Anda di halaman 1dari 155

1

DASAR HUKUM

UU NO.8 TAHUN 1974 YANG


TELAH DI UBAH DENGAN UU
NO. 43 TAHUN 1999 TENTANG
POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN

2
PENGERTIAN MANAJEMEN
KEPEGAWAIAN

LAZIM DI SEBUT : - PERSONNEL


MANAGEMENT
- TATA PERSONALIA
- PEMBINAAN

MANAJEMEN PNS : KESELURUHAN TUJUANNYA


UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI EFEKTIFITAS
DAN DERAJAT PROFESIONALISME
PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI
KEWAJIBAN KEPEGAWAIAN YG MELIPUTI
PERENCANAAN, PENGADAAN, PENGEMBANGAN,
KUALITAS PENEMPATAN, PROMOSI, PENGGAJIAN,
KESEJAHTERAAN DAN PEMBERHENTIAN 3
PENGERTIAN PNS

PNS ADALAH SETIAP WNI YG TELAH


MEMENUHI SYARAT YG DIBUTUHKAN,
DIANGKAT OLEH PEJABAT YG
BERWENANG DAN DI SERAHKAN TUGAS
DALAM SUATU JABATAN NEGERI, ATAU
DI SERAHI TUGAS NEGERI LAINNYA DAN
DI GAJI BERDASARKAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN YG BERLAKU.

4
PEGAWAI NEGERI TERDIRI
(UU No.43 Th 1999)

a. PNS : PUSAT DAN DAERAH


b. ANGGOTA TNI
c. ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA RI

DISAMPING PNS, PEJABAT YG


BERWENANG DAPAT MENGANGKAT
PTT

5
KEDUDUKAN DAN TUGAS PNS

PEGAWAI NEGERI BERKEDUDUKAN SEBAGAI UNSUR APARATUR NEGARA


YANG BERTUGAS UNTUK MEMBERIKAN PELAYANAN KPD MASYARAKAT
SECARA PROFESIONAL, JUJUR, ADIL DAN MERATA DALAM
PENYELENGGARAAN TUGAS NEGARA, PEMERINTAH DAN PEMBANGUNAN.

DALAM KEDUDUKAN DAN TUGASNYA PNS HARUS NETRAL DARI


PENGARUH SEMUA GOLONGAN DAN PARPOL SERTA TIDAK
DISKRIMINATIF DLM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT.

UNTUK MENJAMIN NETRALITAS, PN DILARANG MENJADI ANGGOTA


DAN ATAU PENGURUS PARPOL.

6
PEGAWAI NEGERI
ADALAH UNSUR APARATUR NEGARA UNTUK
MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN DAN
PEMBANGUNAN DALAM RANGKA USAHA
MENCAPAI TUJUAN NASIONAL.

7
APARATUR NEGARA ADALAH KESELURUHAN LEMBAGA DAN
PEJABAT NEGARA SERTA PEMERINTAHAN NEGARA YANG
MELIPUTI APARATUR KENEGARAAN DAN PEMERINTAHAN
SEBAGAI ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT YANG
BERTUGAS DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENYELENG-
GARAAN NEGARA DAN PEMBANGUNAN SERTA SENANTIASA
MENGABDI DAN SETIA KEPADA KEPENTINGAN, NILAI-NILAI,
DAN CITA-CITA PERJUANGAN BANGSA DAN NEGARA
BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD-45.

8
MANAJEMEN PNS DIARAHKAN UNTUK MENJAMIN
PENYELENGGARAAN TUGAS PEMERINTAHAN DAN
PEMBANGUNAN SECARA BERDAYAGUNA DAN BERHASIL
GUNA.
KEBIJAKAN MANAJEMEN PNS BERADA PADA
PRESIDEN SELAKU KEPALA PEMERINTAHAN.

PENGANGKATAN, PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN


PNS DILAKUKAN OLEH PRESIDEN.

UNTUK KELANCARAN PELAKSANAAN PENGANGKATAN,


PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN PNS, PRESIDEN
DAPAT MENDELEGASIKAN SEBAGIAN WEWENANGNYA
KEPADA PPK PUSAT DAN MENYERAHKAN SEBAGIAN
WEWENANGNYA KEPADA PPK DAERAH YANG DIATUR
LEBIH LANJUT DENGAN PP. 9
10
11
HAK PNS

GAJI YANG ADIL DAN LAYAK


MEMPEROLEH CUTI
MEMPEROLEH PERAWATAN BAGI YANG TERTIMPA
KECELAKAAN DALAM DAN KARENA MENJALANKAN TUGAS
KEWAJIBAN
MEMPEROLEH TUNJANGAN BAGI YANG MENDERITA CACAT
JASMANI ATAU ROHANI DALAM DAN KARENA
MENJALANKAN TUGAS KEWAJIBANNYA YANG
MENGAKIBATKANNYA TIDAK DAPAT BEKERJA LAGI DALAM
JABATAN APAPUN JUGA
MEMPEROLEH UANG DUKA BAGI KELUARGA PNS YANG
TEWAS
MEMPEROLEH PENSIUN BAGI PNS YANG TELAH MEMENUHI
SYARAT-SYARAT YANG DITENTUKAN
MENJADI PESERTA TASPEN
MENJADI PESERTA TAPERUM
MENJADI PESERTA ASKES

12
GAJI PNS
SETIAP PNS BERHAK MEMPEROLEH GAJI YG ADIL DAN LAYAK
(DITETAPKAN DGN PP NO. 11 TAHUN 2011) SESUAI DENGAN BEBAN
PEKERJAAN DAN TANGGUNG JAWABNYA. GAJI YG DITERIMA OLEH
PNS HARUS MAMPU MENGACU PRODUKTIVITAS DAN MENJAMIN
KESEJAHTERAAN.

GAJI CPNS
- II/c = Rp 1.703.900,- (80% X Rp 1.363.120,-)
- III/a = Rp 1.902.300,- (80% X Rp 1.521.840,-)
- III/b = Rp 1.982.800,- (80% X Rp 1.586.240,-)

TERDIRI DARI :
- GAJI POKOK
- TUNJANGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL
- TUNJANGAN KELUARGA
- TUNJANGAN PANGAN

13
CUTI PNS
(BERDASARKAN PP NO.24/1976)

PENGERTIAN :
ADALAH KEADAAN TIDAK MASUK KERJA YANG
DIIJINKAN DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU.

KLASIFIKASI CUTI BAGI PNS :


CUTI TAHUNAN (MAX. 12 HARI KERJA, SETELAH
MASA KERJA 1 TH)
CUTI BESAR (MAX. 3 BLN, SETELAH MASA KERJA 6
TH)
CUTI SAKIT
CUTI BERSALIN (1 BLN SEBELUM DAN 2 BLN
SETELAH MELAHIRKAN)
CUTI KARENA ALASAN PENTING (MISAL : UNTUK
PERNIKAHAN YANG PERTAMA, ADA KELUARGA
INTI YG WAFAT)
CUTI DI LUAR TANGGUNGAN NEGARA (MAX.
DIBERIKAN UTK 1 TH)

MEKANISME CUTI :
CUTI DIAJUKAN OLEH PEMOHON SECARA
TERTULIS KEPADA PEJABAT YANG BERWENANG
MEMBERIKAN CUTI.
CUTI DAPAT BERLAKU SETELAH ADA/KELUAR
PERSETUJUAN TERTULIS DARI PEJABAT
BERWENANG (SETELAH SEBELUMNYA DIPARAF
OLEH ATASAN LANGSUNG).
TUJUAN DAN SASARAN
PERBAIKAN SISTEM REMUNERASI PEGAWAI NEGERI

TUJUAN : MENINGKATKAN PROFESIONALISME DAN


MEMACU KINERJA PNS DENGAN MENYIAPKAN DAN
MENERAPKAN SISTEM REMUNERASI YANG MEMENUHI
PRINSIP-PRINSIP MERIT, EQUITY, KOMPETITIF GUNA

SASARAN: TERSUSUNNYA SISTEM REMUNERASI


YANG DAPAT MENDORONG PENINGKATAN
PROFESIONALISME DAN KINERJA PNS SERTA
DORONGAN UNTUK TIDAK MELAKUKAN KORUPSI.

16
REMUNERASI YANG IDEAL

ARAH KEBIJAKAN JANGKA PANJANG (2004-2010), PROGRAM


REFORMASI REMUNERASI PEGAWAI NEGERI DIHARAPKAN
DAPAT DIARAHKAN PADA SISTEM REMUNERASI YANG ADIL DAN
TRANSPARAN DENGAN :
MERUMUSKAN STRUKTUR GAJI BERDASARKAN KLASIFIKASI
JABATAN DAN BOBOT JABATAN (HARGA JABATAN).
MERUMUSKAN JENIS TUNJANGAN YANG DIANGGAP LAYAK
UNTUK DIBERIKAN KEPADA PNS.
MENGKAITKAN SISTEM PENGGAJIAN DENGAN SISTEM
PENILAIAN KINERJA DENGAN TUJUAN UNTUK MEMACU
PRESTASI DAN MOTIVASI KERJA.
MENATA SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN GAJI AGAR
TERCIPTA TRANSPARANSI DALAM SYSTEM PENGGAJIAN
DAN MENDORONG PENGINTEGRASIAN ANGGARAN RUTIN
DAN PEMBANGUNAN AGAR TERSEDIA DANA YANG CUKUP
BAGI PEMBAYARAN GAJI PN SECARA LAYAK. DENGAN
PENERAPAN STRUKTUR GAJI PEGAWAI NEGERI INI MAKA
TIDAK ADA LAGI HONOR-HONOR, DAN PENGHASILAN LAIN
DILUAR GAJI DAN TUNJANGAN YANG RESMI.
17
MENGUPAYAKAN AGAR PENGHASILAN PNS DISESUAIKAN
DENGAN DENGAN TINGKAT INFLASI, ANTARA LAIN
DENGAN MEMBUAT INDEKS UNTUK DIJADIKAN DASAR
BAGI PENYESUAIAN GAJI DAN TUNJANGAN.
AGAR BEBAN ANGGARAN BELANJA PEGAWAI TIDAK
TERLALU BESAR MAKA PERLU DIRUMUSKAN KEBIJAKAN
OUTSOURCING UNTUK JABATAN FUNGSIONAL UMUM,
KHUSUSNYA YANG MENYANGKUT MASALAH REKRUTMEN
DAN PENGGAJIAN.
MENYUSUN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG DANA
PENSIUN DALAM MENATA PENGELOLAAN DANA PENSIUN;

18
KRITERIA KEBIJAKAN DAN SISTEM
REMUNERASI EFEKTIF

1. ADIL (FAIR) 3. KOMPETITIF


(BERSAING)

