Anda di halaman 1dari 28

RESPONSI

Ensefalopati Hipertensi
Pembimbing :
dr. Usman Gumanti R, Sp.S
Yessie Elin Santoso
Tri Aji Pujo
Rinda Yanuarisa
Pendahuluan

Hypertensi Emergensi:
PeningkatanTekanan Darah yang hebat, disertai
adanya gangguan end organ
Edema paru akut, gagal jantung kongestif, nyeri dada
iskemik, retinopati, papilledema, perdarahan retina,
dissecsi aorta, disfungsi ginjal, Ensepalopati hipertensi
Hypertensi Urgensi:
Peningkatan Tekanan Darah yang hebat, tanpa
disertai adanya gangguan end organ
DEFINISI ENSEPALOPATI HIPERTENSI

Ensefalopati hipertensi adalah sindrom klinik akut


reversible yang dicetuskan oleh kenaikan tekanan
darah secara mendadak sehingga melampaui batas
autoregulasi otak
Epidemiologi

Umumnya terjadi pada


Memiliki riwayat hipertensi sebelumnya
Kurangnya kontrol ke dokter
Tidak patuh dalam konsumsi regimen anti hipertensi
Penggunaan obat (Sympathomimetic seperti (cocaine, amphetamine, MAO
inhibitors)
Gejala Klinis Hypertensi encephalopati

Sakit Kepala
Mual
Muntah
Gangguan penglihatan (kabur hingga buta)
Kejang
Penurunan derajat kesadaran
Hyperreflexia
Diagnosis ensepalopati hipertensi.

Gejala Akut Stroke dibandingkan dengan Gejala


neurologis yang diakibatkan oleh hipertensi
Onset gejala
Pada stroke gejalanya akut sedangkan pada ensepalopati
hipertensi Subacute dan progressive
Distribusi gejala
Focal pada stroke, Global pada ensepalopati hipertensi
Retinal arteriolar spasms, papilledema, perdarahan retina
Hypertensive encephalopathy-diagnosis II.

Gambaran radiologi
CT: densitas yang rendah pada regio posterior
substansia alba disertai edema serebri
MRI lebih sensitiv dan spesifik
Lesi yang hiperintens pada T2 dan hipointens pada T1
Sering pada sirkulasi vertebro basiler (lobus occipital, serebellum, batang otak)
Juga dapat terjadi pada substansia alba yang lebih dalam dan ganglia basalis
Biasanya bilateral dan simetris
Gambar Ensepalopati hipertensi dengan edema serebri
Pathophysiology

Kerusakan autoregulasi cerebral yang normal


Ekstravasasi cairan dan protein
Sistem vertebrobasilar lebih rentan karena kurang kuat persarafan simpatis

Refleks vasokonstriksi
Hipoperfusi dan iskemia
Studi Angiografic menunjukkan vasospasme
Infark permanen dalam beberapa kasus
Pathophysiology
Penurunan mendadak Stres mekanik disertai cedera
dari resistensi vaskuler endotelial, permeabilitas
sistemik
meningkat, aktivasi
koagulasi/platelet,
pembentukan fibrin

TD
1) Nekrosis fibrinoid
2) Ischemik
3) Aktivasi RAA
4) Proinflammatory
cytokines
Batas Tekanan Darah

Tidak ada batas tekanan darah spesifik yang dapat mnyebabkan hipertensi
ensepalopati
Tapi disfungsi organ jarang terjadi pada TD diastolik < 130 mm Hg
Tingkat kenaikan mungkin lebih penting
Encephalopathy akan terjadi pada tingkat tekanan darah yang lebih rendah pada
ibu hamil dan anak-anak, dibanding yang lain
Evaluasi Awal

Fokus pada riwayat


Riwayat Hipertensi?
Seberapa baik kontrol hipertensi pasien?
Jenis obat antihipertensi yang digunakan?
Tidak patuh/rutin makan obat?
Dosis antihipertensi yang terakhir?
Evaluasi Awal

Riwayat sosial
Recreational Drugs
Amphetamines
Cocaine
Phencyclidine
Evaluasi Awal

Pemeriksaan TD di kedua lengan untuk konfirmasi


Gunakan cuff yang cocok/sesuai
Cuff yang terlalu kecil akan memberikan tekanan darah yang palsu terutama
pada orang gemuk
Evaluasi Awal

