Anda di halaman 1dari 38

MANAGEMENT

(TUBERKULOSIS PARU: PENCITRAAN DAN PENGELOLAAN


TERBARU)
Yeon Joo Jeong1, Kyung Soo Lee2

Radiology, AJR 2008; 191:834844


Oleh:
Elza Astri Safitri
NIM : 09101019

Pembimbing:
dr. Hendra Ferdinan Saragih, Sp.Rad

BAGIAN RADIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
ABDURRAB
RSUD BANGKINANG
PEKANBARU
2014
Tuberkulosis (TB)
TB PARU
Mengalami
Asimptomatik
Batuk
Simptomatik
kelelahan
berkeringat
demam
batuk
kering
BB yang
gejala
yang
menghasilkan
malam
ringan
progresif dahak berdarah.
TB terdeteksi dini dan diobati tdk infeksius
sembuh

TB MDR, TB yg resistensinya luas thd pengobatan,


HIV terkait TB, kesehatan tubuh lemah tantangan
besar

WHO Strategi STOP TB dan Rencana Global


Mendukung STOP TB
Diagnosis TB cepat lgkah pengendalian TB cepat
terapi sesuai cepat

BTA pada tes sps jarang positif pada TB paru aktif

Diagnosis PENCITRAAN
Perkembangan Infeksi dan Patogenesis

M.tuberculosis:
Bersifat aerobik
Tidak motil
Berbentuk batang
Tdk berspora
Tahan thd pemanasan,
asam, alkohol
Menular melalui droplet nuklei
batuk
Penularan tergantung pd:
Jumlah droplet infeksius
Durasi paparan
Virulensi M.tuberculosis
Risiko berkembangnya TB aktif:
Perubahan imunitas seluler
Usia ekstrim
Malnutrisi
Kanker
Terapi imunosupresif
HIV
Penyakit ginjal std.akhir
DM
Beragregasi
menjadi GRANULOMA
kelompok kecil

Menjadi histiosit CD4 Tlimfosit


epiteloid mensekresi
sitokin

Bereplikasi di
Berinteraksi dg
dalam makrofag Interferon CD8 limfosit T
limfosit T
alveolar

Mengaktifkan Langsung
makrofag u/ membunuh sel yg
M.Tuberculosis menghancurkan terinfeksi
mencapai alveoli bakteri dan sel yg
paru terinfeksi
PENTING!!
bakteri tidak selalu tersingkir dari granuloma

DORMAN

INFEKSI LATEN
Tempat infeksi utama

fokus Ghon membesar


penyembuhan bekas luka padat
mengandung fokus kalsifikasi

Infeksi awal bakteri menyebar melalui sal.getah bening


ke hilus dan mediastinum

Fokus Ghon + gg.KGB kompleks Ranke


TB reaktivasi segmen apikal dan posterior dari lobus atas
segmen atas dari lobus bawah

TB reaktivasi cenderung terus berkembang


perpanjangan progresif proses peradangan
nekrosis cavitas

TB granuloma nekrosis pd pusat tuberkel

Penyebaran hematogen TB milier


Diagnosis
Infeksi laten tuberculin test skin
(TST) banyak keterbatasan
positif palsu pada vaksinasi BCG
Dx TB:
Penemua peran limfosit T dan
Riw.medis
interferon berkembang tes in
Rontgen thorax vitro thd M.tuberculosis whole
Pemfis blood interferon- assay murah,
cepat, akurat
kultur M.tuberculosis
STANDAR!!! whole blood interferon- assay
Tes tuberkulin dan tes deteksi PCR DNA bakteri
serologis
whole blood interferon- assay
positif temuan rontgen thorax
dan CT konsisten thd TB
Konsep Baru Manifestasi Radiologis pada TB

Secara tradisional :
Klinis, patologis, dan manifestasi radiologis TB primer dan TB
reaktivasi cukup berbeda

DITENTANG
! !!!!
Konsep baru
Sebuah studi terbaru berdasarkan isolat genotip M.tuberculosis
dengan RFLP menunjukkan bahwa gambaran radiografi
seringkali sama pada TB primer maupun TB reaktivasi

waktu dari akuisisi infeksi pada perkembangan klinis penyakit


klinis tidak dapat memprediksi gambaran radiografi TB

Satu-satunya prediktor independen dari gambaran radiografi


yang mungkin integritas adalah respon imun penderita :
pasien immunocompromised TB primer
pasien imunokompeten TB reaktivasi
Manifestasi Radiologis pada Penderita yang Imunokompeten

Tuberkulosis Primer
Rontgen thorax:
fokus parenkim awal

mungkin besar daerah


konsolidasi kavitas
Limfadenopati unilateral

hilus dan paratrakeal


CT :
Nodus besar nekrosis

kaseosa
Pinggiran perifer tambahan

pmblh darah tepi dr


jar.inflamasi granulomatosa
Rontgen thorax:
Konsolidasi rongga udara
peradangan granulomatosa
parenkim unilateral

CT:
Konsolidasi parenkim
berbentuk padat homogen (sering
kali), tetapi dapat juga tidak rata,
linear, nodular, atau tampak
seperti massa

Efusi pleura biasanya muncul


unilateral pada sisi yg sama dg
fokus
TB Reaktivasi CT:
Rontgen Thorax: Nodul kecil centrilobuler,
Fokus atau konsolidasi bercabang linier, kekeruhan
heterogen tak rata segmen nodular (tanda tree-in-bud)
apikal danposterior dari lobus penyebaran endobronkial akibat
atas, segmen superior dari lobus adanya nekrosis kaseosa dan
bawah pengisian peradangan
Nodul granulomatosa dan terminal
yg tidak jelas dan
sekitarnya dan bronkiolus
kekeruhannya linier
pernapasan dan duktus alveolar
Kavitas

Tuberkuloma (lesi bulat/oval dg


pinggiran tajam, uk : 0.5-4.0 Tanda tree-in-bud penanda
cm) nyata dari proses aktif
Nodul satelit di sekitar tuberkel

Kavitasi tanda dari proses


penyakit aktif biasanya
sembuh sebagai lesi linear atau
fibrotik.
metabolisme glukosa aktif
disebabkan oleh peradangan
granulomatosa aktif
tuberculoma kadang-kadang
dilaporkan mengakumulasi 18F-
FDG tafsiran PET scan
berupa positif palsu untuk
keganasan

PET scan 11C-kolin dapat


membantu membedakan antara
kanker paru dan tuberculoma
nilai serapan standar dari
tuberculoma adalah rendah pada
PET scan 11C-choline.
Meskipun biasanya TB disertai dengan kelainan parenkim,
efusi pleura mungkin merupakan manifestasi pencitraan
tunggal dari TB

Nodul baru paru subpleural dapat berkembang selama


pengobatan untuk TB efusi pleura tidak boleh dianggap
sebagai kegagalan pengobatan nodul subpleural
paradoksikal akhirnya akan menunjukkan perbaikan
dengan pengobatan berlanjut
TB Milier
Sering pada TB reaktivasi

Karakteristik radiografi dan


temuan CT resolusi tinggi terdiri
dari
nominal tak terhitung, diameter
nodul 1 hingga 3 mm secara acak
didistribusikan keseluruh lapang
paru (Gbr. 5).
Penebalan septa interlobular dan
jaringan intralobular yang lain
sering tampak jelas [37].
Kekeruhan difus atau lokal
terkadang terlihat, yang mungkin
menyebabkan sindrom gangguan
pernapasan akut
TB Jalan Nafas
Temuan CT dari TB saluran napas :
penebalan dinding yang melingkar
dan penyempitan lumen, dengan
keterlibatan segmen panjang
bronchi
Pada penyakit aktif saluran nafas
yang tidak teratur menyempit di
lumina dan memiliki dinding tebal
Pada penyakit fibrosis saluran
nafas menyempit dan memiliki
dinding tipis
Bronkus utama kiri terlibat lebih
sering pada penyakit fibrosis,
sedangkan kedua bronkus utama
sama-sama terlibat pada penyakit
aktif
Manifestasi Radiologis pada Penderita dengan
Imunocompromissed

TB penyebab utama kematian


orang-orang dg infeksi HIV atau
AIDS.

Restorasi imun diinduksi oleh highly


active anti-retroviral (HAART) di
negara maju meningkatkan hasil
pada pasien HIV-positif
mengurangi prevalensi infeksi
oportunistik dan TB pada pasien ini.

HIV terkait TB masih terus terjadi di


Negara-negara di mana HAART
secara luas digunakan perburukan
paradoks atau manifestasi TB pada
pasien dengan imunitas pemulihan
sindrom inflamasi
Manifestasi radiografi HIV terkait TB paru tergantung
pd tingkat imunosupresi pada saat penyakit yang jelas

CT :
pasien HIV-seropositif dengan limfosit jumlah T CD4 <200 / mm3
memiliki prevalensi lebih tinggi dari limfadenopati hilus atau
mediastinum, prevalensi yang lebih rendah dari kavitasi, dan
keterlibatan paru lebih sering dibandingkan dengan pasien HIV-
seropositif dengan jumlah T CD4 limfosit sama atau 200 / mm3

TB milier atau yang tersebarluas terkait dengan


imunosupresi
Manifestasi yang tidak biasa atau yang tidak khas dari TB
paru umum pada pasien dengan gangguan imunitas.

