Anda di halaman 1dari 23

ASMA

KELOMPOK 4
Epidemiologi penyakit Asma di
Dunia
Epidemiologi penyakit Asma di
Dunia
Asma adalah salah satu penyakit saluran nafas
kronik utama, yang mengenai 1-18% penduduk di
seluruh dunia
Asma ditandai dengan adanya keluhan respirasi
seperti mengi, sesak, rasa berat didada, dan atau
batuk serta hambatan aliran udara ekspirasi yang
variabel.
Asma dapat mengenai semua kelompok umur di
semua wilayah di seluruh dunia.
Sekitar 300 juta penduduk dunia diperkirakan
menderita asma, dengan 250.000 kematian setiap
tahunnya. Angka ini tersebar di berbagai belahan
dunia
Proporsi penyakit asma didunia
berdasarkan diagnosis gejala klinis
Negara-negara dengan angka
kematian asma di dunia
Perkembangan penyakit Asma di
Asia
Epidemiologi penyakit Asma di
INDONESIA
Epidemiologi Asma di Indonesia
Prevalensi asma tertinggi terdapat di Sulawesi
Tengah (7,8%), diikuti Nusa Tenggara Timur (7,3%),
DI Yogyakarta (6,9%), dan Sulawesi Selatan (6,7%).
Prevalensi PPOK tertinggi terdapat di Nusa
Tenggara Timur (10,0%), diikuti Sulawesi Tengah
(8,0%), Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan
masing-masing 6,7 persen. Prevalensi kanker
tertinggi terdapat di DI Yogyakarta (4,1), diikuti
Jawa Tengah (2,1), Bali (2), Bengkulu, dan DKI
Jakarta masing-masing 1,9 per mil.

Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
Tahun 2013. Indonesia. 2013
Prevalensi asma terlihat sama antara
perkotaan dan perdesaan, PPOK lebih tinggi
di perdesaandibanding perkotaan. Asma
cenderung lebih tinggi pada kelompok
dengan kuintil indeks kepemilikan terbawah.
Pada penyakit kanker, prevalensi
cenderung lebih tinggi pada pendidikan
tinggi dan pada kelompok dengan kuintil
indeks kepemilikan teratas

Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
Tahun 2013. Indonesia. 2013
Depertemen Kesehatan memperkirakan
penyakit asma termasuk 10 besar penyebab
kesakitan dan kematian di RS dan
diperkirakan 10% dari 25 juta penduduk
Indonesi. Menderita asma.Angka kejadian
asma pada anak dan bayi sekitar 10-85%
dan lebih tinggi dibandingkan oleh orang
dewasa(10-45%).

R,Sihombing M, Qomariah. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit Asma Di Indonesia.


Media Litbang Kesehatan Volume XX Nomor 1 Tahun 2010.
Tabel 1. Prevalensi
Penyakit Asma
menurut setiap
Provinsi, Indonesia
2013
Tabel 2. Prevalensi
Penyakit Asma
menurut setiap
karakteristik, Indonesia
2013.
Epidemiologi penyakit Asma di
MALUKU
PREVALENSI PENYAKIT ASMA (%) DI PROVINSI
MALUKU BERDASARKAN KABUPATEN/KOTA TAHUN
2013
FAKTOR RESIKO ASMA
Adapun Faktor Resiko Pencetus Asma Bronkial, yaitu :

Fakor Eksternal
Asap Rokok
Tungau Debu Rumah
Jenis Kelamin
Binatang Piaraan
Jenis Makanan
Perabot Rumah Tangga
Perubahan Cuaca
Riwayat Penyakit Keluarga
Faktor Internal :
1. Faktor imunologi penderita asma ekstrinsik atau
alergi, terjadi setelah pemaparan terhadap faktor
lingkungan seperti debu rumah, tepung sari dan
ketombe. Bentuk asma inilah yang paling sering
ditemukan pada usia 2 tahun pertama dan pada
rang dewasa (asma yang timbul lambat), disebut
intrinsik.
2. Faktor endokrin menyebabkan asma lebih buruk dalam
hubungannya dengan kehamilan dan mentruasi atau pada
saat wanita menopause, dan asma membaik pada beberapa
anak saat pubertas.

3. Faktor psikologis emosi dapat memicu gejala-gejala pada


beberapa anak dan dewasa yang berpenyakit asma, tetapi
emosional atau sifat - sifat perilaku yang dijumpai pada anak
asma lebih sering dari pada anak dengan penyakit kronis
lainnya.
PENCEGAHAN
PENGENDALIAN PENYAKIT ASMA
Program pengendalian asma
1. Penyuluhan
2. Kemitraan
3. Perlindungan khusus
4. Deteksi dini, diagnosis, penanganan segera dan
rujukan
5. Surveilens Epidemiologi
6. Upaya peningkatan peran masyarakat dalam
pencegahan dan penanggulangan asma
7. Pemantaun dan penilain
Kegiatan Penyuluhan