Anda di halaman 1dari 225

Attention

For best experience, please download and install Open Sans


and Route 159 typeface family,

Thank You
FORENSIC MEDICINE
The Essentials
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Miscellaneous

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Ilmu Kedokteran F
orensik

i
Ilmu Kedokteran yang mempelajari pemanfaatan ilmu ke
dokteran untuk kepentingan penegakan hukum serta kea
dilan
Definisi - Sehat

UU No. 23 tahun 1992 tentang K


esehatan
Keadaan sejahtera dari badan, jiwa, sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan eko
nomi.

UU No. 36 tahun 2009 tentang K


WHO, tahun
esehatan, Pasal
19471
Ayat 1.keadaan
Suatu Keadaanyang
sehatsempurna
baik secara
baik
fisik,
secara
mental,
fisik,spiritual,
mental, dan
maupun
sosialsosial
sertayang
tidakmemungkinkan
hanya bebas dari
tiap
penyakit
orang untuk
atau kele
hid
mahan.
up produktif secara sosial dan ekonomis.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 5


Definisi - Sakit

WHO
Suatu kondisi cacat atau kelainan yang disebabkan oleh gangguan penyakit, emosional, intelektual, dan sosial.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 6


Definisi - Mati

UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 1


17
Seseorang dinyatakan mati jika fungsi sistem sirkulasi dan sistem pernafasan terbukti telah berhenti secara perma
nen, atau kematian batang otak telah dibuktikan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 7


Pasal 1: mengamalkan sumpah dokter Indonesia
Pasal 2: profesionalisme dalam pengambilan keputus
an
Pasal 3: kemandirian profesi
Pasal 4: menghindarkan diri dari sifat memuji diri

KODEKI, Pasal 5: perbuatan dokter hanya untuk kepentingan p


asien
Pasal 6: bijak dalam menerapkan penemuan baru

part 1 Pasal 7: wajib memberikan keterangan yang valid


Pasal 8: wajib memberikan pelayanan secara kompet
en
Pasal 9: bersikap jujur dengan pasien dan sejawat
Pasal 10: menghormati hak pasien dan sejawat
Pasal 11: kewajiban melindungi hidup makhluk insani

The Power of PowerPoint | thepopp.com 8


Pasal 12: memperhatikan promotif, preventif, kuratif
Pasal 13: saling menghormati lintas sektoral bidang k
esehatan
Pasal 14: tulus dan ikhlas untuk kepentingan pasien
Pasal 15: memberi kesempatan pasien interaksi deng

KODEKI,
an keluarga
Pasal 16: merahasiakan segala sesuatu tentang pasie
n

part 2 Pasal 17: wajib melakukan pertolongan darurat


Pasal 18: memperlakukan teman sejawat dengan baik
Pasal 19: tidak boleh mengambil alih pasien dari seja
wat
Pasal 20: wajib memelihara kesehatan diri sendiri
Pasal 21: wajib mengikuti perkembangan ilmu

The Power of PowerPoint | thepopp.com 9


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
1 Visum et Repertum

2 Surat Keterangan Kematian

Daftar Isi 3 Tanatologi

4 Luka

5 Abortus dan Infanticide

The Power of PowerPoint | thepopp.com 11


6 Asfiksia dan Tenggelam

7 Kejahatan Seksual

8 Identifikasi Forensik

Daftar Isi 9 Sudden Death

10 Autopsi

11 Kecelakaan Lalu Lintas

The Power of PowerPoint | thepopp.com 12


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Visum et Repertum

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Visum et Repertum

i
Keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter atas perm
intan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeri
ksaan medik terhadap manusia, baik hidup atau mati ata
upun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia, ber
dasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah, untuk kep
entingan peradilan
Statsblad No. 350 tah
Landasan Hukum
1
un 1937
Visa reperta dari dokter-dokter, yang dibuat atas sumpah jabatan, ...,
mempunyai daya bukti dalam perkara-perkara pidana, sejauh itu men
gandung keterangan tentang yang dilihat oleh dokter pada benda yan
g diperiksa
2 KUHAP p1 a28
Keterangan ahli adalah keterangan yang diberikan oleh
seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yan
g diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pida
na guna kepentingan pemeriksaan.
KUHAP p120 a1 3
Dalam hal penyidik menganggap perlu, ia dapat minta pendapat orang
ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus.

4 KUHAP p133 a1
Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan mena
ngani seorang korban baik luka, keracunan ataupun ma
ti yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak
pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keteran
KUHAP p133 a2 5 gan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter
dan atau ahli lainnya.
Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dil
akukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas
untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksa
an bedah mayat. The Power of PowerPoint | thepopp.com 15
Landasan Hukum
KUHAP p179 a1 1
Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakirnan a
tau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan.

2 KUHAP p184 a1
Alat bukti yang sah ialah: a.keterangan saksi; b.keterangan a
hli; c.surat;
d.petunjuk; e.keterangan terdakwa.

KUHAP p187 3
Surat sebagaimana tersebut pada Pasal 184 ayat (1) huruf c, dibuat at
as sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah, adalah:
c.surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasa
UU No. 29 tahun 2004 tt
rkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang d
iminta secara resmi dan padanya;
4 g Praktik Kedokteran
Pasal 46 dan 47 tentang rekam medis, pasal 48 ra
hasia kedokteran

Instruksi Kapolri N
o. Ins/E/20/IX/75 5
10 poin mengenai tata cara permohonan atau pencabutan vis
um
The Power of PowerPoint | thepopp.com 16
Instruksi Kapolri No. Ins/E/20/IX/75

Mengadakan peningkatan penertiban prosedur permintaan/pencabutan Visum et Repertum kepad


1 a Dokter / Ahli Kedokteran Kehakiman.

Dalam mengirimkan seorang luka atau mayat ke Rumah Sakit untuk diperiksa, yang berarti pula me
2 minta Visum et Repertum, maka jangan dilupakan bersama-sama si korban atau mayat tadi mengaju
kan sekali permintaan tertulis untuk mendapatkan Visum et Repertum.

Dalam hal seorang yang menderita luka tadi akhirnya meninggal dunia, maka harus segera mengaju
kan surat susulan untuk meminta Visum et Repertum.
3 Dengan Visum et Repertum atas mayat, berarti mayat harus dibedah. Sama sekali tidak dibenarkan
mengajukan permintaan Visum et Repertum atas mayat berdasarkan pemeriksaan luar saja.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 17


Instruksi Kapolri No. Ins/E/20/IX/75
Untuk kepentingan di Pengadilan dan mencegah kekeliruan dalam pengiriman seorang mayat harus
selalu diberi label dan segel pada ibu jari kaki mayat.
4 Pada label itu harus jelas disebutkan nama, jenis kelamin, umur, bangsa, suku, agama, asal, tempat ti
nggal dan tanda tangan petugas POLRI yang mengirimkannya.

Tidak dibenarkan mengajukan permintaaan Visum et Repertum tentang keadaan korban atau ma
yat yang telah lampau yaitu keadaan sebelum permintaan Visum et Repertum diajukan kepada Dok
5 ter
mengingat rahasia jabatan.

Bila ada keluarga korban/mayat keberatan jika diadakan Visum et Repertum bedah mayat, maka
adalah kewajiban petugas POLRI cq Pemeriksa untuk secara persuasif memberikan penjelasa
6 n perlu dan pentingnya autopsi, untuk kepentingan penyidikan, kalau perlu bahkan ditegakkannya p
asal 222 KUHP.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 18


Instruksi Kapolri No. Ins/E/20/IX/75
Pada dasarnya penarikan/pencabutan kembali Visum et Repertum tidak dapat dibenarkan. Bila terpaksa Visum et R
epertum yang sudah diminta harus diadakan pencabutan/penarikan kembali, maka hal tersebut hanya diberikan ole
7 h Komandan Kesatuan paling rendah tingkat Komres dan untuk kota besar hanya oleh DAN TABES.
Wewenang penarikan/pencabutan kembali Visum et Repertum tidak dapat dilimpahkan pada Pejabat/petugas baw
ahan.

Untuk menghindari kesalahpahaman, perlu Dokter yang memeriksa mayat diberikan keterangan lisan tentan
8 g kejadian yang berhubungan dengan matinya orang/korban tersebut. Petugas cq Pemeriksa wajib datang
menyaksikan dan mengikuti jalannya pemeriksaan mayat/autopsi yang dilakukan oleh Dokter.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada waktu Dokter melakukan autopsi, pengaman
9 an perlu dilakukan oleh POLRI setempat.

Dalam hal orang yang luka atau mayat itu seorang ABRI maka untuk meminta Visum et Repertum
10 hendaknya menghubungi Polisi Militer setempat Kesatuan si korban.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 19


Bagian VeR

Pro Justitia 1 Menjelaskan bahwa VeR khusus dibuat untuk tujuan peradilan

Nama dokter dan institusi kesehatan, instansi penyidik beserta nomor dan t
Pendahuluan 2 anggal surat permintaannya, tempat dan waktu pemeriksaan, dan identitas
korban

Hasil pemeriksaan medik, tindakan medik, serta keadaannya selesai pengob


Pemberitaan/Isi 3 atan

Inti sari hasil pemeriksaan beserta pendapat dokter pemeriksa berdasarkan


Kesimpulan 4 keilmuannya

Pernyataan bahwa VeR tersebut dibuat atas sumpah dokter dan menurut p
Penutup 5 engetahuan yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya

The Power of PowerPoint | thepopp.com 20


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Surat Keterangan Kematian

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Surat
Keterangan Kemati
an.

i
Surat keterangan kematian merupakan suatu keterangan
tentang kematian yang dibuat oleh dokter.
PERATURAN BERSAMA
MENTERI DALAM NEGERI DAN MENTERI KESEHATAN
NOMOR 15 TAHUN 2010 NOMOR 162/MENKES/PB/I/2010
TENTANG PELAPORAN KEMATIAN DAN PENYEBAB KEMATIAN

Pasal 2
(1) Setiap kematian wajib dilaporkan oleh keluarganya atau yang mewakili kepada Instansi Pelaksana atau UPTD In
stansi Pelaksana paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kematian.
(2) Pelaporan kematian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melampirkan persyaratan:
surat pengantar dari RT dan RW untuk mendapatkan surat keterangan kepala desa/lurah; dan/atau
KK dan/atau KTP yang bersangkutan;
Surat keterangan kematian dari dokter yang berwenang dari fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
(3) Dalam hal tidak ada dokter sebagaimana dimaksud pada ayat (2), surat keterangan kematian dapat diberikan o
leh perawat atau bidan.
(4) Dalam hal kematian terjadi ditempat domisili, pelaporan kematian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disam
paikan kepada Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana melalui petugas registrasi di desa/kelurahan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 23


PERATURAN BERSAMA
MENTERI DALAM NEGERI DAN MENTERI KESEHATAN
NOMOR 15 TAHUN 2010 NOMOR 162/MENKES/PB/I/2010
TENTANG PELAPORAN KEMATIAN DAN PENYEBAB KEMATIAN

Pasal 6
(1) Setiap kematian yang terjadi diluar fasilitas pelayanan kesehatan harus dilakukan penelusuran penyebab kema
tian.
(2) Penelusuran penyebab kematian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan metode autopsi verb
al .
(3) Autopsi verbal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh dokter.
(4) Dalam hal tidak ada dokter sebagaimana dimaksud pada ayat (3) autopsi verbal dapat dilakukan oleh bidan ata
u perawat yang terlatih.
(5) Autopsi verbal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau ayat (4) dilakukan melalui wawancara dengan keluarg
a terdekat dari almarhum atau pihak lain yang mengetahui peristiwa kematian.
(6) Pelaksanaan autopsi verbal sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dikoordinasikan oleh fasilitas pelayanan kese
hatan pemerintah setempat.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 24


