Anda di halaman 1dari 14

FIBROKISTIK MAMMAE

Disusun Oleh :
Doman Sembiring (113307019)

Pembimbing :
dr. David I Tambun, Sp.B
dr. Abdi Gunawan, Sp.B
PENDAHULUAN

Fibrokistik juga dikenal sebagai mamary displasia. Hampir sama dengan


fibroadenoma, fibrokistik ini merupakan benjolan pada payudara yang
sering dialami sebagian besar wanita. Penyakit ini umumnya terjadi pada
wanita berusia 25-50 tahun.

Kelompok penyakit ini sering mengganggu ketentraman penderita karena


kecemasan akan keluhan nyerinya. Dari suatu simposium di Southampton,
Inggris tahun 1987 dinyatakan : Suatu kondisi yang umum di sebut
penyakit fibrokistik peyudara akan menjadi suatu problem klinis untuk
abad yang akan datang. Pada pasien hal ini akan disebabkan dari
perasaan tidak enak serta rasa cemas yang menyertainya dan
mempengaruhi kualitas hidup pasien
Fibrokistik adalah kelainan akibat
dari peningkatan dan distorsi
perubahan siklik payudara yang
terjadi secara normal selama daur
haid. Penyakit fibrokistik pada
DEFENISI umumnya terjadi pada wanita
berusia 25-50 tahun (>50%)
ANATOMI PAYUDARA
FISIOLOGI PAYUDARA

Payudara wanita mengalami tiga jenis perubahan yang dipengaruhi


oleh hormon.
Perubahan pertama dimulai dari masa hidup anak melalui masa
pubertas sampai menopause. Sejak pubertas, estrogen dan progesteron
menyebabkan berkembangnya duktus dan timbulnya sinus.
Perubahan kedua, sesuai dengan daur haid. Beberapa hari sebelum
haid, payudara akan mengalami pembesaran maksimal, tegang, dan nyeri.
Oleh karena itu pemeriksaan payudara tidak mungkin dilakukan pada saat
ini.
Perubahan ketiga terjadi pada masa hamil dan menyusui. Saat hamil
payudara akan membesar akibat proliferasi dari epitel duktus lobul dan
duktus alveolus, sehingga tumbuh duktus baru. Adanya sekresi hormon
prolaktin memicu terjadinya laktasi, dimana alveolus menghasilkan ASI
dan disalurkan ke sinus kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting
susu
ETIOLOGI

Genetik

Fibrokistik Pengaruh
Makanan Mammae Hormon

Radiasi di
daerah
dada
PATOGENESIS

Kista payudara biasanya muncul akibat dari hormon. Hubungan dengan


adanya respons jaringan payudara dan perubahan kadar hormon estrogen yang
terjadi setiap bulannya selama masa reproduktif berlangsung. Seperti yang kita
ketahui, bahwa setiap bulannya selama siklus haid makan jaringan payudara akan
mengalami pembengkakan. Dan rangsangan dari hormon pada jaringan payudara
ini akan menyebabkan payudara menahan air serta kelenjar susu dan juga
salurannya akan mengalami pelebaran. Cairan inilah yang selanjutnya berkumpul
dan pada akhirnya akan membentuk kista payudara.
GEJALA KLINIS

Biasanya multipel: bengkak dan nyeri tekan pada bilateral


payudara menjelang menstruasi

Teraba massa yang bergerak bebas pada payudara

Biasanya payudara teraba lebih keras dan benjolan pada


payudara membesar sesaat sebelum menstruasi.

Keluar cairan dari putting


DIAGNOSIS
Keluhan utama penderita berupa benjolan di payudara, rasa sakit, keluar
cairan di puting susu, eksema di sekitar areola, dimpling, kemerahan,
ulserasi, peau dorange, dan keluhan pembesaran kelenjar getah bening
Anamnesis aksilla.

Dengan pemeriksaan fisik yang baik dan teliti, ketepatan pemeriksaan


untuk kanker payudara secara klinis cukup tinggi. Teknik pemeriksaan
dilakukan dengan badan bagian atas terbuka, antara lain: posisi tegak
Pemeriksaan (duduk), posisi berbaring, menetapkan keadaan tumor, pemeriksan KGB
Fisik Regional.

Mammografi
Pemeriksaan Biopsi
Penunjang
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa
Suportif ( anti nyeri, anti diuretik)
Pemberian progesteron
Pemberian bromokriptin dan danazol

Bedah
Reduksi Mammoplasty
PROGNOSIS

Prognosis masih belum diketahui secara pasti


namun karena penyebabnya adalah hormon maka kista
payudara dapat mengecil, bahkan bisa hilang sendiri
disaat seorang wanita mulai memasuki masa
menopause.
KOMPLIKASI

1. Kekambuhan
Pengobatan dari kista payudara memang tidak menjamin
100% bisa membantu mengatasi kista. Jadi, pasien yang telah
mengalami kista, maka resiko untuk kambuh lagi bisa saja terjadi
asalkan sifat dari kista tidak berubah menjadi ganas dan tidak
menimbulkan gangguan. Maka terapi selanjutnya adalah mastektomi.

2. Kanker Payudara
THANK
YOU