2.MENDORONG 4. TEPAT
MOTIVASI

5. MEMENUHI KETENTUAN UU & PP YANG


BERLAKU

19
PENILAIAN KINERJA
PP NO. 10 THN. 1979

DI LINGKUGAN PNS PENILAIAN KINERJA PEGAWAI DI


TUANGKAN DALAM DAFTAR PENILAIAN
PELAKSANAAN PEKERJAAN PNS (DP3)
UNSUR YANG DINILAI :
- KESETIAAN
- PRESTASI KERJA
- TANGGUNG JAWAB
- KETAATAN
- KEJUJURAN
- KERJASAMA
- PRAKASA
- KEPEMIMPINAN

20
PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

GABUNGAN SKI DENGAN PENILAIAN PERILAKU KERJA


SKI; BOBOT 60%, MELIPUTI ASPEK-ASPEK:

(1)KUANTITAS
(2)KUALITAS
(3)WAKTU DAN ATAU
(4)BIAYA
PERILAKU KERJA; 40%, MELIPUTI ASPEK-ASPEK:

(1) ORIENTASI PELAYANAN


(2) INTEGRITAS
(3) KOMITMEN
(4) DISIPLIN
(5) KERJASAMA
(6) KEPEMIMPINAN 21
TATA CARA PENYUSUNAN SKI

SETIAP PNS WAJIB MENYERAHKAN SKI SEBAGAI RANCANGAN


PELAKSANAAN KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN SESUAI DENGAN
RINCIAN TUGAS, TANGGUNGJAWAB DAN WEWENANGNYA SESUAI
DENGAN STRUKTUR DAN TATA KERJA ORGANISASI.

SASARAN KERJA INDIVIDU (SKI) DISUSUN DAN DITETAPKAN


SEBAGAI RENCANA OPERASIONAL PELAKSANAAN TUGAS POKOK
JABATAN DENGAN MENGACU PADA RENSTRA DAN RENJA.

SETIAP KEGIATAN TUGAS POKOK DITETAPKAN BOBOTNYA SESUAI


DENGAN TINGKAT KESULITAN DAN TINGKAT PRIORITAS PEKERJAAN
DAN DITETAPKAN SASARAN KERJA YANG AKAN DICAPAI SEBAGAI
INDIKATOR KEBERHASILAN KERJA SERTA TARGET SEBAGAI HASIL
OUTPUT YANG DIWUJUDKAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN
ASPEK KUANTITAS,KUALITAS,WAKTU DAN/ATAU BIAYA.

22
UNSUR-UNSUR SKI

A. KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN


TUGAS POKOK YANG DILAKUKAN HARUS DIDASARKAN PADA RINCIAN
TUGAS,TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG JABATAN SESUAI YANG
DITETAPKAN DALAM STRUKTUR DAN TATA KERJA ORGANISASI
B. BOBOT KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN
SETIAP TUGAS POKOK JABATAN DITETAPKAN BOBOTNYA SESUAI
DENGAN TINGKAT KESULITAN DAN PRIORITAS PEKERJAAN
C. SASARAN KERJA YANG AKAN DICAPAI
SETIAP PELAKSANAAN KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN DITETAPKAN
SESUAI DENGAN SASARAN KERJA YANG AKAN DICAPAI SEBAGAI
PENETAPAN BIDANG TUGAS PRESTASI KUNCI UNTUK INDIKATOR
KEBERHASILAN KERJA.
D. TARGET
SETIAP PELAKSANAAN KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN YANG TELAH
DITETAPKAN BOBOT DAN SASARAN YANG AKAN DICAPAI HARUS
DITETAPKAN TARGET YANG DIWUJUDKAN DENGAN JELAS SEBAGAI
UKURAN PRESTASI KERJA, BAIK DARI ASPEK KUANTITAS, KUALITAS,
WAKTU DAN/ATAU BIAYA.
E. TUGAS TAMBAHAN DAN/ATAU KREATIVITAS
SELAIN MELAKUKAN KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN APABILA ADA
TUGAS TAMBAHAN TERKAIT DENGAN JABATAN DAPAT DITETAPKAN
MENJADI TUGAS TAMBAHAN DAN/ATAU KREATIFITAS DALAM
PELAKSANAAN KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN.
23
CARA PENILAIAN PRESTASI KERJA

SKI: MEMBANDINGKAN ANTARA REALISASI


KERJA DENGAN TARGET DARI ASPEK KUANTITAS,
KUALITAS, WAKTU, DAN ATAU BIAYA DIKALIKAN
DENGAN BOBOT KEGIATAN.

PENILAIAN PERILAKU KERJA DILAKUKAN


DENGAN CARA PENGAMATAN SESUAI DENGAN
KRITERIA YANG TELAH DITETAPKAN (GLOSERY).

24
STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KESEHATAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN
NOMOR : 1144/MENKES/PER/VIII/2010
TANGGAL : 19 Agustus 2010

1. Staf Ahli Bid. Teknologi Kesehatan dan


Globalisasi;
2. Staf Ahli Bid. Pembiayaan & Pemberdayaan
Masyarakat;
3. Staf Ahli Bid. Perlindungan Faktor Resiko
Kesehatan;
4. Staf Ahli Bid Peningkatan Kapasitas
STAF AHLII Kelembagaan &Desentralisasi;
5. Staf Ahli Bid. Mediko Legal.

MENTERI KESEHATAN
SEKRETARIAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT
ITJEN
BIRO BIRO BIRO
BIRO BIRO
PERENCANAAN DAN KEUANGAN DAN HUKUM DAN
INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN UMUM
ANGGARAN BARANG MILIK NEGARA ORGANISASI

DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL


DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN BINA GIZI DAN KESEHATAN BINA KEFARMASIAN DAN
BINA UPAYA KESEHATAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IBU DAN ANAK ALAT KESEHATAN
SEKRETARIAT SEKRETARIAT SEKRETARIAT
SEKRETARIAT DITJEN DITJEN
DITJEN
DITJEN
DIT DIT DIT
DIREKTORAT DIREKTORAT DIREKTORAT
DIT
DIREKTORAT

BADAN BADAN
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN
PENGEMBANGAN KESEHATAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
SEKRETARIAT SEKRETARIAT
BADAN BADAN
PUSAT
PUSAT

PUSAT
PUSAT PUSAT
PUSAT PUSAT
PUSAT PUSAT
PUSAT PUSAT
PUSAT PUSAT
PUSAT
PUSAT
PUSAT PUSAT
PUSAT
KERJASAMA
KERJASAMA PENANGGULANGAN
PENANGGULANGAN PEMBIAYAAN
PEMBIAYAAN DAN
DAN KOMUNIKASI
KOMUNIKASI PROMOSI
PROMOSI INTELIGENSIA
INTELIGENSIA
DATA
DATA DAN
DAN INFORMASI
INFORMASI KESEHATAN
KESEHATAN HAJI
HAJI
LUAR
LUAR NEGERI
NEGERI KRISIS
KRISIS KESEHATAN
KESEHATAN JAMINAN
JAMINAN KESEHATAN
KESEHATAN PUBLIK
PUBLIK KESEHATAN
KESEHATAN KESEHATAN
KESEHATAN
PENGADAAN
PEGAWAI

27
REKRUITMEN PNS

28
29
30
BKN MENPAN
(PERTIMBANGAN) (MENETAPKAN)

DIRENCANAK
AN
ONLINE THN
2012
UNIT UTAMA DEPKES / ROPEG
(VERIFIKASI) (ANALISA KEBUTUHAN)

DIRENCANAK
DIRENCANAKAN AN
ONLINE THN 2012 ONLINE THN
2012
UPT BIRO/PUSAT LINGK. SETJEN
(USUL KEBUTUHAN) (USUL KEBUTUHAN)

Usulan Formasi
Penetapan Formasi 31
MEKANISME PENYUSUNAN
KEBUTUHAN PEGAWAI
RENCANA
(PUSAT/UPT): ANALISA
KEBUTUHAN
KEBUTUHAN
KEBUTUHAN PER JABATAN
PEGAWAI
TOOLS (MENPAN & BKN)
DATA KEBERADAAN (BEZETTING)
DATA MUTASI (PENSIUN & PINDAH)
DATA PENGEMBANGAN PEGAWAI
(IJIN BELAJAR/TUBEL)
SESUAI KEBUTUHAN JENIS PEKERJAAN
SIFAT PEKERJAAN
& TUPOKSI
KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA
UNIT ORGANISASI

STANDAR KEBUTUHAN
MISAL :
RUMAH SAKIT KUSTA KELAS A UNTUK
DOKTER UMUM = 10 (TENAGA TETAPNYA 5),
DLL
(SUMBER PERMENKES
NOMOR 340 TAHUN 2010)

ALOKASI FORMASI
32
FORMASI PNS

JUMLAH DAN SUSUNAN PANGKAT PNS


YG DI PERLUKAN DLM SUATU SATUAN
ORGANISASI NEGARA UNTUK MAMPU
MELAKSANAKAN TUGAS POKOK DAN
JANGKA WAKTU TERTENTU.

FORMASI PNS TERDIRI DARI :


- PUSAT
- DAERAH

33
PENGADAAN PNS

KEGIATAN UNTUK MENGISI FORMASI YG


LOWONG

MULAI DARI :
A. PERENCANAAN
B. PENGUMUMAN
C. PELAMARAN
D. PENYARINGAN
E. PENGANGKATAN CPNS
F. PENGANGKATAN MENJADI PNS
34
PRINSIP PENGADAAN CPNS

NETRAL, OBJEKTIF, AKUNTABEL, BEBAS


KKN
TRANSPARAN, DIUMUMKAN SECARA
LUAS KEPADA MASYARAKAT
TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN
HASIL UJIAN DIOLAH SECARA KOMPUTER

35
PENGUMUMAN FORMASI

LOWONGAN FORMASI PNS DIUMUMKAN


SELUAS-LUASNYA 15 HARI SEBELUM TGL
PENERIMAAN LAMARAN
DALAM PENGUMUMAN DICANTUMKAN :
JUMLAH DAN JENIS JABATAN YG LOWONG
SYARAT YG HARUS DIPENUHI
ALAMAT DAN TEMPAT LAMARAN DITUJUKAN
BATAS WAKTU PENGAJUAN LAMARAN

36
SYARAT YANG HARUS DIPENUHI
PELAMAR
1. WARGA NEGARA INDONESIA
2. BERUSIA SERENDAH-RENDAHNYA 18 TAHUN DAN SETINGGI-TINGGINYA 35
TAHUN
3. TIDAK PERNAH DIHUKUM PENJARA ATAU KURUNGAN BERDASARKAN
PUTUSAN PENGADILAN YANG SUDAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM YANG
TETAP, KARENA MELAKUKAN SUATU TINDAK PIDANA KEJAHATAN
4. TIDAK PERNAH DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT TIDAK ATAS PERMINTAAN
SENDIRI ATAU TIDAK DENGAN HORMAT SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL ATAU
DIBERHENTIKAN TIDAK DENGAN
5. HORMAT SEBAGAI PEGAWAI SWASTA
6. TIDAK BERKEDUDUKAN SEBAGAI CALON/PEGAWAI NEGERI
7. MEMPUNYAI PENDIDIKAN, KECAKAPAN, KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN YANG
DIPERLUKAN
8. BERKELAKUAN BAIK
9. SEHAT JASMANI DAN ROHANI
10.BERSEDIA DITEMPATKAN DI SELURUH WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA ATAU NEGARA LAIN YANG DITENTUKAN OLEH PEMERINTAH
11.SYARAT LAIN YANG DITENTUKAN DALAM PERSYARATAN JABATAN.

