Anda di halaman 1dari 58

MATA PELAJARAN :

PEMELIHARAAN JARINGAN DISTRIBUSI


TUJUAN MATA PELAJARAN :
Diharapkan peserta memahami pengertian dan prosedur
pemeliharaan peralatan jaringan distribusi sesuai dengan SOP

TUJUAN POKOK BAHASAN :


Diharapkan peserta mampu :
Memahami pengertian dan tujuan pemeliharaan
Memahami macam-macam pemneliharaan berdasarkan waktu dan
metoda
Memahami fungsi pelaporan pada pemeliharaan Distribusi
Memelihara peralatan listrik pada jaringan distribusi
Memelihara Saluran Udara
Memelihara Saluran Kabel Tanah
PENGERTIAN

Kegiatan yang meliputi rangkaian


tahapan kerja mulai dari perencanaan,
pel;aksanaan hingga pengendalian dan
evaluasi pekerjaan pemeliharaan instalasi
dan sistem distribusi yang dilakukan
secara terjadwal (schedul) ataupun tanpa
jadual
TUJUAN PEMELIHARAAN
* Aman ( safe) bagi manusia dan lingkungannya.
* Andal (Reable).
* Kesiapan (Avaibility) tinggi.
* Unjuk kerja (Performance) baik.
* Umur (Live Time) sesuai desain.
* Waktu pemeliharaan (Down time) Efektif.
* Biaya pemeliharaan (Cost) Efisien / Ekonomis
Pemeliharaan yang baik perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut
Sistem Pemeliharaan harus direncanakan dengan baik
Memakai bahan / peralatan sesuai standar
Sistem distribusi yang baru di bangun harus diperiksa secara
teliti,
Staf / petugas pemeliharaan harus terlatih dengan baik dan
jumlahnya memadai
Mempunyai peralatan kerja yang memadai
Mempunyai buku / brosur peralatan pabrik pembuat
peralatan
Gambar (peta) dan catatan pelaksanaan pemeliharaan dibuat
dan di pelihara
Jadwal yang telah dibuat sebaiknya dibahas ulang untuk
melihat kemungkinan penyempurnaan
Harus diamati tindakan pengamanan dalam pelaksanaan
pemeliharaan dan gunakan peralatan keselamatan kerja
MACAM - MACAM
PEMELIHARAAN
Berdasarkan waktu pelaksanaannya

Pemeliharaan terencana ( Planed maintenance) : preventif dan


korektif.
Pemeliharaan tidak direncanakan (Unplaned Maintenance)

Berdasarkan metodanya

Pemeliharaan berdasarkan waktu ( Time Base Maintenance )


Pemeliharaan berdasarkan kondisi ( On Condition base Maintenance)
Pemeliharaan darurat / Khusus ( Break Down Maintenace ).
MACAM-MACAM PEMELIHARAAN
Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan Darurat
Pemeliharaan Rutin
Pemeriksaan / inspeksi rutin
Pemeliharaan rutin
Pemeriksaan prediktif
Perbaikan / penggantian peralatan
Perubahan / penyempurnaan jaringan
Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan dengan maksud untuk
memperbaiki kerusakan hingga kembali
kepada kondisi / kapasitas semula
Perbaikan untuk meningkatkan /
penyempurnaan jaringan dengan cara
mengganti / mengubah jaringan agar dicapai
daya guna atau keandalan yang lebih baik
dengan tidak mengubah kapasitas semula.
Pemeliharaan Darurat
Pemeliharaan ini sifatnya mendadak, tidak
terencana ini akibat gangguan atau
kerusakan atau hal-hal lain di luar
kemampuan kita sehingga perlu dilakukan
pemeriksaan / pengecekan perbaikan
maupun penggantian peralatan, tetapi
masih dalam kurun waktu pemeliharaan
JADWAL PEMELIHARAAN
Pemeliharaan Mingguan
Pemeliharaan Bulanan
Pemeliharaan Triwulan
Pemeliharaan Semesteran
Pemeliharaan Tahunan
Jadwal Pemeliharaan Triwulan
PERIODE TOTAL
TRI WULAN TRI WULAN TRI WULAN TRI WULAN 1 TAHUN
I II III IV ANGGARAN
GARDU ( BH )
A1 0 1

A2 0 1

B1 0 1

B2 0 1

B3 x 1

C1 x 1

C2 x 1

D1 x 1
JUMLAH
VOL FISIK (BH) 2 2 2 2 8

JUMLAH BIAYA
( Material & Jasa ) A1+ B3 =R A2+ C1= S B1+ C2 = T B3 + D1= U R+S+T+U
(Rp)
Jadwal Pemeliharaan Triwulan
PERIODE TOTAL
TRI WULAN TRI WULAN TRI WULAN TRI WULAN 1 TAHUN
I II III IV ANGGARAN
GARDU ( BH )
A ( 35 ) 1
X