Statement of Cause o
f Death
Part I For the sequence of events leading to death, proceedin
g backwards from the direct cause of death at I(a)
Part II For other significant contributory conditions

The Power of PowerPoint | thepopp.com 25


Case 1

The Power of PowerPoint | thepopp.com 26


Case 2

The Power of PowerPoint | thepopp.com 27


Case 3

The Power of PowerPoint | thepopp.com 28


Case 4

The Power of PowerPoint | thepopp.com 29


Case 5

The Power of PowerPoint | thepopp.com 30


Case 6

The Power of PowerPoint | thepopp.com 31


Case 7

The Power of PowerPoint | thepopp.com 32


Case 8

The Power of PowerPoint | thepopp.com 33


Case 9

The Power of PowerPoint | thepopp.com 34


Cause of Perinatal D
eath
(A) Main diseases or condition in fetus or infant
(B) Other diseases or conditions in fetus or infant
(C) Main maternal disease or condition affecting fetus or infant
(D) Other maternal diseases or conditions affecting fetus or infa
nt
(E) Other relevant circumstances

The Power of PowerPoint | thepopp.com 35


Case 1

The Power of PowerPoint | thepopp.com 36


Case 2

The Power of PowerPoint | thepopp.com 37


Case 3

The Power of PowerPoint | thepopp.com 38


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Thanatologi

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Thanatologi

i
Bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mempelajari k
ematian dan perubahan yang terjadi setelah kematia
n serta faktor yang mempengaruhi perubahan terseb
ut
Macam Kematian
Terhentinya fungsi ketiga sistem penunjang kehidupan, yaitu susunan saraf
Mati Somatis 1 pusat, sistem kardiovaskular dan sistem pernapasan yang menetap.

Terhentinya ketiga sistem diatas yang ditentukan dengan alat kedokteran s


Mati Suri 2 ederhana. Kenyataannya, ketiga sistem masih berfungsi.

Kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah ke
Mati Seluler 3 matian somatis.

Kerusakan kedua hemisfer otak yang ireversibel (kecuali batang otak dan se
Mati Serebral 4 rebelum) sedangkan sistem kardiovaskular dan pernafasan masih berfungsi
dengan bantuan alat.

Kerusakan seluruh isi neuronal intrakraniall yang ireversibel, termasuk bata


Mati Batang Otak 5 ng otak dan serebelum.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 41


add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Tanda Kematian
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Perubahan Post-Mortal
Lebam Mayat

Mekanisme
Eritrosit mengisi vena dan venula, membentuk bercak warna merah ungu (livide), menempat
i bagian terbawah tubuh (gravitasi), kecuali pada bagian tubuh yang tertekan.
Pembuluh darah pada tempat yang tertekan akan tertutup sehingga tidak terisi darah dan dae
rah tersebut bebas dari lebam mayat.

20 30 8-12
6 Jam
menit jam
Mati Tampak lebam mayat Hilang pada penekanan dan Menetap
berpindah sesuai posisi

The Power of PowerPoint | thepopp.com 44


Lebam Mayat Memar
Lokasi Bawah Tempat
trauma/ reaksi

Perbedaan Antar Luas Ya


jaringan
Tidak

a Lebam Mayat d Proses


Warna
Di permukaan
Uniform
Di dermis
Tidak
an Memar Epitel Tidak rusak
Reaksi jaringan Tidak ada
Rusak
Ada
Histamin / atau normal
serotonin
Waktu Post mortem Intravital

The Power of PowerPoint | thepopp.com 45


Normal distribution o
f post-mortem hypost
asis
Normal distribution of post-mortem hypostasis in a body which l
ay on its back after death. The white areas are due to pressure u
pon the ground.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 46


Post-mortem hyposta
sis on a body found f
ace down on a bed
The linear marks are formed by pressure from creases in the bla
nket. The pale areas around the mouth and nose are not necess
arily signs of suffocation.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 47


Kaku Mayat

Mekanisme Faktor
Pemecahan cadangan glikogen otot Aktivitas fisik sebelum mati
Energi ADP menjadi ATP aktin dan
myosin akan lentur Suhu tubuh tinggi

Tampak 1 jam setelah mati klinis Bentuk tubuh kurus


3-6 jam pada ekstremitas 18 jam m Suhu lingkungan tinggi
enjadi lengkap Rigor bertahan samp
ai 50 jam setelah kematian autoly
sis dan dekomposisi sel otot flaccid
Dimulai dari luar tubuh atau otot- otot k
ecil ke arah dalam (sentripetal)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 48


Kekakuan yang Menyerupai Kaku Maya
t

Cadaveric Spasm
Merupakan kaku mayat yang timbul dengan intensitas sangat kuat segera setelah mati. Dapat
menentukan sikap terakhir masa hidupnya (dalam emosi/ stress fisik).

Heat Stiffening
Kekakuan pada otot akibat koagulasi protein otot. Otot berwarna merah muda, kaku, rapuh, ser
abut otot memendek menyebabkan fleksi pada beberapa bagian tubuh (leher, siku, paha, lutu
t).

Cold Stiffening
Kekakuan tubuh akibat lingkungan dingin. Pembekuan cairan tubuh, pemadatan jaringan lemak
subkutan dan otot.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 49


Penurunan Suhu

Mekanisme Faktor
Terjadi karena proses perpindahan pan Suhu keliling rendah
as dari suatu benda ke benda lainnya Lingkungan berangin dengan kelembaba
yang lebih dingin (radiasi, konduksi, eva n rendah
porasi dan konveksi)
Bentuk tubuh kurus
Posisi tubuh terlentang
Pakaian tipis
Orang tua atau anak kecil

The Power of PowerPoint | thepopp.com 50


Pembusukan

Mekanisme Faktor
Merupakan proses degradasi jaringan Suhu keliling optimal
akibat autolisis dan kerja bakteri.
Kelembaban udara yang cukup
Autolisis merupakan pelunakan dan pen
cairan jaringan yang terjadi dalam keada Banyak bakteri pembusuk
an steril, disebabkan oleh kerja digestif e Tubuh gemuk
nzim.
Menderita penyakit infeksi atau sepsis
Tampak 24 jam pasca mati.
Berada di udara (bukan di dalam tanah a
Sulf-met-hemoglobin -> warna kehijaua
n. tau air
Pembuluh darah bawah superfisial M
arbling
Kulit ari mengelupas membentuk gelem
bung berisi cairan kemerahan berbau bu
suk
The Power of PowerPoint | thepopp.com 51
Early Decomposition
Early decomposition with skin slippage and discoloration. Note t
he marbling representing discoloration owing to decomposition
within superficial blood vessels.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 52


Decomposition
Putrefaction/decomposition of approximately 1 week in temper
ate summer conditions. Note the bloating of soft tissues, distort
ion of facial features and purge fluid emanating from the mout
h and nose.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 53


Adiposera

Mekanisme Faktor
Perubahan kimia pada lemak tubuh me Kelembaban dan lemak tubuh yang cuku
mbentuk bahan berwarna keputihan, lu p
nak atau berminyak, berbau tengik yang
terjadi di dalam jaringan lunak tubuh pa
sca mati.
Dapat tampak dalam beberapa minggu s
ampai bulan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 54


Adipocere Formation
Following burial for 3 years, waxy adipocere forms a shell aroun
d the skeleton of this infant.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 55


Mumifikasi

Mekanisme Faktor
Proses penguapan cairan atau dehidrasi Suhu hangat
jaringan yang cukup cepat terjadi pen Kelembaban rendah
geringan jaringan yang selanjutnya dapa
t menghentikan pembusukan. Aliran udara yang baik
Jaringan keras, kering, berwarna gela Tubuh yang dehidrasi
p, berkeriput, tidak memusuk karena ku Waktu yang lama (12-14 minggu)
man tidak berkembang pada lingkungan
kering.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 56


Mummification
The skin is dry and leathery following recovery from a locked roo
m for 10 weeks.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 57


add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Entomologi Forensik
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Siklus Hidup Lalat
add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Pemeriksaan Kematian
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Sirkulasi

EKG Tes Icard


Gambaran kurva datar ketika tidak terdap Injeksi subkutan dengan fluoresin dalam s
at sirkulasi. odium bikarbonat (1cc solusi 25 %) tidak a
kan terjadi diskolorasi kuning pada kulit ke
tika tidak terdapat sirkulasi.

Tes Magnus Tes Diaphanous


Dengan memberikan ikatan di sekitar jari. Jari yang diulurkan pada cahaya ketika ter
Kembalinya aliran vena akan terganggu da dapat sirkulasi pada jaringan akan tampa
n dalam waktu singkat akan menyebabkan k tembus cahaya dan kemerahan. Namun
diskolorasi biru dan bengkak. Tidak ada pe dengan tanpa adanya sirkulasi akan tampa
rubahan yang terjadi jika tidak terdapat sir k pucat dan kekuningan.
kulasi.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 61


Respirasi

Tes Bulu
Dengan meletakan bulu di depan lubang hidung, saat tidak ada respirasi, tidak akan ada perger
akan dari bulu.

Tes Kaca
Winslow
Ketika cermin
cahaya diletakkan
yang ditembakkan
di depanjatuh
mulut
pada
danpot
lubang
kecilhidung
berisi air
permukaan
di daerah pantulan
torako-abdominal
akan berkabu
pad
ta dikarenakan
keadaan adanya
deposisi
respirasi
uap lembab.
tembakan cahaya akan terlihat bergerak.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 62


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Luka

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Luka

i
Suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh ak
ibat kekerasan.
add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Luka Mekanik
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Luka Memar

Mekanisme
Keadaan di mana terjadi pengumpulan darah dalam jaringan sewaktu orang masih hidup, dikar
enakan pecahnya pembuluh darah kapiler akibat kekerasna benda tumpul.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 66


Umur Luka Memar

Pertama Muncul 7-10 Hari


Berwarna Merah Warna Kuning
Kemudian berubah menjadi wa
rna ungu atau hitam

Warna Hijau Memar Menghilang

4-5 Hari 14-15 Hari

The Power of PowerPoint | thepopp.com 67


Swelling / Edema
Marked swelling (edema) following multiple punches to left side
of face.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 68


Bruising / Contusion
Bruising (contusion) to thigh (a) following direct blunt force impa
ct (fall between iron girders). (b) Shows resolution of bruising 5 d
ays after injury as seen in (a)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 69


Luka Lecet

Mekanisme
Cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang memliki permukaan kasar atau r
uncing.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 70


Abrasions
(a) Multiple fingernail scratches with wheal reaction and superfic
ial abrasions. (b) Deeper abrasions caused by fi ngernails.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 71


Deep Abrasion
Deep and extensive abrasion (gravel rash) caused by contact wit
h road surface after motorcycle accident.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 72


Luka Robek

Mekanisme
Luka terbuka pada akibat trauma benda tumpul yang menyebabkan kulit teregang ke satu arah
dan bila melampaui elastisitas kulit maka akan terjadi robekan pada kulit.
Ciri bentuk luka yang umumnya tidak beraturan, tepi atau dinding tidak rata, tampak jembatan
jaringan antar tepi luka, bentuk dasar yang tidak beraturan, dan sering tampak luka lecet atau l
uka memar di sisi luka

The Power of PowerPoint | thepopp.com 73


Laceration
Laceration to ear following impact with baseball bat note irreg
ularity of laceration and associated swelling bruising masked by
dry blood.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 74


Luka Akibat Benda Setengah Tajam

Mekanisme
Cedera akibat kekerasan benda tumpul yang memliki tepi rata, misalnya tepi meja, lempeng be
si, gigi, dan sebagainya.
Ciri-ciri luka yang terjadi adalah sama dengan ciri luka pada kekerasan tumpul, namun bentukn
ya beraturan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 75


Luka Akibat Benda Tajam

Mekanisme
Luka akibat benda tajam memiliki batas luka yang jelas dan tepi yang reguler, yang mana dapat
terbentuk pada berbagai permukaan tubuh dan menembus berbagai macam jaringan dalam su
atu kontak yang sama.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 76


Incised Wound
(a) Sutured incised wound caused by razor blade note how wo
und follows contours. (b) Incised wound caused by knife drawn
across surface of fingers in this case contours are spared.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 77


Slash Wound
Slash-type wound to forearm: wound is wider than it is deep.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 78


Stab Wound
Knife wound with knife tip in bottom right of figure.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 79


Luka Akibat Tembakan Senjata Api

Luka Tembak Masuk Luka Tembak Keluar


Luka tembak masuk jarak jauh: hanya dib Apabila setelah mengenai sasaran, anak
entuk oleh komponen anak peluru. peluru masih memiliki tenaga untuk me
Luka tembak masuk jarak dekat: dibentu neruskan lintasannya dan menebus ke l
k oleh anak peluru dan butir-butir mesiu ya uar tubuh, maka akan terjadi luka temba
ng tidak habis terbakar. k keluar.

