Backross:
P. Aa X AA Hasil backcross 100%
F1: Aa, Aa

P. Aa X aa Hasil backross 50% tinggi, 50% rendah


F1: Aa, aa

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Rela Berbagi Ikhlas Memberi
Beberapa gen dominan yang berinteraksi dan
memunculkan fenotif baru. Percobaan pada ayam yang
mempunyai pial:
1. Ros (gerigi) : RRpp
2. Biji (pea) : rrPP
3. Bilah : rrpp
4. Walnut : RrPp

Contoh:
Persilangan antar ayam yang berjengger ros dengan pea.
P1 : RRpp x rrPP
(ros) (pea)
F1 : RrPp
(walnut)
Jika F1dan F1 disilangkan maka rasio fenotif F2 adalah
Walnut : ros : pea : bilah, 9:3:3:1.
Rela Berbagi Ikhlas Memberi
adalah peristiwa pembastaran
dimana factor dominan tersembunyi oleh
factor dominan yang lain dan baru tampak
bila tidak ada factor dominan yang
menutupinya.

Persilangan bunga
merah (AAbb) dan putih (aaBB). Warna

, yaitu:
A a dan B Rela
b Berbagi Ikhlas Memberi
A = gen penentu warna pigmen (antosianin)
a = untuk gen penentu tidak warna pigmen (nonantisianin)
B = Reaksi Basa -----------ungu
b= Reaksi Asam-----------merah
P1 : merah X putih
Aabb X aaBB
G1 : Ab X aB
F1 : AaBb (ungu)

P2 : AaBb X AaBb
G2: AB, Ab---------AB, Ab
AB, ab--------AB, Ab

F2 : Ungu: Merah : Putih = 9 : 3 : 4


(pebandingan fenotif)

Individu yang mengandung A dan B akan menumbuhkan warna


ungu. Individu yang hanya mengandung B akan menumbuhkan
warna putih.
Rela Berbagi Ikhlas Memberi
Individu yang mengandung A dan B
akan menumbuhkan warna ungu.
Individu yang hanya mengandung B
akan menumbuhkan warna putih.
Pada individu aaBB, faktor dominan B
seakan-akan tersembunyi, karena tidak
dapat mempengaruhi warna bunga.
Tetapi jika faktor B bertemu dengan
faktor dominan A maka terjadi
perubahan warna yaitu ungu.
Kemudian dengan berinteraksi gen A
dan B maka sifat fenotif leluhurnya
tersembunyi (merah dan putih)
Rela Berbagi Ikhlas Memberi
Gen dengan banyak sifat beda yang berdiri
sendiri tetapi mempengaruhi bagian yang
sama dari suatu organisme.

Contoh polimeri dalam tubuh manusia:


Pigmentasi normal-albino
Rambut lurus keriting
Tinggi tubuh orang yang berbeda-beda
Dll

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Percobaan gandum biji merah dengan biji putih
P1 : M1M1M2M2 X m1m1m2m2
G1 : M1M2 m1m2
F1 : M1m1M2m2 (merah)

P2 : M1m1M2m2 X M1m1M2m2
G2 : M1M2, M1m2 M1M2, M1m2
M 1M2,m1m2 m 1M2,m1m2
F2 : Merah : putih = 15 : 1
(Perbandingan fenotif)

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


EPISTASIS dan HIPOSTASIS
Epistasis : gen yang menutupi, Hipostasis : gen yang
ditutupi
Contoh: percobaan pada gandum kulit kuning
dengan kulit hitam
P1 : Kuning X hitam
hhKK X HHkk
G1 : Hk
F1 : HhKk (hitam)

P2 : HhKk X HhKk
G2: HK, Hk---------AB, Ab
hK, hk--------hK, hk
Rasio fenotip F = Hitam : Kuning : Putih = 12 : 3 : 1

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


H alelanya h dan H dominan h, Hh = hitam.
K alelanya k dan K dominank, Kk = kuning.
Individu yang mengandung gen H dan K
akan menunjukkan fenotif hitam. Hal ini
disebabkan karena gen H menutupi
pengaruh gen K, dan pengaruh gen K baru
muncul setelah tidak bersama-sama
dengan gen H. Misalnya hhKk, hhKK
menunjukkan fenotif kuning. Disebutkan
bahwa gen H adalah faktor penutup dan
gen K adalah faktor yang ditutupi.