B (10 ) 0 0 1

C ( 15 ) 0 0 1

15 0 0 1

25 - 1

30 - x 1
20 - x 1

10 - x 1
JUMLAH
VOL FISIK (BH) 2 2 2 2 8

JUMLAH BIAYA
( Material & Jasa ) A1+ B3 =R A2+ C1= S B1+ C2 = T B3 + D1= U R+S+T+U
(Rp)
Jadwal Pemeliharaan Bulanan
Dilaksanakan dalam keadaan beroperasi
No KOMPONEN / CARA PELAKSANAAN
PERAWATAN
1 Tinggi pemukaan minyak Periksa tinggi permukaan minyak pada
indikator tangki
2 Bushing Periksa apakah ada yang retak pecah,
dan kebocoran minyak
Periksa apakah ada suara-suaratidak
3 Tangki radiator
normal, kebocoran minyak
Periksa alat pemadam kebakaran seperti
4 Pemadam kebakaran botol-botol BCF, dan lain lain, masih
baik / berfungsi atau tidak
5 Pengukuran beban Ukuran arus dan tegangan sekunder,
ukur arus primer dengan tang amper
meter.
Jadwal Pemeliharaan Bulanan
Dilaksanakan dalam keadaan tidak bertegangan
No KOMPONEN / PERAWATAN CARA PELAKSANAAN
1 Tinggi permukaan minyak Periksa tinggi permukaan minyak pada indikator tangki
2 Bushing Periksa apakah ada yang retak pecah, kotor
dankebocoran minyak
3 Tangki Radiator Periksa apakah ada suara-suara tidak normal, kebocoran
minyak
Periksa alat pemadam kebakaran seperti botol-botol
4 Pemadam Kebakaran
BCF, CO2 dan lain lain masih baik / berfungsi atau tidak
Periksa dan bersihkan apakah kondisinya masih baik
5 Arrester atau tidak
Periksa apakah jaraknya masih memenuhi syarat
6 Spark Gap Periksa semua baut penghubung bila ada yang kendur
7 Pentanahan kencangkan, ukur tahanan pentahannya

8 Terminal Uatama Periksa apakah ada baut yang kendor kencangkan

9 Minyak Trafo Ambil contoh dan periksa ke laboraturium : warnanya


kotoran kadar air, kekentalan (viskositas) yang
terkandung dalam minyak
10 Tahanan Isolasi Periksa tahanan isolasi antara belitan, belitan dengan
tanah
Periksa pondasinya apakah ada keretakan
11 Tempat Kedudukan Transformator
Periksa rangka / penyangga
Jadwal Pemeliharaan Bulanan
Dilaksanakan dalam keadaan beroperasi

No KOMPONEN / CARA PELAKSANAAN


PERAWATAN
1 Kawat Penghantar o Bebaskan kawat penghantar deri tegangan
o Pasang peralatan grounding pada kawat tersebut
o Periksa kondisi kawat

2 Isolator o Bersihkan kawat dari benda asing


o Pasang repair slove atau armor-grip apabila ada kawat yang rusak
o Periksa andongan kawat
o Periksa ikatan kawat pada isolatorPeriksa klem sambungan baut
bautnya
o Periksa jarak aman dari penghantar sesuai aturan / ketentuan
3 Tiang
o Bersihkan dari debu dan kotoran yang menempel pada isolator
o Periksa apakah ada yang cacat atau pecahLakukan penggantian untuk
isolator yang rusak
o Kencangkan baut baut penguatnya dsb
o Periksa posisi tiangUntuk tiang besi bila catnya rusak di cat kembali
o Ganti apabila tiang mulai keroposPasang schoor apabila posisi tiang
miring akibat tarikan kawat dan sebagainya
PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN
BEBAS TEGANGAN
Pemeliharaan dengan metoda PDKB memang
belum dimungkinkan.
Instalasi dilengkapi dengan sistem cadangan
Jaringan yg akan dipelihara secara ekonomis
tidak terlalu mengguntungkan dan secara sosial
tidak berdampak negatif.
SDM dan sarana yg diperlukan untuk
pemeliharaan dengan PDKB belum tersedia.
PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN
BEBAS TEGANGAN
Keuntungannya
Terjadinya kecelakaan terhadap sentuhan tegangan listrik
dapat dihindarkan.
Pekerjaan dimungkinkan dapat dilaksanakan dengan
kondisi cuaca hujan.
Peralatan kerja, alat bantu kerja dan peralatan K3
harganya lebih murah.
Beaya pekerjaan pemeliharaan lebih murah.
Kerugiaannya
Akibat pemadaman berarti energi tidak tersalurkan /
terjual menjadi lebih besar sebanding dengan lamanya
pekerjaan
PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN
BEBAS TEGANGAN
Ketentuan bekerja pada keadaan tidak bertegangan

