Anda di halaman 1dari 24

PERHITUNGAN KINERJA

SIMPANG BERSINYAL
Dosen Pengampu:
Benny Hamdi, ST, MT

KELOMPOK 2 :

DIAH WIDYA 1307113147


SURIYATI 1307123235
AIDI YANI FITRI 1307123316
IMAM MUSTAFA 1407112805
WAHYU RAHMADHAN 1407117955
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Sinyal lalu lintas akan dipasang pada simpang tiga lengan di Medan
Simpang : Jl. Setia Budi Jl. Dr. Mansyur
Tugas : Hitunglah waktu sinyal, derajat kejenuhan, panjang antrian,
dan tundaan dengan pengaturan tiga fase
Data Masukan : Kondisi kondisi geometrik, pengendalian lallu lintas
dan lingkungan, Lihat Formulir SIG-I. Data arus lalu lintas lihat
Formuli SIG-II. Waktu kuning semua dan merah semua lihat formulir
SIG-III
Hasil : Hasil perhitungan ditunjukkan oleh SIG-IV dan SIG-V
Catatan : Formulir SIG-II menunjukkan arus lalu lintas dalam
smp/jam untuk smeua jurusan. Gerakan lurus dari pendekat Barat
adalah 75% pada hijau yng pertama dan 25% pada hijau yang kedua.
Formulir SIG-IV menunjukkan Rasio Arus Simpang (IFR) adalah
0,546. Waktu siklus adalah 57 detik,. Derajat kejenuhan simpang
adalah 0,728.
Formulir SIG-V menunjukkan panjang antrian maksimum adalah 47 m.
Tundaan simpang tersebut adalah 24,50 detik
PENDAHULUAN PERHITUNGAN
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kode Pendekat (Kolom 1) Tipe Lingkungan (Kolom 2)

Gunakan Utara, Selatan, Timur, Barat Tipe lingkungan jalan:


atau tanda lainnya yang jelas untuk COM= komersial
menamakan pendekat-pendekat tersebut. RES= Pemukiman
Perhatikan bahwa lengan simpang dapat RA= Akses Terbatas
dibagi oleh pulau lalu lintas menjadi dua
pendekat atau lebih, misal N(LT+ST), Note: untuk setiap pendekat
N(RT).
Cara yang sama digunakan jika gerakan
gerakan lalu lintas pada pendekat
tersebut mempunyai lampu hijau yang
berbeda fase
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Tingkat Hambatan Samping (Kolom 3)


Macam-macam tingkat Hambatan Samping:
1. Tinggi : Besar arus berangkat pada tempat masuk dan keluar berkurang oleh karena aktivitas
disamping jalan pada pendekat seperti angkutan umum berhenti, pejalan kaki berjalan
sepanjang atau melintas pendekat, keluar-masuk halaman disamping jalan dsb.
2. Rendah : Besar arus berangkat pada tempat masuk dan keluar tidak berkurang oleh hambatan
samping dari jenis-jenis yang di sebut diatas

Median (Kolom 4)
Jika terdapat median pada bagian kanan dari garis henti dalam pendekat (Ya/Tidak)
Kelandaian (Kolom 5)
Masukkan kelandaian dalam % (naik= +% ; turun= -%).
Belok Kiri Lansung (Kolom 6)
Masukkan jika belok kiri langsung (LTOR) diijinkan (Ya/Tidak) pada pendekat tsb (tarnbahan
untuk menunjukkan hal ini dalam diagram fase sehagairnana diuraikan di atas)
Jarak Ke Kendaraan Parkir (Kolom 7)
Masukkan jarak normal antara garis-henri dan kendaraan pertama yang diparkir disebelah hulu
pendekat, untuk kondisi yang dipelajari.
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Lebar Pendekat (Kolom 8-11)


Masukkan, dari sketsa, lebar (ketelitian sampai sepersepuluh meter terdekat)
bagian yang diperkeras dari masing-masing pendekat (hulu dari titik belok untuk
LTOR), Belok-Kiri Langsung, Tempat masuk (pada garis henti) dan Tempat Keluar
(bagian tersempi setelah melewati jalan melintang)

catatan : Catat pada lembar terpisah informasi lainnya yang anda pikir dapat
mempengaruhi kapasitas
pendekat tersebut.
PENDAHULUAN PERHITUNGAN
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Untuk Formulir SIG II


Arus lalulintas dalam smp/jam bagi masing-masing jenis
kendaraan untuk kondisi terlindung dan/atau terlawan
(yang sesuai tergantung kepada fase sinyal dan gerakan
belok kanan yang diizinkan) dengan menggunakan emp