Luka tembak masuk jarak sangat dekat:


dibentuk oleh komponen anak peluru, butir
mesiu, jelaga dan panas/api.
Luka tembak tempel/ kontak: dibentuk ol
eh seluruh komponen tersebut diatas yang
akan masuk kedalam saluran luka dan jejas l
aras

The Power of PowerPoint | thepopp.com 80


add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Fisika
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Trauma Panas (Luka Bakar)

Definisi dan Mekanisme


Luka bakar terjadi akibat kontak kulit dengan benda bersuhu tinggi . Pada sumber panas yang padat luka disebut d
engan istilah burning sedangkan pada sumber panas yang cair luka disebut scalding.
Suhu tinggi dapat mengakibatkan terjadinya heat exhaustion primer.
Temperatur kulit yang tinggi dan rendahnya pelepasan panas dapat menimbulkan kolaps pada seseorang karena
ketidakseimbangan antara darah sirkulasi dengan lumen pembuluh darah.
Sering terjadi pada: pemaparan terhadap panas, kerja tubuh yang berlebihan, pakaian yang terlalu tebal, kehilanga
n cairan tubuh yang berlebihan (dehidrasi).

The Power of PowerPoint | thepopp.com 82


Trauma Panas (Luka Bakar)

Klasifikasi Mekanisme Kematian


Derajat I Eritema Syok
Derajat II Vesikel dan bula, luka bakar mengen Gangguan respirasi dapat menyebabkan asfiksia
ai seluruh lapisan epidermis hingga terpaparnya
Keracunan udara akibat paparan berbagai gas to
lapisan dermis kulit
ksik misalnya karbon monoksida, sianida, dan nit
Derajat III Nekrosis koagulatif, kerusakan menc rogen oksida
apai lapisan subdermis
Dehidrasi
Derajat IV Karbonisasi
Gangguan elektrolit akibat kehilangan plasma da
rah
Penyebab jangka panjang seperti gagal ginjal, tok
semia, dan infeksi pada area luka bakar

The Power of PowerPoint | thepopp.com 83


Burning
The extensiveness of burns on a body recovered
from a fire may be varied. This individual had second and third
degree burns after dousing himself with petrol before setting
himself on fire (self-immolation). Note the molten and singed hai
r.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 84


Add an image

Scalding
Pattern of scalding from forced immersion in a
hot bath. Note the clear demarcation between scalded and
uninjured skin representing the fluid level of the bath. Sparing
of skin on the buttocks reflects firm contact between those
parts and the base of the bath

The Power of PowerPoint | thepopp.com 85


Trauma Dingin (Hipotermia)

Definisi
Hipotermia merupakan kondisi di mana suhu tubuh manusia turun menjadi kurang dari 35C (95F). Biasanya dise
babkan akibat suhu dingin.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 86


Trauma Dingin (Hipotermia)

Faktor Mekanisme Kematian


Paparan terhadap dingin Ketika tubuh kedinginan, tubuh akan merespon
dengan cara menggigil, mengurangi perfusi ke k
Hujan
ulit, dan melepaskan hormon untuk mengontrol
Angin kencang panas tubuh. Apabila paparan dingin terlalu lam
a, kompensasi tersebut tidak akan mampu menj
Keringat yang banyak
aga temperatur tubuh dan akibatnya tubuh berh
Inaktivitas ketika berada di air dingin enti menggigildan detak jantung menurun.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 87


Tanda dan Gejala
Hipotermia

The Power of PowerPoint | thepopp.com 88


Add an image

Hypothermia
Pinkish discoloration over the large joints in fatal hypothermia.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 89


Add an image

Frostbite
Frostbite of the knuckles

The Power of PowerPoint | thepopp.com 90


Barotrauma
Peningkatan tekanan udara yang diikuti oleh perubahan volume gas di tubuh dapat men
gakibatkan trauma fisik

Barotrauma Aural Barotrauma Pulmoner Penyakit Dekompresi


Rasa nyeri ringan dan berdengung pada Dapat berkembang menjadi emfisema, p Pada saat tekanan tinggi, kelarutan gas-g
telinga neumotoraks, kerusakan jaringan paru d as tubuh terutama nitrogen akan menin
an emboli udara. gkat. Apabila terjadi secara tiba-tiba, kela
Sering dijumpai pada saat pesawat lepas
rutan gas juga akan turun sehingga terja
landas / akan mendarat / waktu menyela
di pembebasan gas-gas tersebut dalam
m
bentuk gelembung gelembung mikro dal
am pembuluh darah (emboli udara) dan
jaringan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 91


add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Kimia
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Trauma Kimia

Asam Basa
Asam kuat (seperti sulfat, hidroklorida) si Basa kuat (seperti, natrium hidroksida) b
fatnya mengkoagulasikan protein sehing ersifat menbentuk reaksi penyabunan in
ga menimbulkan luka korosi yang kering, tra sel sehingga menimbulkan luka yang
keras seperti kertas perkamen basah, licin dan kerusakan akan terus be
rlanjut sampai dalam.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 93


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Abortus dan Infanticide

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Abortus
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Abortus (Hukum)

i
Tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin
sebelum waktu kelahiran, tanpa melihat usia kandunga
nnya
Add an image

Def
inis
Abortus (Medis)

i
Berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 min
ggu. Tindakan aborsi dalam dunia medis dapat diizinkan
apabila ada indikasi medis atau trauma psikis dengan
syarat tertentu
Landasan Hukum

KUHP
KUHP Pasal 346.
Seseorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh
orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun

KUHP Pasal 347


Ayat 1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wani
ta tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
Ayat 2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan penjara paling la
ma lima belas tahun.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 98


Landasan Hukum

KUHP
KUHP Pasal 348
Ayat 1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wani
ta dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan
Ayat 2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara p
aling lama tujuh tahun

KUHP Pasal 349. Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yan
g tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yan
g diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat dit
ambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kej
ahatan dilakukan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 99


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 299.
Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati, denga
n diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digug
urkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak em
pat pulu ribu rupiah.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 100


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 535.
Barang siapa secara terang-terangan mempertunjukan suatu sarana untuk menggugurkan kan
dungan, maupun secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan sarana atau pertolo
ngan untuk menggugurkan kandungan, ataupun secara terang-terangan atau dengan menyiark
an tulisan tanpa diminta, menyatakan bahwa sarana atau pertolongan yang demikian itu bisa di
dapat, diancam dengan pidana kurangan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling bany
ak empat ribu lima ratus rupiah

The Power of PowerPoint | thepopp.com 101


Landasan Hukum

UU no.23 tahun 1992 tentang Kesehatan


Pasal 15
Ayat 1. Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyclamatkan jiwa ibu hamil dan atau janin
nya, dapat ditakukan tindakan medis tertentu.
Ayat 2. Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan :
a. Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut;
b. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan ses
uai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli;
c. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya;
d. Pada sarana kesehatan tertentu.
Ayat 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ay
at (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 102
Landasan Hukum

UU no.36 tahun 2009 tentang Kesehatan


Pasal 75
Ayat 1. Setiap orang dilarang melakukan aborsi.
Ayat 2. Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan:
a. Indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam
nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, m
aupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandun
gan; atau
b. Kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perko
saan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 103


Landasan Hukum

UU no.36 tahun 2009 tentang Kesehatan


Pasal 75
Ayat 3. Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah melalui k
onseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yan
g dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang.
Ayat 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan, sebagaima
na dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 104


Landasan Hukum

UU no.36 tahun 2009 tentang Kesehatan


Pasal 76
Aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 hanya dapat dilakukan:
a. Sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, kec
uali dalam hal kedaruratan medis;
b. Oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifika
t yang ditetapkan oleh menteri;
c. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan;
d. Dengan izin suami, kecuali korban perkosaan; dan
e. Penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 105


Landasan Hukum

UU no.36 tahun 2009 tentang Kesehatan


Pasal 77
Pemerintah wajib melindungi dan mencegah perempuan dari aborsi sebagaimana dimaksud da
lam Pasal 75 ayat (2) dan ayat (3) yang tidak bermutu, tidak aman, dan tidak bertanggung jawab
serta bertentangan dengan norma agama dan ketentuan peraturan perundang undangan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 106


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 31
Ayat 1.Tindakan aborsi hanya dapat dilakukan berdasarkan :
a. Indikasi kedaruratan medis atau
b. Kehamilan akibat perkosaan
Ayat 2. Tindakan aborsi akibat perkosaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b hanya
dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 hari dihitung sejak hari pertama
haid terakhir.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 107


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 32
Ayat 1. Indikasi kedaruratan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 ayat (1) huruf a meli
puti :
a. Kehamilan yang mengancam nyawa dan kesehatan ibu; dan
b. Kehamilan yang mengancam nyawa dan kesehatan janin, termasuk yang menderita penyaki
t genetik berat dan / atau cacat bawaan maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga meny
ulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan
Ayat 2. Penanganan indikasi kedaruratan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksan
akan sesuai dengan standar

The Power of PowerPoint | thepopp.com 108


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 33
Ayat 1. Penentuan adanya indikasi kedaruratan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 32
dilakukan oleh tim kelayakan aborsi.
Ayat 2. Tim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri dari dua orang tenaga ke
sehatan yang diketuai oleh dokter yang memiliki kompetensi dan kewenangan.
Ayat 3. Dalam menentukan indikasi kedaruratan medis, tim sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) harus melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar.
Ayat 4. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagaimana dimaksud pada ayat (3), tim sebagaiman
a pada ayat (1) membuat surat keterangan kelayakan aborsi.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 109


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 34
Ayat 1. Kehamilan akibat perkosaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) huruf b me
rupakan kehamilan hasil hubungan seksual tanpa adanya persetujuan dari pihak perempuan s
esuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ayat 2. Kehamilan akibat perkosaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan:
a. Usia kehamilan sesuai dengan kejadian perkosaan, yang dinyatakan oleh surat keterangan
dokter, dan
b. Keterangan penyidik, psikolog, dan/ atau ahli lain mengenai adanya dugaan perkosaan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 110