37
ALUR DAN MEKANISME SELEKSI
CPNS PELAMAR UMUM

38
CONTOH FORM ENTRY REGISTRASI ONLINE CPNS

39
CONTOH KARTU UJIAN CPNS

40
PENINGKATAN STATUS CPNS MENJADI PNS
(Pasal 14 PP 98/2000)

CPNS YG TELAH MENJALANKAN MASA PERCOBAAN


SEKURANG-KURANGNYA 1 TH DAN PALING LAMA 2
TH DIANGKAT MENJADI PNS OLEH PEJABAT PEMBINA
KEPEGAWAIAN.

41
PENINGKATAN STATUS KURANG DARI
2 (DUA) TAHUN

PERSYARATAN UMUM
1. TIDAK PERNAH DIHUKUM PENJARA ATAU
KURUNGAN
2. TELAH MENCAPAI MASA KERJA SEBAGAI CPNS
MINIMAL 1 (SATU) TAHUN
3. SEHAT JASMANI DAN ROHANI (DIBUKTIKAN
DENGAN SURAT SEHAT DARI RUMAH
SAKIT/PUSKESMAS RUJUKAN)
4. TELAH LULUS DIKLAT PRAJABATAN

42
PENINGKATAN STATUS KURANG DARI
2 (DUA) TAHUN
PERSYARATAN BERKAS
1. PRINT OUT USUL ONLINE YANG TELAH
DITANDATANGANI DAN DISTEMPEL DINAS
2. FOTOCOPY SURAT TANDA TAMAT PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN (STPPL) YANG TELAH
DILEGALISIR
3. SURAT KETERANGAN SEHAT JASMANI DAN
ROHANI DARI DOKTER PENGUJI TERSENDIRI ATAU
TIM PENGUJI KESEHATAN (TPK)
4. SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN TUGAS (SPMT)
5. DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
(DP3) SEKURANG-KURANGNYA BERNILAI BAIK

43
PENINGKATAN STATUS KURANG DARI
2 (DUA) TAHUN
ALUR PROSES

44
PENINGKATAN STATUS LEBIH DARI
2 (DUA) TAHUN
PERSYARATAN UMUM
1. TIDAK PERNAH DIHUKUM PENJARA ATAU
KURUNGAN
2. MENCAPAI MASA KERJA SEBAGAI CPNS LEBIH
DARI 2 (DUA) TAHUN
3. SEHAT JASMANI DAN ROHANI (DIBUKTIKAN
DENGAN SURAT SEHAT DARI RUMAH SAKIT /
PUSKESMAS RUJUKAN)
4. TELAH LULUS DIKLAT PRAJABATAN

45
PENINGKATAN STATUS KURANG DARI
2 (DUA) TAHUN

PERSYARATAN BERKAS
1. PRINT OUT USUL ONLINE YANG TELAH DITANDATANGANI DAN
DISTEMPEL DINAS
2. FOTOCOPY SURAT TANDA TAMAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
(STPPL) YANG TELAH DILEGALISIR
3. SURAT KETERANGAN SEHAT JASMANI DAN ROHANI DARI DOKTER
PENGUJI TERSENDIRI ATAU TIM PENGUJI KESEHATAN (TPK)
4. SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN TUGAS (SPMT)
5. DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (DP3) SEKURANG-
KURANGNYA BERNILAI BAIK
6. BAGI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG MEMILIKI MASA KERJA
LEBIH DARI 2 (DUA) TAHUN MELAMPIRKAN FOTOKOPI DAFTAR
PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (DP3) YANG TELAH
DILEGALISIR DALAM 2 (DUA) TAHUN TERAKHIR DAN SEKURANG-
KURANGNYA BERNILAI BAIK

46
PENINGKATAN STATUS KURANG DARI
2 (DUA) TAHUN
ALUR PROSES

47
MEKANISME USUL ONLINE PENINGKATAN
STATUS CPNS MENJADI PNS

1. UPT MELAKUKAN USUL ONLINE


PENINGKATAN STATUS CPNS MENJADI PNS
MELALUI WEBSITE BIRO KEPEGAWAIAN
2. MENCETAK PRINT OUT USUL ONLINE DAN
DISERTAKAN DALAM KELENGKAPAN BERKAS
USUL SESUAI PERSYARATAN YANG TELAH
DITENTUKAN
3. MENGIRIM BERKAS USUL PENINGKATAN
STATUS CPNS MENJADI PNS TERSEBUT KE
BIRO KEPEGAWAIAN/UNIT UTAMA

48
PEMBERHENTIAN CPNS

MENGAJUKAN BERHENTI
TIDAK MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
TIDAK LULUS DIKLAT PRAJAB
TIDAK MENUNJUKKAN KECAKAPAN DALAM
MELAKSANAKAN TUGAS
SIKAP DAN BUDI PEKERTI YG TIDAK BAIK
DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN SEDANG
PADA WAKTU MELAMAR SENGAJA MEMBERIKAN
BUKTI YANG TIDAK BENAR
DIHUKUM PENJARA/KURUNGAN
MENJADI ANGGOTA DAN/ATAU PENGURUS
PARTAI POLITIK
49
USUL PEMBUATAN KARTU PEGAWAI
(KARPEG)

PERSYARATAN BERKAS

1. PRINT OUT USUL ONLINE YANG TELAH


DITANDATANGANI DAN DISTEMPEL DINAS
2. FOTOCOPY SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN
PNS (DILEGALISIR)
3. FOTO HITAM PUTIH TERBARU BERUKURAN 2 X 3
CM SEBANYAK 2 (DUA) LEMBAR

50
USUL PEMBUATAN KARTU PEGAWAI
(KARPEG)
ALUR PROSES

51
USUL PEMBUATAN KARTU ISTRI/SUAMI
(KARIS/KARSU)

PERSYARATAN BERKAS
1. PRINT OUT USUL ONLINE YANG TELAH
DITANDATANGANI DAN DISTEMPEL DINAS
2. FOTOCOPY SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN PNS
(DILEGALISIR)
3. LAPORAN PERKAWINAN PERTAMA DIKETAHUI DIKETAHUI
OLEH ATASAN LANGSUNG (SESUAI FORM BKN)
4. DAFTAR KELUARGA DIKETAHUI OLEH ATASAN
LANGSUNG (SESUAI FORM BKN)
5. FOTO HITAM PUTIH TERBARU SUAMI/ISTRI DARI PNS
YANG BERUKURAN 2 X 3 CM SEBANYAK 2 (DUA)
LEMBAR
6. 6. FOTOCOPY AKTA NIKAH YANG DILEGALISIR

52
USUL PEMBUATAN KARTU ISTRI/SUAMI
(KARIS/KARSU)
ALUR PROSES

53
MUTASI
PEGAWAI

54
KENAIKAN PANGKAT
PP NO. 12 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS
PP NO. 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT
PNS

SISTEM KENAIKAN PANGKAT


1. REGULER
2. PILIHAN :
STRUKTURAL
FUNGSIONAL
TUBEL
PENYESUAIAN IJASAH
PRESTASI KERJA LUAR BIASA BAIKNYA
PENEMUAN BARU YG BERMANFAAT BG NEGARA
DPK / DPB SECARA PENUH DILUAR INS. INDUK
YG DLM KEDUDUKAN SEBAGAI PIMPINAN
(PENYETARAAN ESELON) / FUNGSIONAL
PEJABAT NEGARA
55
3. KP ANUMERTA (TEWAS DALAM TUGAS)

4. KP PENGABDIAN (MENINGGAL ATAU


MENCAPAI BUP)

5. KP PENGABDIAN KARENA CACAT DINAS

56
SYARAT KENAIKAN PANGKAT REGULER
UMUM :
SURAT PENGANTAR / USUL KENAIKAN PANGKAT
TIDAK MENDUDUKI JAB STRUK / FUNGSIONAL
TIDAK MELAMPAUI PANGKAT ATASAN
SESUAI JENJANG PENDIDIKAN
MEMILIKI MK KEPANGKATAN TERAKHIR 4 TH
DP-3, 2 TH TERAKHIR BAIK
KELENGKAPAN ADM ( COPY SK CPNS, COPY SK PNS,
COPY SK KP TERAKHIR, COPY KARPEG, COPY SK
JABATAN STRUK.)

