Anda di halaman 1dari 33

ISO 14001

SISTEM
DIANTI -MANAJEMEN
25315041
LINGKUNGAN (SML)
PENDAHULUAN

Kegiatan industri menghasilkan produk


samping/limbah yang dapat menyebabkan penurunan
kualitas hingga kerusakan lingkungan akibat
pencemaran
Penipisan sumber daya alam/daya dukung
lingkungan, lingkungan adalah wadah sumber daya
alam yang merupakan instrumen dari pembangunan
berkelanjutan
Membantu perusahaan meningkatkan kepercayaan
pelanggan melalui tanggung jawab perusahaan
terhadap lingkungan, apakah produk/jasa yang dibeli
sudah dibuat secara sadar lingkungan?
Perdagangan internasional dan tuntutan globalisasi
sebagai instrumen kompetisi
DEFINISI

Standar internasional yang dapat di aplikasikan


pada semua sistem manajemen perusahaan yang
terfokus pada kinerja lingkungan
Persyaratan sistem manajemen lingkungan untuk
kebijakan lingkungan dan pengelolaan aspek
lingkungan
Bersifat proaktif dan sukarela
Perbedaan ISO 14001 dengan kebijakan oleh badan
atau instansi: merupakan prosedur dan sistem,
bukan standar atau batasan buangan limbah
SEJARAH PEKEMBANGAN

1960 : Pengelolaan lingkungan


1970 - 1980 : Ditemukan pencemaran, sehingga
terbentuk hukum dan kebijakan lingkungan
1980 - 1990 : Minimisasi limbah
1990 : Pengelolaan lingkungan dan standardisasi
International Organization of
Standardization (ISO)
British Standard (BS)
Technical Committee (TC)
Kuhre, W. L. 1996. Sertifikasi ISO 14001: Sistem Manajemen Lingkungan.Prenhallindo, Jakarta.
MANFAAT
Perlindungan terhadap lingkungan: Menjaga kelangsungan
sumber daya alam dalam kondisi baik, minimisasi limbah,
konservasi sumber daya alam, perbaikan dan pemecahan
masalah lingkungan
Dasar persamaan kompetitif: Dasar yang sama dalam
penggunaan uang dan waktu untuk pemeliharaan lingkungan
Menunjukkan kesesuaian dengan peraturan: Bukti perusahaan
telah bertindak sesuai peraturan yang berlaku
Pembentukan sistem pengelolaan yang efektif: Sistem
komputasi membantu mengelola data dalam hal pelacakan
limbah
Menghemat biaya: Mengurangi jumlah dan skala pembersihan
limbah dan penggunaan bahan kimia serta engurangi
kebutuhan energi, listrik, gas, ruang, dan air
Penurunan kecelakaan kerja
Peningkatan hubungan masyarakat
LANGKAH UMUM UNTUK MENDAPATKAN
SERTIFIKASI ISO 14001
1. Penilaian awal dan definisi kegunaan
Penilaian awal dapat dilakukan oleh konsultan atau
pekerja dalam perusahaan dengan penilaian netral atau
independen. Pencakupan hal:
. Salinan standar ISO 14001
. Daftar peraturan utama yang dapat diterapkan
. Daftar dampak utama dari kegiatan/aktivitas industri