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 35
Ayat 1. Aborsi berdasarkan indikasi kedaruratan medis dan kehamilan akibat perkosaan harus
dilakukan dengan aman, bermutu dan bertanggungjawab.
Ayat 2. Praktik aborsi yang aman, bermutu dan bertanggungjawab sebagaimana dimaksud pad
a ayat (1) meliputi :
a. Dilakukan oleh dokter sesuai dengan standar
b. Dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh me
nteri.
c. Atas permintaan atau persetujuan perempuan hamil yang bersangkutan
d. Dengan izin suami, kecuali korban perkosaan
e. Tidak diskriminatif; dan
The Power of PowerPoint | thepopp.com 111
f. Tidak mengutamakan imbalan materi.
Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 35
Ayat 3. Dalam hal perempuan hamil sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c tidak dapat
memberikan persetujuan, persetujuan aborsi dapat diberikan oleh keluarga yang bersangkuta
n.
Ayat 4. Dalam hal suami tidak dapat dihubungi, izin sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf
d diberikan oleh keluarga yang bersangkutan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 112


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 36
Ayat 1. Dokter yang melakukan aborsi berdasarkan indikasi kedaruratan medis dan kehamilan
akibat perkosaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 ayat (2) huruf a harus mendapatkan p
elatihan oleh penyelenggara pelatihan yang terakreditasi.
Ayat 2. Dokter sebagaimana dimaksud pada ayat 1 bukan merupakan anggota tim kelayakan a
borsi atau dokter yang memberikan surat keterangan usia kehamilan akibat perkosaan.
Ayat 3. Dalam hal di daerah tertentu jumlah dokter tidak mencukupi, dokter sebagaimana dim
aksud pada ayat 1 dapat berasal dari anggota tim kelayakan aborsi.
Ayat 4. Ketentuan lebih lanjutmengenai pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur d
engan Peraturan Menteri.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 113


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 37
Ayat 1. Tindakan aborsi berdasarkan indikasi kedaruratan medis dan kehamilan akibat perkosa
an hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling.
Ayat 2. Konseling sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi konseling pra tindakan dan diak
hiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 114


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 37
Ayat 3. Konseling pra tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dilakukan dengan tujuan :
a. Menjajaki kebutuhan dari perempuan yang ingin melakukan aborsi
b. Menyampaikan dan menjelaskan kepada perempuan yang ingin melakukan aborsi bahwa ti
ndakan aborsi dapat atau tidak dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan p
emeriksaan penunjang.
c. Menjelaskan tahapan tindakan aborsi yang akan dilakukan dan kemungkinan efek samping
atau komplikasinya.
d. Membantu perempuan yang ingin melakukan aborsi untuk mengambil keputusan sendiri u
ntuk melakukan aborsi atau membatalkan keinginan untuk melakukan aborsi setelah mend
apatkan informasi mengenai aborsi, dan
e. Menilai kesiapan pasien untuk menjalani aborsi The Power of PowerPoint | thepopp.com 115
Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 37
Ayat 4. Konseling pasca tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dilakukan dengan tujuan
:
a. Mengobservasi dan mengevaluasi kondisi pasien setelah tindakan aborsi;
b. Membantu pasien memahami keadaan atau kondisi fisik setelah tindakan aborsi.
c. Menjelaskan perlunya kunjungan ulang untuk pemeriksaan dan konseling lanjutan atau tind
akan rujukan bila diperlukan; dan
d. Menjelaskan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamila
n

The Power of PowerPoint | thepopp.com 116


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 38
Ayat 1. Dalam hal korban perkosaan memutuskan membatalkan keinginan untuk melakukan a
borsi setelah mendapatkan informasi mengenai aborsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 37
ayat 3 huruf d atau tidak memenuhi ketentuan untuk dilakukan tindakan aborsi sebagaimana d
imaksud dalam pasal 31 ayat 2, korban perkosaan dapat diberikan pendampingan oleh konselo
r selama masa kehamilan.
Ayat 2. Anak yang dilahirkan dari ibu korban perkosaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 da
pat diasuh oleh keluarga.
Ayat 3. Dalam hal keluarga sebagaimana dimaksud pada ayat 2 menolak untuk mengasuh anak
yang diahirkan dari korban perkosaan, anak menjadi anak asuh yang pelaksanaannya dilakukan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 117


Landasan Hukum

PP no.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Repro


duksi
Pasal 39
Ayat 1. Setiap pelaksanaan aborsi wajib dilaporkan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota de
ngan tembusan kepala dinas kesehatan provinsi.
Ayat 2. Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh pimpinan fasilitas pelayana
n kesehatan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 118


Klasifikasi Abortus

Spontan 10-20% kehamilan berakhir abortus.

Akibat kecelakaan yang menyebabkan trau


Kecelakaan ma khususnya di daerah abdomen.

Semata-mata atas dasar pertimbangan me


dis yang tepat, tidak ada cara lain untuk me
Abortus provokatus medicinalis nyelamatkan nyawa si-ibu kecuali jika kand
ungannya digugurkan misalnya pada pende
rita kanker ganas.

Tujuan yang tidak baik dan melawan huku


m. Tidak ada indikasi medis, dan hanya unt
uk kepentingan pelaku.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 119


Kemungkinan Saat Abortus

Beberapa hal yang mung ICON


Fetus atau janin yang mati akan keluar
tanpa menganggu kesehatan ibu
kin terjadi ketika melaku
Terjadi komplikasi pada ibu; kejang;
kan abortus ICON

diare; perdarahan dan kondisi kesehat


an yang kritis.

ICON

Kematian yang berlangsung cepat

ICON
Kematian yang berlangsung lambat
(dua hari/ lebih) setelah abortus.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 120


Pembuktian
Abortus 1. Menentukan apakah wanita tersebut hamil
2. Mencari tanda-tanda cara abortus provokatu
s yang dilakukan
a. Mencari tanda-tanda kekerasan lokal seperti me
mar, luka, perdarahan jalan lahir
b. Mencari tanda-tanda infeksi akibat pemakaian al
at yang tidak steril
c. Menganalisa cairan yang ditemukan dalam vagi
na atau cavum uteri

The Power of PowerPoint | thepopp.com 121


1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan fisik umum
b. Pembesaran pada payudara

Pemeriksaan Pad c.
d.
Perubahan kulit
Pemeriksaan ginekologi

a Abortus 3. Pemeriksaan toksikologik


4. Pemeriksaan mikroskopik
5. Pemeriksaan laboratorium
6. Pemeriksaan korban mati

The Power of PowerPoint | thepopp.com 122


add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Infanticide
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Infanticide

i
Infanticide adalah pembunuhan yang dilakukan oleh se
orang ibu atas anak kandungnya, pada saat lahir atau
tidak lama kemudian, karena takut ketahuan telah m
elahirkan anak.
Landasan Hukum

KUHP Pasal 341


Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudia
n, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam karena membunuh anak sendiri dengan pidana penjara pa
ling lama tujuh tahun.

KUHP Pasal 342


343
Seorang ibulain
Bagi orang yang untuk
yang melaksanakan
turut niat kejahatan
serta melakukan yang ditentukan karena takut
yang diterangkan akan pasal
dalam ketahuan bahwadiartikan
342 KUHP ia akan melahirka
sebagai p
n anak, pada atau
embunuhan saat pembunuhan
anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anak sendiri dengan rencana, deng
berencana.
an pidana penjara paling lama sembilan tahun.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 125


Kriteria Infanticide

1 Pelalu haruslah ibu kandung korban.

Pembunuhan dilakukan segera pada saat anak dilahirkan atau beberap


2 a lama kemudian.

3 Alasan ibu membunuh anaknya karena terdorong oleh rasa ketakutan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 126


Bila ditemukan mayat bayi di tempat yang tid
ak semestinya, misalnya tempat sampah, got,
sungai dan sebagainya, maka bayi tersebut m
ungkin adalah korban pembunuhan anak sen
Kemungkinan diri (pasal 341, 342), pembunuhan (pasal 338,
339, 340, 343), lahir mati kemudian dibuang
(pasal 181), atau bayi yang ditelantarkan sam
pai mati (pasal 308).

The Power of PowerPoint | thepopp.com 127


Menentukan lahir hidup
Tujuan Pemeriksaan
atau mati
1
Adanya udara di dalam paru-paru
Adanya udara di dalam lambung dan usus
Adanya udara di dalam liang telinga bagian tengah
2 Tanda belum dirawat
Adanya makanan di dalam lambung
Tubuh masih berlumuran darah
Ari-ari (plasenta) masih melekat dengan tali pusat dan masih berhu
bungan dengan pusat (umbilicus)
Luka penyebab kematian 3 Ujung tali pusat tampak tidak beraturan
Tanda-tanda mati lemas Adanya lemak bayi (vernix caseosa)
Luka lecet tekan di bibir
Luka lecet tekan yang melingkari leher
4 Usia dalam kandungan
Luka tusuk atau luka sayat
Tanda terendam Pengukuran lingkar kepala, lingkar dada, berat ba
dan, dan panjang badan
Rumus DeHaas
Kelainan bawaan 5 Keadaan ujung jari
Berkaitan dengan masalah viabilitas bayi yang baru lahi Keadaan genitalia eksterna
r seperti jantung, otak, dan saluran pencernaan Pusat-pusat penulangan
The Power of PowerPoint | thepopp.com 128
Paru belum bernapas Paru sudah bernapas

Volume kecil, kolaps, menempel pada Volume 4-6x lebih besar, sebagian menutupi

vertebra, konsistensi padat, tidak ada jantung, konsistensi seperti karet busa (ada

krepitasi krepitasi)
Tepi paru tajam Tepi paru tumpul

Warna homogen, merah kebiruan/ungu Warna merah muda

Seluruh bagian paru tenggelam dalam Bagian-bagian paru yang mengembang terapung

air dalam air.

Kondisi Kalau diperas di bawah permukaan air

tidak keluar gelembung gas atau bila


Gelembung gas yang keluar halus dan rata

ukurannya.

Paru Janin sudah ada pembusukan gelembungnya

besar dan tidak rata.


