Anda di halaman 1dari 89

PENGEMBANGAN

KURIKULUM PELATIHAN

Oleh :
Dr. drg. Ratu Megalia, M.Kes
BAPELKES
DIANAS KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT
POKOK BAHASAN :

Pendahuluan

Kurikulum dan modul dalam


manajemen pelatihan.
Pola pikir dalam menyusun kurikulum
dan modul.
Penyusunan kurikulum dan modul
pelatihan berorientasi pembelajaran.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Keberhasilan suatu organisasi sangat
ditentukan oleh sumber daya manusia
yang profesional.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan
untuk menghasilkan dan meningkatkan
sumber daya manusia yang profesional
adalah melalui pelatihan/Diklat.
Manfaat Kurikulum
Bagi fasilitator/ pelatih

Adanya acuan yang jelas dalam


memfasilitasi proses pembelajaran sehingga
materi pembelajaran dapat disampaikan
sesuai dengan tujuan pelatihan.
Bagi peserta latih

Secara tidak langsung mendapat


jaminan mengikuti pelatihan yang
terencana dengan baik.
Kedudukan Kurikulum dan Modul
Dalam Manajemen Pelatihan

Terdapat hal-hal spesifik berkaitan dengan


manajemen pelatihan yang terdiri dari proses
perencanaan (P1), penggerakan dan
pelaksanaan (P2), pemantauan, pengendalian
dan penilaian (P3).

Proses tersebut merupakan suatu siklus integral


yang digambarkan dalam suatu konsep model
pelatihan sebagai suatu proses yang integral
Konsep Model Pelatihan Sebagai
Suatu Proses yang Integral
Penjelasan Konsep Model
Pelatihan!
1. Proses pengkajian kebutuhan
pelatihan
Mengkaji adanya kesenjangan antara
standar kinerja dengan tingkat kinerja
yang dicapai atau dimiliki. Pengkajian
yang benar akan mengarahkan pelatihan
yang berorientasi kepada kebutuhan.
Penjelasan Konsep Model
Pelatihan!
2. Proses perumusan tujuan pelatihan

Merumuskan secara tepat dan benar kesenjangan


kinerja yang terjadi, dan menetapkan dengan jelas
kemampuan yang harus ditingkatkan.

Tujuan pelatihan dirumuskan dalam bentuk


kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta latih
seusai pelatihan. Untuk itu, rumusan tujuan harus
jelas, terukur, dan dapat dicapai.
Penjelasan Konsep Model
Pelatihan!
3. Proses merancang program
pelatihan
Kompetensi yang telah dijabarkan
sebelumnya dalam rumusan
tujuan selanjutnya diuraikan dalam
kegiatan operasional yang dapat
diukur.
Proses perancangan ini harus
menghasilkan: (1)
A. Kurikulum, dirancang berbasis
kompetensi yang harus dicapai dan
diuraikan dalam:

1) Materi pelatihan

2) Metode penyampaian (pembelajaran)

3) Proses pembelajaran setiap materi

4) Proporsi dan alokasi waktu


Proses perancangan ini harus
menghasilkan: (2)
B. Metode penyelenggaraan
pelatihan (dalam kelas,
lokakarya, pembelajaran
jarak jauh, ataupun
magang).
C. Rancangan alur proses
pelatihan
Penjelasan Konsep Model
Pelatihan!
4. Proses pelaksanaan program pelatihan
Terdiri dari rangkaian kegiatan pelaksanaan
program pelatihan yang berpedoman pada
kurikulum, metode penyelenggaraan, dan
rancangan alur proses pelatihan. Dengan
benar-benar mengacu pada langkah ketiga
tersebut, dapat dipastikan bahwa kompetensi
yang diharapkan akan dapat tercapai.
Proses Pelaksanaan Program
Pelatihan
Proses ini didahului dengan persiapan yang
menghasilkan komponen berikut ini:
Kerangka Acuan

Jadwal pelatihan

Pelatih yang sesuai dengan kriteria

Kelengkapan sarana dan prasarana diklat maupun


penunjangnya

Master of Training

Format-format yang dibutuhkan


Penjelasan Konsep Model
Pelatihan!

5. Proses evaluasi program


pelatihan

Merupakan kegiatan penilaian


terhadap pelaksanaan program
pelatihan meliputi penilaian
terhadap peserta, pelatih,
penyelenggara, dan pencapaian
tujuan pelatihan.
Proses
Evaluasi Program Pelatihan
Terdapat tiga tahap evaluasi pelatihan berdasarkan
tahapannya, yaitu:

1. Penilaian tahap pra pelatihan yang meliputi


empat komponen:

a. Peserta

b. Kurikulum
c. Pelatih

d. Institusi penyelenggara
Proses
Evaluasi Program Pelatihan
2. Penilaian tahap selama pelatihan
mencakup :

a. Input

b. Proses

c. Output

3. Penilaian tahap paska pelatihan dilakukan


terhadap:

a. Hasil pelatihan

b. Dampak pelatihan
Kedudukan Kurikulum dalam
Penyusunan Modul Diklat
Kedudukan kurikulum (training design)
adalah sentral.
Alasannya adalah karena perancangan
program pelatihan yang ditandai dengan
penyusunan kurikulum merupakan
output atau hasil dari proses TNA juga
dari perumusan tujuan.
Pengertian Kurikulum
Kumpulan pengalaman dan gagasan
yang ditata dalam bentuk kegiatan
sebagai proses pelatihan sedemikian
rupa sehingga pengalaman dan gagasan
itu terjalin, disajikan dengan
menggunakan metode dan media yang
disesuaikan dengan kebutuhan, dengan
memperhatikan nilai-nilai yang ada
(Willes Bundy, 1989).
Pergeseran paradigma pelatihan
dari training menjadi learning
a. Paradigma training yaitu pelatihan yang berorientasi
pada fasilitator/ pelatih (trainers oriented)
mempunyai ciri-ciri antara lain:
Keberadaan pelatih lebih penting daripada peserta

Fasilitator/ pelatih mempunyai kekuasaan atas


berlangsungnya proses
Peserta pasif (mendengarkan, mencatat, dan
bertanya untuk klarifikasi)
Metode yang digunakan lebih banyak ceramah.
Pergeseran paradigma pelatihan
dari training menjadi learning

b. Paradigma learning yaitu pelatihan yang


berorientasi pada peserta (learners oriented)
ditandai dengan: (1)
1. Keterlibatan penuh dari pesertanya (peserta
merupakan subyek)
2. Memberikan kebebasan kepada peserta
3. Kerjasama murni
4. Variasi dan keragaman dalam metode belajar
Pergeseran paradigma pelatihan
dari training menjadi learning
b.Paradigma learning yaitu pelatihan yang berorientasi

pada peserta (learners oriented) ditandai dengan: (2)

5. Motivasi internal (bukan semata-mata eksternal)

6. Adanya kegembiraan dan kesenangan dalam belajar

7. Integrasi belajar yang lebih menyeluruh ke dalam

segenap kehidupan organisasi


Kompetensi
Potensi seseorang yang ditampilkan
setelah dilatih melalui pelatihan.
Tampilan dalam aspek pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap tersebut
dapat dilihat dan diukur.
Struktur Program
Struktur program adalah proporsi
waktu antara teori, penugasan, dan
praktik lapangan serta jumlah
keseluruhan jam pelajaran.
Garis-Garis Besar Program
Pembelajaran (GBPP)
GBPP adalah uraian dari setiap materi
pembelajaran meliputi judul materi
pembelajaran, alokasi waktu yang dibutuhkan,
tujuan pembelajaran, pokok bahasan dan atau
sub pokok bahasan, metode, media, alat bantu,
dan referensi yang digunakan.

GBPP ini menjadi kerangka suatu modul atau


acuan dalam menyusun modul.
Modul
Modul merupakan uraian terkecil bahan belajar yang
akan memandu fasilitator/pelatih menyampaikan
bahan belajar dalam proses pembelajaran yang
sesuai secara terperinci.

Agar praktis dan mudah penggunaannya, modul


menurut pedoman ini berisi uraian dari pokok-pokok
bahasan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
masing-masing dilengkapi dengan metode dan
media pembelajaran, petunjuk penugasan, diskusi,
kasus, latihan-latihan, dan evaluasinya.
POLA PIKIR
Pola Pikir
Rancangan kurikulum pelatihan seiring dengan
pergeseran paradigma training ke arah learning
adalah kurikulum yang berorientasi
pembelajaran memiliki ciri berikut:
Dirancang berbasis kompetensi

Penentuan materi yang dibahas,

Learners oriented (berorientasi kepada


pembelajar)
Pola Pikir (2)
Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas maka
rancangan kurikulum pelatihan berorientasi
pembelajaran meliputi:
Latar belakang diperlukannya pelatihan.
Filosofi yang menekankan pada hak-hak peserta.
Kompetensi yang harus dimiliki peserta.
Tujuan pelatihan yang menggambarkan
kompetensi sumber daya manusia setelah
pelatihan.
Pola Pikir (3)
Jumlah dan kriteria peserta.

Struktur program yang berisikan materi dan alokasi

waktu

Diagram alir pembelajaran mulai dari pembukaan

sampai dengan penutupan.

Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)

yang terdiri dari materi pembelajaran, alokasi

waktu, tujuan pembelajaran, pokok bahasan dan

sub pokok bahasan, metode pembelajaran, media


Pola Pikir (4)
Evaluasi untuk mengukur

keberhasilan dan pencapaian

tujuan pelatihan yang telah

ditetapkan.

Sertifikasi yang menjelaskan

persyaratan untuk memperoleh

sertifikat.
POLA PIKIR
PENYUSUNAN KURIKULUM DAN MODUL
PELATIHAN BERORIENTASI PEMBELAJARAN
Penyusunan Kurikulum
1. Rumuskan kompetensi yang harus dicapai

melalui Training Need Assessment (TNA)

atau mempelajari job requirement/tupoksi).

2. Rumuskan tujuan pelatihan.

a. Tetapkan tujuan pelatihan berbasis

kompetensi.
Rumuskan tujuan pelatihan. (2)
b. Dalam menyusun tujuan libatkan orang-orang yang
ahli dalam:
Pembuat kebijakan/Perancang program pelatihan
Administrator
Penulis substansi (subject matter specialist)
Perancang kurikulum (curriculum designer)
Editor
Koordinator pelatihan
Ahli pembelajaran (learning specialist)
Rujuk buku akreditasi pelatihan di bidangnya
3. Kerangka (format) kurikulum adalah sebagai berikut:
4. Penjelasan Pengisian
Format Kurikulum
Judul kurikulum
Tulis judul pelatihan sebagai judul
kurikulum.
I. Pendahuluan
Terdiri dari:

A. Latar Belakang

Uraikan hal-hal yang melatarbelakangi mengapa pelatihan

perlu dilaksanakan.
I. Pendahuluan (2)
B. Filosofi pelatihan
Sampaikan hak-hak peserta yang dapat diperoleh selama
proses pembelajaran, antara lain:

Cara memandang/ memperlakukan peserta latih

Apa yang harus dilakukan oleh fasilitator/ pelatih

Apa yang akan diperoleh peserta latih

Proses pembelajaran yang akan dilaksanakan

Metode pembelajaran yang digunakan

Evaluasi yang akan dilaksanakan


II. Kompetensi
Jabarkan kompetensi yang harus
dicapai melalui pelatihan sesuai
dengan hasil TNA atau melalui cara
lain yang dipilih meliputi
pengetahuan, ketrampilan dan sikap.
III. Tujuan Pelatihan (1)
Dalam merumuskan tujuan pelatihan
memperhatikan hal-hal berikut:
A. Tentukan tujuan pelatihan dengan menguraikan/
menjabarkan kemampuan atau kompetensi yang akan
dicapai oleh peserta latih setelah mengikuti pelatihan.

B. Kompetensi yang akan dicapai meliputi pengetahuan,


ketrampilan dan sikap yang berkaitan dengan tugas
yang dimiliki peserta.
III. Tujuan Pelatihan (2)
c. Rumusan tujuan pelatihan terdiri dari:
Tujuan Umum : Menggambarkan tentang
tujuan yang ingin dicapai pada akhir pelatihan.
Tujuan Khusus : Menjabarkan kompetensi yang
dirumuskan pada tujuan umum dalam tahapan
kompetensi yang lebih spesifik dan bisa diukur.
IV. Peserta (1)
a. Tentukan kriteria peserta berdasarkan:

1. Kesesuaian dengan tugas pokoknya.

2. Latar belakang pendidikan (syarat


minimal pendidikan untuk menjadi peserta
pelatihan tersebut).

3. Pengalaman bekerja sesuai dengan


pelatihan.

4. Kriteria lain yang perlu dan spesifik untuk


pelatihan tersebut.
IV. Peserta (2)
b. Jumlah peserta ditentukan berdasarkan tujuan pelatihan.

Apabila tujuan pelatihan lebih mengarah ke aspek


manajemen maka jumlah ideal peserta adalah sebanyak-
banyak 30 orang.

sedangkan apabila tujuan pelatihan lebih mengarah ke


aspek teknis (praktis) maka jumlah ideal peserta sebaiknya
tidak lebih dari 15 orang atau menggunakan proporsi 1
fasilitator memandu penuh maksimal 5 orang peserta.
V. Struktur program (1)
Susun materi yang akan diberikan
dalam proses pelatihan dalam
bentuk matriks yang terdiri dari
materi dan alokasi waktu.
V. Struktur program (2)
a. Materi, yaitu ilmu pengetahuan atau ketrampilan
yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sesuai dengan pedoman
akreditasi pelatihan, dibagi menjadi 3 kelompok
yaitu:

- materi dasar

- materi inti

- materi penunjang
V. Struktur program (3)
b. Alokasi waktu, yaitu jumlah waktu
yang diperlukan dalam menyelesaikan
suatu materi serta proporsinya antara
teori dengan penugasan/praktik.
Alokasi waktu menggambarkan
kegiatan pelatihan yakni:
Teori (T) sebesar 40%
Penugasan (P) dan Praktik Lapangan
(PL) sebesar 60% yang disesuaikan
dengan bobot dari materi pelatihan
tersebut.

Dalam proses pembelajaran, alokasi


waktu untuk teori sebanyak 40%
disampaikan dengan menggunakan
metode yang lebih mengarah pada
terciptanya peran serta aktif peserta.
VI. Diagram Alir Proses
Pembelajaran
Gambarkan langkah-langkah
kegiatan dalam proses
pembelajaran yang dimulai
dengan pembukaan dan
seterusnya sampai dengan
penutupan.
VII. Garis-Garis Besar Program Pembelajaran
(GBPP)

Susun GBPP yang berisi komponen-komponen sebagai berikut:

1. Materi

2. Alokasi Waktu

3. Tujuan pembelajaran

4. Pokok bahasan dan atau sub pokok bahasan

5. Metode Pembelajaran

6. Media Pembelajaran

7. Alat bantu pembelajaran

8. referensi
1. Materi pembelajaran
Tuliskan judul materi pelatihan/mata
ajaran/pokok bahasan, baik yang
menyangkut sikap atau ketrampilan
yang dilatihkan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
2. Alokasi waktu
Tuliskan waktu dari
masing-masing materi
pembelajaran mengacu
pada struktur program.
3. Tujuan pembelajaran
Tuliskan tujuan pembelajaran dimana
tujuan tersebut merupakan arah
yang harus dicapai setelah sesi
materi berakhir.
Tujuan pembelajaran meliputi:
- Tujuan Pembelajaran Umum
- Tujuan Pembelajaran Khusus
Cara penulisan menggunakan
rumusan ABCD sebagai berikut :
A (Audience/ adanya subyek yang belajar) : peserta

B (Behaviour/ menggunakan kata kerja operasional yang

mengacu pada TAKSONOMI BLOOM).

C (Condition/ kondisi yang dicapai pada akhir sesi)

D (Degree/ tingkat kualitas dan atau kuantitas

kemampuan) : secara tepat sesuai kaidah yang berlaku.

Perhatikan bahwa rumus ABCD tidak selalu harus lengkap,

bisa cukup dengan ABC saja.


4. Pokok Bahasan dan atau
Sub Pokok Bahasan

Tuliskan pokok bahasan dan atau sub


pokok bahasan dengan mengacu pada
tujuan pembelajaran. Karena itu pokok
bahasan dan atau sub pokok bahasan
tersebut harus mendukung tercapainya
tujuan pembelajaran.
5. Metode Pembelajaran
Pilih dan tuliskan metode
pembelajaran yang akan digunakan
dimana dalam proses learning
pemilihan metode harus lebih
banyak memberikan kesempatan
kepada peserta untuk berperan lebih
aktif.
Pengertian Media
Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara-cara
dan teknik komunikasi dan interaksi
yang digunakan oleh fasilitator/pelatih
dalam menyampaikan materi
pembelajaran dan dalam
melaksanakan proses pembelajaran.
Pemilihan dan penggunaan metode
disesuaikan dengan:
1) Pendekatan pelatihan yang digunakan.

2) Tujuan pembelajaran yang ditetapkan dalam GBPP.

3) Alokasi waktu yang telah ditentukan.

4) Kemampuan pelatih dalam menggunakan metode

pembelajaran.

5) Tingkat kemampuan peserta dalam mengikuti pelatihan.

6) Besarnya kelompok sasaran yang mengikuti kegiatan

pelatihan.
Metode pembelajaran yang digunakan
pada pelatihan didalam kelas antara
lain yaitu:
Ceramah singkat/presentasi
Curah pendapat
Diskusi
Studi kasus
Simulasi
Role play
Demonstrasi
Permainan/game
Latihan/exercise
Coaching/fasilitasi/ pembimbingan
Praktik model
Seminar/semiloka/ lokakarya
6. Media Pembelajaran
Pilih dan tuliskan media pembelajaran yang akan

digunakan dalam proses pembelajaran.

Media pembelajaran adalah seperangkat benda/alat

yang berfungsi dan digunakan sebagai pembantu

fasilitator/pelatih dalam komunikasi dan interaksi

suatu proses pembelajaran dengan tujuan untuk

mempermudah dan mempercepat proses

penyampaian materi pembelajaran kepada peserta

latih.
Pemilihan dan penggunaan media
pembelajaran disesuaikan dengan:
1) Tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

2) Kebutuhan proses pembelajaran dan juga

kemampuan peserta latih.

3) Kemampuan yang ada pada fasilitator/pelatih

dalam menggunakan media pembelajaran

4) Alokasi waktu
Media pembelajaran yang digunakan pada
pelatihan di dalam kelas antara lain sebagai
berikut:
- OHT

- Software

- Buku referensi

- Modul

- Panduan pelatihan (petunjuk diskusi/ kasus/


latihan/ protap)

- Film

- Lembar balik
7. Alat Bantu Pembelajaran
Alat bantu pembelajaran adalah
seperangkat benda/ alat dalam
bentuk fisik (hardware) yang dapat
dilihat, didengar dan diraba oleh
panca indera, yang digunakan oleh
fasilitator/pelatih dalam
menyampaikan materi pembelajaran.
Dalam memilih alat bantu pembelajaran perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut yaitu:

1) Disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.

2) Disesuaikan dengan media pembelajaran yang

digunakan.

3) Menghasilkan efek pembelajaran yang lebih

baik.

4) Prinsip efektif dan efisien.

5) Disesuaikan dengan kemampuan dari

fasilitator/ pelatih.
Alat bantu pembelajaran yang digunakan pada
pelatihan di dalam kelas antara lain sebagai berikut:

Spidol
Transparan
LCD
OHP
White board
Komputer
Flip chart
8. Referensi
Tuliskan daftar buku-buku atau sumber
lainnya yang digunakan dalam menyusun
materi pembelajaran.

GBPP dapat dituliskan dalam bentuk


matriks seperti contoh 1 dan dapat juga
ditulis dalam bentuk lain seperti contoh 2.
VIII. Evaluasi pelatihan
Tuliskan evaluasi yang dilaksanakan.
Evaluasi adalah proses pengumpulan data
yang sistematis untuk mengukur
efektifitas program pelatihan.
Evaluasi bertujuan untuk mengukur
keberhasilan dan pencapaian tujuan
pelatihan yang telah ditetapkan.
Manfaat Evaluasi
Memperoleh informasi tentang kualitas dan
kuantitas pelaksanaan program pelatihan.

Mengetahui relevansi program pelatihan


dengan kebutuhan institusi.

Membuka kemungkinan untuk memperbaiki dan

menyesuaikan program pelatihan sesuai


dengan perkembangan situasi dan kondisi.
Evaluasi dilakukan
terhadap:

Peserta: evaluasi dilakukan


untuk mengetahui hasil
pembelajaran dari peserta.
Beberapa jenis evaluasi yang
biasa dilakukan yaitu : (1)
Evaluasi formatif: dirancang untuk
memberikan informasi yang dapat
digunakan pelatih untuk
melakukan perbaikan. Biasa
digunakan sebelum kelas
berakhir, sehingga masih terdapat
kesempatan untuk memperbaiki.
Beberapa jenis evaluasi yang biasa
dilakukan yaitu : (2)
Evaluasi sumatif: digunakan pada
akhir sesi pelatihan untuk
kepentingan dalam menentukan
peringkat, sertifikasi, evaluasi
terhadap kemajuan, atau penelitian
terhadap efektivitas kurikulum dan
perencanaan pelatihan.
Beberapa jenis evaluasi yang biasa
dilakukan yaitu : (3)
Portofolio: catatan, kumpulan hasil
karya peserta latih yang
didokumentasikan secara baik dan
teratur. Dapat berbentuk tugas,
jawaban peserta atas pertanyaan
fasilitator, catatan hasil observasi
fasilitator dan laporan kegiatan
Tujuan Evaluasi Untuk
Fasilitator dan Penyelenggara
Fasilitator/pelatih: evaluasi dilakukan untuk
mengetahui kemampuan fasilitator/pelatih
dalam menyampaikan materi pembelajaran
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Penyelenggara: evaluasi dilakukan untuk
mengetahui pelaksanaan administrasi
pelatihan.
IV. Sertifikasi
Tuliskan sertifikasi yang akan diberikan kepada
peserta yang telah mengikuti pelatihan yang
terakreditasi serta memenuhi ketentuan yang
berlaku yaitu:

a. Mengikuti pelatihan sekurang-kurangnya


selama 90% dari alokasi waktu pelatihan

b. Dinyatakan berhasil sesuai evaluasi belajar


Penetapan angka kredit pelatihan
yang diberikan didasarkan pada
lamanya pelatihan dalam satuan jam
pelajaran efektif yaitu sebagai
berikut :
Latihan!

Buatlah Contoh Kurikulum dan Modul


Pelatihan dengan Tema bebas sesuai
dengan sistematika rancangan
modul yang sudah dijelaskan.
Daftar Pustaka
Anderson, Ronald H. 1994. Pemilihan dan Pengembangan
Media Untuk Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Bundy, Willes, dalam Atmodiwirio, Soebagio. 2002.
Manajemen Pelatihan. Jakarta : PT. Ardadizya.
Depkes RI, Pusdiklat Pegawai. 1994. Pedoman Penyusunan
Kurikulum Diklat di Lingkungan Depkes RI. Jakarta.
Hamalik, Oemar. 2001. Pengembangan Sumber Daya Manusia,
Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan, Pendekatan
Terpadu. Jakarta : Bumi Aksara.