TB paru aktif pd pasien diabetes dan immunocompromised


memiliki prevalensi lebih tinggi dari kavitas multipel
dalam lesi tuberkulosa dan distribusi nonsegmental
dibandingkan pasien tanpa penyakit yang mendasari

Insidensi TB pd pasien dg fibrosis paru idiopatik (IPF) > 4x


lebih tinggi dari populasi umum.
Manifestasi atipikal (nodul subpleural atau lobar atau
konsolidasi segmental rongga udara) umum terdapat pada
pasien dengan IPF mungkin meniru kanker paru atau
bakteri pneumonia

TB paru pd pasien SLE insiden dan prevalensi yang lebih


tinggi krn fungsi abnormal makrofag alveolar dan
paparan kortikosteroid dan obat sitotoksik.

TB pada pasien dengan SLE cenderung menunjukkan


temuan radiologis beruppa penyebaran milier, konsolidasi
menyebar, atau TB primer
Manifestasi Klinis TB MDR
Temuan pencitraan TB MDR Namun, kavitas multipel dan
pada dasarnya tidak berbeda temuan kronisitas, seperti
dengan TB yang sensitif bronkiektasis dan kalsifikasi
terhadap obat. granuloma, lebih sering terjadi
pada pasien dengan TB MDR
TB yang resistan-obat-secara luas didefinisikan sebagai TB yang telah
berkembang menjadi resistensi terhadap rifampisin dan isoniazid, serta
setiap golongan kuinolon dan setidaknya salah satu dari pengobatan TB
lini kedua berikut: kanamisin, kapreomisin, atau amikasin

TB yang resistan-obat-secara luas dikaitkan dengan tingkat kematian


yang jauh lebih tinggi daripada TB MDR

Belum ada laporan tentang temuan radiologis TB yang resistan-obat-


secara luas; tetapi berdasarkan pengalaman kami penyakit
memanifestasikan pola lanjutan dari TB primer (konsolidasi luas
dengan atau tanpa limfadenopati) pada pasien AIDS dan pola lanjutan
dari TB MDR (lesi multiple kavitas pada lesi konsolidatif atau nodular)
pada pasien non-AIDS.
Komplikasi dan Gejala Sisa TB

gejala sisa dan komplikasi TB paru melibatkan paru-


paru, saluran nafas, pembuluh darah, mediastinum, pleura,
atau dinding dada

Manifestasi radiologis
Lesi kistik menyerupai pneumatokel atau bula, yang dapat kembali
membalik selama lebih dari beberapa bulan atau bertahan
Aneurisma rasmussen sebuah pseudoaneurisma yang dihasilkan
dari melemahnya dinding arteri paru oleh kavitas TB kavitas yang
berdekatan
Empyema necessitatis akibat kebocoran empyema TB melalui pleura
parietal dan isinya ke dalam jaringan subkutan dinding thorax atau,
lebih jarang, ke perikardium, kolumna vertebralis, atau esofagus
CT pada TB

CT lebih sensitif dibandingkan rontgen thorax dalam


mendeteksi dan mencirikan penyakit parenkim lokal
atau yang meluas dan limfadenopati mediastinum

CT dan CT resolusi tinggi sangat bermanfaat dalam


mendeteksi fokus kecil dari kavitas di daerah
konfluen pneumonia dan di daerah nodularitas
padat dan jaringan parut
CT resolusi tinggi berguna dalam menentukan aktivitas
penyakit.

CT membantu dalam evaluasi komplikasi pleura,


termasuk tuberkulosis efusi, empyema, dan fistula
bronkopleural, dan mungkin menunjukkan penyakit
pleura yang tidak jelas pada rontgen thorax

CT dapat menemukan lokasi kavitasi dan luasnya


penyakit aktif dapat menjadi petunjuk untuk
perencanaan terapi bedah.
Kesimpulan

TB masih merupakan tantangan besar di antara penyakit menular,


bahkan di abad 21.
Tes TB yang cepat dan akurat, seperti analisis DNA bakteri dan uji
whole-blood interferon-, telah dikembangkan untuk mendeteksi
infeksi laten.
Konsep pencitraan tradisional pada TB primer dan reaktivasi baru-
baru ini ditentang atas dasar DNA fingerprinting, dan gambaran
radiologisnya tergantung pada tingkat kekebalan penderita, bukan
waktu yang telah berlalu setelah infeksi.
PET menggunakan 18F-FDG atau 11C-choline kadang-kadang dapat
membantu membedakan nodul tuberkulosis dari keganasan paru.
CT merupakan metode diagnostik yang efektif ketika rontgen thorax
normal atau tidak meyakinkan, dan menyediakan informasi berharga
untuk diagnosis dan pengelolaan TB.
Terima kasih...