Berat paru kurang lebih 1/70 BB Berat paru kurang lebih 1/35 BB

Tidak tampak alveoli yang berkembang Tampak alveoli, kadang-kadang terpisah sendiri

pada permukaan
Kalau diperas hanya keluar darah sedikit Bila diperas keluar banyak darah berbuih

dan tidak berbuih (kecuali bila sudah walaupun belum ada pembusukan (volume

ada pembusukan) darah dua kali volume sebelum napas.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 129


Kondisi Paru Janin

Uji Apung Paru


Langkah-langkah uji apung paru
1. Organ rongga dada dimasukkan ke dalam air, perhatikan apakan kedua paru terapung
2. Mengapungkan paru kanan dan kiri secara terpisah
3. Pemisahan lobus dan dimasukkan ke dalam air, perhatikan apakah terapung
4. Buat 5 potongan kecil berukuran 5 mm x 10 mm x 10 mm dari masing-masing lobus, kemudian apungkan kem
bali
5. Selanjutnya lakukan penekanan pada potongan paru tersebut di antara 2 karton untuk mengeluarkan gas pem
busukan yang dapat mengganggu penilaian, lalu lakukan uji apung
Uji apung paru + jika pada pemeriksaan pengapungan, potongan paru yang telah ditekan dengan 2 karton sebagi
an besar masih tetap mengapung

The Power of PowerPoint | thepopp.com 130


GA Rumus Pj.Bada
n

Rumus DeHaas u 1
2
1x1
2x2
1
4
ntuk Penaksiran 3 3x3 9
4 4x4 16
Usia Janin 5 5x5 25
6 6x5 30
7 7x5 35
8 8x5 40
9 9x5 45
The Power of PowerPoint | thepopp.com 131
Pemeriksaan Tersangka

Tanda Melahirkan
Robekan baru pada alat kelamin.
Osteum uteri dapat dilewati ujung jari
Keluar darah dari Rahim.
Ukuran Rahim; saat post partum setinggi pusat, 6-7 hari post partum setinggi tulang kemaluan.
Payudara mengeluarkan air susu.
Hiperpigmentasi aerola mamae.
Striae gravidarum dari warna merah menjadi putih.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 132


Pemeriksaan Tersangka

Estimasi Waktu Melahirkan


Ukuran Rahim kembali ke ukuran semula 2-3 minggu.
Lochia : 1-3 hari post partum lochia rubra, 4-9 hari post partum lochia alba, 10-14 hari post part
um lochia habis.
Robekan alat kelamin sembuh dalam 8-10 hari.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 133


Tanda Partus Presipitans
Robekan pada alat kelamin.
Inversion uteri yaitu bagian dalam Rahim menjadi keluar, lebih-lebih bila tali pusat pendek.
Robekan tali pusat anak yang biasanya terdapat pada anak atau pada tempat lekat tali pusat. R
obekan ini harus tumpul, dibuktikan dengan pemeriksaan histopatologis.
Luka pada kepala bayi menyebabkan perdarahan dibawah kulit kepala, perdarahan didalam te
ngkorak

The Power of PowerPoint | thepopp.com 134


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Asfiksia dan Tenggelam

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Asfiksia
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Asfiksia

i
Suatukeadaan yang ditandai dengan terjadinya ganggua
n pertukaran udara pernapasan, mengakibatkan oksige
n darah berkurang(hipoksia) disertai dengan peningkata
n karbon dioksida (hiperkapnea). Dengan demikian orga
n tubuh mengalami kekurangan oksigen (hipoksia hipoksi
k) dan terjadi kematian.
Etiologi

Penyebab Alamiah
Penyakit yangmenyumbat saluran pernapasan seperti laringitis difteri, atau menimbulkan gang
guan pergerakan paru seperti fibrosis paru.

Trauma Mekanik
Keracunan
Keracunan
Trauma yang
bahan
mengakibatkan
yang menimbulkan
emboli udara
depresi
vena,
pusat
emboli
pernapasan,
lemak, pneumotoraks
misalnya barbiturat
bilateral;
dansumba
narko
tan atau halangan pada saluran napas dan sebagainya.
tika.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 138


Fase

Penurunan kadar O2 Depresi pusat pernapasan


Dyspnea Apnea

Konvulsi Akhir
Rangsangan ke SSP Paralisis pusat pernapasa
n

The Power of PowerPoint | thepopp.com 139


Pemeriksaan

Pemeriksaan Luar Pemeriksaan Dalam


Sianosis pada bibir, ujung-ujung jari dan Tardieus spot
kuku Darah berwarna lebih gelap dan lebih en
Warna lebam mayat merah kebiruan gel cer
ap dan terbentuk lebih cepat
Perbendungan sirkulasi
Busa halus pada hidung dan mulut yang
Edema paru
timbul akibat peningkatan aktivitas pern
afasan pada fase 1
Perbendungan pada mata berupa peleb
aran pembuluh darah konjungtiva bulbi
dan palpebral yang terjadi pada fase 2

The Power of PowerPoint | thepopp.com 140


Asfiksia Mekanik

Asfiksia Traumatik ICON Pembekapan / Smothering


Penekanan dari luar pada dinding da Penutupan lubang hidung dan mulut
da yang menyebabkan dada terfiksas yang menghambat pemasukan udara
i dan menimbulkan gangguan gerak ICON ICON ke paru paru
pernafasan

Gantung / Hanging Gagging / Choking


Hampir sama dengan penjeratan, na Klasifikasi Terjadi sumbatan jalan napas oleh be
mun pada kasus gantung asal tenaga nda asing, yang mengakibatkan ham
berasal dari berat badan korban send ICON ICON
batan udara untuk masuk ke paru p
iri. aru.

Pencekikan Penjeratan
ICON

Penekanan leher dengan tangan, yan Penekanan leher dengan benda asing
g menyebabkan dinding saluran bagi berupa tali dan semacamnya
an atas tertekan dan terjadi pemyem
pitan saluran nafas sehingga udara p
ernafasan tidak dapat lewat.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 141
add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Tenggelam
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Tenggelam

i
Keadaan dimana terdapat cairan pada saluran pernapasa
n (sehingga menyebabkan asfiksia mekanis) dan peruba
han cairan dan elektrolit tubuh yang dipengaruhi oleh
media tenggelamnya (air laut atau air tawar).
Istilah Drowning

01 02 03 04
Wet Drowning Dry Drowning Secondary Drownin Immersion Syndrome
Pada keadaan ini cairan mas Pada keadaan ini cairan tida g
Terjadi gejala beberapa hari Korban tiba tiba meninggal s
uk ke dalam saluran pernap k masuk ke dalam saluran p setelah korbaan tenggelam etelah tenggelam dalam air
asan korban tenggelam ernapasan akibat spasme la dan diangkat dari dalam air dingin akibat refleks vagal. A
ring dan korban meninggal akiba lkohol dan makan terlalu ba
t komplikasi nyak merupakan faktor pen
cetus

The Power of PowerPoint | thepopp.com 144


Mekanisme
Kematian: Konsentrasi air tawar hipotonis dibandingkan plasm

Air Tawar
a, sehingga apabila terhirup akan diabsorpsi ke alira
n darah. Akibatnya, terjadi hemodilusi dan hipervole
mia. Sebagai kompensasi, tubuh akan melepaskan i
on Kalium dari otot jantung sehingga kadar Kalium
dalam plasma meningkat, dan mendorong terjadiny
a fibrilasi ventrikel dan penurunan tekanan darah.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 145


Mekanisme
Kematian: Konsentrasi air laut hipertonis dibandingkan plasm

Air Asin a, sehingga apabila terhirup akan menyebabkan pla


sma ditarik masuk ke paru-paru. Akibatnya, terjadi e
dema paru, hipovolemia, dan hiperkonsentrasi elekt
rolit pada plasma. Kondisi hiperkonsentrasi akan m
enyebabkan sirkulasi melambat dan hipoksemia.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 146


Pemeriksaan Korban Tenggelam

Degloving

Washer womans hands


Penurunan suhu berlangsung cepat Penurunan suhu berlangsung cepat
Lebam mayat berwarna merah terang Emphysema aquosum: Paru-paru membesar seperti ba
lon, sampai menutupi kandung jantung
Gambaran cutis anserina karena rigor mortis pada oto
t erector pilli Pemeriksaan diatom untuk menentukan lokasi primer
air

The Power of PowerPoint | thepopp.com 147


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Kejahatan Seksual

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Kejahatan Seksual

i
Any sexual act, attempt to obtain a sexual act, unwanted sexu
al comments or advances, or acts to traffic womens sexualit
y, using coercion, threats of harm or physical force, by any pe
rson regardless of relationship to the victim, in any setting, in
cluding but not limited to home and work
Bagan Kejahatan Seks
ual
Kaitannya dengan Persetubuhan
Umur si perempuan lebih dari 15 th
(pasal 284)
Dengan persetujuan
Dalam perkawinan (pasal 288)
si perempuan
Persetubuhan Umur si perempuan belum cukup 15 th (pasal 287)
Diluar perkawinan
Dengan kekerasan/ancaman kekerasan (pasal 285)
Tanpa persetujuan si
perempuan Si perempuan dalam keadaan pingsan/tidak berdaya
(pasal 286)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 150


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 284
Ayat 1. Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan:
Ia. seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlak
u baginya,
Ib. seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak, padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku bagin
ya;
Iia. seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui bahwa yang turut bersalah telah ka
win;
IIb. seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui olehnya bahwa
yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya.
Ayat 2. Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/istri yang tercemar, dan bilamana bagi mer
eka berlaku pasal 27 BW, dalam tenggang waktu 3 bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pisah-meja dan r
anjang karena alasan itu juga.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 151
Landasan Hukum

KUHP
Pasal 284
Ayat 3. Terhadap pengaduan ini tidak berlaku pasal 72, 73, dan 75.
Ayat 4. Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai.
Ayat 5. Jika bagi suami-istri berlaku pasal 27 BW, pengaduan tidak diindahkan selama perkawinan belum diputusk
an karena perceraian atau sebelum putusan yang menyatakan pisah meja dan tempat tidur menjadi tetap.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 152


Landasan Hukum

Burgerlyk Wetboewk (BW)


Pasal 27
Dalam waktu yang sama seorang laki hanya diperbolehkan mempunyai 1 orang perempuan sebagai istrinya, seora
ng perempuan hanya 1 orang laki sebagai suaminya.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 153


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 285
Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar
perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 154


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 286
Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam ke
adaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana paling lama 9 tahun.
Pasal 89
Membuat orang pingsan atau tidak berdaya disamakan dengan menggunakan kekerasan.
Pasal 287
Ayat 1. Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatutny
a harus diduganya bahwa umurnya belum 15 tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bahwa belum waktunya untu
k dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.
Ayat 2. Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan, kecuali jika umur wanita belum sampai 12 tahun atau jika a
da salah satu hal berdasarkan pasal 291 dan pasal 294.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 155


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 288
Ayat 1. Barang siapa dalam perkawinan bersetubuh dengan seorang wanita yang diketahuinya atau sepatutnya ha
rus diduganya bahwa yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin, apabila perbuatan mengakibatkan luka-l
uka diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
Ayat 2. Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, dijatuhkan pidana penjara paling lama 8 tahun.
Ayat 3. Jika mengakibatkan mati, dijatuhkan pidana penjara paling lama 12 tahun.
Pasal 289
Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarka
n dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, den
gan pidana penjara paling lama 9 tahun.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 156


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 290
Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun:
1. Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau
tidak berdaya;
2. Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang padahal diketahuinya atau sepatutnyay harus diduga
nya, bahwa umurnya belum 15 tahun atau kalau umurnya tidak jelas, yang bersangkutan belum waktunya untuk d
ikawin;
3. Barang siapa membujuk seseorang yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belu
m 15 tahun atau kalau umurnya tidak jelas yang bersangkutan atau belum waktunya untuk dikawin, untuk melaku
kan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 157


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 291
Ayat 1. Jika salah satu kejahatan berdasarkan pasal 286, 287, 289, dan 290 mengakibatkan luka-luka berat, dijatuh
kan pidana penjara paling lama 12 tahun;
Ayat 2. Jika salah satu kejahatan berdasarkan pasal 285, 286, 287, 289, dan 290 mengakibatkan kematian dijatuhk
an pidana penjara paling lama 15 tahun.
Pasal 292
Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepat
utnya harus diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 158


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 293
Ayat 1. Barang siapa dengan memberi atau menjanjikan uang atau barang, menyalahgunakan pembawa yang tim
bul dari hubungan keadaan, atau dengan penyesatan sengaja menggerakkan seorang belum dewasa dan baik ting
kah lakunya untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dengan dia, padahal tentang belum ke
dewasaannya, diketahui atau selayaknya harus diduganya, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.
Ayat 2. Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan orang yang teehadap dirinya dilakukan kejahatan itu.
Ayat 3. Tenggang waktu tersebut dalam pasal 74 bagi pengaduan ini adalah masing-masing 9 bulan dan 12 bulan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 159


