Anda di halaman 1dari 32

KERUSAKAN DAN ARTI KERUSAKAN OLEH

ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN

Bab ini menjelaskan tentang kerusakan


yang disebabkan oleh gangguan OPT
(Organisme Pengganggu Tanaman) pada
tanaman pertanian atau usaha manusia
yang memanfaatkan tumbuhan lainnya.
KERUSAKAN DAN ARTI KERUSAKAN
OLEH ORGANISME PENGGANGGU
TANAMAN
Kerusakan timbul
karena:
1. serangan
langsung
herbivora,

2. akibat munculnya
gejala oleh
adanya patogen
tumbuhan dalam
tubuh tumbuhan,
atau
KERUSAKAN DAN ARTI KERUSAKAN OLEH
ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN
Kerusakan timbul karena:
3. tanaman tidak berpenampilan optimal karena
disaingi oleh tumbuhan pengganggu
JASAD PENGGANGGU

Suatu jasad
pengganggu, kata
kuncinya adalah jasad,
yakni suatu entitas
yang berada di dalam
suatu lingkungan
kehidupan (biosfir).

Kebutuhan jasad
dipenuhi oleh
lingkungannya
sebagaimana jasad-
jasad yang lain.
JASAD PENGGANGGU

Mereka membutuhkan
berbagai sumberdaya
untuk kehidupannya, baik
yang biotik maupun
abiotik.

Kebutuhan itu dipenuhi


oleh lingkungannya
melalui ketersediaan
sumberdaya abiotik, dan
sumberdaya biotiknya,
yang dimulai dari
penangkap energi
matahari, yakni
tumbuhan.
JASAD PENGGANGGU

Pengetahuan tentang dasar-dasar biologi


menunjukkan bahwa herbivora, jasad
pemakan tumbuhan, merupakan suatu
kumpulan trofi yang memang bertugas
mengatur populasi tumbuhan (atau
secara metabolismenya, jasad yang
hanya mampu memanfaatkan energi
yang telah diolah, jasad heterotrof).
JASAD PENGGANGGU

Herbivora ini disebut hama atau jasad


pengganggu (OPT, Organisme Penganggu
Tanaman) karena memakan tumbuhan
yang diusahakan baik secara ekonomis
maupun subsisten, oleh manusia.
Pertanian, terutama
yang mengutamakan
penanaman satu jenis
(univarietas,
monokultur) memang
mengandung resiko
didatangi herbivora,
karena :
a. Monokultur pada
prinsipnya
bertentangan dengan
keanekaragaman
hayati
Pertanian, terutama
yang mengutamakan
penanaman satu jenis
(univarietas,
monokultur) memang
mengandung resiko
didatangi herbivora,
karena :

b. Keberadaan
tumbuhan/tanaman
dalam jumlah banyak
pada suatu hamparan
pasti akan menarik
herbivora
Pertanian, terutama yang mengutamakan penanaman satu jenis
mengandung resiko didatangi herbivora, karena :

c. Sebagai suatu ekosistem binaan, ekosistem pertanian mencari


keseimbangan homeostasis dengan membentuk piramida makanan
khusus dalam ekosistem
HAMA
Lalu kapan suatu herbivora dapat disebut hama?
Pendefinisian hama merupakan pendefinisian
yang bersifat "antroposentrik", berpusat pada
kebutuhan manusia.

Maka ketika pertanian dilihat dari semata


kebutuhan manusia, maka sudut pandang inilah
yang membedakan herbivora dengan hama.

Karena didefinisikan melalui kebutuhan manusia,


maka seharusnya kedudukannya tidak dianggap
sebagai pengganggu ("nuisance"), melainkan
resiko ("risk"), karena akan selalu dijumpai
selama manusia menyelenggarakan usaha
pertanian.
PATOGEN
Hal ini berlaku pula bagi jasad
pengganggu yang lain.

Sebagai mikroba atau jasad renik,


patogen tumbuhan, yang kebanyakan
memang memiliki kehususan inang pada
tumbuhan tertentu, tidak punya banyak
pilihan inang, atau tidak punya pilihan
cara mencari sumber tenaga selain
tumbuh pada tumbuhan/inang yang
sesuai baginya.
PATOGEN
Jika tumbuhan yang dipakainya tumbuh
adalah tanaman atau komoditas penting
bagi manusia, maka mikroba tersebut
dijuluki patogen yakni penyebab
penyakit, kata yang maknanya
mengganggu, menyebabkan
ketidakenakan atau dis-ease.