KHUSUS :
PINDAH GOL II III IV UJIAN DINAS
PNS DEPKES DPB DI SWASTA KP REGULER MAX 3
KALI SELAMA PENUGASAN ( KEC. LEMB. PDDK,
SOSIAL, KES, PERJAN )
57
JENJANG PANGKAT PNS (Reguler)
BERDASARKAN PANDIDIKAN
( PP 12 TH. 2002 )

PENDIDIKAN AWAL MAKSIMUM


SD I/a II / a
SLTP I/c II / c
SLTP KEJURUAN I/c II / d
SLTA, SLTA KEJ. (3 & 4 TH), DIPL I &
II II / a III / b
SGPLB, DIPL III, SARMUD, AKADEMI II / c III / c
BAKALOREAT
S.1, DIPLOMA IV III / a III / d
DOKTER, APOTEKER, S.2 & SETARA III / b IV / a
S.3 III / c IV / b
58
SYARAT KENAIKAN PANGKAT STRUKTURAL

UMUM
SURAT PENGANTAR / USUL KENAIKAN PANGKAT
TIDAK MELAMPAUI PANGKAT ATASAN
PANGKAT DISESUAIKAN ESELONERING JABATAN
MEMILIKI MK KEPANGKATAN TERAKHIR 4 TH
DP-3, 2 TH TERAKHIR BAIK
KELENGKAPAN ADM. ( COPY SK PNS, COPY SK KP
TERAKHIR, COPY KARPEG, COPY SK JABATAN STRUK, COPY
SPMT, COPY SK PELANTIKAN )

KHUSUS
PEJABAT DGN PANGKAT SATU TK DIBAWAH PANGKAT TERENDAH:
(KP PILIHAN)
MINIMAL TLH 1 TH DALAM JAB STUKTURAL SEJAK
PELANTIKAN
MINIMAL TLH 1 TH DALAM PANGKAT TERAKHIR
59
KENAIKAN PANGKAT
PENGABDIAN
BERDASARKAN PP No. 12/2002
SYARAT :

MASA KERJA PENSIUN


30 TAHUN ATAU LEBIH (1 BLN DALAM PANGKAT
TERAKHIR)
20 TAHUN ATAU LEBIH (1 THN DALAM PANGKAT
TERAKHIR)
10 TAHUN ATAU LEBIH (2 THN DALAM PANGKAT
TERAKHIR)
SELAMA MENJADI PNS TIDAK PERNAH DIJATUHI
HUKUMAN DISIPLIN TINGKAT SEDANG DAN
TINGKAT BERAT DALAM 1(SATU) TAHUN
TERAKHIR.
DP3 BAIK
MASA KERJA TAMBAHAN TIDAK DAPAT DIHITUNG
UNTUK KENAIKAN PANGKAT PENGABDIAN.
PERCEPATAN PROSES KENAIKAN
PANGKAT
KEPMENKES 613 TAHUN 2005

VOLUME USUL KP
MENINGKAT

SILK SAMSAT

1. Memanfaatkan dbase SIMKA, tidak perlu mengetik ulang dan menghindari Samsat nota persetujuan dengan
kesalahan pengetikan BKN agar setiap permasalah dapat
2. Proses dapat di monitor langsung melalui internet meliputi informasi : Segera diselesaikan.
daftar pegawai yang sudah diusulkan ke BKN, daftar yang sudah disetujui BKN,
daftar SK yang sudah terealisasi
CONTOH JADWAL PELAKSANAAN KP

BATAS WAKTU
Waktu Entry usul 1 s/d 31 Januari 2010

Penyampaian Berkas ke Ropeg 28 Pebruari


2010
Samsat Validasi Nota dengan BKN bulan
Maret 2010
Penyampaian Usul ke BKN 31 Maret 2010
Rencana ke Depan

Usul KP Paperless,
Usul KP Reguler hanya melampirkan DP3
saja
Usul KP Pilihan hanya melampirkan DP3
dan data data pendukung seperti : PAK Asli
bagi yang fungsional, Ijazah legalisir bagi
yang Penyesuaian Ijazah.
ALUR PEMINDAHAN (PELIMPAHAN DARI
KEMENKES KE PEMDA / INSTANSI LAIN)

MENKES

7 PEJABAT PEMBINA SESJEN


B K N/ 4
KEPEGAWAIAN
REGIONAL INST. LAIN/PEMDA
6 ROPEG
5
3

DINKES
(UNIT KERJA ASAL)
8 KET :
1, 2, 3 = Usul permohonan pindah

2 4 = meminta persetujan pindah


5 = surat pernyataan persetujuan
pindah
1 6 = usul ke BKN/ Reginal BKN
PNS YBS UPT INST LAIN/ 7 = SK Pindah
PEMDA
8 = SK penempatan/penugasan
SYARAT PNS PUSAT KEMENKES
MELIMPAH
UMUM :
1. SURAT USUL DARI INSTANSI ASAL / TUJUAN
2. SURAT PERSETUJUAN / PERMINTAAN DARI MENTERI /
GUBERNUR / BUPATI INSTANSI ASAL
3. SURAT PERSETUJUAN DARI UNIT UTAMA / UNIT KERJA PNS
4. SURAT KEPUTUSAN KENAIKAN PANGKAT TERAKHIR

KHUSUS :
BAGI PNS KEMENKES DPK PADA PEMDA

1. PENGANGKATAN / FORMASI 2001


TELAH MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI DENGAN SK PENEMPATAN
MINIMAL 3 TAHUN DI JAWA, BALI DAN 2 TAHUN DILUAR JAWA DAN
BALI.
2. PENGANGKATAN / FORMASI 2002
TELAH MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI DENGAN SK PENEMPATAN
MINIMAL 4 TAHUN DI JAWA, BALI DAN 3 TAHUN DILUAR JAWA DAN
BALI.
KETENTUAN PINDAH CPNS/PNS
TAHUN 2001-2002

1. CPNS/ PNS KEMENKES DPK PADA PEMDA


MENGAJUKAN PINDAH BELUM MEMENUHI MASA
TUGAS SESUAI PERJANJIAN :
- CPNS / PNS TH 2001 : 2 TH LUAR JAWA 3 TH
DI JAWA
- CPNS / PNS TH 2002 : 3 TH LUAR JAWA 4 TH
DI JAWA
2. MENGAJUKAN PINDAH HARUS ADA
PERSETUJUAN DARI GUBERNUR / BUPATI /
WALIKOTA/ KADINKES
3. ADA REKOMENDASI PEJABAT PEMBINA
KEPEGAWAIAN PEMDA TEMPAT TUJUAN YANG
MENJAMIN ALOKASI GAJI DAPAT DIBAYARKAN.
PEMBERHENTIAN /
PENSIUN
Melakukan pelanggaran/
Tindak Pidana/
Penyelewengan.

PNS dapat diberhentikan tidak dengan hormat , apabila :

Melanggar sumpah / janji PNS, sumpah / janji Jabatan Negeri, atau


peraturan disiplin PNS.

Dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah


mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena dengan sengaja
melakukan suatu tindakan pidana kejahatan yang diancam dg
pidana penjara setinggi-tingginya 4 tahun atau pidana yang lebih
berat.
PNS DIBERHENTIKAN TIDAK DENGAN
HORMAT APABILA DIPIDANA PENJARA/KURUNGAN
BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGADILAN YANG
TELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM YANG
TETAP, KARENA :
A. MELAKUKAN SUATU TINDAK PIDANA
KEJAHATAN
JABATAN/YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN
JABATAN.
B. MELAKUKAN SUATU TINDAK PIDANA
KEJAHATAN
SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 104
S/D 161 K.U.H.P.
PNS DIBERHENTIKAN TIDAK
DENGAN HORMAT APABILA
TERNYATA MELAKUKAN USAHA/
KEGIATAN YANG BERTUJUAN
MENGUBAH PANCASILA DAN ATAU
UUD 1945 ATAU TERLIBAT DALAM
GERAKAN ATAU MELAKUKAN
KEGIATAN YANG MENENTANG
NEGARA/ PEMERINTAH.
PEMBERHENTIAN KARENA
TIDAK CAKAP
JASMANI/ROHANI
PNS DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT APABILA
BERDASARKAN SURAT KETERANGAN TIM PENGUJI
KESEHATAN DINYATAKAN :
A.TIDAK DAPAT BEKERJA LAGI DALAM SEMUA
JABATAN NEGERI KARENA KESEHATANNYA;
B.MENDERITA PENYAKIT / KELAINAN YANG
BERBAHAYA BAGI DIRI SENDIRI/LINGKUNGAN KERJA;
C.BERAKHIRNYA CUTI SAKIT BELUM MAMPU
BEKERJA KEMBALI.
PNS DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT
DENGAN HAK PENSIUN, APABILA
BERDASARKAN SURAT KETERANGAN TIM
PENGUJI KESEHATAN DINYATAKAN TIDAK DAPAT
BEKERJA LAGI DALAM SEMUA JABATAN NEGERI
KARENA KESEHATANNYA.
KARENA DINAS :
TIDAK MEMPERSYARATKAN USIA DAN MASA
KERJA.
BUKAN KARENA DINAS :
MASA KERJA SEKURANG-KURANGNYA 4
TAHUN.
PEMBERHENTIAN KARENA MENINGGALKAN
TUGAS
(TELAH DICABUT DAN DINYATAKAN TIDAK BERLAKU DENGAN PP NOMOR 53
TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL)

1. PNS YANG MENINGGALKAN TUGAS SECARA TIDAK SAH


DALAM WAKTU 2 BULAN SECARA TERUS MENERUS,
DIBERHENTIKAN PEMBAYARAN GAJINYA MULAI BULAN KE 3.
2. PNS YANG DALAM WAKTU KURANG 6 BULAN MELAPORKAN
DIRI KEPADA INSTANSINYA :
A. DITUGASKAN KEMBALI APABILA ADA ALASAN YANG DAPAT
DITERIMA
B. DIBERHENTIKAN DG HORMAT APABILA
KETIDAKHADIRANNYA KARENA KELALAIAN YBS.
3. DALAM WAKTU 6 BULAN TERUS-MENERUS MENINGGALKAN
TUGASNYA TANPA KETERANGAN YG SAH, DIBERHENTIKAN
TIDAK DENGAN HORMAT SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL
PEMBERHENTIAN KARENA MENINGGAL
DUNIA/HILANG

1. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG MENINGGAL


DUNIA DENGAN SENDIRINYA DIANGGAP
DIBERHENTIKAN SEBAGAI PEGAWAI NEGERI
SIPIL.
2. PNS YANG HILANG DIANGGAP TELAH
MENINGGAL DUNIA PADA AKHIR BULAN KE
12 SEJAK IA DINYATAKAN HILANG.
PEMBERHENTIAN KARENA HAL-HAL
LAIN

PEGAWAI NEGERI SIPIL DIBERHENTIKAN


DENGAN HORMAT APABILA :
1.TIDAK MELAPORKAN DIRI SETELAH CUTI
DILUAR TANGGUNGAN NEGARA ;
2.PNS SETELAH CUTI DILUAR TANGGUNGAN
NEGARA MELAPOR, TETAPI TIDAK DAPAT
DIPEKERJAKAN KARENA TIDAK ADA
LOWONGAN DIBERHENTIKAN DENGAN
MENDAPAT HAK-HAK KEPEGAWAIAN
BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN YANG BERLAKU.
BATAS USIA PENSIUN
(PP 12 TH. 2002)
BUP 65 TAHUN
AHLI PENELITI DAN PENELITI
LEKTOR KEPALA DAN LEKTOR
WI UTAMA DAN WI UTAMA MADYA
PUSTAKAWAN UTAMA DAN PUSTAKAWAN
UTAMA MADYA

BUP 60 TAHUN
DOKTER DITUGASKAN DI NEGERI
GURU DI SLA
ESELON I DAN ESELON II
WI-UTAMA MUDA,WI UTAMA PRATAMA, WI
MADYA, WI MUDA, WI PRATAMA
PUSTAKAWAN ( JAB. SAMA WI )
BUP 56 TAHUN
PNS PADA UMUMNYA
SISTEM INFOMASI
MANAJEMEN KEPEGAWAIAN
DALAM MANAJEMEN
KEPEGAWAIAN
SIMKA: Aplikasi untuk Pengelolaan Database
Kepegawaian Kementerian Kesehatan

SIMPEG: Aplikasi untuk Pengelolaan Database


Kepegawaian Daerah

SILK: Aplikasi untuk membuat produk-produk


administrasi kepegawaian
77
TUJUAN PROSES ADMINISTRASI BERBASIS
IT

1. Transparansi : Menghindari hubungan langsung antara


petugas dengan klien (menghindari KKN)
2. Tertib administrasi (tepat jadwal dan aturan yang
berlaku)
3. Menghindari kesalahan
4. Pegawai menerima hak-haknya tepat waktu
5. Tidak adanya proses adm. Kepegawaian yang saling
bertolakbelakang

77
78

MEKANISME PROSES ADM. KEPEGAWAIAN


BERBASIS IT (ONLINE)

Usul dilakukan secara online;


Berkas yg masuk akan diagendakan oleh TU Biro
dengan melihat keberadaan kelengkapan berkas
TU Biro akan mengirim ke masing masing PJ Program
untuk divalidasi kelengkapan dan keabsahan berkasnya
Berkas yg valid akan di proses lebih lanjut
Berkas yang tidak valid/lengkap akan di informasikan
melalui website Biro Kepegawaian untuk dilengkapi
persyaratannya s/d 10 hari kerja

78
79

BAGAN MEKANISME USUL


80

CONTOH KASUS PROSES ADM.