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 294
Ayat 1. Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan anaknya, anak tirinya, anak angkatnya, anak di bawah p
engawasannya yang belum dewasa, atau dengan orang yang belum dewasa yang berada di bawah pemeliharaann
ya, pendidikan atau penjagaannya, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
Ayat 2. Diancam dengan pidana yang sama:
1. Pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau de
ngan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya.
2. Pengurus, dokter, guru, pegawai, pengawas, atau pesuruh dalam penjara, tempat pekerjaan negara, tempa
t pendidikan, rumah piatu, rumah sakit, rumah sakit jiwa atau lembaga sosial, yang melakukan perbuatan cabul d
engan orang uang dimasukkan ke dalamnya.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 160


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 295
Ayat 1. Diancam:
1. Dengan pidana penjara paling lama 5 tahun barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan
dilakukannya perbuatan cabul oleh anaknya, anak tirinya, anak angkatnya, atau anak di bawah pengawasannya y
ang belum dewasa, atau oleh orang yang belum dewasa yang pemeliharannya, pendidikan, atau penjagaannya di
serahkan kepadanya, ataupun oleh bujangnya atau bawahannya yang belum cukup umur, dengan orang lain;
2. Dengan pidana penjara paling lam a4 tahun barang siapa dengan sengaja menghubungkan atau memudah
kan perbuatan cabul, kecuali yang tersebut dalam butir 1 di atas, yang dilakukan oleh orang yang diketahuinya bel
um dewasa atau yang sepatutnya harus diduganya demikian, dengan orang lain.
Ayat 2. Jika yang melakukan kejahatan itu sebagai pencarian atau kebiasaan, maka pidana dapat ditambah seperti
ga.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 161


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 296
Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menj
adikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pi
dana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 162


Faktor Risiko Terjadinya Kejahatan Seksu
al
Konsekuensi
Fisik Psikologis
Genital Non-genital Rape trauma syndrome, post-

traumatic stress disorder,


Memar, kontusi, laserasi, jejas
depresi, fobia sosial,
Robekan, ekimosis, abrasi dan ligatur pada pergelangan Kematian
kecemasan, peningkatan
kemerahan dan tangan dan kaki serta leher,
penggunaan zat tertentu, dan
pembengkakan luka di daerah selain genital,
kecenderungan untuk
dan trauma anus atau rektum
melakukan bunuh diri

The Power of PowerPoint | thepopp.com 164


add an image
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Add an image Add an image

Pemeriksaan
Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Pemeriksaan Korban

Menentukan Tanda Persetubuha


n
Persetubuhan: masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan, sebagian/seluruh, dengan/tanpa
pancaran air mani
Faktor yang memengaruhi hasil pemeriksaan:
Ukuran dan ketegangan zakar
Seberapa jauh zakar masuk
Posisi tubuh saat terjadi persetubuhan
Robekan selaput dara tanda pasti persetubuhan
Sel sperma (+) persetubuhan (+)
Sel sperma (-) persetubuhan (-) analisis terhadap kandungan semen
Periksa kemungkinan adanya IMS

The Power of PowerPoint | thepopp.com 166


Pemeriksaan Korban

Menentukan Adanya Tanda Kekerasan


Luka, memar, bekas gigitan (+) Kekerasan (+); Tetapi, luka, memar, bebas gigitan(-) Kekerasan (-)
Pemberian obat bius dan racun termasuk ke dalam tindak kekerasan Pemeriksaan toksikologi
Pada:
Mulut
Bibir
Leher
Puting susu
Pergelangan tangan
Pangkal paha sekitar alat kelamin

The Power of PowerPoint | thepopp.com 167


Pemeriksaan Korban

Memperkirakan Umur
Menentukan apakah korban sudah dewasa/belum
Perkiraan umur dapat diketahui dengan:
Perkembangan fisik
Ciri seks sekunder
Pertumbuhan gigi
Fusi tulang khususnya tulang tengkorak
Pemeriksaan radiologik
Keterkaitan dengan penerapan pasal KUHP

The Power of PowerPoint | thepopp.com 168


Pemeriksaan Korban

Menentukan Pantas/Tidaknya Korban Dikawin


Menstruasi = Kesiapan dikawin secara biologis

UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 7


Ayat 1. Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wa
nita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.

UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 1


Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandunga
n

The Power of PowerPoint | thepopp.com 169


Pemeriksaan Korban

Anamnesis Pemeriksaan Fisik


Anamnesis umum: Umur, tempat tanggal lahir, Penampilan, rapi atau kusut, keadaan emosio
status perkawinan, siklus haid, penyakit kelamin,
nal
penyakit kandungan, penyakit lain (epilepsy, kata
lepsi, syncope), pernah/ tidaknya bersetubuh, pe Tanda- tanda bekas kehilangan kesadaran ->
rsetubuhan terakhir, menggunakan pengaman
(kondom) ambil urin dan darah

Anamnesis khusus: Waktu kejadian, tanggal da Tanda bekas kekerasan


n jam. Lokasi terjadi, apakah ada perlawanan dar
Tanda perkembangan alat kelamin sekunder,
i korban, apakah korban dalam keadaan tidak sa
dar/ pingsan, apakah terjadi penetrasi, ejakulasi, pupil, reflex cahaya, pupil pinpoint, tinggi dan
apakah setelah kejadian korban mencuci, mandi
berat badan, tekanan darah, jantugn, paru da
dan menggantu pakaian.
n abdomen
Trace evidence pada tubuh korban.
Head-to-Toe exam

The Power of PowerPoint | thepopp.com 170


Top-to-toe PE for Victim
s
Pemeriksaan Korban

Pemeriksaan Anogenital
Pastikan pasien dalam keadaan rileks dan tenang. Lakukan informed consent
Posisi pasien dalam posisi litotomi, selalu minta izin terlebih dahulu setiap akan memeriksa dari satu bagian ke
bagian lainnya
Area eksternal dari genital diinspeksi terlebih dahulu dan dilakukan swab sebelum menyentuh dan memasang
spekulum. Periksa labia mayor, labia minor, klitoris, selaput dara, posterior forset dan perineum dari tanda ada
nya luka atau nyeri tekan. Lakukan swab apabila terdapat darah.
Pemeriksaan menggunakan spekulum bertujuan untuk melihat dinding vagina apakah terdapat jejas, luka lece
t, luka terbuka ataupun lebam. Sebelumnya, ada baiknya spekulum dihangatkan terlebih dahulu di air hangat.
Pemeriksaan spekulum ini diindikasikan apabila pasien mengeluh kesakitan pada uterin atau vaginanya setela
h kejahatan seksual, ataupun terdapat pendarahan vagina dan suspek adanya benda asing di dalam vagina.
Untuk pemeriksaan anal, posisi miring lebih mudah. Pemeriksaan colok dubur dilakukan apabila suspek adany
a benda asing pada kanal anal.Sebelum pemeriksaan, pastikan spingter relaksasi agar memudahkan saat peme
riksaan.
Apabila terdapat pendarahan anal dan nyeri hebat pada anal, pemeriksaan terhadap rektum dilakukan dengan
proctoscopy.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 172
Jenis Pemeriksaan Barang Bukti Metode Hasil yang diharapkan
Tanpa Pewarnaan Sperma bergerak
Cairan Vagina Pewarnaan Malachitgreen Bagian basis kepala sperma berwarna
Penentuan
ungu
adanya sperma
Pewarnaan Baeeci Kepala sperma berwarna merah, bagian
Pakaian
ekor biru muda.
Reaksi dengan asam fosfat yang Warna ungu timbul dalam waktu kurang
asam fosfatase berasal dari air 30 detik, berarti indikasi besar. Warna

Pemeriksaa Cairan Vaginal




mani.

Reaksi Florence
ungu timbul kurang dari 65 detik indikasi
sedang.
Kholin dalam air mani akan membentuk
kristal kholin peryodida.

n Barang Bu Penentuan
adanya air mani
Reaksi Berberio Adanya sperma dalam air mani akan
membentuk spermin pikrat
Inhibisi asam fosfatasi dengan L () Bercak air mani dapat dibedakan dari
Asam Tartrat bercak- bercak lain

kti dan Lab


Pakaian
Reaksi dengan asam fosfatase Warna ungu pada pakaian menunjuk
mani
Cairan dari saluran kemih Sinar UV, visual perabaan dan Letak bercak air mani dapat diketahui
penciuman

oratorium Cairan dari koreng (ulkus) Pemeriksaan T. Pallidum (sifilis)


pada genital
Darah
mikroskopik
Tes serologis VDRL Positif untuk sifilis
Penentuan Urine Hemaglutinasi inhibisi test Adanya kehamilan diketahui bila terjadi
adanya (pregnosticon), dan agglutination penggumpulan.
inhibition test ( Gravidex)
Toksikologis Darah dan urin Thin layer, chromatograph, Adanya obat- obatan yang dapat
mikrodiffusi,dll menurunkan atau menghilangkan
kesadaran
Penentuan Cairan vagina yang berisi air Serologis (A-B-O Grouping test) Golongan darah dari air mani berbeda
golongan darah mani dan darah dengan gol darah dari korban

The Power of PowerPoint | thepopp.com 173


Pemeriksaan Pelaku

Pemeriksaan Sel Epitel Vagina


pada Penis Pemeriksaan Kuman S. gonorrheae
Bahan pemeriksaan: Cairan yang masih Bahan pemeriksaan: Sekret urethra
melekat di sekitar coronary gland Metode: Sediaan langsung dengan pewar
Metode: Menggunakan kaca objek yang di naan Gram
tempelkan di area sekitar coronary gland, Hasil yang diharapkan: Ditemukan kuman
kemudian objek glass itu ditempelkan sec S. gonorrheae
ara terbalik di atas cawan yang berisi laru
tan lugol. Uap yodium akan mewarnai lap
isan pada objek kaca tersebut. Sitoplasma
sel epitel vagina akan berwarna coklat tua
karena mengandung glikogen
Hasil yang diharapkan: Sel epitel vagina b
erwarna kecoklatan atau coklat kekuning
an, bentuknya heksagonal.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 174


Pemeriksaan Pelaku

Pemeriksaan Bercak Darah Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan pakaian untuk memeriksa apa Dalam kasus korban melawan, mungkin dap
kah terdapat darah atau semen. Untuk sem at ditemukan bekas kekerasan.
en tidak berarti apa-apa, tetapi untuk darah
Pemeriksaan head to toe
dapat dipertimbangkan karena kemungkina
n dapat berasal dari darah deflorasi. Untuk Beberapa regio tubuh seperti aksila, retro a
hal ini maka penting dilakukan tes golongan urikel, mulut, dan telapak kaki, yang tidak se
darah. cara umum diperiksa perlu diperiksa
Sebisa mungkin dilakukan dalam satu kunju
ngan pemeriksaan
Pemeriksaan bercak darah:
Tes benzidine: warna hijau-biru
Tes luminol: terjadi fluoresensi
Tes teichman: kristal hemin-HCl
Tes takayama: kristal pyridine-he
mochromagen

The Power of PowerPoint | thepopp.com 175


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Identifikasi Forensik

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Identifikasi Forensi
k

i
Upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik
untuk menentukan identitas seseorang.
Kebutuhan etis dan kemanusiaan.
Pemastian kematian seseorang secara resmi dan yuri
dis.
Pencatatan identitas untuk keperluan administratif da