Pelaksana pekerjaan harus mempunyai kompetensi yang dibutuhkan


Petugas untuk pembebasan tegangan harus mempunyai surat tugas
dari atasan yang berwenang
Perlengkapan listrik yang dikerjakan harus bebas dari tegangan
Sarana pemutusan sirkit dipasang rambu peringatan
Melaksanakan pemeriksaan tegangan untuk memastikan keadaan
bebas tegangan
Perlengkapan listrik yang dikerjakan harus dibumikan secara baik
Mengunci peralatan yang mungkin dapat dimasukkan / dikeluarkan
Bagian perlengkapan yang telah dibebaskan dari tegangan dan akan
dibuang sisa muatan listriknya, harus diperiksa secara teliti .
PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN
BERTEGANGAN ( PDKB )

Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaringan distribusi


( TR / TM ) yang dilaksanakan dimana obyeknya dalam
keadaan aktip bekerja atau bertegangan
Contoh :
Pemeriksaan rutin kondisi gardu yang sedang beroperasi
Pengukuran beban dan tegangan gardu
PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN
BERTEGANGAN ( PDKB )

Ketentuan bekerja pada keadaan bertegangan

Petugas / pelaksana pekerjaan mempunyai kompetensi yang dibutuhkan


Memiliki surat ijin kerja
Dalam keadaan sehat, sadar, tidak mengantuk atau tidak dalam keadaan
mabuk
Saat bekerja harus berdiri pada tempat yang berisolasi dan andal
Mempergunakan perkakas yang berisolasi dan andal
Menggunakan perlengkapan badan yang sesuai
Dilarang menyentuh perlengkapan listrik yang bertegangan dengan tangan
telanjang
Keadaan cuaca tidak mendung / hujan
Dilarang bekerja di ruang dengan bahaya kebakaran / ledakan, lembab dan
sangat panas
TEGANGAN JARAK MINIMUM AMAN
( antara fasa dan bumi ) KERJA
DALAM KV DALAM cm
1 50
12 60
20 75
70 100
150 125
220 160
500 300
PELAPORAN PADA PEKERJAAN
PEMELIHARAAN
Fungsi pelaporan
Menilai unjuk kerja jaringan, ranting / rayon dst.
Mengetahui kondisi jaringan / gardu.
Menentukan tindakan untuk memperbaiki kwalitas dan keandalan
jaringan.
Memperkirakan kebutuhan material dan biaya pemeliharaan.
PELAPORAN PADA PEKERJAAN
PEMELIHARAAN
Kejadian yang perlu dilaporkan
Pemadaman
Karena gangguan atau direncanakan.
Jumlah pelanggan yang padam.
Sebab pemadaman.
Kwh yang tak tersalurkan.
Pemakaian material untuk mengatasi gangguan.
Prosedur pengamanan dalam pekerjaan pada instalasi
tegangan tinggi.
Pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan pemeliharaan.
Pengoperasian kembali.
Pemeliharaan Gardu Distribusi
Pasangan Luar
Pemeliharaan Konstruksi Gardu Portal / Cantol
1. Membersihkan pekarangan.
2. Membersihkan dan mengecat tiang rangka penyangga /
Cross Arm pada trafo.
3. Pemeriksaan lampu penerangan, bila putus di ganti.
4. Merawat pagar pengaman.
5. Merawat papan peringatan / tanda peringatan.
6. Merawat Rak TR.
7. Merawat pipa saluran keluar kabel / Opstyg.
Pemeliharaan Gardu Distribusi
Pasangan Luar
Pemeliharaan peralatan listrik pada gardu Portal / Cantol
1. Memeriksa kondisi FCO
2. Memeriksa kondisi Trafo
3. Menguji tahanan isolasi Trafo
4. Menguji tahanan isolasi PHB-TR (dudukan NH fuse dan lain lain)
5. Memeriksa kondisi saklar utama TR
6. Memeriksa kondisi NH fuse dan dudukannya
7. Memeriksa kondisi kabel penghubung trafo dengan PHB-TR dan
terminalnya
8. Memeriksa kondisi kabel penghubung PHB-TR ke JTR ( Opstyg )
dan terminal sambungannya
9. Menguji tahanan pentanahan netral sistem JTR dan peralatan
Pemeliharaan Trafo distribusi
Jadwal Pemeliharaan Trafo Distribusi
BULANAN
Dilaksanakan dalam keadaan keadaan beroperasi,
pekerjaan berupa pemeriksaan visual dan pengukuran
beban dan tegangan
TAHUNAN
Dilaksanakan dalam keadaan tidak bertegangan, berupa
pemeriksaan seperti pada pemeliharaan bulanan ditambah
dengan pemeriksaan, perawatan dan pengujian
Pemeliharaan Trafo distribusi
Pemeliharaan Trafo :
Perawatan bagian Luar
Membersihkan kotoran / debu yang menempel pada body
Memperbaiki kontak