Masukkan Hasil nya pada Kolom (4)-(5),(7)-(8),dan (10)-(11)


PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Untuk Kolom (12)-(14)


Hitung arus lalu-lintas total QMV dalam smp/jam pada masing-masing pendekat
untuk kondisi-kondisi arus berangkat terlindung dan/atau terlawan.
Contoh :
Untuk QMV dalam satuan kend/jam pada kolom (12) = (3)+(6)+(9)
untuk QMV pada kondisi arus terlindung pada kolom (13) = (4)+(7)+(10) smp/jam
untuk QMV pada kondisi arus terlawan pada kolom (14) = (5)+(8)+(11) smp/jam

Untuk Kolom (15) dan (16)

Hitung masing-masing pendekat rasio kendaraan belok kiri PLT dan rasio
kendaraan belok Kanan PRT dan masukkan hasilnya kedalam kolom (15) dan (16)
pada baris yang sesuai dengan arus LT dan RT dengan rumus :
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Untuk Kolom (18)

Hitung rasio kendaraan tak bermotor dengan membagi arus kendaraan tak
bermotor QUM kend./jam pada Kolom (17) dengan arus kendaraan bermotor
QMV kend./jam pada Kolom (12):

PUM = QUM/QMV
PENDAHULUAN PERHITUNGAN
PENDAHULUAN PERHITUNGAN
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (1) Kode Pendekat:

Gunakan Utara, Selatan, Timur, Barat atau tanda lainnya yang jelas untuk
menamakan pendekat - pendekat tersebut. Perhatikan bahwa lengan
simpang dapat dibagi oleh pulau lalu lintas menjadi dua pendekat atau lebih.
misal N(LT+ST), N(RT). Cara yang sama digunakan jika gerakan-gerakan
lalu-lintas pada pendekat tersebut mempunyai lampu hijau yang berbeda
fase.

Kolom (2) Hijau dalam fase no


Nomor dari fase yang masing-masing pendekat/gerakannya mempunyai nyala
hijau.

Kolom (4) (5) (6) Rasio kendaraan berbelok


Masukkan rasio kendaraan berbelok (PLOTR atau PLT, PRT) untuk setiap
pendekat (dari Formulir SIG-II kolom 15-16).
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (7) (8) Arus RT smp/jam

Masukkan dari sketsa arus kendaraan belok kanan dalam smp/jam, dalam
arahnya sendiri (QRT) pada kolom 7 untuk masing-masing pendekat (dari
Formulir SIG-II kolom 14). Masukkan juga untuk pendekat tipe 0 arus
kendaraan belok kanan, dalam arah yang berlawanan (QRTO) pada kolom 8 (dari
Formulir SIG-II Kolom 14).

Kolom (9) Lebar Efektif

Lebar effektif (We) dari setiap pendekat berdasarkan informasi tentang


lebar pendekat (WA), lebar masuk (WMASUK) dan lebar keluar (WKELUAR) dari
Formulir SIG-I (sketsa dan Kolom 8-11) dan rasio lalu-lintas berbelok dari
formulir SIG-IV Kolom 4-6 sebagai berikut, dan masukkan hasilnya pada
kolom 9 pada Formulir SIG-IV.

Pada SIG-IV kolom 9:


WLTOR tidak diketahui. Maka We = WA = WMASUK
PENDAHULUAN PERHITUNGAN
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (10) Nilai dasar smp/jam hijau

Maka : 600 x 9 = 5400

Kolom (11) Ukuran Kota

Maka: Ukuran kota 0,95 juta, Fcs = 0,94


PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (12) Hambatan Samping


PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (13) Kelandaian


PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (14) Parkir


PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (15) Belok Kanan

Kolom (16) Belok Kiri

Kolom (17) Nilai disesuaikan smp/jam hijau

Kolom (18) Arus lalu lintas smp/jam


Masukkan arus lalu-Iintas masing-masing pendekat (Q) dari Formulir SIG-II
Kolom 13
terlindung) atau Kolom 14 (terlawan) ke dalam Kolom 18 pada Formulir SIG-IV.
PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (19) Rasio arus FR

Kolom (20) Rasio fase PR

Kolom (21) Waktu hijau det

Kolom (22) Kapasitas smp/jam


PENDAHULUAN PERHITUNGAN

Kolom (23) Derajat kejenuhan

Waktu siklus pra penyesuaian

Waktu siklus diesesuaikan


PENDAHULUAN PERHITUNGAN
TERIMA KASIH