Tujuan n pemakaman.
Pengurusan klaim di bidang hukum publik dan perdat
a.
Pembuktian klaim asuransi, pensiun dan lain-lain.
Upaya awal dalam suatu penyelidikan kriminal.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 178


Peran Identifikasi Forensik

Orang Hidup Jenazah


Semua kasus medikolegal. Kasus peledakan.
Orang yang didakwa pelaku pembunuha Kasus kebakaran.
n. Kecelakaan kereta api atau pesawat terb
Orang yang didakwa pelaku pemerkosaa ang.
n. Banjir.
Identitas bayi baru lahir yang tertukar, u Kasus kematian yang dicurigai melangga
ntuk menentukan siapa orang tuanya. r hukum.
Anak hilang.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 179


Metode Identifikasi

ICON
Visual & Dokumen
Sidik Jari ICON

ICON
Pemeriksaan Serologik
Pemeriksaan Gigi ICON

ICON
Fashion
Pemeriksaan DNA ICON

The Power of PowerPoint | thepopp.com 180


Pemeriksaan Gigi

Atas: Odontogram Interpol


Bawah: Odontogram British National Health Service

Pemeriksaan ini meliputi pencatatan gigi (odontogram) dan rahang yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan
manual, sinar-X, dan pencetakan gigi serta rahang.
Odontogram memuat data tentang jumlah, bentuk, susunan, tambalan, prostesa gigi, dan sebagainya.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 181


Sampel DNA, Antemo
rtem

The Power of PowerPoint | thepopp.com 182


Add an image

Keadaan Tubuh Rekomendasi Sampel


Lengkap, mayat belum Darah (pada kertas FTA atau apusan) dan apusan
membusuk mukosa bukal
Termutilasi, mayat belum Jika memungkinkan: darah dan jaringan otot dalam.
memusuk
Lengkap, mayat sudah Sampel dari tulang kompak panjang (bagian 4-6 cm,
Sampel DNA, Postmo
membusuk atau termutilasi

bagian jendela, tanpa pemisahan shaft)


Atau. rtem
Gigi sehat (sebaiknya molar)
Atau.
Setiap tulang lain yang tersedia jika mungkin;
sebaiknya tulang kortikal dengan jaringan padat)

Mayat yang terbakar hebat Semua sampel yang tercantum di atas dan gigi yang
impaksi atau akar gigi jika ada
atau
Apusan dari kandung kemih

The Power of PowerPoint | thepopp.com 183


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Kematian Mendadak

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Kematian Mendad
ak

i
Berhentinya sistem sirkulasi dan sistem pernafasan secar
a permanen, atau kematian batang otak telah dibuktikan
Kematian Mendadak

Kardiovaskular
Penyakit pembuluh nadi koroner merupakan penyebab kematian terbanyak.
Adanya penyempitan atau penebalan, khususnya pada ramus desenden arteri koronaria sinistra (suplai untuk pac
emaker) menyebabkan berkurangnya suplai darah. Setelah itu terjadi hipoksia yang diikuti dengan fibrilasi atrium
dan berakhir dengan kematian,
Hal iain yaitu apabila terjadi infark miokard (konfirmasi dengan histopatologi).
Lokasi tersering penyempitan arteri koronaria adalah ramus desenden arteri koronaria sinistra, arteri koronaria de
kstra, arteri sirkumfleksa koronaria sinistra, dan pangkal arteri koronaria sinistra.
Pecahnya aneurisma aorta, endokarditis, serta kelainan katup jantung, juga merupakan penyebab kematian mend
adak.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 186


Kematian Mendadak

Neurologi
Pecahnya arteri lentikulostriata pada penderita hipertensi merupakan penyebab kematian yang tersering, biasany
a didahului oleh rasa sakit kepala , pusing, mual, kemudian jatuh.
Penyempitan pembuluh darah otak, pada penderita lanjut usia atau mereka yang kadar kolesterolnya tinggi, meru
pakan penyebab lain kematian.
Pada dewasa muda, biasanya terjadi pecahnya aneurisma serebri, di mana pada pemeriksaan akan ditemukan per
darahan subarakhnoid
Perdarahan karena tumor otak serta peradangan juga enyebab kematian, di mana infeksi seperti meningitis sering
menyerang anak-anak

The Power of PowerPoint | thepopp.com 187


Kematian Mendadak

Respirasi
Perdarahan akibat tuberkulosa, yang menyumbat saluran pernapasan merupakan penyebab kematian yang paling
sering terjadi di negara yang belum berkembang,
Infeksi pada paru-paru, asma bronkiale, bronkiektasis, dan difteri juga dapat menyebabkan kematian mendadak.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 188


Kematian Mendadak

Gastrointestinal
Pecahnya varises esofagus pada sirosis hepatis merupakan penyebab kematian yang tersering.
Perforasi ulkus ventrikel, khususnya terjadi setelah seseorang minum alkohol atau menelan obat yang mengiritasi
lambung, dapat menyebabkan kematian

The Power of PowerPoint | thepopp.com 189


Kematian Mendadak

Urogenital
Peradangan ginjal dan acute renal failure merupakan penyebab kematian mendadak pada sistem ini

The Power of PowerPoint | thepopp.com 190


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Autopsi

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Autopsi

i
Pemeriksaan terhadap tubuh mayat, meliputi pemeriksaan bag
ian luar dan bagian dalam, dengan tujuan menemukan proses
penyakit dan atau adanya cedera, melakukan interpretasi atas
penemuan-penemuan tersebut, menerangkan penyebabnya, s
erta mencari hubungan sebab-akibat antara kelainan-kelainan
yang ditemukan dengan penyebab kematian
Jenis Autopsi
Autopsi klinik, dilakukan terhadap mayat seseorang yang menderita penyakit, dira
1 wat di Rumah Sakit tetapi kemudian meninggal untuk kepentingan penelitian dan p
engembangan pelayanan kesehatan

Autopsi anatomis di rumah sakit pendidikan atau di institusi pendidikan kedoktera


n hanya dapat dilakukan terhadap mayat tidak dikenal atau mayat yang tidak diurus
2 keluarganya untuk kepentingan pendidikan di bidang ilmu kedokteran dan biomedi
k

Autopsi forensik/medikolegal dilakukan terhadap mayat berdasarkan peraturan u


3 ndang-undang

The Power of PowerPoint | thepopp.com 193


Autopsi Forensik

Tujuan Hal Pokok


Membantu dalam hal penentuan identitas mayat Diperlukan Surat Permintaan Visum
Menentukan sebab pasti kematian, memperkira Harus dilakukan sedini mungkin
kan cara dan saat kematian
Autopsi harus lengkap
Mengumpulkan serta mengenali benda-benda b
Harus dilakukan sendiri oleh dokter
ukti untuk penentuan identitas, penyebab kemat
ian, serta identitas pelaku kejahatan Pemeriksaan dan pencatatan dilakukan seteliti
mungkin, termasuk temuan negatif
Membuat laporan tertulis yang objektif dan berd
asarkan fakta dari hasil pemeriksaan
Melindungi orang yang tidak bersalah dan penu
ntutan terhadap orang bersalah

The Power of PowerPoint | thepopp.com 194


Istilah dalam Autopsi

Cara kemati Mekanisme


Sebab mati
an kematian

Penyakit atau cedera/luka yan Macam kejadian yang menimb Gangguan fisiologis dan atau
g bertanggung jawab atas terj ulkan penyebab kematian. Ter biokimawi yang ditimbulakan
adinya kematian dapat dua jenis cara kematian, oleh penyebab kematian sede
yaitu kematian wajar dan tidak mikian rupa sehingga seseora
wajar. ng tidak dapat terus hidup

The Power of PowerPoint | thepopp.com 195


Teknik Autopsi

01 02 03 04
Virchow Rokitansky Ghon Letulle
Organ-organ dikeluarkan sat Setelah rongga tubuh dibuk Setelah rongga tubuh dibuk Setelah rongga tubuh dibuk
u-persatu dan langsung dipe a organ-organ dilihat dan di a, organ dada dan leher, hat a, organ-organ leher, dada,
riksa periksa dengan melakukan i, limpa dan organ-organ pe diafragma dan perut dikelua
beberapa irisan secara in sit ncernaan serta organ-organ rkan sekaligus (en masse)
u urogenital diangkat keluar s
ebagai kumpulan organ-org
an (en block)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 196


Skema Perbedaan Te
knik Autopsi Klasik

The Power of PowerPoint | thepopp.com 197


Teknik Keunggulan Kekurangan
Hubungan anatomik antar
organ dalam satu sistim akan
hilang
Kelainan masing-masing
Virchow orang dapat segera
Kurang baik untuk kasus
dilihat
penembakan senjata api dan

Keunggulan dan penusukan dengan senjata


tajam
Dapat digunakan pada

Kekurangan Tiap Rokitansky


pasien dengan penyakit
menular sehingga
Tidak dapat digunakan jika
informasi dibutuhkan segera
mengurangi risiko

Teknik Autopsi
dan lengkap
terpaparnya orang
banyak
Jika terdapat kelainan yang
Lebih cepat dengan
membutuhkan teknik lain maka
Ghon tetap mempertahankan
teknik ini tidak dilakukan
hubungan antar organ
dengan seutuhnya
Hubungan antar organ
tetap dipertahankan Lebih lama jika dilakukan oleh
orang yang kurang pengalaman
Letulle Bermanfaat
The Poweruntuk
of PowerPoint | thepopp.com 198
mengetahui proses Teknik ini sukar dilakukan tanpa
Tengkorak bayi harus dibuka dengan teknik khusus untuk menghindari terpotongnya sin
us
Langkah-langkah:

Autopsi pa 1. Kulit kepala dibuka dan dikupas seperti pada mayat dewasa
2. Jaringan otak bayi baru lahir biasanya lebih lunak sehingga perlu dilakukan fiksasi de
ngan formalin 10%

da Bayi: 3. Tengkorak bayi bau lahir masih lunak sehingga pembukaan tengkorak dapat dilakuka
n dengan gunting (tidak perlu menggunakan gergaji)

Pemeriksaa 4. Untuk menghindari terpotongnya sinus sagitalis superior, guntinglah os parietale p


ada jarak 0,5-1 cm lateral dari garis median, dimulai pada daerah fontanel besar k
e arah belakang sampai bagian posterior tulang ubun-ubun untuk kemudan membel
ok ke arah lateral

n Tengkora 5. Di depan, pengguntingan dilanjutkan ke arah tulang dahi yang pada jarak 1-2 c
m dari batas lipatan kulit, membelok ke arah lateral sehingga pada garis median si
nus sagitalis tetap utuh

k 6. Os parietalis kanan dan kiri dapat dibuka ke arah lateral seperti membuka jendela
7. Otak bayi kemudian dikeluarkan dengan cara seperti mayat dewasa atau dikeluark
an terpisah, hemisfer kanan dan kiri

The Power of PowerPoint | thepopp.com 199


Autopsi pada Bay Untuk menentukan usia dalam kandungan (gestational age) may
at bayi, dilakukan pemeriksaan terhadap pusat penulangan.
Pusat penulangan dapat diperiksa pada distal femur dan proksi

i: Pemeriksaan P mal tibia


Pusat penulangan akan tampak sebagai bercak berwarna merah
homogen dengan diameter lebih dari 5 mm di daerah epiphyse t

usat Penulangan ulang.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 200


Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image

Kecelakaan Lalu Lintas

Add an image Add an image Add an image Add an image Add an image
Add an image

Def
inis
Kecelakaan
Lalu Lintas

i
Suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disen
gaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna
jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau
kerugian harta benda
Penggolongan KLL
Menurut UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

