Anda di halaman 1dari 27

TEKNOLOGI

BIOBRIKET
BIOMASSA

Biomassa adalah sejumlah unsur alam (bahan


organik) yang tersedia yang mengandung baik
secara langsung atau tidak langsung energi
dari cahaya matahari oleh proses fotosintesis
dengan bantuan sinar matahari.
Dalam pemanfaatannya sebagai bahan bakar,
biomassa dapat dimanfaatkan langsung
sebagai bahan bakar misalnya kayu bakar, atau
diolah terlebih dahulu dalam bentuk lain
dengan memberikan beberapa perlakuan
misalnya diolah menjadi arang kayu atau
bioarang.
+ BIOMASSA

dapat diperbaharui,
mudah diperoleh dimana-mana,
memiliki nilai kalor yang relatif tinggi yaitu kurang
lebih 4.000 Kkal/kg
harganya relatif lebih murah dibandingkan bahan
bakar lainnya
Kelompok biomassa meliputi limbah pertanian,
limbah perhutanan, limbah agroindustri,
kotoran binatang dan tanaman air. Biomassa
merupakan salah satu energi alternatif yang
memiliki sifat dapat diperbarui (renewable
energy) dan banyak tersedia di alam.
Beberapa contoh biomassa antara lain kulit
kelapa, ampas tebu, tongkol jagung, sekam
padi, jerami padi, kulit kopi, tempurung
kelapa dan serasah dedaunan misalnya daun
tebu.
POTENSI ENERGI BIOMASSA DI
INDONESIA
BIOARANG

Arang merupakan bahan padat yang berpori


dan merupakan hasil pengarangan bahan
yang mengandung karbon.
Sebagian besar pori-pori arang masih
tertutup oleh hidrokarbon, tar, dan senyawa
organik lain yang komponennya terdiri dari
karbon tertambat ( fixed carbon), abu, air,
nitrogen dan sulfur.
Bioarang adalah arang (salah satu jenis
bahan bakar) yang dibuat dari aneka macam
bahan hayati atau biomassa, misalnya kayu,
ranting, daun-daunan, rumput, jerami dan
limbah pertanian lainnya.
Bioarang ini dapat digunakan sebagai bahan
bakar yang tidak kalah dari bahan bakar
sejenis yang lain.
BRIKET

Briket adalah bahan bakar padat sebagai


sumber energi alternatif pengganti bahan
bakar minyak yang melalui proses karbonasi
kemudian dicetak dengan tekanan tertentu
baik dengan atau tanpa bahan pengikat
(binder) maupun bahan tambahan lainnya
Bahan-bahan utama pembuat briket
umumnya mempunyai ukuran partikel kecil
berbentuk serbuk, sebagai contoh serbuk
batubara muda, serbuk gergaji, sekam,
limbah pertanian, limbah kehutanan, ampas
atau arang, dan sebagainya
TAHAPAN PEMBUATAN BRIKET

1. Pengelompokan bahan
Bahan-bahan yang akan digunakan dalam
pembuatan briket dikelompokkan berdasarkan
jenisnya (sersah dedaunan, ranting kecil,
pecahan dahan, sekam, serbuk gergaji, dan
sebagainya)
2. Pengarangan.
Pengarangan atau karbonasi adalah suatu
proses untuk menghilangkan unsur-unsur yang
terdapat dalam briket yang apabila dibakar
akan membentuk asap dan mengganggu
lingkungan.
3. Pencampuran dan penghalusan
Semua arang dari masing-masing jenis bahan
dicampurkan kemudian dihaluskan dengan
cara dipukul-pukul atau dengan
menggunakan alat sampai hancur. Dalam
pembuatan briket, serbuk arang harus
diperhatikan kehalusannya.
Biasanya ukuran serbuk antara 40-80 mesh.
4. Pembuatan dan pencampuran perekat
Arang yang sudah hancur kemudian dicampur
dengan sedikit perekat agar bahan campuran
dapat digumpalkan.
Dengan pemakaian perekat maka tekanan
yang diperlukan akan jauh lebih kecil bila
dibandingkan dengan briket tanpa memakai
bahan perekat
5. Pencetakan
Pencetakan briket dilakukan dengan
pemberian tekanan menggunakan alat
kempa. Pemberian tekanan pada briket
dapat mengakibatkan pemadatan atau
pengecilan volume sehingga luas
persinggungan atau luas kontak diperbesar
dan memungkinkan terjadinya ikatan antar
partikel yang lebih baik
6. Pengeringan Suhu dan waktu pengeringan
yang dipergunakan dalam pembuatan briket
tergantung dari kadar jumlah air campuran
dan mesin pengering. Suhu pengeringan yang
umum dilakukan adalah sebesar 60 C selama
24 jam. Tujuan dari pengeringan adalah agar
briket menjadi kering dan kadar airnya dapat
disesuaikan dengan ketentuan kadar air
briket yang berlaku. Pengeringan dapat
dilakukan dengan bermacam-macam alat
seperti kiln, oven atau penjemuran
PARAMETER KUALITAS BRIKET

