Anda di halaman 1dari 25

PEDOMAN

PENATALAKSANAAN
MALARIA

dr. H. MONTE SELVANUS LUIGI K.


KOMITE MEDIK
RS PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG
2010
06/04/17 DR.H. MONTE SLK 1
PENDAHULUAN
LAPORAN TERJADI RESISTENSI TERHADAP
KLOROKUIN DAN SULFADOKSIN-
PIRIMETAMIN DI INDONESIA
OBAT PILIHAN PENGGANTI: ACT
(ARTEMISININ COMBINATION THERAPY)
YAITU:
1. ARTESUNATE-AMODIAKUIN
2. DIHYDROARTEMISININ-PIPERAQUIN
(UNTUK DAERAH PAPUA DAN SEKITAR)

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 2


SIKLUS HIDUP PLASMODIUM
TUBUH NYAMUK TUBUH MANUSIA

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 3


SIKLUS PADA MANUSIA
SIKLUS EKSO-EROSITER (DALAM HATI)
INFEKSI SPOROZOIT MASUK KE DALAM
HATI (TROPOZOIT HATI) BERKEMBANG
MENJADI MEROZOIT HATI (10.000-30.000)
PADA P VIVAX DAN OVALE ADA SBGN YG
MJD HIPNOZOIT (BERSIFAT DORMAN
DAN HIDUP DI SEL HATI SELAMA
BERTAHUN-TAHUN)

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 4


SIKLUS PADA MANUSIA

SIKLUS ERITROSITER (SKIZOGONI)


MEROZOIT HATI PECAH INFEKSI SEL ERITROSIT
BERUBAH MENJADI SKIZON SEL ERITROSIT PECAH
PEMBENTUKAN GAMETOSIT JANTAN DAN BETINA

P FALCIFARUM MENGINFEKSI SEMUA SEL DARAH MERAH


P VIVAX DAN OVALE MENGINFEKSI SEL DARAH MERAH MUDA
(2%)
P MALARIAE MENGINFEKSI SEL DARAH MERAH TUA (1%)

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 5


SIKLUS PADA NYAMUK
ANOPHELES BETINA
NYAMUK ANOPHELES BETINA
MENGHISAP DARAH YG MGD GAMET
JANTAN DAN BETINA PEMBUAHAN
ZIGOT OOKINET OOKISTE - SPOROZIT

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 6


TAYLOR TE, STRICKLAND GT.
06/04/17 DR.H. MONTE SLK 7
INKUBASI MALARIA
ADALAHRENTANG WAKTU SEJAK
SPOROZOIT MASUK S/D TIMBULNYA
GEJALA KLINIS YG DITANDAI DENGAN
DEMAM

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 8


PATOGENESIS
DEMAM

SKIZON PECAH ANTIGEN


MERANGSANG SEL MACROFAG,
MONOSIT, SITOKIN SPT TNF TNF
DIBAWA KE HIPOTALAMUS DEMAM
P FALCIFARUM: 36-48 JAM
P VIVAX/OVALE: 48 JAM
P MALARIAE: 72 JAM

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 9


DIAGNOSIS MALARIA
ANAMNESIS

PMRX FISIK
1. DEMAM
2. CA ATAU TANGAN PUCAT
3. SPLENOMEGALI
4. HEPATOMEGALI

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 10


DIAGNOSIS MALARIA
TERSANGKA MALARIA BERAT
1. TEMP RECTAL 40
2. NADI CEPAT DAN LEMAH
3. TEK DARAH < 70, ANAK < 50
4. RR > 35X, ANAK >40X
5. PENURUNAN KESADARAN GCS < 11
6. MANIF PERDARAHAN (PETECHIE, PURP)
7. DEHIDRASI
8. ANEMIA BERAT
9. IKTERIK
10. RBK PADA PARU
11. SPENO DAN HEPATOMEGALI
12. GAGAL GINJAL DITANDAI DG ANURIA
13. GANGG. NEUROLOGI (KAKU KUDUK DLL)

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 11


DIAGNOSIS MALARIA
PEMERIKSAAN LAB
(-) : NEGATIF
(+) : 1-10 PARASIT DLM 100 LPB
(++) : 11-100 PARASIT DLM 100 LPB
(+++) : 1-10 PARASIT DLM 1 LPB
(++++) : >10 PARASIT DLM 1 LPB
RAPID TEST YAITU: HRP-2 DAN P-LDH
PENUNJANG YL: HB,HCT,AL,AT,KIMIA
DARAH,EKG, THORAX, BIAKAN DARAH DLL

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 12


PENGOBATAN MALARIA
PENGOBATAN TANPA KOMPLIKASI
LINI PERTAMA
MALARIA FALCIFARUM

ARTESUNATE + AMODIAKUIN + PRIMAKUIN

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 13


LANJUTAN
DOSIS AMODIAKUIN BASA 10 MG/KGBB
DOSIS ARTESUNAT 4 MG/KGBB

DOSIS PRIMAKUIN 0,75 MG/KGBB

SEBAIKNYA SESUAIKAN OBAT SESUAI DG


BERAT BADAN PASIEN

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 14


PENGOBATAN MALARIA
LINI KEDUA
DIBERIKAN BILA LINI PERTAMA TIDAK EFEKTIF
DITANDAI DG: KLINIS TDK MEMBURUK TETAPI
PARASIT ASEKSUAL TDK BERKURANG ATAU
REKRUDENSI