KLL Ringan KLL Sedang KLL Berat

Kerusakan barang (+) Kerusakan barang (+) Meninggal dunia (+)


Korban luka dan jiwa (-) Korban luka (+), ringan Luka berat (+)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 203


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 1
Dalam undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
2. Lalu Lintas adalah gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan.
12. Jalan adalah seluruh bagian Jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan b
agi Lalu Lintas umum, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah
dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel.
24. Kecelakaan Lalu Lintas adalah suatu peristiwa di Jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan Kenda
raan dengan atau tanpa Pengguna Jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 204


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 229
Ayat 1. Kecelakaan Lalu Lintas digolongkan atas:
a. Kecelakaan Lalu Lintas ringan;
b. Kecelakaan Lalu Lintas sedang; atau
c. Kecelakaan Lalu Lintas berat.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 205


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 229
Ayat 2. Kecelakaan Lalu Lintas ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kecelakaan yang m
engakibatkan kerusakan Kendaraan dan/atau barang.
Ayat 3. Kecelakaan Lalu Lintas sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan kecelakaan yang
mengakibatkan luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang.
Ayat 4. Kecelakaan Lalu Lintas berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan kecelakaan yang me
ngakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.
Ayat 5. Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disebabkan oleh kelalaian Pengguna Jal
an, ketidaklaikan Kendaraan, serta ketidaklaikan Jalan dan/atau lingkungan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 206


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 230
Perkara Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diproses den
gan acara peradilan pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

The Power of PowerPoint | thepopp.com 207


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 231
Ayat 1. Pengemudi Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas, wajib:
a. menghentikan Kendaraan yang dikemudikannya;
b. memberikan pertolongan kepada korban;
c. melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat; dan
d. memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan.
Ayat 2. Pengemudi Kendaraan Bermotor, yang karena keadaan memaksa tidak dapat melaksanakan ketentuan se
bagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, segera melaporkan diri kepada Kepolisian Negara Republi
k Indonesia terdekat.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 208


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 232
Setiap orang yang mendengar, melihat, dan/atau mengetahui terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas wajib:
a. memberikan pertolongan kepada korban Kecelakaan Lalu Lintas;
b. melaporkan kecelakaan tersebut kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan/atau
c. memberikan keterangan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 209


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 234
Ayat 1. Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas
kerugian yang diderita oleh Penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian Pengemu
di.
Ayat 2. Setiap Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jaw
ab atas kerusakan jalan dan/atau perlengkapan jalan karena kelalaian atau kesalahan Pengemudi.
Ayat 3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku jika:
a. adanya keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan atau di luar kemampuan Pengemudi;
b. disebabkan oleh perilaku korban sendiri atau pihak ketiga; dan/atau
c. disebabkan gerakan orang dan/atau hewan walaupun telah diambil tindakan pencegahan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 210


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 235
Ayat 1. Jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat
(1) huruf c, Pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada ahli w
aris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara
pidana.
Ayat 2. Jika terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan korban akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dim
aksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf b dan huruf c, pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum w
ajib memberikan bantuan kepada korban berupa biaya pengobatan dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara
pidana.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 211


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 236
Ayat 1. Pihak yang menyebabkan terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 wajib
mengganti kerugian yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan.
Ayat 2. Kewajiban mengganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Kecelakaan Lalu Lintas sebagai
mana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dapat dilakukan di luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai di anta
ra para pihak yang terlibat.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 212


Landasan Hukum

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala


n
Pasal 240
Korban Kecelakaan Lalu Lintas berhak mendapatkan:
a. pertolongan dan perawatan dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas dan/atau
Pemerintah;
b. ganti kerugian dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas; dan
c. santunan Kecelakaan Lalu Lintas dari perusahaan asuransi.
Pasal 241
Setiap korban Kecelakaan Lalu Lintas berhak memperoleh pengutamaan pertolongan pertama dan perawatan pad
a rumah sakit terdekat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 213


Landasan Hukum

KUHP
Pasal 359
Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara
paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.
Pasal 360
Ayat 1. Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, dian
cam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.
Ayat 2. Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebahkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehi
ngga timhul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, dianca
m dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana
denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 214


Faktor Penyebab Kecelakaan

Manusia (Ro Kendaraan Lingkungan


ad User) (Vehicle) Fisik

Umur, jenis kelamin, perilaku, Rem blong, ban, selip, lampu k Jalan berlubang, jalan rusak, ja
kepemilikan SIM, lengah, men endaraan lan licin/basah, jalan gelap, tan
gantuk, lelah, mabuk, tidak ter pa marka, tikungan jalan, huja
tib, kecepatan tinggi n

The Power of PowerPoint | thepopp.com 215


Kecelakaan Berdasarkan Arah

Arah Depan Arah Samping


Tabrakan dari arah depan terjadi bila dua kendar Biasanya terjadi di persimpangan ketika kendara
aan/orang bertabrakan yang mana keduanya ara an lain menabrak dari arah samping, ataupun m
h kepala, atau bagian depan dari kendaraan men obil yang terpelintir dan sisinya menghantam be
abrak benda yang tidak bergerak, seperti tembo nda tidak bergerak. Dapat terlihat perlukaan yan
k, ataupun tiang listrik. Sebagai akibat dari energ g sama dengan tabrakan dari arah depan, bila be
i gerak, penumpang dari kendaraan bermotor ak nturan terjadi pada sisi kiri dari kendaraan, peng
an terus melaju (bila tidak memakai sabuk penga emudi akan cenderung mengalami perlukaan pa
man pada pengguna mobil). da sisi kiri, dan penumpang depan akan mengala
mi perlukaan yang lebih sedikit karena pengemu
di bersifat sebagai bantalan. Bila benturan terjad
i pada sisi kanan, maka yang terjadi adalah sebal
iknya

The Power of PowerPoint | thepopp.com 216


Kecelakaan Berdasarkan Arah

Terguling Arah Belakang


Keadaan ini lebih mematikan (lethal) dibandingk Pada benturan dari arah belakang, benturan dik
an tabrakan dari samping, terutama bila tidak di urangi atau terserap oleh bagian bagasi dan kom
pakainya pelindung kepala (helm), terguling di jal partemen penumpang belakang (pada pengguna
an, sabuk pengaman dan penumpang terlempar mobil), yang dengan demikian memproteksi pen
keluar mobil. Beberapa perlukaan dapat terbent umpang bagian depan dari perlukaan yang para
uk pada saat korban mendarat pada permukaan h dan mengancam jiwa
yang keras, pada beberapa kasus, korban yang t
erlempar bisa ditemukan hancur atau terperang
kap di bawah kendaraan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 217


Pemeriksaan Korban KLL

Bedah Mayat
Mengetahui penyebab kematian dan pola dari luka yang sering terjadi

Pemeriksaan Toksikologis
Mikroskopis
Mencari data
Penyakit yangapakah
kambuh pada
sehingga
korban
memungkinkan
terdapat obat terjadinya
atau alkohol
kecelakaan
yang dapat menimbulkan ganggu
an kapabilitas di dalam mengemudikan kendaraannya

The Power of PowerPoint | thepopp.com 218


Pemeriksaan - Pejalan Kaki

Faktor Mekanisme
Korban: posisi, keadaan fisik, pakaian ya Luka karena impak primer, yaitu bentur
ng dikenakan an yang pertama terjadi antara korban d
engan kendaraan.
Kendaraan: jenis, kecepatan, jarak antar
a jalan dengan bagian terendah kendara Luka karena impak sekunder, yaitu ben
an turan korban yang kedua kalinya dengan
belakang terkena pada bagian kaca mob
Keadaan jalan: permukaan
il, ini yang disebut impak sekunder.
Luka yang sekunder, yaitu luka yang terj
adi setelah korban jatuh ke atas jalan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 219


Pemeriksaan - Pejalan Kaki

Hasil Temuan
Korban dewasa umumnya ditabrak dari arah belakang atau samping, luka yang khas biasanya t
erdapat pada tungkai bawah
Jika korban berdiri pada kedua tungkainya sewaktu tabrakan terjadi Fraktur, dapat terdoron
g keluar, menembus otot
Luka pada tungkai Dari arah mana kendaraan yang membentur korban
Pada waktu yang bersamaan dengan terjadinya impak primer pada tungkai bawah (bumper inj
uries; bumper fractures), bagian bokong atau punggung akan terkena dengan radiator, kap mo
bil, lampu atau kaca (impak sekunder); korban jatuh dari kendaraan ke jalan (luka yang sekunde
r),
Korban yang tergeletak di jalan dapat terlindas oleh roda kendaraan (jejas ban;tire marks)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 220


Pemeriksaan - Pejalan Kaki

Hasil Temuan
Bila kendaraan yang menabrak seperti truk atau bis: korban terdorong dan terbawa kemudian j
atuh kedepan, tubuh dapat tergilas crush injuries atau compression injuries (kepala leher
dada)
Jika bagian bawah dari kendaraan sangat rendah rolling injuries, tubuh korban dapat terput
ar, terjadi pengelupasan kulit
Pada daerah dimana terdapat lipatan kulit, seperti daerah lipat paha, terlindas striae like tea
rs.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 221


Pemeriksaan - Kendaraan Roda Empat

Pengemudi Penumpang
Kendaraan berhenti mendadak, akan didapa Bila duduk di depan, kelainan terutama di
tkan kelainan yang agak khas pada pengem kepala; dan bila memakai sabuk pengaman
udi, yaitu: akan ditemukan kelainan seperti tersebut di
atas pada pengemudi mobil,
Kepala, disebabkan benturan bagian depan
(kaca): luka kecil atau luka lecet tekan, luka Bila duduk di belakang, kelainan terutama
memar, kompresi fraktur(mengenai bahan k di daerah perut, pinggul atau tungkai.
eras)
Dada, benturan dengan setir: jejas stir, frakt
ur tulang dada -> efek jantung dan paru.
Sabuk pengaman yang dipakai, dapat pula
menyebabkan luka: kerusakan organ dalam
(tergantung posisi sabuk). Seatbelt injuries
dapat dikenali sebagai suatu luka lecet teka
n, atau luka memar.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 222


Pemeriksaan - Kendaraan Roda Dua

Hasil Temuan
Luka karena impak primer pada tungkai
Luka karena impak sekunder pada bagian tubuh lain, sebagai akibat benturan tubuh dengan bagian lain
dari kendaraan
Luka yang terjadi sekunder, sebagai akibat benturan korban dengan jalan.
Fraktur pada tengkorak sebagai akibat luka sekunder tersebut dapat mudah diketahui yaitu dari sifat gar
is patahnya, dimana terdapat garis patah yang linear (fraktur linear), sedangkan pada keadaan lain, misal
nya kepala dipukul dengan palu yang berat, frakturnya adalah fraktur kompresi
Dengan demikian, terdapat perbedaan kelainan fraktur tengkorak, yaitu bila korban(kepala), bergerak m
endekati benda tumpul(jalan); dengan bila kepala diam akan tetapi benda tumpulnya(palu), yang datang
mendekati kepala

The Power of PowerPoint | thepopp.com 223


THANK YOU
Add an image

M. Rizky N. Karim
Medical Student, Graphic Designer, Public Speaking Trainer

mrizkynkarim@gmail.com +62818406030

The Power of PowerPoint | thepopp.com 225