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


PAUTAN
Beberapa gen bukan alela yang terletak
pada satu kromosom .
Akan berakibat :
Macam gamet lebih sedikit
Variasi keturunan lebih sedikit
Penyimpangan rasio fenotip
Contoh:
Persilangan lalat bersayap kelabu panjang
(BB VV) dengan hitam pendek (bb vv)
Rasio fenotip F = Kelabu panjang : Hitam
pendek

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


PINDAH SILANG
Bertukarnya gen-gen antar kromatid dari
kromosom homolog.
Akan berakibat :
Perubahan susunan kromosom
Macam gamet lebih banyak
Variasi keturunan lebih banyak
Penyimpangan rasio fenotip

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


www.accessexcellence.org

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Uji test cross
Bila KP = RK = 50% tidak ada pautan atau pindah
silang
Bila KP = 100%, RK = 0% ada pautan
Bila KP > 50%, RK < 50% atau KP > 50% > RK ada
pindah silang

Keterangan :
KP = Keturunan parental fenotipnya sama dengan
induk
RP = Rekombinan fenotipnya kombinasi dari kedua
induk

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


PAUTAN SEKS
Gen yang tergabung pada krmosom
seks
Contoh:
Persilangan lalat buah buah
Drosophila melanogaster betina
mata merah (X X ) dan jantan mata
putih (X Y)

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Kromosom yang tidak berhasil memisah saat
gametogenesis
Contoh:
Persilangan lalat buah Drosophila melanogaster betina
mata merah (X X ) dan jantan mata putih (X Y)
Jenis kelamin lalat buah
Ditentukan oleh rasio Gonosom X dan Autosom A,
yaitu = X/A
Jika bernilai 1 betina
Jika bernilai >1 betina super
Jika bernilai 0,5 jantan
Jika bernilai < 0,5 jantan super
Jika bernilai antara 0,5 - 1 interseks
Rela Berbagi Ikhlas Memberi
Gen yang berakibat kematian dalam
keadaan homozigot
Contoh:
Tikus Kuning KK dominan
Hemofilia pada wanita X X resesif

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Kelainan genetika yang terpaut pada:
AUTOSOM
Albino Imbisil
Polidaktili Thalasema

GONOSOM
Hemofilia
Buta warna
Hipertrikosis

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


ALBINO
Gen resesif autosomal, tidak terpaut seks

GENOTIP GENOTIP

AA Normal

Aa Normal karier

aa Albino

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


HEMOFILIA
Gen resesif terpaut seks pada X
GENOTIP FENOTIP GENOTIP FENOTIP

XH Y Pria normal XH X H Wanita normal


homozigot

Xh Y Pria XH X h Wanita normal


hemofili heterozigot
karier

X hX h Wanita
hemofilia letal

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


BUTA WARNA
Gen resesif terpaut seks pada X
GENOTIP FENOTIP GENOTIP FENOTIP

XB Y Pria XBXB Wanita normal


normal homozigot

X bY Pria buta X BX b Wanita normal


warna heterozigot
karier

Xb X b Wanita buta
warna

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


GOLONGAN DARAH
SISTEM FENOTIP GENOTIP

ABO A |A |A atau |A | O
B | B| Batau |B | O
AB |A | B
O |O | O
RHESUS Rhesus + RR atau Rr
Rhesus - rr
MN M MM
N NN
MN MN

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Dalam suatu individu terdapat sepasang
kromosom yang bentuknya berbeda
menentukan jenis kelamin kromosom
seks/ kromosom kelamin

Jantan betina
Drosophila XY XX
Manusia XY XX

Burung/kupu-kupu ZZ ZW
lebah haploid diploid

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


1. Kacang Kapri (Pisum sativum L) berbuah lebat
(B) dan berkulit biji licin (L), disilangkan dengan
kacang kapri berbuah sedikit (b) berkulit
keriput (l). Jika kedua induk dalam keadaan
homozigot dan Buah lebat dominan terhadap
berbuah sedikit, berkulit biji licin dominan
terhadap berbiji keriput, tentukan :
a. Genotipe kedua induk tersebut
b. Gamet dari kedua induk tersebut
c. Kemungkinan fenotipe dan genotipe
keturunan pertama, beserta persentasenya
d. Jika keturunan pertama kembali disilangkan
sesamanya, tentukan gamet yang terbentuk
e. Kemungkinan Fenotipe dan Genotipe
keturunan kedua, beserta persentasenya
f. Jika dari keturunan kedua dihasilkan 270
anakan, tentukan jumlah anakan
berdasarkan persentase fenotipe yang
dihasilkan
Rela Berbagi Ikhlas Memberi
2. Dari kasus pertama, jika genotipe
Induk BbLL disilangkan dengan
induk bbLl, tentukan :
a. Gamet dari kedua induk tersebut
b. Kemungkinan Fenotipe dan
Genotipe yang terbentuk, beserta
persentasenya
3. Dari kedua kasus diatas berikan
pendapat kalian tentang hukum
Mendell dan persilangan Dihibrid
Rela Berbagi Ikhlas Memberi
Diah Aryulina, dkk, 2007. Biologi 3 SMA dan MA.
Jakarta: Erlangga
Subardi, dkk. (2009). Biologi 3 untuk kelas XI SMA
dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
www.accessexcellence.org

Rela Berbagi Ikhlas Memberi


Nama : NAJAMUDDIN, S.Pd.
Sekolah : SMAN 1 KATINGAN HILIR

Rela Berbagi Ikhlas Memberi