1. Kalori
Nilai kalori briket sangat berpengaruh pada
efisiensi pembakaran briket. Makin tinggi
nilai kalori briket makin bagus kualitas briket
tersebut karena efisiensi pembakarannya
tinggi
. 2. Kadar air

Briket yang berkadar air tinggi akan


membutuhkan udara lebih banyak untuk
mengeringkan briket tersebut sehingga briket
sulit terbakar
3. Kandungan zat terbang (volatile matters)
Volatile matter adalah bagian dari briket
dimana akan berubah menjadi volatile matter
(produk) bila briket tersebut dipanaskan tanpa
udara pada suhu lebih kurang 950 oC. Untuk
kadar volatile matter 40% pada pembakaran
akan memperoleh nyala yang panjang dan
akan memberikan asap yang banyak.
Sedangkan untuk kadar volatile matter rendah
antara 15 25% lebih disenangi dalam
pemakaian karena asap yang dihasilkan
sedikit.
4. Kadar abu
Semua briket mempunyai kandungan zat
anorganik yang dapat ditentukan jumlahnya
sebagai berat yang tinggal apabila briket
dibakar secara sempurna. Zat yang tinggal ini
disebut abu. Abu briket berasal dari clay,
pasir dan bermacam-macam zat mineral
lainnya. Briket dengan kandungan abu yang
tinggi sangat tidak menguntungkan karena
akan membentuk kerak.
5. Kadar karbon
Nilai kadar karbon diperoleh melalui
pengurangan angka 100 dengan jumlah kadar
air (kelembaban), kadar abu, dan jumlah zat
terbang.
SIFAT FISIK DAN KIMIA BRIKET
ARANG KOMERSIAL
STANDAR KUALITAS BRIKET
ARANG KAYU (SNI 1-6235-2000)
BRIKET YANG BERMUTU BAIK SEBAGAI BAHAN
BAKAR MEMILIKI SIFAT SEBAGAI BERIKUT :
1. Tidak berasap dan tidak berbau. Dimana asap ini dapat
dikurangi dengan melakukan karbonisasi atau menggunakan
perekat yang tidak berasap dan mampu menyerap bau.
2. Mempunyai kekuatan tekan lebih dari 6 kg/cm2 sehingga
tidak mudah pecah saat dipindah atau diangkat.
3. Mempunyai suhu pembakaran tetap (350 C) dalam waktu
yang lama (8-10 jam). Lama pembakaran dalam suhu tetap
(350 C) dapat diusahakan dengan mengatur pemasukan
udara dalam batas tertentu akan memperlama waktu
pembakaran tanpa menurunkan suhu.
4. Gas hasil dari proses pembakaran tidak mengandung CO
yang tinggi.
5. Tidak mengotori tangan, tidak cepat terbakar, dapat
menyala terus tanpa dikipas dan tidak memercik.
BAHAN PEREKAT
Bahan perekat organik adalah bahan
pencampur pada pembuatan briket yang dapat
merembes ke dalam permukaan dengan cara
terabsorbsi sebagian ke dalam pori-pori atau
celah yang ada, antara lain seperti molase dan
larutan kanji (pati tapioka).
Bahan perekat anorganik adalah bahan
pencampur pada pembuatan briket yang
berfungsi sebagai perekat antar permukaan
partikel-partikel yang tidak reaktif (inert) dan
berfungsi sebagai stabilizer selama
pembakaran, antara lain seperti tanah liat
Tujuan pencampuran perekat adalah untuk
memberikan lapisan tipis dari perekat pada
permukaan partikel bahan. Dengan pemakaian
perekat maka tekanan yang diperlukan akan
jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan
briket tanpa memakai bahan perekat
Semakin besar jumlah pengikat maka semakin
meningkatkan kekuatan dari briket sampai
batas tertentu. Untuk bahan baku yang sudah
menjadi arang, persentase pengikat dalam
briket kurang lebih 5 %. Sedangkan untuk bahan
baku yang masih mentah bisa mencapai 30 %.
Pemberian bahan perekat bertujuan untuk menarik
air dan membentuk tekstur yang padat atau
menggabungkan dua substrat yang akan direkatkan.
Kekuatan rekat dipengaruhi oleh sifat perekat, alat
yang digunakan, serta teknik perekatan.
Pemberian tekanan disamping akan memberikan
kekuatan rekat yang kuat, juga meratakan bahan
pada permukaan dan memasukkan perekat tersebut
dalam pori-pori bahan.
Faktor yang mempengaruhi pemilihan dan
penggunaan bahan perekat antara lain daya serap
terhadap air, harga, serta kemudahan
mendapatkannya
BAHAN TAMBAHAN
Bahan tambahan adalah bahan pencampur
pada pembuatan briket yang digunakan
untuk tujuan tertentu seperti kapur untuk
menangkap emisi gas SO2
Penambahan kapur yang optimal pada briket
adalah 2-4%. Briket akan memiliki ketahanan
terhadap kelembaban dan meningkatkan
kekuatan mekanik serta dapat mengikat
senyawa biomassa untuk mempercepat atau
mempermudah proses pembakaran dan
menyerap emisi gas SO2
ARIEFM.LECTURE.UB.AC.ID/FILES/2012
/12/1.-TEKNOLOGI-BIOBRIKET.PPTX
Terima Kasih....