KEPEGAWAIAN SECARA MANUAL

Pejabatyang dipromosikan namun secara


bersamaan terbit SK Pensiun
Penolakan usul KP Jabatan fungsional
akibat perbedaan jml. angka kredit
Seringterjadi ralat SK akibat pengetikan
yang berulang-ulang
Sulitnyamemonitor sdh sejauh mana proses
administrasi dilakukan (sulit melacak berkas)
PROSES ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN BIRO
KEPEGAWAIAN YANG TELAH DISERTIFIKASI ISO
9001:2008

1. PROSES PENYELESAIAN LEMBAR DISPOSISI


SURAT MASUK
2. PROSES PENYELESAIAN SK PENGANGKATAN
DR/DRG PTT
3. PROSES PENYELESAIAN SK PENGANGKATAN
CPNS
4. PROSES PENYELESAIAN SK KENAIKAN PANGKAT
5. PROSES PENYELESAIAN SK JABATAN
FUNGSIONAL
82
PENCAPAIAN SASARAN MUTU PROSES
ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN BERBASIS IT

Penyelesaian usul penetapan NIP CPNS dan


penyelesaian SK CPNS yang merupakan
bagian dari pengangkatan CPNS telah
mencapai 100% dari target waktu 18 hari
kerja dan 12 hari kerja
Penyelesaian pengangkatan PTT tahun 2010
sudah mencapai 100% dari target hari kerja
yang ditentukan (22 hari kerja)
83

Lanjutan...
Penyelesaian nota usul pertimbangan teknis
Kenaikan Pangkat selama 18 hari kerja dan
penyelesaian SK Kenaikan Pangkat setelah
menerima persetujuan nota D.II.a dari BKN
adalah 12 hari kerja mencapai 90%.
Penyelesaian SK Kenaikan Jabatan Fungsional
selama 22 hari kerja mencapai 90%.
penyelesaian lembar disposisi secara online 2
hari kerja untuk keempat produk administrasi
kepegawaian diatas mencapai 100%.
84

KESIMPULAN
Seluruh proses administrasi kepegawaian
dilakukan berbasis IT dengan memanfaatkan
database SIMKA
Alur / mekanisme Adm. Kepegawaian berbasis
IT telah diatur dalam SPO Biro Kepegawaian
Dalam rangka mempersingkat proses
administrasi kepegawaian tersebut, usul dapat
dilakukan langsung oleh UPT (Unit Utama dapat
memonitor)
Untuk tertib administrasi dan meningkatkan
capaian target tidak ada lagi perpanjangan
waktu usul online
PENGEMBANGA
N PEGAWAI

85
UU NO.8 TH 1974 jo UU NO.43 TH 1999
TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN
PASAL 17 : PNS DIANGKAT DLM PANGKAT DAN JABATAN

PANGKAT : KEDUDUKAN YG MENUNJUKKAN STRATA PNS BERDASARKAN


JABATANNYA DLM RANGKAIAN SUSUNAN KEPEGAWAIAN SBG DASAR PENGGAJIAN.
JABATAN : KEDUDUKAN YG MENUNJUKKAN TUGAS, TANGGUNG JAWAB,
WEWENANG & HAK SEORANG PNS DLM MELAKSANAKAN TUGAS
JABATAN STRUKTURAL : KEDUDUKAN YG MENUNJUKKAN TUGAS, TANGGUNG
JAWAB, WEWENANG & HAK SEORANG PNS DLM MELAKSANAKAN TUGAS SBG
PIMPINAN DLM ORGANISASI
JABATAN FUNGSIONAL : KEDUDUKAN YG MENUNJUKKAN TUGAS, TANGGUNG
JAWAB, WEWENANG & HAK SEORANG PNS DLM MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI
KEAHLIAN / KETRAMPILAN PROFESI
KENAIKAN PANGKAT : PENGHARGAAN ATAS PRESTASI KERJA DAN PENGABDIAN
PNS SESUAI PERSYARATAN DAN KETENTUAN YG BERLAKU
KENAIKAN PANGKAT REGULER : ATAS DASAR PENGHARGAAN, PENGABDIAN
SESUAI SYARAT DAN KETENTUAN YG BERLAKU
KENAIKAN PANGKAT PILIHAN : ATAS DASAR KEPERCAYAAN PENGHARGAAN DAN
PRESTASI KERJA PNS

86
JABATAN PEGAWAI NEGERI

PNS DIANGKAT DLM JABATAN DAN PANGKAT TERTENTU.


PENGANGKATAN PNS DLM SUATU JABATAN DILAKSANAKAN
BERDASARKAN PRINSIP PROFESIONALISME SESUAI DG
KOMPETENSI, PRESTASI KERJA, DAN JENJANG PANGKAT YG
DITETAPKAN UTK JABT ITU SERTA SYARAT OBJEKTIF LAINNYA
TANPA MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN, SUKU, AGAMA, RAS
ATAU GOL.
PENGANGKATAN PNS DLM PANGKAT AWAL DITETAPKAN
BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL.

STRUKTURAL JABATAN KRN DIPERLUKAN DLM


STRUKTUR ORGANISASI

FUNGSIONAL TDK ADA DLM STRUKTUR ORGANISASI


TETAPI FUNGSINYA DI PERLUKAN
OLEH
87
ORGANISASI
JABATAN STRUKTURAL

ES I.A : SESJEN, IRJEN, KA BADAN, SESMA,


DEPUTI DAN KORSAHIL
ES I.B : STAF AHLI MENTERI (SAM)
ES II.A : DIREKTUR, KARO, KAPUS, SES
DITJEN/ITJEN/ BADAN, INSPEKTUR
ES II.B : WADIR RSU KELAS A/RS SETARA
ES III.A : KABAG, KABID, KASUBDIT, DIREKTUR
POLTEKKES
ES III.B : KEPALA BALAI KELAS B
ES IV.A : KASUBBAG, KASUBBID, KASI
ES IV.B : KASUBBAG, KASUBBID, KASI RS

88
JABATAN PEGAWAI NEGERI

89
PERSYARATAN JABATAN
STRUKTURAL

PNS
SERENDAH-RENDAHNYA MENDUDUKI
PERINGKAT SATU TINGKAT DIBAWAH JENJANG
PANGKAT YG DITENTUKAN.
MEMILIKI KUALIFIKASI DAN TINGKAT
PENDIDIKAN YG DITENTUKAN.
SEMUA UNSUR PENILAIAN BAIK DALAM 2
(DUA) TH TERAKHIR.
MEMILIKI KOMPETENSI JABATAN YG
DIPERLUKAN.
SEHAT JASMANI DAN ROHANI.

90
ESELON DAN JENJANG PANGKAT JABATAN
STRUKTURAL
(PP 13 TH 2002 )

ESELON GOL TERENDAH GOL TERTINGGI


I.A IV/d IV/e
I.B IV/c IV/e
II.A IV/c IV/d
II.B IV/b IV/c
III.A IV/a IV/b
III.B III/d IV/a
IV.A III/c III/d
IV.B III/b III/c
V.A III/a III/b

91
PEMBERHENTIAN JABATAN
STRUKTURAL

MENGUNDURKAN DIRI
BATAS USIA PENSIUN (BUP)
BERHENTI SEBAGAI PNS
DIANGKAT JABATAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL
CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA
TUGAS BELAJAR LEBIH DARI 6 BULAN
PERAMPINGAN ORGANISASI
TIDAK SEHAT JASMANI DAN ROHANI

92
KOMPONEN YANG TERKAIT DENGAN
SISTEM PEMBINAAN KARIER PEGAWAI

1. Misi, Sasaran dan Prosedur Organisasi


2. Peta Jabatan
3. Standar Kompetensi
4. Alur Karier
5. Standar Penilaian Kinerja
6. Pendidikan dan Pelatihan pegawai
7. Rencana Suksesi
Sistem Karier PNS
Manfaat Pegawai
1. Meningkatkan kinerja
2. Tujuan yg diinginkan
3. Peluang sesuai kemampuan
4. Kontribusi utk organisasi
5. Kepuasan

Manfaat Bagi organisasi : SDM lebih optimal, kaderisasi,


persaingan sehat, citra organisasi, meningkatkan kinerja
organisasi.
JABATAN FUNGSIONAL

DASAR HUKUM
PP NO. 16 TAHUN 1994 TENTANG JABFUNG
PNS
PP NO. 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA
KESEHATAN
KEPRES NO. 87 TAHUN 1999 TENTANG
RUMPUN JABFUNG
KEPMENPAN TENTANG JABATAN
FUNGSIONAL KESEHATAN DAN ANGKA
KREDITNYA
KEPMENPAN TENTANG JABATAN
FUNGSIONAL NON KESEHATAN DAN ANGKA
KREDITNYA
98
JENIS TENAGA KESEHATAN
(PP 32 TAHUN 1992)

1. TENAGA MEDIS
2. TENAGA KEFARMASIAN
3. TENAGA KEPERAWATAN
4. TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT
5. TENAGA GIZI
6. TENAGA TERAPI FISIK
7. TENAGA KETEKNISAN MEDIS