KINA + DOKSISIKLIN (TETRASIKLIN) + PRIMAKUIN

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 15


06/04/17 DR.H. MONTE SLK 16
PENGOBATAN MALARIA
MALARIA VIVAKS DAN OVALE
LINI PERTAMA

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 17


LANJUTAN
PENGOBATAN LINI KEDUA
HR JENIS OBAT JUMLAH TABLET PER HARI
BERDASARKAN UMUR
0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 > 15
BLN BLN THN THN THN THN

1-7 KINA * * 3X 3X1 3X 1 3X3



1-14 PRIMAKUIN - - 1

DOSIS PRIMAKUIN 0,25 MG/KGBB


DOSIS KINA 10 MG/KGBB/KALI SELAMA 7 HARI

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 18


PENGOBATAN MALARIA (MIX)
HR JENIS OBAT JUMLAH TABLET PER HARI BERDASARKAN UMUR
0-1 BLN 2-11 BL 1-4 TH 5-9 TH 10-14 TH > 15 TH
1 ARTESUNAT 1 2 3 4
AMODIAKUIN 1 2 3 4
PRIMAKUIN - - 1 2 2-3
2 ARTESUNAT 1 2 3 4
AMODIAKUIN 1 2 3 4
PRIMAKUIN - - 1
3 ARTESUNAT 1 2 3 4
AMODIAKUIN 1 2 3 4
PRIMAKUIN - - 1
4-14 PRIMAKUIN - - 1

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 19


PENGOBATAN MALARIA BERAT DENGAN
ARTEMETER DAN KINA INJEKSI
PENGOBATAN MALARIA BERAT DENGAN ARTEMETER DAN
KINA INJEKSI
Obat malaria berat
Lini pertama :Artemether injeksi diberikan secara intramuskuler,
selama 5 hari.
Setiap ampul Artemether berisi 80 mg/ml.
Dosis dan cara pemberian Artemether:
Untuk dewasa: dosis inisial 160 mg (2 ampul) IM pada hari ke 1,
diikuti 80 mg (1 ampul) IM pada hari ke 2 s/d ke 5. Dosis anak
tergantung berat badan yaitu:
Hari Pertama : 3,2 mg/KgBB/hari
Hari II- V : 1,6 mg/KgBB/hari

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 20


PENGOBATAN MALARIA BERAT DENGAN
ARTEMETER DAN KINA INJEKSI

Lini kedua : Kina perinfus/drip


Cara pemberian kina per-infus: Dosis dewasa
(termasuk ibu hamil) : Kina HCl 25 % dosis 10
mg/Kgbb (1 ampul isi 2 ml = 500 mg kina HCl 25
%) yang dilarutkan dalam 500 ml dekstrose 5 %
atau NaCl 0,9 % diberikan selama 8 jam, diulang
dengan cairan yang sama setiap 8 jam terus-
menerus sampai penderita dapat minum obat.

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 21


PENGOBATAN MALARIA BERAT DENGAN
ARTEMETER DAN KINA INJEKSI

Atau :
Kina HCl 25 % (perinfus), dosis 10mg/Kg
BB/4jam diberikan setiap 8 jam, diulang dengan
cairan dan dosis yang sama setiap 8 jam sampai
penderita dapat minum obat.
Dosis anak-anak : Kina HCl 25 % (per-infus) dosis
10 mg/kgbb (bila umur < 2 bulan : 6-8 mg/kg bb)
diencerkan dengan 5-10 cc dekstrosa 5 % atau NaCl
0,9 % per kgbb diberikan selama 4 jam, diulang setiap
8 jam sampai penderita sadar dan dapat minum obat.

06/04/17 DR.H. MONTE SLK 22


KOMPLIKASI MALARIA
MALARIA SEREBRAL
ANEMIA BERAT
HIPOGLIKEMIA
SYOK
GGA
KOAGULOPATI
BLACKWATER FEVER
HIPERPARASITEMIA
OEDEM PARU
DISTRESS PERNAFASAN
06/04/17 DR.H. MONTE SLK 23
DAFTAR PUSTAKA
DEPKES RI. 2008. PEDOMAN
PENATALAKSANAAN KASUS MALARIA DI
INDONESIA, DIREKTORAT JENDERAL
PENGENDALIAN DAN PENYEHATAN
LINGKUNGAN
FERDINAND LAIHAD. DRAFT PEDOMAN
PENANGGULANGAN/ PENANGANAN MALARIA DI
DAERAH BENCANA, SUBDREKTORAT
P2MALARIA DITJEN P2M PL DEPKES R.I.
SARJAINI JAMAL. PENGOBATAN MALARIA DAN
MASALAH DILAPANGAN, SENIOR RESEARCHER
IN THE NATIONAL INSTITUTE OF HEALTH
RESEARCH AND DEVELOPMENT, JAKARTA.
06/04/17 DR.H. MONTE SLK 24
06/04/17 DR.H. MONTE SLK 25