Anda di halaman 1dari 16

ISTILAH DAN PENGERTIAN, PEMBERI KERJA, PERENCANAAN

KERJA, PEMBANGUNAN KETENAGAKERJAAN, PELATIHAN,


PEMAGANGAN, PERJANJIAN KERJA,UPAH, KESEJAHTERAAN
ROINTO FIRNANDUS BERUTU DBD 115 018
ANDREYAN ADITYA S.N. DBD 115 061
DAVIDTO KARES DBD 112 117
DENI APRILIANTO DBD 115 064
ADITYA PRATAMA DBD 115 029
DIKO PURWANTO DBD 115 044
MARDENI DBD 115 067
SUMARIOZI DBD 115 051
JAKARIYA DBD 115 036
JUMARA DBD 115 071
ACHMAD RISCKI DBD 115 063
Segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama
dan sesudah masa kerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. .
Sebagaimana tertulis pengaturan hukum perburuhan yang terdapat pada undang-
undang no. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
bertujuan
Memberdayakan dan mendayagunakan
tenaga kerja secara optimal dan manusiawi

Memberikan perlindungan kepada tenaga


kerja dalam mewjudkan kesejahteraan

Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja


dan keluarganya
Badan hukum

Pemberi
kerja

orang pengusaha
perseorangan
Perencanaan Tenaga Kerja adalah proses penyusunan rencana ketenagakerjaan
secara sistimatis yang dijadikan dasar dan acuan dalam penyusunan kebijakan,
strategi dan pelaksanaan program pembangunan ketenagakerjaan yang
berkesinambungan.
Membekali
Meningkatkan Kemampuan Produktifitas
kompetensi kompetensi

Mengembang
kan Untuk Kesejahteraan
kompetensi meningkatkan
Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan
secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara
langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang
lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan,
dalam rangka menguasai ketrampilan atau keahlian tertentu
Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau
pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.
Nama, alamat perusahaan, dan jenis perusahaan
Nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pekerja/buruh
Jabatan atau jenis pekerjaan
Tempat pekerjaan
Besarnya upah dan cara pembayarannya
Syarat-syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan
pekerja/buruh
Memulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja
Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat
Tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja.
Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang
sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang
ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau
peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan
keluarganya atas suatu pekerja dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan
Kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh:
Upah untuk perhitungan pajak
Upah kerja lembur Upah minimum
penghasilan

Upah tidak masuk kerja karena


Upah tidak masuk kerja karena Hal-hal yang dapat diperhitungkan
melakukan kegiatan lain di luar
berhalangan dengan upah
pekerjaannya

Upah karena menjalankan hak waktu istirahata kerjanya Upah untuk pembayaran pesangon
Kesejahtraan pekerja/buruh adalah suatu pemenuhan kebutuhan atau keperluan
yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam maupun di luar hubungan
kerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktivitas
kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Dua perusahaan tambang bauksit di kab. Lingga kepulauan riau dianggap
melanggar UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, karena belum
mendaftarkan karyawannya sebagai peserta jamsostek. Dua perusahaan tersebut
ialah PT.TBJ (Telaga Bintan Jaya) dan PT. Hermina Jaya.
UU yang dilanggar oleh kedua Perusahaan ini yaitu pasal 86 Paragraf 5
Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang isinya Setiap pekerja/buruh mempunyai
hak untuk memperoleh perlindungan atas : Keselamatan dan kesehatan kerja
Moral dan kesusilaan dan Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat
manusia serta nilai-nilai agama.
Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja
yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan
kerja.Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan
sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
Pasal 87
(1) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. (2)
Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Ketiga Kesejahteraan
Pasal 99
(1) Setiap pekerja/buruh dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial
tenaga kerja. (2) Jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pasal 99
tentang ketenagakerjaan.