Anda di halaman 1dari 29

APRON &

HOLDING
APRON
FITRI MUNAWAROHMAH (151144013)
M. ZAKY ALFARISI (151144018)
2-TPPG
APRON
Pelataran pesawat (bahasa Inggris: apron) adalah
bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai
tempat parkir pesawat terbang.

Fungsi Apron:
Tempat Parkir Pesawat
Tempat menaikkan/menurunkan penumpang
Mengisi bahan bakar
Perbaikan kecil
Tipe Apron

Apron Parkir
Suatu bandara terkadang memerlukan apron parkir
yang agak terpisah, sebagai tambahan apron terminal.
Pada apron parkir, pesawat dapat diparkir dalam waktu
yang lebih lama.
Tipe Apron

Apron Kargo
Apron yang dikhususkan untuk pesawat-pesawat yang
mengangkut kargo. Biasanya berjarak agak jauh dari
aktifitas penumpang lainnya dan berdekatan dengan
bangunan terminal kargo
Tipe Apron

Apron Terminal
Apron terminal adalah areal yang
diperuntukkan bagi manuver pesawat dan
juga parkir pesawat di dekat terminal.
Tipe Apron

Apron Hanggar dan Apron Service


Apron hanggar merupakan areal/ tempat pesawat
keluar masuk hanggar. Sedangkan apron service
adalah areal di dekat hanggar perbaikan yang
digunakan untuk perbaikan ringan.
Tipe Apron

Isolated Apron
Isolated apron adalah apron yang digunakan bagi pesawat-
pesawat yang perlu diamankan, misalnya dicurigai membawa
bahan peledak. Lokasi apron ini biasanya diletakkan agak jauh
dari apron biasa ataupun dari bandara dan bangunan lainnya.
Holding Apron
Holding apron atau holding bay adalah
apron kecil atau bagian dari aerodom
area yang terletak diujung runway.

Holding apron merupakan area dimana


pesawat ditahan atau disiap/salip, untuk
tujuan supaya pergerakan pesawat di
bandara lebih efektif. Holding Apron
perlu disediakan jika kondisi traffic di
bandara sedang padat/sibuk.
Gambar Konfigurasi Holding Bay menuju Area
Lepas Landas
Fungsi Holding Apron
Tempat menunggu giliran lepas landas
Tempat menunggu kebebasan runway.
Tempat pesawat untuk melakukan
pemanasan mesin tingkat akhir
sebelum lepas landas
Tempat untuk pengecekan terakhir dari
semua instrumen dan mesin pesawat
sebelum take of
Syarat Desain Apron
Keamanan
Keamanan pesawat terbang juga harus dipertimbangkan dalam
menemukan daerah apron dapat terlindungi dari pihak yang
tidak berwenang.

Efisiensi
Desain apron harus berkontribusi untuk menghasilkan efisiensi
tingkat tinggi untuk pergerakan pesawat terbang

Geometri
Perencanaan dan desain jenis apron tergantung pada luas tanah

Fleksibilitas
Perencanaan apron harus mencakup rentang ukuran pesawat
terbang dan kemampuan ekspansi
Luas Apron
Luas Apron dipengaruhi oleh beberapa faktor,
yakni:

Ukuran gate position


Dipengaruhi oleh:
Jari-jari perputaran minimum pesawat saat
keluar/masuk dari dan ke gate position.
Susunan parkir pesawat (Nose-in/tangled nose in,
Nose-out/tangled nose out, atau Paralel )

Jumlah gate position

Sistem parkir pesawat


Susunan Parkir Pesawat
Nose-in atau Angle Nose-in
Keuntungan: Suara pesawat tidak terlalu keras,
karena pada waktu masuk tidak perlu membelok
Asap panas tidak terarah ke gedung terminal
Pintu depan pesawat dekat dengan gedung
terminal
Kerugian: Memerlukan tenaga yang besar untuk
keluar dari gate position, biasanya menggunakan
kendaraan pandu Pintu belakang jauh dari gedung
terminal
Susunan Parkir Pesawat
Nose-out atau Angle Nose-out