. Pengawasan lingkungan yang berlangsung saat ini
. Aktivitas tambahan yang diperlukan dan area yang
harus dicakup
. Perkiraan biaya dan manfaat
Definisi kegunaan dapat berupa upaya mnejaga
lingkunga dengan lebih baik, untuk memperoleh
sertifikasi ISO 14001, agar lebih efektif dalam segi
biaya, untuk memperbaiki hubungan baik dengan
2. Persiapan kebijakan perlu dilakukan sejak awal dalam suatu
proses dan ditingkatkan secara berkala.
3. Mendapatkan sumber daya manusia.
4. Prosedur dan kebijakan untuk identifikasi, penyusunan, dan
menganalisis dampak untuk proses pengawasan pengelolaan
lingkungan.
5. Tujuan dan sasaran
6. Pemanfaatan dokumen dan sumber daya yang tersedia
7. Persiapan prosedur operasi dan rencana tindakan secara
tertulis
8. Implementasi program
9. Pelaksanaan audit yang berkelanjutan, tinjauan manajemen,
perbaikan, dan tindak lanjut harus dilakukan
berkesinambungan pada sistem pengelolaan lingkungan.
10.Audit internal, membantu mengidentifikasi dan melakukan
perbaikan yang perlu dilakukan.
11.Audit eksternal, dilakukan oleh auditor dari lembaga dan
instansi luar.
12.Sertifikasi oleh lembaga atau instansi yang berwenang.
PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN
LINGKUNGAN
1. Persiapan implementasi
2. Kebijakan lingkungan
3. Perencanaan
Tujuan tahap perencanaan atau rencana tindakan
(action plan) adalah menciptakan kondisi
sedemikian sehingga perusahaan dapat
melaksanakan kegiatannya sesuai dengan
kebijakan lingkungan, yang didasarkan pada
informasi yang benar dan usulan internal ataupun
harapan perusahaan tentang kinerja lingkungan.
4. Implementasi dan operasi
5. Pemeriksaan dan tindakan koreksi
6. Tinjauan manajemen
Kuhre, W. L. 1996. Sertifikasi ISO 14001: Sistem Manajemen Lingkungan.Prenhallindo, Jakarta.
A. KEBIJAKAN LINGKUNGAN
Manajemen puncak menandatangani dan memberi dukungan
atas kebijakan perlindungan lingkungan yang bersifat umum
maupun spesifik.
Relevan dan sesuai dengan karakteristik organisasi
Perlindungan lingkungan adalah prioritas utama perusahaan
Berkomitmen pada perbaikan berkelanjutan yang terkait
dengan aspek lingkungan
Menyediakan kerangka kerja untuk menilai kemajuan yang
dapat disesuaikan dengan tujuan dan sasaran organisasi
Dikomunikasikan kepada seluruh pekerja organisasi, tersedia
untuk umum (pekerja organisasi dan masyarakat) serta
adanya dukungan manajemen puncak
Mengandung kebijakan umum dan spesifik, bergantung pada
permasalahan lingkungan seperti minimisasi limbah dan
kecelakaan pekerja
Perbaikan berkelanjutan
Contoh Kebijakan Umum

Organisasi berkomitmen untuk menjadikan perlindungan


lingkungan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
kegiatan operasi dan bisnis sehari-hari. Menaati
peraturan dan persyaratan hukum merupakan
keharusan yang menjadi standar kerja minimum
operasi perusahaan. Untuk mencapai perlindungan
lingkungan, kami akan:
Menghemat penggunaan sumberdaya pada setiap
kegiatan, produk dan jasa yang dilakukan
Mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap
perancangan produk baru dan atau kegiatan baru
Contoh Kebijakan Spesifik

Minimisasi limbah harus dilakukan oleh seluruh pekerja,


seluas mungkin pada semua fasilitas yang kita miliki.
Hal ini sangat bernilai bagi lingkungan, bagi
keselamatan para pekerja kita, dan sukses
berkesinambungan dari kegiatan operasional kita.
Pengurangan bahan kimia dan limbahnya dan
pembelian prosuk daur ulang adalah prioritas bagi
seluruh pekerja. Ketentuan ini berlaku baik bagi limbah
berbahaya maupun yang tidak berbahaya .....
B. SISTEM ORGANISASI
Pengelola lingkungan merupakan ahli lingkungan yang inovatif
dan kreatif untuk membantu organisasi mencapai keunggulan
dalam sistem manajemen.
Manajemen puncak memiliki otoritas dan menjalankan
tanggung jawab untuk menggunakan sumber daya
manusia yang tersedia
Pekerja diberikan wewenang dan tanggung jawab secara
rinci, serta bekerja sama sesuai dengan masing-masing
jenis perkerjaan
Pekerja memiliki akses ke berbagai sumber informasi
Pelatihan bagi seluruh pekerja perusahaan untuk
menyadari pentingnya ISO 14001 pada setiap aktivitas
industri yang dilakukan
Komunikasi internal dan kesadaran pekerja agar
termotivasi untuk melindungi lingkungan
Penilai kinerja pekerja dalam pengelolaan lingkungan untuk
C. ASPEK, EFEK, DAN DAMPAK
LINGKUNGAN
Kegiatan industri memberikan efek dan dampak pada
perubahan aspek lingkungan seperti udara, air, tanah, dan
sumber daya alam lain.
Analisis efek dan dampak dilakukan terhadap kegiatan
operasional, produk dan jasa, serta pihak kontraktor
organisasi
Prosedur identifikasi efek dan dampak haru sesuai dengan
fungsi, aktivitas, dan proses organisasi
Prosedur analisis
Prosedur penilaian risiko: karakterisasi penerima, penilaian
bahaya, penilaian temuan, karakterisasi risiko
Efek dan dampak yang menimbulkan kerusakan lingkungan
atau kesehatan manusia ditentukan prioritas untuk
penanganan atau tindakan
Penyiapan daftar efek dan dampak lingkungan
Penyajian efek dan dampak lingkungan kepada pekerja dan
D. TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan adalah suatu rencana yang luas yang dapat


membantu pencapaian kebijakan. Sasaran adalah sesuatu
yang bersifat kuantitatif yang dipakai mengukur
keberhasilan tujuan.
Jelas dan konsistensi
Terintegrasi dengan keseluruhan organisasi
Harus memperhatikan proyek lingkungan yang bersifat
aktif
Prosedur untuk menyatakan dan mengkomunikasikan
tujuan dan sasaran untuk mencapai kesesuaian
Pencapaian tujuan dan sasaran dilakukan dengan
mempersiapkan rencana tindakan
Harus disesuaikan dan menjaga integritas keseluruhan
pengelolaan lingkungan
Penetapan tanggung jawab untuk mencapai sasaran
D. IMPLEMENTASI ISO 14001

Pada tahap ini, dilakukan persiapan dan implementasi


program pengelolaan lingkungan dan pengawasan
operasional sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ada.
Sistem implementasi harus terus menerus ditingkatkan
dengan cara yang paling efektif dari segi biaya
Salah satu pengelolaan lingkungan adalah
meminimumkan buangan ke udara, badan air, dan saluran
air
Manfaat
Pengurangan dampak lingkungan
Peningkatan keselamatan kerja
Kesesuaian dengan peraturan
Pengurangan biaya operasional
Peningkatan hubungan masyarakat
Pengurangan kewajiban
CONTOH IMPLEMENTASI MINIMISASI LIMBAH

A, 1993 dalam Kuhre, W. L. 1996. Sertifikasi ISO 14001: Sistem Manajemen Lingkungan.Prenhallindo, Jakarta.
Pengawasan Pengadaan dan Vendor
Pengadaan dan pembelian harus memperhatian masalah
harga, kualitas, pengiriman, serta aspek lingkungan.
Memastikan kontraktor melakukan perlindungan terhadap
lingkungan pada usahanya memasok bahan kimia, suku
cadang, atau jasa dengan:
Mewajibkan perolehan sertifikasi ISO 14001
Mengaudit perusahaan kontraktor (mahal)
Meninjau beberapa dokumentasi lingkungan
Prosedur perolehan atau pembelian barang atau jasa dari
pemasok untuk mencapai tujuan lingkungan:
Data komposisi produk
Data bahan kimia yang digunakan dalam proses
pembuatan produk
Informasi yang berkaitan dengan daur hidup produk
Modifikasi kontrak
Persetujuan dan Pelacakan Proses, Peralatan, dan
Bahan Kimia

Kuhre, W. L. 1996. Sertifikasi ISO 14001: Sistem Manajemen Lingkungan.Prenhallindo, Jakarta.


Prosedur Gawat Darurat
Prosedur gawat darurat terdiri dari rencana respon gawat darurat yang
bertujuan untuk memberikan pertolongan segera pada individu dan
lingkungan, dan rencana pemulihan bencana bertujuan untuk
memulihkan dan menjalankan kegiatan industri yang ada. Persiapan
prosedur gawat darurat:
Tim respon gawat darurat
Peralatan perlindungan pekerja
Peralatan pembersih tumpahan bahan kimia
Pelatihan
Pelatihan praktik tim respon gawat darurat
Fisik
Komunikasi tim respon gawar darurat
Rencana respon gawat darurat
Ketersediaan tim
Penentuan nomor telepon internal untuk keadaan gawat darurat
Nomor telepon gawat darurat eksternal
Peta evakuasi
Sistem pemberitahuan masyarakat
Titik pertemuan di luar lokasi
Peralatan gawat darurat, seperti alat pencuci mata, pemadam
kebakaran, dll
Praktik evakuasi
E. AUDIT, PENINJAUAN, DAN
VERIFIKASI
Prosedur ini bertujuan untuk meninjauan sistem yang
memerlukan perbaikan, kesesuaian, atau peningkatan kinerja
secara berkesinambungan serta menilai kemajuan yang dibuat
dalam kebijakan, tujuan, dan sasaran.
Proses audit
Kotak awal
Jadwal dan maksud kunjungan
Pertemuan praaudit
Meninjau daftar audit
Audit situs
Pertemuan pasca audit
Menganalisis temuan-temuan
Memasukkan data
Mengirimkan hasil audit
Tindak lanjut
Tindakan perbaikan terhadap hal yang menyimpang adalah
bagian penting dalam pengelolaan lingkungan, sehingga
hasil yang tidak sesuai dan saran perbaikan dapat
diperbaiki
Identifikasi
Metode perbaikan
Pengiriman permintaan perbaikan
Tindak lanjut
Perbaikan berkelanjutan
Dokumentasi audit, semua kemajuan dan hasil yang
dicapai harus didokumentasikan dengan rinci dan teratur
Analisis data audit, bertujuan untuk menilai kegiatan
operasional dan dibandingkan dengan standar yang ada
Tinjauan manajemen, hasil audit digambarkan dengan jelas
dan deskriptif sesuai dengan tujuan dan sasaran sehingga
manajemen dapat mengimplementasikan perubahan yang
positif
Perbaikan berkelanjutan
E. PENGUMPULAN DAN
PENANGANAN DATA
Mengelola kegiatan operasional dan lingkungan
perlu dipantau dan diuji untuk mempermudah
manajer ingkungan untuk membuat perubahan
seperti perbaikan atau penyesuaian. Bagaimana
suatu data dikumpulkan dan dianalisis?
Menentukan kebutuhan data
Prosedur pengumpulan data
Prosedur interpretasi data
Perawatan peralatan pemantau
Peralatan pengelolaan data
Penggunaan data
Pelaporan data ke manajemen senior
E. PENGAWASAN DOKUMEN

