Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN

MULUT DAN MEMBRAN


MUKOSA PADA LANSIA
OLEH :
Tingkat III REGULER A
ANGGOTA KELOMPOK
Nurya Kumala (P27820114005)
Andhika Cahya Karisma (P27820114016)
Iqbal Yusuf A. (P27820114021)
Fitri Hidayati Ghozali (P27820114031)
Konsep Medis

1. Definisi Kulit dan Membran Mukosa


Kulit lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar
yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh. Pada
permukaan kulit bermuara kelenjar keringat dan kelenjar
mukosa.
Membran mukosa (selaput lendir) adalah jaringan lunak
basah yang melapisi bukaan tubuh, khususnyamulut,
hidung,rektumdanvagina.
2. Masalah umum kulit pada
lanjut usia
Perubahan sistem kulit & jaringan ikat.
Kulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak.
Kulit kering & kurang elastis karena menurunnya cairan dan
hilangnya jaringan adiposa
Kelenjar kelenjar keringat mulai tak bekerja dengan baik,
sehingga tidak begitu tahan terhadap panas dengan
temperatur yang tinggi.
Kulit pucat dan terdapat bintik bintik hitam akibat
menurunnya aliran darah dan menurunnya sel sel yang
memproduksi pigmen.
LANJUTAN...
Menurunnya aliran darah dalam kulit juga menyebabkan penyembuhan
luka luka kurang baik.
Kuku pada jari tangan dan kaki menjadi tebal dan rapuh.
Pertumbuhan rambut berhenti, rambut menipis dan botak serta warna
rambut kelabu.
Pada wanita > 60 tahun rambut wajah meningkat kadang kadang menurun.
Kerusakan kulit yang berhubungan dengan penuaan dini karena sinar
matahari
Kerusakan kulit yang berhubungan dengan tekanan
3. Perawatan Kulit pada Lansia

a. Bahaya Interpersonal
Seiring dengan peningkatan kekeringan, lansia merasakan gatal
(pruritus) pada seluruh tubuh. Pruritus dapat menjadi masalah dan
mendorong ke arah ulserasi kulit akibat garukan, ulserasi tersebut
akan lambat untuk sembuh dan menunjukkan adanya bahaya infeksi.
Lansia harus didorong untuk memelihara kuku tetap bersih, kulit
harus dibersihkan pada saat kotor atau pada interval yang rutin.
Klien harus didukung seaktif mungkin dengan memasukkan periode
istirahat untuk menghindari kelelahan berlebihan
b. Bahaya Lingkungan
Kelembaban yang rendah merupakan faktor predisposisi bagi lansia untuk
mengalami pruritus yang disebabkan oleh kulit yang kering. Rumah klien dapat
dilembabkan dengan memasang alat pelembab udara atau sejenisnya. Efek dari
kelembaban udara yang rendah juga dapat ditangani dengan mempertahankan
asupan cairan yang memadai, mengurangi frekuensi mandi, dan menggunakan
lotion dalam mencegah kehilangan cairan.
Bahaya lain yang seringkali tidak terdeteksi adalah perubahan lingkungan,
seperti tata letak barang, yang dapat memberi resiko trauma pada lansia. Oleh
karena itu lansia perlu diarahkan/ diajarkan mengenai barang barang yang ada
di sekitarnya, dan tidak dianjurkan untuk melakukan perubahan tata letak,
karena lansia harus mempelajari kembali letak letak barang yang ada di
sekitarnya.
4. Perawatan Membran Mukosa
pada Lansia
Hygiene Mulut
Hygiene mulut yang baik termasuk kebersihan, kenyamanan dan
kelembaban struktur mulut. Perawatan yang tepat mencegah penyakit mulut
dan kerusakan gigi. Klien di rumah sakit atau fasilitas jangka panjang
seringkali tidak menerima perawatan agresif yang mereka butuhkan.
Perawatan mulut harus diberikan teratur dan setiap hari.
Diet
Untuk mencegah kerusakan gigi klien harus mengubah kebiasaan makan,
mengurangi asupan karbohidrat, terutama kedupan manis diantara
makanan.Makanan manis atau yang mengandung tepung akan menempel
pada permukaan gigi. Setelah memakan yang manis, klien harus menggosok
gigi dalam waktu 30 menit untuk mengurangi aksi plak.
Gosok gigi
Gosok gigi dengan teliti sedikitnya empat kali sehari (setelah makan dan waktu tidur)
adalah dasar program hygiene mulut yang efektif. Sikat gigi harus mempunyai pegangan
yang lurus, dan bulunya harus cukup kecil untuk menjangkau semua bagian mulut. Sikat
gigi harus diganti setiap tiga bulan.
Penggunaan Fluorida
Pada kebanyakan komunitas persediaan air terdiri dari fluoride. Rosier dan Beck (1991)
melaporkan ringkasan studi epidemiologi yang menunjukkan bahwa pemberian fluor
pada air minum telah memainkan peranan yang dominan dalam menurunkan karies gigi.
Flossing
Flossinggigi adalah penting untuk mengangkat plak dan tartar dengan efektif diantara
gigi.Flossingmelibatkan insersiflossgigi, satu per satu.
Hygiene Mulut Khusus
Beberapa klien memerlukan metode hygiene mulut yang
khusus karena tingkat ketergantungan mereka pada
perawat atu ada kelainan mukosa mulut. Klien yang tidak
sadar. Lebih rentan terkena kekeringan sekresi air liur
pada mukosa yang tebal karena mereka tidak mampu
untuk makan, atau minum, sering bernapas melalui mulut,
dan seringkali memperoleh terapi oksigen
Konsep Asuhan Keperawatan

Masalah keperawatan pada Kulit

TERLAMPIR
Masalah Keperawatan pada
Membran Mukosa Oral Lansia

a. Perubahan membrane mukosa mulut yang berhubungan


dengan :
Trauma oral
Asupan cairan yang terbatas
Hygiene mulut yang tidak efektif
Trauma yang berhubungan dengan kemoterapi atau terapi
radiasi pada kepala dan leher.
b. Defisit perawatan diri mandi/hygiene oral yang berhubungan
dengan :
Perubahan tingkat kesadaran
Kelemahan ektremitas atas
Kurang pengetahuan tentang hygiene oral yang berhubungan
dengan : Kesalahpahaman praktek hygiene
Resiko infeksi yang berhubungan dengan : Trauma mukosa oral
Diagnosa Keperawatan:Perubahan membrane mukosa
mulutyang berhubungan dengan radiasi rongga mulut.
TERLAMPIR
Diagnosa Keperawatan :
Defisit perawatan diri mandi/hygiene oral yang berhubungan dengan:

1. Perubahan tingkat kesadaran


2. Kelemahan ektremitas atas
TERLAMPIR
Daftar Pustaka
Carpenito, L. J, 2000. Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta :
EGC
Kozier, Barbara et al. 2009. Buku Ajar Praktik Keperawatan
Klinis Kozier & Erb. Jakarta: EGC
Maryam,R.Siti,dkk.Mengenal Usia Lanjut dan
Perawatannya.Salemba Medika:Jakarta.2008.
Nugroho, 2000. Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC
Kedokteran
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH