Anda di halaman 1dari 14

DYSPEPSIA

Merupakan istilah yang digunakan untuk suatu


sindrom atau gejala, tdd :
Nyeri ulu hati
Kembung
Mual
Muntah
Sendawa
Cepat kenyang
Perut panas
Secara garis besar sindrom dyspepsia dibagi
2

Dyspepsia Organik Dyspepsia Fungsional


Yaitu disebabkan adanya Yaitu tidak atau belum
penyakit organik. dijumpai gangguan patologis
Seperti : Tukak peptik dan struktural atau biokimiawi
gastritis dari pemeriksaan penunjang
yang konvensional
( radiologi, endoskopi,
laboratorium )
Dyspepsia Fungsional dibagi 3 menurut
gelaja klinis dan pengobatannya :
Dyspepsia tipe like-ulce (epigastric pain syndrome)
Gejala : nyeri ulu hati
Obat : Antasida, PPI, AH

Dyspepsia tipe dismotility (post prandial distress syndrome)


Gejala : kembung, mual, cepat kenyang.
Obat : Obat2 prokonetik cisapride ( metoclopramide, domperidon,
ondansetron )

Dyspepsia tipe mixed


Gabungan kedua tipe di atas.
Obat-obatan untuk Dyspepsia
Obat yang merangsang
Antasida
motilitas usus ( Prokinetik )

Menetralkan keasaman lambung


( PH>3 )

PPI
Memblokade asam lambung 1. Domperidon 3x10mg/hari
1. Omeprazole 2. Metoclopramide 3x10mg/hari
2. Lansoprazole 3. Cisapride 3x10mg/hari
3. Pantoprazole 4. Ondansetron 2x8mg/hari
Sukralfat Misoprostol

Nama dagang impepsa Nama dagang sitotec


Dosis 4x1gr/hari atau 2x2mg/hr Dosis 2x400mg/hari
Anti histamin reseptor (AH)
AH 1 AH 2

Bronkokonstriksi kulit : gatal


Kontraksi otot polos : usus,
pembuluh darah, bronkus
Permeabilitas pembuluh darah
AH 1 sedatif (CTM, difendidramin,
siklizin dll) Sekresi asam lambung
AH 1 non-sedatif (cetirizine, Ranitidin
loratadin dll) Cimetidin
Famotidin
Gold standard : Endoscopy / Gastroscopy
Pilihan lain :
Usg Abdomen
Barium milk
Dyspepsia

Alarm symtoms
(Anemia, penurunan BB, hematemesis, melena, umur >45
thn)

(-) (+)
Terapi empirik eksplorasi diagnostik
(endoskopi, usg, dll)

Penyebab organik teridentifikasi tidak


teridentifikasi

Terapi definitf Dyspepsia Fungsional


GERD ( Gastro Esophageal Tukak Saluran Cerna
Reflux Desease)
1. Heart burn 1.Tukak Lambung
2. Regurgitasi, mual dan pahit di lidah Nyeri saat makan atau perut sedang
3. Disfagia ( susah menelan)
penuh.
Diagnosis
4. Gejala khas (+) 2. Tukak Duodenum
5. Tes PPI empiris (+) Nyeri saat perut kosong
6. Jika ada alarm symtoms (+) Endoskopi

.Pengobatan initial therapy : omeprazole Disebabkan oleh H. Pylori


2x20mgmg/h (6-8M) Pengobatan PPI + Amoxicilin +
.Maintenance theraphy : omeprazole 1x20mg/h
klaritromisisin
( 4 bulan )
.On deman theraphy : omeorazole 2x20mg/h (1- Atau PPI + amoxicillin +
2M) metronidazole
Laporan kasus
Nama : Ny. R
Usia : 50 tahun
Pekerjaan : IRT
Alamat : jln. Srikandi

Riwayat penyakit sekarang


Os dating dengan keluhan nyeri ulu hati terutama saat malam hari,
keluhan ini sudah 1 bulan di alami pasien, mual (-), muntah (-)

Riwayat penyakit dahulu


HT (-)
DM (-)
DISLIPIDEMIA (-)
PEMERIKSAAN FISIK :
Kepala : dbn
Leher : dbn
Thorak : sp. Vesikular +/+, Rh -/-, Wh -/-
Cor : BJ I-II regular, gallop (-), murmur (-)
Abdomen : inspeksi : dbn
palpasi : nyeri tekan di region epigastrium
Auskultasi : peristaltik (+)
Ekstremitas : akral hangat, oedem (-)
Penatalaksanaan :
Medikamentosa
Lansoprazole 1x1
B.comp 1x1
Non-medikamentosa
Makan teratur : jangan sampai perut kosong
Hindari makanan pencetus meningkatnya asam lambung

Prognosis :
Dubia ad bonam
TERIMA KASIH