Cari kemungkinan gangguan end-organ


Penyakit vaskuler
Nilai nadi di semua ekstremitas
auskultasi pada arteri renal untuk menilai adakah bruit
Cardiopulmonary
Dengarkan adakah rales / krepitasi (CHF)
Murmurs atau gallops
Evaluasi Awal

Pemeriksaan Neurologis
Hypertensive Encephalopathy perubahan status mental/kesadaran, mual, muntah,
kejang
Tanda lateralisasi menandakan adanya cerebrovasculer accident (stroke)
Pemeriksaan retina
Kerusakan bentuk retina
Keith-Wagener-Barker Classification
Hypertensive Encephalopathy: Differential
Dx
Stroke (Ischemic)
Intracranial (intracerebral or subarachnoid) hemorrhage
Massa intrakranial
Encephalopathy karena obat, onfeksi intra cranial, ensepalopati uremicum
Managemen

Peningkatan tekanan darah tanpa gangguan target organ


Hypertensive urgency
Obat antihipertensi oral
Target penurunan bertahap tekanan darah dalam 24 - 48 jam
Managemen

Peningkatan tekanan darah dengan gangguan organ arget


Hypertensive emergency
Antihipertensi parenteral
Target penurunan TD diastolik hingga 10-15% atau sampai 110 mm Hg dalam
waktu 30 - 60 menit
Theraphy I.

Penurunan MAP dalam menit, tidak lebih dari 20-25% dalam 1-2 jam pertama,
dengan penurunan lebih lanjut dalam beberapa jam kemudian - hari :
Terapi gangguan organ target
Monitoring
Intensive care unit
Therapy II.

Obat antihipertensi:
Cepat dan dapat diprediksi onsetnya
Mudah di titrasi
Tergantung pada Tekanan Darah pasien awal
Durasi dari hipertensi emergensinya
Disesuaikan dengan kondisi klinis
Tingkat keterlibatan neurologis (misalnya dapat meningkatkan tekanan intra
kranial)
Obat Parenteral
Untuk Penganganan Hipertensi Emergensi
Obat Dosis Onset Duration of
Action
Sodium 0.25-10 ugr/kg/min Immediate 1-2 minutes after
nitroprusside infusion stopped
Nitroglycerin 5-500 ug/min 1-3 minutes 5-10 minutes

Labetolol HCl 20-80 mg every 10-15 min 5-10 minutes 3-6 minutes
or 0.5-2 mg/min
Fenoldopan HCl 0.1-0.3 ug/kg/min <5 minutes 30-60 minutes

Nicardipine HCl 5-15 mg/h 5-10 minutes 15-90 minutes

Esmolol HCl 250-500 ug/kg/min IV 1-2 minutes 10-30 minutes


bolus, then 50-100
ug/kg/min by infusion;
may repeat bolus after 5
minutes or increase
infusion to 300 ug/min
Chobanian AV et al, The JNC 7 report, JAMA 2003;389-2560-70
Parenteral Drugs for Treatment of
Edema Paru Akut/disfungsi Nicardipine, fenoldopam, or nitropruside combined with
sistolik nitrogliceryn and loop diuretic
Edema Paru Akut/Disfungsi Esmolol, metoprolol, labetalol, verapamil, combined with low
Diastolik dose of nitrogliceryn and loop diuretics
Iskemi Koroner Akut Labetalol or esmolol combined with diuretics
Hipertensi Ensefalopati Nicardipine,, labetalol, fenoldopam
Diseksi Aorta Akut Labetalol or combined Nicardipine and esmolol or combine
nitropruside with esmolol or IV metoprolol
Preeklampsi, eklampsia Labetalol or Nicardipine
Gagal Ginjal Akut/ anemia Nicardipine or fenoldopam
mikroangiopathic
Krisis Simpatetik/ overdosis Verapamil, diltiazem, or Nicardipine combined with
kokain benzodiazepin
Hipertensi post operatif akut Esmolol, Nicardipine,, Labetalol
Stroke Iskemik Akut/ Nicardipine, labetalol, fenoldopam
Perdarahan Intraserebral

Marik Paul E, Varon Joseph, CHEST 2007;131:1949-62


Prognosis

Pemulihan total
Mortality rate 5%
TERIMAKASIH