Anda di halaman 1dari 6

Sintesa Unit

Unit ini merupakan bagian Purifikasi Unit


Ammonium karbamat yang Recovery Unit
terpenting dari pabrik Urea,
tidak terkonversi dan kelebihan Gas ammonia dan gas
untuk mensintesa Urea
amonia di unit Sintesa diuraikan CO2 yang dipisahkan
dengan mereaksikan Liquid
dan dipisahkan dengan cara dibagian purifikasi diambil
NH3 dan gas CO2 di dalam
tekanan dan pemanasan kembali dengan 2 step
Urea Reaktor dan ke dalam
dengan dua step penurunan absorbsi dengan
reaktor ini dimasukkan juga
tekanan, yaitu pada 17kg/cm2 G menggunakan mother
larutan recycle karbamat
dan 22,2 kg/cm2 G. liquor sebagian absorbent
yang berasal dari bagian
kemudian di-recycle
Recovery.
kembali ke bagian sintesa.
Prilling Unit
Kristal urea keluaran
Kristaliser Unit Centrifuge dikeringkan
Larutan urea dari unit sampai menjadi 99,8% berat
Purifikasi dikristalkan dengan udara panas,
dibagian ini secara kemudian dikirimkan ke Proses Kondensat Treatment
vacuum. Kemudian kristal bagian atas Prilling Tower Unit
ureanya dipisahkan di untuk dilelehkan dan Uap air yang menguap dan
Centrifuge. Panas yang didistribusikan merata ke terpisahkan dibagian kristaliser
diperlukan untuk seluruh distributor, dan dari didinginkan dan
menguapkan air diambil distributor dijatuhkan ke dikondensasikan. Sejumlah kecil
dari panas sensibel bawah sambil didinginkan urea, NH3, dan CO2 ikut
larutan urea, oleh udara dari bawah dan kondensat kemudian diolah dan
menghasilkan produk urea dipisahkan di stripper dan
butiran (prill) hydrolizer
TEMPERATUR

TEKANAN

Faktor-faktor
pada proses KATALIS

pembuatan
urea
TEMPERATUR eksotermis
Reaksi sintesis urea berjalan pada
temperatur optimal adalah 1850 C N2(g) + 3/2 H2(g) = NH3
dengan waktu pemanasan sekitar
30 menit. Jika temperatur turun endotermis
akan menyebabkan konversi
amonium karbamat menjadi urea
2NH3 = N2(g) + 3H2
akan turun.

Pengaruh tempratur pada proses


pembentukkan ammonia dapat dijelaskan oleh
asas Le Chatelier Jika suatu sistem berada
dalam kesetimbangan, suatu kenaikan
tempratur akan menyebabkan kesetimbangan
bergeser ke arah zat yang menyerap kalor.
Reaksi sintesa amonia merupakan reaksi
eksotermis:
Untuk menghasilkan urea yang optimal,
maka diperlukan tekanan tinggi yaitu
250kg/cm2 karena konversi amonium
karbamat menjadi urea hanya
berlangsung pada fasa cair sehingga
tekanan harus dipertahankan pada
keadaan tinggi.

Pengaruh perubahan tekanan dalam


campuran kesetimbangan gas dapat dipahami
melalui asas Le Chatelier. Menurut asas ini
kenaikan tekanan menyebabkan reaksi
bergeser ke kanan, tetapi jika tekanan
berkurang maka kecepatan tumbukkan
molekul berkurang, sehingga kecepatan reaksi
menurun. Dalam sintesa ammonia, volume
gas akan berkurang sehingga akan
meningkatkan tekanan gas. Hal ini dikarenakan
jumlah koefisien kiri lebih besar daripada
koefisien kanan.
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat
jalannya reaksi (tidak ikut bereaksi). Peran
katalis sebenarnya adalah menurunkan
energi aktifasi reaksi. Pemilihan katalis untuk
proses dapat didasarkan pada beberapa hal
berikut:
a. Berumur panjang
b. Harganya murah
c. Mudah di regenerasi
d. Dapat di produksi dalam jumlah besar
e. Tahan terhadap racun
f. Memiliki tahanan fisik yang besa

Katalis yang baik digunakan


adalah katalis besi dengan
penambahan promotor oksida
aluminium, zirkonium ataupun
silikon. Komposisi terbaik dari
katalis adalah sebagai berikut: