Anda di halaman 1dari 16

NSAID

SHELA MELYANA
(160110140036)
NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) adalah suatu golongan obat yang memiliki
efek analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang).
Golongan :
GOLONGAN

Nonselective Cyclooxygenase SELECTIVE CYCLOOXYGENASE II


Inhibitors INHIBITORS
1. Derivat asam salisilat: aspirin, natrium salisilat, salsalat, diflunisal, cholin 1. Diaryl-subtiuted furanones: rofecoxib
magnesium trisalisilat, sulfasalazine, olsalazine
2. Diaryl-subtituted pyrazoles: celecoxib
2. Derivat para-aminofenol: asetaminofen
3. Asam asetat indol: etodolac
3. Asam asetat indol dan inden: indometasin, sulindak
4. Sulfonanilid: nimesulid
4. Asam heteroaryl asetat: tolmetin, diklofenak, ketorolac
5. Asam arylpropionat: ibuprofen, naproksen, flurbiprofen, ketoprofen, fenoprofen,
oxaprozin
6. Asam antranilat (fenamat): asam mefenamat, asam meklofenamat
7. Asam enolat: oksikam (piroksikam, meloksikam)
8. Alkanon: nabumeton
IBUPROFEN
SHELA MELYANA
(160110140036)
IBUPROFEN

Jenis obat : Obat anti inflamasi non-steroid

Golongan : Obat resep

: Meredakan demam, rasa sakit dan


Manfaat
inflamasi

Dikonsum
: Dewasa dan anak-anak
si oleh

: Tablet, kapsul, obat kunyah, bubuk,


Bentuk
cairan yang diminum
Ibuprofen adalah obat antiinflamasi non steroid (NSAID) turunan dari asam propionat
digunakan untuk menghilangkan rasa sakit (analgesik), membantu menurunkan demam
(antipiretik) dan mengurangi peradangan (anti inflamasi).
Ibuprofen bekerja dengan menghambat enzim siiklooksigenase sehingga sintesis
prostaglandin (merupakan molekul lemak yang berasal dari asam arakidonat dan bekerja
di ujung saraf jaringan) terhambat, yang terlibat dalam mediasi inflamasi (pembengkakan),
nyeri, dan demam.
Ibuprofuen tidak larut dalam air, tapi sangat larut dalam kebanyakan pelarut organik
(etanol, metanol, aseton dan diklorometana).
INDIKASI KONTRAINDIKASI

Turunan asam arylpropionic berguna untuk: Ibuprofen merupakan kontraindikasi pada :


1. Pengobatan rheumatoid arthritis dan osteoarthritis, 1. Pasien dengan ulkus peptikum berat,
2. Untuk pengurangan nyeri ringan sampai sedang 2. Hipersensitivitas ibuprofen, dan
3. Menurunkan demam, 3. Kehamilan trisemster ketiga.
4. Untuk rasa sakit yang terkait dengan dismenore,
5. Nyeri penyakit gigi,
6. Pencabutan gigi,
7. Pasca operasi, dan
8. Sakit kepala.
FARMAKOKINETIK

Absorbsi di gastrointestinal, dan kecepatan absorbsi pada umumnya cepat tetapi dapat
dirubah dengan adanya beberapa obat ataupun makanan didalam lambung (Absorbsi
dipengaruhi oleh makanan).
Metabolisme di hati dengan hidroksilasi dan konyugasi glukoronoid,
Eksresinya akan dikeluarkan bersama dengan urin.
Ibuprofen memiliki ikatan yang kuat yaitu sekitar 99% dengan albumin plasma, dengan
waktu paruh 2 jam.
FARMAKODINAMIK

Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin dengan nonselektif COX
inhibitor.
Obat ini memiliki kemampuan menghambat COX dan mencegah feel PGs pada otot halus
didalam uterin sehingga baik digunakan untuk kasus-kasus disminore.
Ibuprofen juga memiliki kemampuan bekerja di perifer sehingga dapat menunjukkan efek
anti-inflamasi.
EFEK SAMPING

Efek samping meliputi:


1. Mual,
2. Dispepsia,
3. Ulserasi gastrointestinal / perdarahan,
4. Diare,
5. Sembelit,
6. Sariawan
7. Mimisan,
8. Sakit kepala, pusing, ruam
DOSIS IBUPROFEN

Usia Takaran Frekuensi per

hari

>12 tahun 200-400 mg 3-4 kali


Dosis penggunaan ibuprofen tergantung
kepada tingkat keparahan rasa sakit yang
diderita pasien. 10-12 tahun 300 mg atau 15 3 kali

ml
Jangan melebihi dosis maksimum
7-10 tahun 200 mg atau 10 3 kali
ibuprofen untuk orang dewasa yaitu 2.400
ml
mg per 24 jam.
4-7 tahun 150 mg atau 7,5 3 kali
Tabel berikut ini akan menjelaskan dosis-
ml
dosis umum penggunaan ibuprofen bagi 1-4 tahun 100 mg atau 5 3 kali
dewasa dan anak-anak. ml

6-12 bulan 50 mg atau 2,5 3-4 kali

ml

3-6 bulan 50 mg atau 2,5 3 kali

ml
MENGAPA TERJADI BIBIR LECET DAN
SARIAWAN SETELAH MINUM OBAT IBUPROFEN?
SHELA MELYANA
(160110140036)
Ibuprofen merupakan obat yang dapat menimbulkan reaksi hipersensitivitas.
Bibir bruntusan (muncul gelembung berisi cairan) dan sariawan merupakan hasil dari
reaksi hipersensitivitas ibuprofen terhadap oral.
Alergi obat merupakan reaksi hipersensitivitas yang dapat digolongkan menjadi 4 tipe
menurut gell dan coombs
Bila antibodi spesifik yang terbentuk adalah igE pada penderita atopi(igE-mediated)maka
yang terjadi adalah reaksi tipe I (anafilaksis).
Bila antibodi yang terbentuk adalah igG dan igM, kemudian diikuti oleh aktivasi komplemen
maka yang terjadi adalah reaksi hipersensitivitas tipe II atau tipe III.
Bila yang tersensitisasi adalah respons imun selular maka akan terjadi reaksi tipe IV.
MEKANISME REAKSI ALERGI

Konsumsi Ibuprofen

Reaksi hipersensitifitas

Timbul respon ig E

Pelepasan histamin (mediator kimia) yang menyebabkan reaksi alergi

Vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler

Pindahnya plasma dan sel-sel leukosit ke jaringan

Menimbulkan beruntusan pada bibir


faktor pemicunya sariawan seperti :

Trauma fisik seperti tergigit, terkena sikat gigi, luka karena makanan atau pada pasien
yang menggunakan kawat gigi.
Perubahan hormonal seperti saat menstruasi. Sekelompok RAS sering terlihat di masa pra
menstrual. Keadaan ini diduga berhubungan dengan faktor hormonal antara lain hormon
estrogen dan progesteron.
Defisiensi zat gizi seperti kekurangan vitamin B12, zat besi dan asam folat.
Pada beberapa orang, dapat disebabkan oleh stres.
Faktor herediter atau turunan.
Efek samping pengobatan, seperti ibuprofen dan aspirin.