Semua prosedur pengelolaan lingkungan yang


menyangkut kebijakan, perencanaan,
implementasi, pemeriksaan, dan pencegahan
dilakukan pengawasan dengan pengumpulan dan
penyimpanan. Bagaimana penanganan dokumen
dilakukan?
Identifikasi dokumen yang perlu disimpan
Pengumpulan dokumen
Penyusunan dokumen
Pembuatan file dan penyimpanan dokumen
Penghancuran file yang sudah tidak terpakai
SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN
LINGKUNGAN
Jenis 1 Sertifikasi yang dilakukan oleh pihak ketiga
yang tidak berpihak, seperti lembaga sertifikasi
internasional yang terakreditasi secara
internasional/nasional. Sistem ini mengaudit
secara keseluruhan sesuai dengan yang
tercantum dalam ISO 14001 (bobot paling
besar)
Jenis 2 Dikenal juga sebagai pernyataan diri karena
audit dilakukan oleh perusahaan sendiri
sehingga mempunyai bobot yang
paling kecil.
Jenis 3 Sertifikasi pihak kedua yang dilakukan apabila
melibatkan pemasok yang terkait dengan
kontrak. Dalam hal ini audit
dilakukan oleh perusahaan yang menggunakan
produk/jasa pemasok
Perbedaan ISO 14001: 2004 dan ISO 14001: 2015

ISO 14001: 2004 ISO 14001: 2015


Empat dan 12 Sepuluh dan 16
Klausul
dokumen wajib dokumen wajib
Identifikasi dan
Struktur memahami konteks
orgaisasi internal dan eksternal
organisasi
Menentukan
perencanaan risiko
Perencanaan
dan peluang,
risiko
kemudian tindakan
untuk mengatasinya
Tidakan Menggunakan konsep
Ada
pencegahan perencanaan risiko
Membangun berbagai Hanya prosedur
Prosedur prosedur umum dan kesiapsiagaan dan
prosedur spesifik tanggap darurat
http://www.yasufuku.co.id/images/ISO14001_l.jpg
CONTOH
PT WASKITA KARYA

Perseroan didirikan sebagai BUMN pada tahun 1961


melalui proses nasionalisasi perusahaan asing yang
semula bernama Aanemings Maatschapiij N.V menjadi PT
Waskita Karya (Persero) Tbk dan menjadi salah satu
perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia
Perseroan menjalankan kegiatan usaha dalam bidang
industri konstruksi, pabrikasi, jasa penyewaan, investasi,
pekerjaan terintegrasi, serta layanan jasa peningkatan
kemampuan bidang konstruksi
Sertifikasi ISO 14001: 2004 atas pengelolaan lingkungan
sejak Juni 2006 (berlaku Januari 2012-2015)
Sertifikat GOLD untuk Green Building periode November
Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan

Implementasi CSR dilakukan secara konsistensi dan


berkelanjutan melalui Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) dan dikembangkan menjadi Program
Bina Lingkungan
Perseroan senantiasa melestarikan lingkungan pada proyek-
proyek Perseroan sehingga polusi yang dihasilkan proyek
selalu masih berada dalam batas aman atau dibawah Nilai
Ambang Batas (NAB) yang diijinkan

GO GREEN CONSTRUCTION
Kegiatan proses pembangunan dengan konsep proyek
berwawasan hijau atau ramah lingkungan. Perseroan juga
berperan aktif dalam Green Building Council Indonesia (GBCI)
dengan menyelenggarakan program kegiatan sertifikasi
bangunan hijau (greenship).
ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN DAN AUDIT
Bertujuan untuk memastikan setiap pelaksanaan proyek telah
mematuhi peraturan perundangan yang berlaku dengan melakukan:
Dokumen lingkungan (AMDAL, dokumen pengelolaan dan
pemantauan lingkungan/ DPPL) sesuai UU No. 32 tahun 2009
Laporan pengenlolaan lingkungan (RKL) dan laporan pemantauan
lingkungan (RPL) secara periodik setiap 6 bulan sekali kepada
instansi terkait, kementerian lingkungan hidup (KLH)
Izin untuk penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan
beracun (B3) dari Pemprov DKI Jakarta
Aktivitas penghijauan dan penanaman pohon
PEMULIHAN DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN
Mematuhi pelaksanaan manajemen lingkungan pada Sistem
Manajemen Lingkungan ISO 14001: 2004, sehingga polusi yang
dihasilakn berada dalam batas aman atau di bawah NAB. Perseroan
melakukan konservasi lingkungan hidup terhadap lahan tandus
dengan penanaman pohon serta membuka ruang hijau baru.