99
JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN

1. DOKTER 14. NUTRISIONIS


2. DOKTER GIGI 15. RADIOGRAFER
3. PERAWAT 16. PEREKAM MEDIS
4. BIDAN 17. TEKNISI ELEKTROMEDIS
5. APOTEKER 18. FISIOTERAPIS
6. ASISTEN APOTEKER 19. REFRAKSIONIS OPTISIEN
7. PRANATA LABORATORIUM 20. TERAPIS WICARA
KESEHATAN 21. OKUPASI TERAPIS
8. PENYULUH KESEHATAN 22. ORTOTHIS PROSTETIS
MASYARAKAT 23. TEKNISI GIGI
9. ADMINISTRATOR KESEHATAN 24. TEKNISI TRANFUSI DARAH
10. SANITARIAN 25. FISIKAWAN MEDIK
11. ENTOMOLOG KESEHATAN 26. PSIKOLOG KLINIK
12. EPIDEMIOLOG KESEHATAN 27. DOKTER PENDIDIK
13. PERAWAT GIGI

100
JABATAN FUNGSIONAL NON KESEHATAN

1. PUSTAKAWAN 8. PENELITI
2. ARSIPARIS 9. PEKERJA SOSIAL
3. PRANATA KOMPUTER 10. DOSEN
4. PERANCANG 11. LITKAYASA
PERUNDANG- 12. ANALIS KEPEGAWAIAN
UNDANGAN 13. PERENCANA
5. PRANATA HUMAS 14. STATISTISI
6. AUDITOR
7. WIDYAISWARA

101
PEMBINA JABFUNG

JABFUNG KESEHATAN

1. DITJEN PELAYANAN MEDIK :


DR, DRG, PRANATA LABKES, PERAWAT GIGI, BIDAN PERAWAT,
RADIOGRAFER, PEREKAM MEDIS, FISIOTERAPIS, OKUPASI
TERAPIS, ORTETIK PROSTETIS, TERAPIS WICARA, TEKNISI GIGI,
REFRAKSI OPTICIAN, TEKNISI TRANFUSI DARAH
2. DITJEN P2PL :
SANITARIAN, EPIDEMOLOG KES, ENTOMOLOG KES
3. DITJEN BINA KESMAS :
NUTRISIONIS, DIETICIAN
4. DITJEN BINFAR DAN ALKES :
APOTEKER, ASS APOTEKER
5. BIRO HUKOR :
ADMINISTRATOR KESEHATAN
6. PUSAT PROMKES :
PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT
7. PUSAT SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN :
TEKNISI ELEKTROMEDIK
102
JABFUNG NON KESEHATAN

1. BPKP: AUDITOR (INSPEKTORAT JENDRAL


KEMENKES)
2. BKN : ANALIS KEPEGAWAIAN (BIRO
KEPEGAWAIAN)
3. KEM HUM DAN HAM: PERANCANG PER-UU-AN
(BIRO HUKOR)
4. LIN : PRANATA HUMAS (PUSKOMBLIK)
5. DIKNAS : DOSEN (BADAN PPSDM KES)
6. LIPI : PENELITI, TEKNISI LITKAYASA (BADAN
LITBANG KEMENKES)
7. KEM KOM INFO: PRANATA KOMPUTER,
STATISTISI (PUSDATIN)
8. LAN : WIDYA ISWARA (BADAN PPSDM KES)
9. ARNAS : ARSIPARIS (BIRO UMUM)

103
PENGANGKATAN PERTAMA DALAM
JABFUNG

PENDIDIKAN SESUAI DGN KOMPETENSI YG DI


PERLUKAN
DIKLAT JABFUNG

USIA MAK. 51 TAHUN

DP3 2 THN TERAKHIR

ADA FORMASI JABFUNG

104
PENGANGKATAN PERTAMA

PENGANGKATAN UNTUK MENGISI LOWONGAN


FORMASI MELALUI PENGANGKATAN CPNS

PERSYARATAN :

. IJAZAH SESUAI DENGAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN


YANG DITENTUKAN MASING-MASING JABFUNG
. PANGKAT PALING RENDAH SESUAI KETENTUAN

MASING-MASING JABFUNG
. DP-3 TAHUN TERAKHIR BAIK

105
TIGA BULAN
SEBELUM PERIODE KENAIKAN
PANGKAT

PENETAPAN ANGKA KREDIT


UNTUK KENAIKAN PANGKAT DITETAP-
KAN SELAMBAT-LAMBATNYA 3 ( TIGA )
BULAN SEBELUM PERIODE
KENAIKAN PANGKAT

106
PERIODE APRIL DAN OKTOBER

KENAIKAN PANGKAT PERIODE APRIL,


ANGKA KREDIT DITETAPKAN
SELAMBAT-LAMBATNYA PADA BULAN
JANUARI,
TAHUN YANG BERSANGKUTAN.

KENAIKAN PANGKAT PERIODE OKTOBER,


ANGKA KREDIT DITETAPKAN
SELAMBAT-LAMBATNYA PADA BULAN
JULI,
TAHUN YANG BERSANGKUTAN.
107
PEMBERIAN ANGKA KREDIT
UNSUR PENDIDIKAN

SESUAI PERATURAN MENPAN


NO. PER/60/M.PAN/6/2005
TGL. 1 JUNI 2005

DIKTUM MENETAPKAN
PASAL 1
MENGUBAH KETENTUAN I DAN ATAU II LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENPAN DAN ANGKA KREDITNYA KHUSUNYA
SUB UNSUR PENDIDIKAN SEKOLAH DENGAN MEMPEROLEH
IJAZAH/GELAR, SEHINGGA SELURUHNYA BERUBAH MENJADI
BERBUNYI SEBAGAI BERIKUT :

UNSUR PENDIDIKAN IJAZAH DOKTOR MENJADI 200


ANGKA KREDIT, IJAZAH PASCA SARJANA MENJADI 150
ANGKA KREDIT, DAN IJAZAH SARJANA/D.IV MENJADI 100
ANGKA KREDIT.

108
PERATURAN KEPALA BKN
NOMOR 28 TAHUN 2005
TANGGAL 28 DESEMBER 2005

ANGKA KREDIT PENDIDIKAN


TINGKAT TERAMPIL

ANGKA KREDIT
NO PENDIDIKAN
LAMA BARU

1. SLTA/DIPLOMA I 25 25

2. DIPLOMA II 50 40

DIPLOMA III/SARJANA
3. 50 60
MUDA 109
PERATURAN KEPALA BKN
NOMOR 28 TAHUN 2005
TANGGAL 28 DESEMBER 2005

ANGKA KREDIT PENDIDIKAN


TINGKAT AHLI

ANGKA KREDIT
NO PENDIDIKAN
LAMA BARU

1. SARJANA (S1)/D-IV 75 100

DOKTER/APOTEKER/
2. 100 150
MAGISTER (S2)

3. DOKTOR (S3 ) 150 200


110
LAMANYA PELATIHAN DAN
JUMLAH AK
NO LAMANYA AK

1. LAMANYA LEBIH DARI 960 JAM 15

2. LAMANYA ANTARA 641 960 JAM 9

3. LAMANYA ANTARA 481- 640 JAM 6

4. LAMANYA ANTARA 161 - 480 JAM 3

5. LAMANYA ANTARA 81 - 160 JAM 2

6. LAMANYA ANTARA 30 - 80 JAM 1


111
ALIH JABATAN FUNGSIONAL

DARI STRUKTURAL KE FUNGSIONAL


BILA BELUM PERNAH MEMANGKU JABFUNG
TERTENTU, PERSYARATANYA SEBAGAIMANA
PENGANGKATAN PERTAMA
BILA SUDAH PERNAH MEMANGKU JABFUNG TERTENTU
MELALUI MEKANISME PENGANGKATAN KEMBALI
BESARNYA ANGKA KREDIT SEBAGAIMANA PADA PAK
TERAKHIR YANG DIMILIKI

112
PEMBERHENTIAN SEMENTARA DARI
JABFUNG

APABILA TIDAK DAPAT MENGUMPULKAN ANGKA


KREDIT DALAM WAKTU 5 TAHUN (BAGI PNS YANG
PANGKATNYA BELUM MAKSIMAL)
APABILA TIDAK DAPAT MENGUMPULKAN ANGKA
KREDIT DALAM WAKTU 2 TAHUN (BAGI PNS YANG
PANGKATNYA SUDAH MAKSIMAL)
PENYELIA : 10
MADYA : 20
UTAMA : 25

113
PEMBERHENTIAN DARI JABFUNG

1. DIANGKAT DLM JABATAN LAIN


(STRUKTURAL/FUNGSIONAL LAINNYA )
2. TIDAK DAPAT MENGUMPULKAN ANGKA KREDIT
3. DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN BERAT/RINGAN

114
Persyaratan Ijin Belajar Melanjutkan
Pendidikan di Dalam Negeri bagi
PNS
Surat persetujuan dari atasan langsung
Pendidikan dilaksanakan di luar jam kerja
Pendidikan diselenggarakan setelah
diterbitkan Surat Ijin Belajar dari Biro
Kepegawaian atas usul pejabat setingkat
eselon II unit kerja ybs.
Penyelenggaraan pendidikan bukan model
kelas jauh dan kelas Sabtu-Minggu
Institusi Pendidikan yang dituju terakreditasi
Unit kerja dan Institusi Pendidikan berada
dalam wilayah propinsi yang sama
Jika dinas memerlukan, ybs
bersedia menunda pendidikan
Biaya tidak ditanggung Kemenkes

Selesai pendidikan melapor ke


Biro Kepegawaian
Selesai pendidkan tidak menuntut
Penyesuaian Ijazah
Permenkes No.
Permenkes No. 1575/Menkes/Per/XI/2005
1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang
tentang Organisasi
Organisasi dan
dan
Tata Laksana
Tata Laksana Departemen
Departemen Kesehatan
Kesehatan sebagaimana
sebagaimana telah
telah diubah
diubah
dgn Permenkes
dgn Permenkes No.
No. 1295/Menkes/Per/XII/2007
1295/Menkes/Per/XII/2007

Permenkes NO.
Permenkes NO. 541/Menkes/PER/VI/2008
541/Menkes/PER/VI/2008
Tentang Program
Tentang Program Tugas
Tugas Belajar
Belajar SDM
SDM Kesehatan
Kesehatan Departemen
Departemen
Kesehatan Republik
Kesehatan Republik Indonesia
Indonesia

Kep Men
Kep Men Kes
Kes No
No 1053/Menkes/SK/VIII/2002
1053/Menkes/SK/VIII/2002 tentang
tentang Pedoman
Pedoman
Penyelenggaraan Tubel
Penyelenggaraan Tubel DN
DN &
& LN
LN
di Lingkungan
di Lingkungan Depkes
Depkes

Surat Edaran
Surat Edaran Sekjen
Sekjen Depkes
Depkes No.
No. DM.01.03/H.II/0163/09
DM.01.03/H.II/0163/09 tentang
tentang
Penerimaan Calon
Penerimaan Calon Peserta
Peserta Tugas
Tugas Belajar
Belajar
Th. 2009
Th. 2009
PROGRAM TUGAS BELAJAR
SDM KESEHATAN

Jumlah
1. Peningkatan Kapasitas Jenis
dan Profesionalisme Kompetensi
SDM Kes
2. Peningkatan SESUAI KEBUTUHAN
Pemberdayaan &
Penyediaan SDMKes TUPOKSI

SDM Kes yg bekerja di bidang kesehatan


1. Dapat dikembangkan utk pemenuhan kebutuhan
dan peningkatan kompetensi untuk jenis nakes
tertentu
2. Untuk dana APBN, di selenggarakan pada institusi
pendidikan DALAM NEGERI (PTS minimal
Akreditasi B) dan LN (diakui/terdaftar di Ditjen Dikti
Depdiknas)
3. Pemilihan program studi/peminatan disesuaikan
dengan rencana program dan keprofesiannya
RUANG LINGKUP PROGRAM
TUBEL SDMKES

1. Jenjang pendidikan ( D.IV s/d S.3 serta Sp-1)


2. Program Pendidikan
Reguler
DIBEBASKAN dari TUGAS KEDINASAN
DIBERIKAN biaya hidup & biaya lain sesuai
ketentuan
TIDAK memperoleh tunjangan/penghasilan lain
kecuali GAJI.