Ini adalah juga sisi/sudut pandang


manusia.
GULMA
Tumbuhan, tidak sebagaimana halnya hewan,
berkedudukan tetap, tidak mampu bergerak
leluasa, dan cenderung menetap di suatu tempat.

Apabila terdapat lahan yang kondisinya cocok


sebagai media tumbuh, tumbuhan akan tumbuh
mengikuti sifat hidupnya.

Namun kemudian, jika tumbuhan tersebut tumbuh


di atas lahan yang sudah diolah oleh manusia,
yang dipersiapkan untuk ditanami tumbuhan
tertentu oleh manusia, maka tumbuhan lain yang
bukan pilihan untuk ditanam disebut pengganggu,
atau gulma.
GULMA
Tumbuhan ini mengurangi
kesempatan tumbuhan yang
sengaja ditanam untuk tumbuh
lebih baik, atau merebut
faktor2 kehidupan tanaman
sehingga tumbuhan utama
(tanaman) tidak mampu
tumbuh optimal.

Dengan kata lain, hasil yang


diharapkan dari tanaman ini
bisa jadi tidak memenuhi
harapan (dugaan, perkiraan) si
penanam.

Maka tumbuhan pengganggu


perlu dibatasi atau dihilangkan.
PENGELOLAAN
Kenyataan di atas menyebabkan perlunya strategi
atau taktik khusus menghadapi OPT, tetapi
dengan tetap mengingat bahwa tujuan yang
terutama bukanlah memusnahkan jenis-jenis OPT
yang hadir, tetapi menjaga keseimbangan ekologi
sehingga interaksi antar komponen lingkungan
dalam agroekosistem mampu menghasilkan
kestabilan kondisi interna.

Oleh karena itu filosofi pengendalian hama saat ini


bukan lagi bertujuan membersihkan atau
memusnahkan jasad "pengganggu", melainkan
menyelenggarakan usaha pertanian yang
harmonis dengan kehidupan ekologis
lingkungannya, tanpa harus mengalami kerugian
ekonomi.
PENGELOLAAN
Kehadiran jasad herbivora
misalnya, dengan demikian
dihadapi berdasar pertimbangan
ekologi, biologi dan ekonomi.

Hubungan jasad herbivora


menuju ke kerugian ekonomi
secara lateral adalah sebagai
berikut:
Individu----spesies---populasi---
serangan-----kerusakan------kerugian
PENGELOLAAN
Hubungan di atas menunjukkan
bahwa jasad herbivora yang terdiri
atas individu akan berkumpul
membentuk populasi dan bersama-
sama melakukan "serangan"
(dilihat dari sisi jasad herbivora)
sehingga mengakibatkan
"kerusakan" (dilihat dari sisi
tumbuhan) dan menimbulkan
"kerugian ekonomi" (dilihat dari sisi
kepentingan penanam/manusia)
PENGELOLAAN

Hubungan tersebut kemudian


juga menekankan pentingnya
"jumlah anggota populasi"
sebagai tolok ukur kerugian
(atau kemungkinan kerugian)
yang terjadi.
PENGELOLAAN

maka jumlah anggota populasi merupakan


tolok ukur arti penting bahaya hama bila
dilihat dari :

a. Mudah atau tidaknya jumlah anggota


populasi meningkat. Populasi serangga hama
pada umumnya menjadi penting karena
kemampuan peningkatan populasi dengan
cepat menuju jumlah tinggi

b. Kemampuan merusak individu jasad. Seekor


gajah meskipun hanya satu akan menimbulkan
kerusakan yang lebih besar dibanding dengan
seekor wereng batang padi.

c. Kedudukan/peran jasad pengganggu dalam


hubungannya dengan pengganggu yang lain.
Kutu afid yang menjadi vektor meski jumlahnya
hanya sedikit harus segera diwaspadai karena
memiliki potensi merusak yang besar
PENGELOLAAN

Untuk serangan patogen,


sifat penyerangannya
juga sangat perlu diamati
dan dipelajari secara
khusus dan cermat,
karena patogen
merupakan hidden
threat, ancaman
tersembunyi bagi usaha
manusia yang melibatkan
tumbuhan.
PENGELOLAAN

Menurut Triharso (1994), penyakit


tumbuhan secara tujuannya dapat
didefinisikan sebagai

a.Proses fisiologi tidak normal dalam tubuh


tumbuhan, misalnya terjadinya disintegrasi
jaringan, gangguan pertumbuhan, gangguan
reproduksi, kekurangan air, kondisi merana
dan gangguan respirasi.

Penyakit tumbuhan buanlah kondisi, tetapi


proses; sedang kondisi merupakan hasil dari
proses tersebut.

Misalnya tanaman kerdil, belang, menguning,


ini kondisi yang juga disebut gambaran
penyakit atau kompleks gejala
(krankheidsbild Bld atau syndrome Ingg);
hasil interaksi patogen (penyebab penyakit)
dengan inang.
PENGELOLAAN

Menurut Triharso (1994), penyakit


tumbuhan secara tujuannya dapat
didefinisikan sebagai

Dari segi ekonomi, penyakit


tumbuhan adalah peristiwa
ketidakmampuan tanaman
memberikan hasil optimal baik
secara kualitatif maupun kuantitatif.

Batasan ini harus dicermati karena


terdapat kondisi justru ketika
menderita penyakit, tanaman
memiliki nilai ekonomi yang lebih
tinggi, tulip terinfeksi virus
PENYAKIT
Luka/kerusakan oleh sebab
mekanik tidak dapat
disebut penyakit karena
sifatnya tidak
berkesinambungan
(discontinous).

Jadi kerusakan oleh


penyakit adalah jika
patogen/penyebab penyakit
berada di dalam tubuh
tanaman sehingga
kerusakan yang ditimbulkan
bersifat kontinyu atau
berkesinambungan.
PENYAKIT
Patogen atau penyebab penyakit
dapat ditangkap (diisolasi,
dipisahkan dari inangnya) tetapi
penyakit tidak, karena penyakit
timbul sesudah penyebabnya berada
dalam inang yang rentan dan tumbuh
tanpa perlawanan yang menghambat
munculnya gambaran penyakit atau
kompleks gejala yang mencirikan
adanya penyakit tertentu.
KERUSAKAN
Dilihat dari sisi
tumbuhannya, kerusakan
yang terjadi dapat menjadi
penting jika :

a. Bagian tanaman yang


dirusak memiliki arti
ekonomi penting. Ulat yang
menyerang daun tembakau
atau daun kubis merupakan
pengganggu yang penting
dibanding dengan ulat yang
menyerang daun padi atau
daun kelapa, karena nilai
ekonomi kubis dan
tembakau terdapat pada
daun.
KERUSAKAN
Dilihat dari sisi
tumbuhannya,
kerusakan yang terjadi
dapat menjadi penting
jika :

a. Bagian tanaman yang


dirusak memiliki arti
ekonomi penting.
Hama buah kakao,
busuk buah cabai dan
seterusnya merupakan
hama/penyakit penting
untuk masing-masing
komoditas tersebut
KERUSAKAN
Kerusakan tidak hanya
berakibat menurunnya
kuantitas tetapi juga
menurunkan kualitas.

Hama pascapanen yang tidak


hanya menurunkan berat
bahan simpanan tetapi juga
mengotori produk jelas lebih
merugikan dibanding yang
hanya mengurangi bobot
produk.

Hama/penyakit hortikultura
yang merusak kualitas
menjadi amat penting meski
tidak mengurangi berat atau
volume produk.
KERUSAKAN
Kemampuan toleransi
atau resistensi
tumbuhan terhadap
jasad herbivora.
Tumbuhan yang lebih
cepat pulih, atau tidak
mudah rusak karena
serangan jasad
pengganggu
menyebabkan jasad
kurang atau bahkan
tidak diperhatikan
sebagai penyebab
kerugian.
KERUSAKAN
Tanaman/tumbuhan yang
menghasilkan produk bermanfaat
justru karena serangan hama
malahan diharapkan agar
diserang jasad penganggu.

Kehadiran ulat kipat (Cricula


trifenestrata) pada tanaman
kedondong atau alpukat misalnya,
seringkali malah diharapkan oleh
penanamnya.

Demikian juga kehadiran kutu


yang mengundang semut
rangrang (Oecophylla
smaradigna), acapkali dibiarkan
saja karena larva semut memiliki
nilai ekonomi sebagai pakan
burung.
KERUSAKAN
Tanaman/tumbuhan
yang menghasilkan
produk bermanfaat
justru karena
serangan hama
malahan diharapkan
agar diserang jasad
penganggu.

Contoh penyakit???