Anda di halaman 1dari 37

FINGERTIP INJURIES

Alyssa Fairudz Shiba, S.Ked


Andrian Rivanda, S.Ked
Jose Adelina Putri, S.Ked

Perseptor:
dr. Bobby Swadharma Putra, Sp. BP-RE

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH


RSUD DR H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
TERMINOLOGI ANATOMI JARI
A. Ujung jari
B. Pulp
C. Fraktur Terbuka
D. Hiponychium
E. Paronychium-
F. Perionychium-
G. Eponychium
H. Dasar kuku (Nail bed)
I. Matriks germinal-
J. Matriks Steril
K. Lunula
CEDERA UJUNG JARI (FINGERTIP
INJURIES)
Fingertip injury (FTI) adalah cedera pada jari yang
terletak pada area sebelah distal dari insersi tendon
flexor dan ekstensor, merupakan kasus yang
tersering terjadi pada cedera tangan.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis:
-Umur, jenis kelamin
-tangan yang dominan dan pekerjaan
-mekanisme cedera dan waktu terjadinya cedera
-jari sebelah mana yang mengalami cedera
-kebiasaan merokok
-Penyakit lain (yang mungkin akan menyulitkan
rekonstruksi)

F. Page, C. Langley, M. Lamyman. 2016. Management of Fingertip Injuries. The


British Editorial Society of Bone & Joint Surgery.
Pemeriksaan Fisik:
Inspeksi
a. Luka (bersih, kotor, luka tajam, crush injury)
b. ukuran defek
c. geometri jaringan yang hilang (volar oblique,
transverse, dorsal oblique)

F. Page, C. Langley, M. Lamyman. 2016. Management of Fingertip Injuries. The British


Editorial Society of Bone & Joint Surgery.
d. keterlibatan dasar kuku (hematom, laserasi, derajat
kehilangan jaringan)
e. integritas tendon ekstensor dan fleksor
f. adanya tulang yang terpajan
g. derajat amputasi dan kondisi bagian yang teramputasi
(dalam kasus amputasi)

Pemeriksaan Penunjang
-Radiografi : X ray PA dan lateral

F. Page, C. Langley, M. Lamyman. 2016. Management of Fingertip Injuries. The British


Editorial Society of Bone & Joint Surgery.
KLASIFIKASI FINGERTIP INJURIES
A. Defek Jaringan Lunak
-Tajam
-Avulsi/Terlepas

B. Kombinasi Defek Jaringan Lunak dengan Tulang atau


Cedera Kuku
KLASIFIKASI CEDERA DASAR KUKU (NAIL BED)

1. Laserasi Sederhana 3. Laserasi Berat

2. Laserasi Stellate 4. Avulsi


KLASIFIKASI ALLEN UNTUK FINGERTIP INJURIES

Oleh Allen (1980), klasifikasi amputasi pada ujung jari


dibagi mejadi 4 tipe :
I. Distal dari ujung kuku
II. Distal dari ujung phalanx distal (meliputi nail bed)
III. Distal dari Mid-phalanx distal
IV. Distal dari sendi DIP (seluruh phalanx distal)
PRINSIP REKONSTRUKSI

Teknik meticulous dan debridemen minimal pada dasar


kuku
Penutupan yang tepat dari dasar kuku dengan suture yang
mudah diabsorbsi
Memaksimalkan pengembalian sensoris dan mencegah
pembentukan neuroma
Mempertahankan panjang jari dan dasar kuku

Mencegah kehilangan fungsi sendi

Mengobati fraktur atau cedera tendon terkait

Mencapai hasil estetika yang memuaskan


PILIHAN MANAJEMEN TERAPI UNTUK DEFEK JARINGAN
LUNAK

A. Penutupan Primer (Primary Closure)

B. Intensi Sekunder
Teknik yang baik untuk luka kecil (1-1,5 cm) tanpa
tulang yang terpajan. Luka dibersihkan dan ditutup
dengan dressing

C. Replantasi
Sulit dilakukan pada level distal karena arteri sulit
dilihat
D. Free Graft untuk Bagian Teramputasi / Composite Graft

- Skin graft adalah tindakan memindahkan bagian dari kulit


yang telah dipisahkan dari tempat suplai darah lokalnya ke
lokasi lain.
Menggunakan bagian yang teramputasi sebagai cangkok
kulit komposit, hal ini biasanya dilakukan untuk pediatri
dengan syarat bagian yang teramputasi bentuknya baik
Resiko kegagalan pada orang dewasa lebih tinggi
E. Split Thickness Skin Graft
- Cangkok kulit yang mencakup epidermis dan sebagian
dermis. Kulit yang dicangkok lalu diproses lewat skin mesher
agar areanya lebih luas
- Yang cukup sering diambil adalah area hipothenar, namun
bisa menggunakan area lain

Barret-Nerin, Juan; Herndon, David N. (2004). Principles and Practice of Burn


Surgery. New York: Marcel Dekker.
F. FLAP LOKAL
Flap lokal adalah salah satu cara perbaikan dengan jaringan
yang ditransfer hanya terbatas pada jari yang cedera,
dengan setidaknya 1 sisi dari flap berdekatan dengan defek
Keuntungan:
bisa untuk semua usia

panjang tetap

jaringan yang ditransfer sama dalam hal kualitas, warna &

tekstur
1. Atasoy-Kleinert V-Y advancement flap

o insisi persis pada distal dari lipatan fleksi sendi DIP. Insisi berupa
insisi triangular , berguna untuk defek terutama defek oblique
dorsal.
2. Kutler V-Y advancement flap
.

o Insisi triangular dibuat bilateral (lateral dari


ulnar dan radial V-Y advancement flap). Cocok
untuk FTI potongan transversal
3. Moberg flap

o. Teknik yang biasa digunakan untuk cedera ibu jari.


seluruh jaringan lunak volar dari jari dengan insisi mid-
lateral pada sisi ulnar dan radial jari, dengan atau tanpa Z
plasties atau skin graft pada dasar jari
G. DISTANT FLAP

Flap island dorsal interosseous neurovascular


diangkat dari jari telunjuk bagian dorsal radial
pada nervus radialias dan arteri interosseous
pertama.

Crossed finger flap


biasanya dielevasi dari dorsum jari tengah phalanx
yang berdekatan. Flap disisipkan pada jari
penerima dan defek pendonor kulit dicangkokkan.
Flap dibagi dalam 10-14 hari.
Subcutaneous crossed finger flap
Fasia subkutan yang berdekatan dengan jari tengah
dielevasikan dan disisipkan ke defek di ujung jari dan
digunakan sebagai alas penerima untuk cangkok kulit.

Thenar flap
dielevasikan dari aspek thenar permukaan telapak tangan
dan biasanya bagian proksimal, meskipun bentuk flap
H sudah digambarkan.
Flap tenar untuk avulsi ujung jari tengah. (A) Flap diangkat
sebagai dasar bawah flap. (B) Secara umum, flap diangakat
sebagai dasar proksimal flap. (C) Penyisipan dan penempatan
cangkok kulit dengan bantalan pada defek. (D) Setelah
pemisahan flap pada hari 10-14
Flap pedicle island
Flap neurovaskular dari permukaan ulnar dari jari manis atau jari

tengah, dimaksudkan untuk memberikan kemunculan kembali


sensasi pada ujung ibu jari.

.
(A) Flap diangkat sebagai dasar
flap distal (B) Secara umum, flap diangakat sebagai dasar proksimal flap. (C)
Penyisipan dan penempatan cangkok kulit dengan bantalan pada defek. (D) Setelah pemisahan flap pada hari 10-
14
Groin flap
diangkat dari pembuluh darah iliaka sirkumflex
superfisial lateral, biasanya lebih baik digunakan pada
defek besar.
Flap chest tube atau random abdominal-flap
flap secara acak dipasang pada bagian abdomen
atau dinding dada
TRANSPLANTASI
MIKROVASKULAR (FREE FLAPS)
1. Flap neurovaskular kaki- free flaps untuk sensoris
yang biasanya berfungsi mengembalikan sensasi dan
melapisi defek bagian ibu jari.

2. Flap bebas tenar- free flaps untuk sensoris yang


dinutrisikan oleh arteri radial palmar superfisial dan
sebuah vena comitan

3. Flap vena- dapat didesain dari bagian volar lengan


bawah atau kaki, digunakan sebagai flap bebas untuk
menutupi luka jari dengan mengarteriliasikan flap
VII. OPSI PENATALAKSANAAN
PADA LUKA BANTALAN KUKU
DAN PATAH TUFT
1. Dapat dilakukan di ruang gawat darurat dengan
blockade digital dan penggunaan kaca pembesar.
2. Hematoma subungual-dievakuasi dengan sebuah
pembakar mikro atau penjepit kertas yang dipanaskan.
3. Laserasi simpleks-diperbaiki dengan 5-0 atau 6-0
jahitan catgut sederhana. Membersihkan kuku yang
lepas dan menempatkan kembali kuku ke dalam lipatan
kuku sebagai bidai.
4. Laserasi stelat dan luka yang berat-memperbaiki
dengan cermat, sama seperti laserasi simpleks. Jika
kuku tersebut hancur, gunakan benang catgut yang
dilapisi besi sebagai bidai, atau masukkan kassa yang
tidak lengket pada lipatan eponikial.
5. Avulsi-pada avulsi berat, sebagian bantalan kuku
menempel pada kuku. Buang kisaran 1-2 mm bantalan
kuku dari kuku dan jahit kembali dengan posisi tanpa
membebaskan secara komplit dari kuku yang
rusak/terlepas.
6. Fraktur kuku-jika tidak berpindah atau hanya
berpindah sedikit, dapat dilakukan hanya dengan
perbaikan bantalan kuku. Jika berpindah dan
membutuhkan stabilisasi, gunakan K-wire atau benang
ukuran 18-20 untuk mengimobilisasi fraktur.
VIII. KOMPLIKASI POST-OPERATIF

Infeksi Intoleransi dingin

Kuku terbelah
dan kuku Neuroma
mengkerut
Flap loss karena
Deformitas Kuku Nekrosis
DAFTAR PUSTAKA
Barret-Nerin, Juan; Herndon, David N. (2004). Principles
and Practice of Burn Surgery. New York: Marcel Dekker.
Buntic R., and Buncke H. Fingertip Injuries . 2006.

Handbook of Plastic Surgery. Ney York: Marcel Dekker.


Fassler PR. 1996. Fingertip Injuries: Evaluation and

Treatment. Journal of the American Academy of


Orthopaedic Surgeons
Page, C. Langley, M. Lamyman. 2016. Management of

Fingertip Injuries. The British Editorial Society of Bone &


Joint Surgery
Yeo C J, Sebastin S J, Chong A K S. 2010 Fingertip

Injuries. Singapore Med J; 51(1) : 78


Terimakasih