Non
Reguler
MENJALANKAN TUGAS RUTIN KEDINASAN
selama pendidikan
TIDAK memperoleh bantuan biaya hidup
Memperoleh tunjangan/penghasilan lain
PESERTA TUBEL SDM KES

1.Pegawai Negeri Sipil Kemenkes


2.Untuk kepentingan Nasional di bidang
kesehatan PNS Non Kemenkes & Non
PNS yang ditetapkan oleh Menteri
Kesehatan.
Hak & Kewajiban Peserta Program
HAK
1. Mengikuti Pendidikan sesuai Kurikulum di Institusi
Pendidikan
2. Memperoleh bantuan biaya pendidikan selama program
pendidikan sesuai kurikulum padan jenjang & peminatan
yang ditetapkan.

KEWAJIBAN
1. Menyelesaikan pendidikan sesuai kurikulum
2. Mentaati peraturan perundang-undangan yg berlaku
3. Kembali ke tempat tugas sesuai dengan rencana
pendayagunaan yang ditetapkan oleh unit pengusul
1. Masa Kerja PNS minimal 2 tahun
2. Masa Bakti pasca pendidikan tubel minimal 2
tahun
3. Batasan Usia sampai dengan 31 Des 2009
- Program D.III = 40 tahun
- Program D.IV s/d S.3 = 45 tahun

Khusus fungsional Dosen, Peneliti dan


Widyaiswara untuk program pendidikan S2/S3
usia maksimum 50 tahun
4. Latar Belakang Pendidikan
- D.IV dan S.1 = Memiliki ijazah D.III
- S.2 = Memiliki ijazah D.IV atau S.1
- S.3 = Memiliki ijazah S.2
5. Pangkat/Golongan
- D.IV dan S.1 = Pengatur/ II/c
- S.2 = Penata Muda/ III/a
KELENGKAPAN DOKUMEN
CALON PESERTA
SELEKSI ADMINISTRASI
1. Fotocopy SK PNS dan SK Pangkat terakhir
2. DP3 tahun terakhir
3. Surat Pernyataan Rencana Penempatan oleh Pimpinan Unit
Kerja
4. Daftar Riwayat Hidup
5. Fotocopy Ijazah terakhir dan transkrip nilai yang terlegalisir
oleh pejabat yang berwenang
6. Surat pernyataan kesediaan mematuhi semua ketentuan
program

PENETAPAN SURAT KEPUTUSAN

1. Surat Pengantar dari UNIT UTAMA/DINKES PROPINSI


2. Daftar nama calon peserta yang disahkan Pejabat Esselon II
3. Tanda Bukti Kelulusan/Diterima dari institusi pendidikan
4. Tanda bukti pemilihan program/institusi pendidikan
KETENTUAN TAMBAHAN
1. Bagi Calon Peserta yg mulai pendidikan pada semester
genap (Februari th 2010) harus mengikuti seleksi
administrasi th 2009
2. Daftar nama calon peserta disusun berdasarkan skala
prioritas
3. TIDAK DIPERKENANKAN Pindah peminatan/institusi
pendidikan setelah SK DITETAPKAN.
4. Dalam hal tertentu, Tim Pengelola & Pelaksana Tubel
SDM Kes dapat menentukan kebijakan khusus bagi calon
peserta tubel dari Unit Utama dan UPTnya sesuai dengan
kebutuhan program (Rekomendasi Sekjen Kemenkes)
5. Bagi pejabat Struktural yang mengikuti Tubel DN tanpa
meningggalkan tugas jabatannya dan tidak sepenuhnya
meninggalkan tupoksinya, maka ybs tdk di berhentikan
dari Jabatannya (SK BKN no 13 th 2002)
PEMBIAYAAN
Bersumber dari APBN dan atau lembaga
penyandang dana mitra Kemenkes DN/LN

1. Peserta Baru : Biaya pendidikan dibayarkan dari


awal s/d selesai sesuai kurikulum pendidikan.
2. Peserta Lanjutan : dibayarkan sisa masa
pendidikan sesuai dengan kurikulum pendidikan.
3. Biaya Bantuan yg bersumber dari APBN: besaran
biaya bantuan pendidikan sesuai dengan
anggaran yang tersedia pada TA berjalan.
4. Biaya Bantuan yg bersumber dari Mitra
Kemenkes DN/LN : sesuai ketentuan penyandang
Dana
KOMPONEN DAN BESARAN
BANTUAN PENDIDIKAN

1. Tubel SDM Kes SK Menkes


2. D.IV Mitra Spesialis No. 1125 th 2005
Permenkeu: SBU
3. S.1 Kesmas Peminatan th 2008
Kebidanan Komunitas (biaya hidup)

4. PPDS/PPDGS
Kepmenkes no. 538 tahun 2008
tentang Komponen & Tatacara
Pemberian Bantuan PPDS/PPDGS
UJIAN DINAS DAN
UJIAN KENAIKAN PANGKAT PENYESUAIAN
IJAZAH
DASAR :
PP 99 TAHUN 2000 Tentang Kenaikan Pangkat PNS

Pasal 30 Ujian Dinas


Tk. I : Utk Kenaikan Pangkat dari
Pengatur Tk. I, Gol II/d menjadi
Penata Muda, Gol III/a
Tk. II : Utk Kenaikan Pangkat dari
Penata Tk. I, Gol III/d menjadi
Pembina, Gol IV/a
Pasal 18 Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah

1. STTB SLTP /setingkat : Gol. I/b kebawah Gol. I/c


2. STTB SLTA, D-I /setingkat : Gol. I/d kebawah Gol II/a
3. STTB SGPLB/D-II : Gol. II/a kebawah Gol. II/b
4. Ijazah D-III/setingkat : Gol. II/b kebawah Gol. II/c
5. Ijazah S-1/D-IV : Gol. II/d kebawah Gol. III/a
6. Ijazah Dokter/ Apoteker/ Magister (S2)/ setingkat :

III/a kebawah III/b


7. Ijazah Doktor (S3) : III/b kebawah III/c
PERSYARATAN
A. 1.Ujian Dinas
Sekurang-kurangnya telah 2 tahun memiliki
pangkat :
a. Pengatur Tingkat I II/d untuk Ujian Dinas
Tingkat I
b. Penata Tingkat I III/d untuk Ujian Dinas
Tingkat II
2. Tidak sedang dalam keadaan
a. Diberhentikan sementara dari jabatan
negeri/ PNS
b. Menerima uang tunggu
c. Cuti diluar tanggungan negara
3. Dokumen pendukung :
a. Fotocopy SK Pangkat terakhir
b. DP3 tahun terakhir
c. 2 lbr Pas Foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6
B. Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian
Ijazah
1)Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam
pangkat terakhir sejak diangkat sebagai Pegawai
Negeri Sipil.
2)Diangkat dalam jabatan/diberi tugas yang
memerlukan pengetahuan/ keahlian yang sesuai
dengan ijazah yang diperoleh.
3)Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-
kurangnya bernilai baik dalam 1(satu) tahun
terakhir.
4)Bagi Pejabat Fungsional yang memiliki Ijazah
Sarjana (S1) di luar bidang profesinya dapat
mengikuti Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian
Ijazah setelah dibebaskan dari Jabatan
Fungsionalnya.
5) Dokumen pendukung
a.Foto copy Surat Keputusan pangkat
terakhir
b.Foto copy ijazah terakhir yang diperoleh
dari (PTN) dan/ atau (PTS) yang
terakreditasi
c. Surat ijin belajar untuk melanjutkan
pendidikan, ditandatangani oleh Kepala
Biro Kepegawaian atas usul pejabat
setingkat Eselon II unit kerja ybs
d. Surat Keterangan pengganti Surat Ijin Belajar yang
ditanda tangani oleh pejabat Eselon II bagi calon
peserta Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah
yang memiliki ijazah Sarjana (D-IV, S1dan S2)
sebelum diangkat menjadi CPNS

e. Uraian tugas sesuai ijazah yang diperoleh,


ditandatangani sekurang-kurangnya oleh Pejabat
Eselon II.

f. Surat pernyataan kebutuhan tenaga dengan


pengetahuan / keahlian sesuai dengan ijazah yang
diperoleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan,
ditandatangani sekurang-kurangnya oleh Pejabat
Eselon II

g. DP3 tahun terakhir


C. Pegawai Negeri yang dibebaskan /
dikecualikan menempuh Ujian Dinas adalah
mereka :

1. Akan diberikan kenaikan pangkat karena telah


menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa baiknya.
2. Akan diberikan kenaikan pangkat karena menemukan
penemuan baru yang bermanfaat bagi negara.
3. Telah mengikuti dan lulus dari Pendidikan dan
Pelatihan kepemimpinan sebagai berikut :

a. Sepadya/Adum/Diklatpim Tk IV untuk ujian dinas


Tk I
b. Sepadya/Spama/Diklatpim Tk III untuk ujian dinas
Tk II
4. Telah memperoleh :
a) Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV untuk ujian
dinas tingkat I

a) Ijazah Dokter / Dokter Gigi, Apoteker, Magister


(S2) dan ijazah lain yang setara atau Doktor
(S3) untuk ujian dinas Tk I atau ujian dinas Tk II

5. Menduduki jabatan fungsional tertentu

PNS Kementerian Kesehatan tidak


diperkenankan mengikuti Ujian Dinas dan
Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian
Ijazah pada Instansi lain.
KESEJAHTERAA
N PEGAWAI

137
PENGHARGAAN

Penghargaan dapat di berikan kepada


PNS apabila telah mewujudkan kesetiaan
atau berjasa terhadap negara atau telah
menunjukan prestasi kerja luar biasa
baiknya.
Jenis Tanda Penghargaan

1.Presiden
Satyalancana Karya Satya

2. Menteri Kesehatan
Bakti Karya Husada
Syarat Penghargaan Satyalancana Karya Satya

1. Telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya


10 tahun - Satyalancana Karya Satya X tahun.
2. Telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya
20 tahun - Satyalancana Karya Satya XX tahun.
3. Telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya
30 tahun - Satyalancana Karya Satya XXX tahun.
4. Selama masa kerja tersebut, tidak pernah dijatuhi
hukuman disiplin tingkat sedang maupun berat
berdasarkan per-UU yang berlaku.
Syarat Penghargaan Bakti Karya Husada

1. Telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya


16 tahun - Bakti Karya Husada Dwi Windu.
2. Telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya
24 tahun - Bakti Karya Husada Tri Windu.
3. Selama masa kerja tersebut, tidak pernah dijatuhi
hukuman disiplin tingkat sedang maupun berat
berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Jenis Tanda Penghargaan Bakti Karya Husada :
1. Ksatria Bakti Husada :
A. Ksatria Bakti Husada Aditya diberikan kepada
perorangan diluar jajaran kesehatan dengan dampak
jasa sangat luar biasa.
B. Ksatria Bakti Husada Kartika diberikan kepada
perorangan diluar jajaran kesehatan dengan dampak
jasa luar biasa.
C. Ksatria Bakti Husada Arutala diberikan kepada
perorangan diluar jajaran kesehatan dengan dampak
jasa besar.
2. Manggala Karya Bakti Husada :
A. Manggala Karya Bakti Husada Aditya diberikan kepada
Institusi /Lembaga diluar jajaran kesehatan dengan
dampak jasa sangat luar biasa.
B. Manggala Karya Bakti Husada Kartika diberikan kepada
Institusi /Lembaga diluar jajaran kesehatan dengan
dampak jasa luar biasa.
C. Manggala Karya Bakti Husada Arutala diberikan kepada
Institusi /Lembaga diluar jajaran kesehatan dengan
dampak jasa besar.
PERATURAN PEMERINTAH
NO. 53 TAHUN 2010

TENTANG
DISIPLIN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
TUJUAN

1. MENJAMIN TERPELIHARANYA TATA


TERTIB DAN KELANCARAN
PELAKSANAAN TUGAS.

2. UNTUK MEMPERBAIKI DAN


MENDIDIK PNS YANG MELAKUKAN
PELANGGARAN DISIPLIN.
PELANGGARAN DISIPLIN
SETIAP UCAPAN, TULISAN, ATAU PERBUATAN PNS YANG TIDAK MENAATI
KEWAJIBAN DAN/ATAU MELANGGAR LARANGAN KETENTUAN DISIPLIN PNS,
BAIK YANG DILAKUKAN DI DALAM MAUPUN DI LUAR JAM KERJA.

1. UCAPAN
SETIAP KATA-KATA YANG DIUCAPKAN DIHADAPAN ATAU
DAPAT DIDENGAR ORANG LAIN; DALAM RAPAT,
CERAMAH, DISKUSI, MELALUI TELEPON, TV, REKAMAN
ATAU ALAT KOMUNIKASI, DLL.
2. TULISAN
PERNYATAAN PIKIRAN DAN/ATAU PERASAAN SECARA
TERTULIS BAIK DALAM BENTUK TULISAN, GAMBAR
KARIKATUR, CORETAN YANG SERUPA ITU.
3. PERBUATAN
SETIAP TINGKAH LAKU, SIKAP ATAU TINDAKAN.
DISIPLIN PNS

ADALAH KESANGGUPAN PNS UNTUK


MENAATI KEWAJIBAN DAN
MENGHINDARI LARANGAN YANG
DITENTUKAN DALAM PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN DAN/ATAU
PERATURAN KEDINASAN YANG APABILA
TIDAK DITAATI ATAU DILANGGAR
DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN.
1. KEWAJIBAN DAN LARANGAN (PASAL 3 DAN
PASAL 4)
a. KEWAJIBAN = 17
b. LARANGAN = 15

2. PNS YANG TIDAK MENAATI KEWAJIBAN DAN


LARANGAN DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN.

2. DENGAN TIDAK MENGESAMPINGKAN


KETENTUAN DALAM PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN PIDANA, PNS YANG MELAKUKAN
PELANGGARAN DISIPLIN DIJATUHI HUKUMAN
DISIPLIN.
TINGKAT DAN JENIS HUKUMAN
DISIPLIN
1. TINGKAT RINGAN
a. TEGURAN LISAN
b. TEGURAN TERTULIS
c. PERNYATAAN TIDAK PUAS SECARA TERTULIS
2. TINGKAT SEDANG
a. TUNDA KENAIKAN GAJI BERKALA SELAMA 1 TH

b. TUNDA KENAIKAN PANGKAT SELAMA 1 TH


c. TURUN PANGKAT SETINGKAT LEBIH RENDAH SELAMA 1 TH
3. TINGKAT BERAT
a. TURUN PANGKAT SETINGKAT LEBIH RENDAH SELAMA 3 TH
b. PEMINDAHAN DALAM RANGKA PENURUNAN JABATAN
SETINGKAT LEBIH RENDAH
c. PEMBEBASAN DARI JABATAN
d. PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT TIDAK ATAS PERMINTAAN
SENDIRI SEBAGAI PNS
e. PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT SEBAGAI PNS
PELANGGARAN DAN JENIS HUKUMAN
DISIPLIN
KETENTUAN MENGENAI KEWAJIBAN UNTUK MASUK
KERJA DAN MENTAATI JAM KERJA DITENTUKAN :
SELAMA 5 S/D 15 HARI KERJA DJATUHI HUKUMAN
DISIPLIN RINGAN.
SELAMA 16 S/D 30 HARI KERJA DIJATUHI HUKUMAN
DISIPLIN SEDANG.
SELAMA 31 S/D 46 HARI KERJA DIJATUHI HUKUMAN
DISIPLIN BERAT.
KETERLAMBATAN MASUK KERJA DAN/ATAU PULANG
LEBIH CEPAT DIHITUNG SECARA KUMULATIF S/D 7
JAM, MENJADI 1 HARI KERJA.
KEWAJIBAN PEJABAT YANG BERWENANG
MENGHUKUM
1. PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM, WAJIB MENJATUHKAN
HD KEPADA PNS YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPLIN.
2. APABILA PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM TIDAK
MENJATUHKAN HD KEPADA PNS YANG MELAKUKAN PELANGGARAN
DISIPLIN, PEJABAT TERSEBUT DIJATUHI HD OLEH ATASANNYA.
3. HD YANG DIJATUHKAN ADALAH HD YANG SEHARUSNYA
DIJATUHKAN KEPADA PNS YANG MELAKUKAN PELANGGARAN.
4. MENJATUHKAN HD TERHADAP PNS YANG MELAKUKAN
PELANGGARAN DISIPLIN.

APABILA TIDAK TERDAPAT PEJABAT YANG BERWENANG


MENGHUKUM, MAKA KEWENANGAN MENJATUHKAN HD
MENJADI KEWENANGAN PEJABAT YANG LEBIH TINGGI.
PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN

APABILA MENURUT HASIL PEMERIKSAAN, KEWENANGAN


UNTUK MENJATUHKAN HD KEPADA PNS TERSEBUT
MERUPAKAN KEWENANGAN :
a. ATASAN LANGSUNG YBS, MAKA ATASAN
LANGSUNG TERSEBUT WAJIB MENJATUHKAN HD.
b. PEJABAT YANG LEBIH TINGGI, MAKA ATASAN
LANGSUNG TERSEBUT WAJIB MELAPORKAN SECARA
HIERARKI DISERTAI BAP.
KHUSUS UNTUK PELANGGARAN DISIPLIN YANG ANCAMAN
HUKUMANNYA SEDANG DAN BERAT DAPAT DIBENTUK TIM
PEMERIKSA OLEH PPK.
APABILA DIPERLUKAN, ATASAN LANGSUNG, TIM PEMERIKSA
ATAU PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM DAPAT
MEMINTA KETERANGAN DARI ORANG LAIN.
PNS YANG BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN TERNYATA MELAKUKAN
BEBERAPA PELANGGARAN DISIPLIN, TERHADAPNYA HANYA DAPAT
DIJATUHI SATU JENIS HD YANG TERBERAT SETELAH MEMPERTIMBANGKAN
PELANGGARAN YANG DILAKUKAN.

PNS YANG PERNAH DIJATUHI HD KEMUDIAN MELAKUKAN PELANGGARAN


DISIPLIN YANG SIFATNYA SAMA, KEPADANYA DIJATUHI JENIS HD YANG
LEBIH BERAT DARI HD TERAKHIR YANG PERNAH DIJATUHKAN KEPADANYA.

PNS TIDAK DAPAT DIJATUHI HD DUA KALI ATAU LEBIH UNTUK SATU
PELANGGARAN DISIPLIN.

DALAM HAL PNS YANG DPK/DPB DI LINGKUNGANNYA AKAN DIJATUHI


HD YANG BUKAN MENJADI KEWENANGANNYA, PIMPINAN INSTANSI ATAU
KEPALA PERWAKILAN MENGUSULKAN PENJATUHAN HD KEPADA PPK INSTANSI
INDUKNYA DISERTAI BAP.
ATASAN PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM DAPAT
MEMPERKUAT, MEMPERINGAN, MEMPERBERAT, ATAU
MEMBATALKAN HD YANG DIJATUHKAN OLEH PEJABAT YANG
BERWENANG MENGHUKUM.
PENGUATAN, PERINGANAN, PEMBERATAN, ATAU PEMBATALAN HD
DITETAPKAN DENGAN KEPUTUSAN ATASAN PEJABAT YANG
BERWENANG MENGHUKUM.
KEPUTUSAN ATASAN PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM
BERSIFAT FINAL DAN MENGIKAT.
APABILA DALAM WAKTU LEBIH 21 (DUA PULUH SATU) HARI
KERJA ATASAN PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM TIDAK
MENGAMBIL KEPUTUSAN ATAS KEBERATAN MAKA KEPUTUSAN
PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM BATAL DEMI HUKUM.
155