Keuntungan: Tidak memerlukan tenaga yang


besar untuk keluar dari gate position Asap panas
tidak terarah ke gedung terminal Pintu belakang
pesawat dekat dengan gedung terminal
Kerugian: Pintu depan jauh dari gedung terminal
Asap panas terarah ke gedung terminal, baik pada
saat masuk maupun keluar
Susunan Parkir Pesawat
Paralel
Keuntungan:
Pintu depan dan pintu belakang pesawat dekat
dengan gedung terminal
Kerugian: Butuh ruang yang lebih besar Suara dan
asap panas terarah ke posawat yang
dibelakangnya
Jarak bebas antar
pesawat
Sistim Parkir pesawat
Sistim Frontal: Sistim yang paling sederhana
dan ekonomis. Hanya untuk lapangan terbang
kecil dengan jumlah gate position yang sedikit .

Sistim Apron Terbuka: Pesawat diparkir berderet


Untuk melindungi penumpang yg naik/turun ke
dan dari pesawat terjauh digunakan kendaraan
pengangkut

Sistim Jari: Pengaturan penumpang & barang


dilakukan di dalam gedung . Semua pesawat
dekat dgn gedung terminal.
Instalasi Apron
Pengisian bahan bakar pesawat
Tenaga listrik
Fasilitas Grounding Pesawat
Penandaan dan Penerangan Apron
Dasar pemilihan
konstruksi
Menggunakan Perkerasan Kaku
yaitu perkerasan jalan beton semen
atau secara umum disebut perkerasan
kaku, terdiri atas plat (slab) beton
semen sebagai lapis pondasi dan lapis
pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di
atas tanah dasar.

KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN
KELEBIHAN
Dapat menahan beban kendaraan yang berat.
Umur rencana dapat mencapai 20 tahun
Tahan terhadap genangan air dan banjir.

KEKURANGAN
Kualitas jalan beton sangat tergantung pada proses
pelaksanaannya
Kehalusan dan gelombang jalan sangat ditentukan
pada saat proses pengecoran sehingga diperlukan
pengawasan yang ketat.
Jika terjadi kerusakan maka kerusakan tersebut
cepat dan dalam waktu singkat
CONTOH APRON

Apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta


Catatan: Contoh pembuatan
Hal yang paling utama adalah pekerjaan perbaikan
tanah (soil improvement) menerapkan metode
Controlled Modulus Column (CMC).
Setelah proses perbaikan tanah, kemudian
dilanjutkan dengan pekerjaan penghamparan pasir
dan penghamparan Cement Treated Base Course
(CTBC) diikuti dengan pekerjaan penghamparan
beton untuk lapisan utama (rigid pavement).
Pelaksanaan penghamparan beton dilakukan
segmen per segmen.
Apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CONTOH HOLDING APRON
Permasalahan & Solusi
PERMASALAHAN
Bagian pelataran pesawat atau apron Bandara
Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah kemarin
ambles hingga menyebabkan 1 pesawat tertunda.
Kejadian tersebut sempat mengganggu jadwal
keberangkatan sejumlah pesawat

SOLUSI
Untuk mengatasi hal ini dapat menambahkan zat
kimia pada campuran beton atau dengan menutup
beton dengan air pasca pengecoran untuk
memperlambat proses pengeringan.
Kesimpulan
Kualitas apron bandara harus mempunyai kualitas
yang baik. Lapisan permukaan pada konstruksi
struktur perkerasan apron memegang peran
penting dalam menentukan baik tidaknya kinerja
apron melayani lalu-lintas pesawat.
Referensi
http://jamesthoengsal.blogspot.co.id/p/blog-page_28.html
http://ilmusipilku1.blogspot.co.id/2015/03/sistem-bandar-
udara.html
http://
www.technokonstruksi.com/techno-majalah/31-proyek-t3-ul
timate/47-pembangunan-terminal-3-ultimate-bandara-inter
nasional-soekarno-hatta
https://www.google.com/amp/slideplayer.info/amp/1983782
/
http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?
act=view&buku_id=86382&mod=penelitian_detail&sub=P
enelitianDetail&typ=html
https://
www.slideshare.net/khans666/airport-aprons-holding-bays
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pelataran_pesawat
http://www.ilmutekniksipil.com/bandara/komponen-pokok-
runway