Pengujian pengujian
Pengujian tahanan isolasi dan polaritas index
Pengujian perbandingan transformasi
Pengujian keseimbangan Beban
Pengujian dielektrik minyak

Perbaikan
Penggantian minyak
Penggantian belitan
Pengujian
Tahanan Isolasi
untuk mengetahui ketahanan Isolasi terhadap
tegangan kerja

Polaritas Index
untuk mengetahui ketahanan Isolasi terhadap
gangguan tegangan lebih
Nilai Tahanan Isolasi belitan pada suhu = t C

C x E
Ris t C ------------------- - - -M
KVA x ks

C = Faktor belitan yang terendam isolasi minyak = 0,8


E = Tegangan Tertinggi . VOLT
KVA = Daya Trafo KVA.
ks = Faktor koreksi suhu belitan.
Faktor Koreksi Suhu Belitan ( ks )
Suhu belitan ( C ) Faktor koreksi

0 0,25
5 0,36
10 0,50
15 0,72
20 1,0
30 1,98
40 3,95
50 7,85
Nilai Polaritas Index
Ris menit 10
PI = -----------------------
Ris menit 1
Polaritas Index Kondisi Isolasi

Kurang dari 1 Berbahaya


1.0 - 1.1 Kurang
1.1 - 1,25 Meragukan
1.25 - 2.0 Cukup
Lebih dari 2 Lebih dari 2
Pengujian Perbandingan
transformasi
Untuk meyakinkan bahwa trafo akan bekerja
dengan tegangan keluaran yang seimbang, bila
tegangan masukkan seimbang
Jumlah belitan sisi primer dan atau skunder tidak
sama pada pembuatannya (ini uji make TTR test turn
ratio)
Ukuran penampang belitan sisi primer dan atau
skunder tidak sama pada pembuatannya
Adanya hubung singkat pada belitan primer dan atau
skunder
Pengujian keseimbangan Beban
Sama dengan pengujian perbandingan
transformasi dan penyebabnya juga sama
tetapi dapat juga keseimbangan beban terjadi
oleh karena bahan / material kawat belitan
ketiga fasa tidak sama meski jumlah
belitannya sama.
Trafo yang diuji adalah trafo baru dan trafo
selesai direparasi
Pengujian minyak trafo
Nilai tegangan tembus
Kadar asam dan air
Nilai viskositas
Keadaan visual (warna, endapan, kejernihan)
Tabel sifat minyak trafo
No Sifat-sifat minyak trafo Minyak trafo Setelah diolah Minyak
urut tua dengan trafo baru
reaktor
minyak
1 KADAR ASAM 1.00 0.03 0.03
( mg KOH / g minyak )
2 Tegangan tembus < 80 120 120
( KV / cm )
3 Kadar air > 0.05 0.00 0.00
4 Kadar kotoran > 1.10 0.00 0.00
5 Visositas > 30 19.24 18.45
( Milli poises )
6 Warna Coklat merah Kuning Kuning
muda tak
berwarna
7 Bau Sangat Tak berbau Tak berbau
merangsang
Tabel pengencangan
Mur-baut bahan tembaga
Pemeliharaan arrester
Dilakukan dalam keadaan tidak bertegangan
Cara pemeliharaan ;
Bebaskan tegangan jaringan
Pasang grounding lokal
Pemeriksana secara visual kondisi arrester
Pemeriksaan dan perbaikan terhadap sambungan
pengawatan dan kontaknya.
Uji tahanan isolsi.
Pemeriksaan dan perbaikan hantaran pentanahan
Pengukuran tahanan pentanahan
Lepaskan grounding lokal
Masukkan tegangan
Pemeliharaan pentanahan
Ada 2 (dua) macam pentanahan pada PHB-TR
Pentanahan kerangka nilainya maksimal 1,7 ohm
Pentanahan penghantar netral nilainya 5 ohm
Perbaikan pentanahan adalah perbaikan terhadap
sambungannya dan elektrodanya sendiri
Nilai tahanan pentanahan yang melebihi
ketentuan dapat diatasi dengan cara :
Menambah banyak elektrode yang ditanam,
Memperdalam penanaman elektrode yang sudah
ada
Penggaraman lokasi penanaman elektrode.
Pemeliharaan pentanahan
Prosedur pemeliharaan
1. Bebaskan tegangan
2. Pasang grounding lokal
3. Lepaskan pengawatan pentanahann dari peralatan yang di
hubungkan ke tanah
4. Lepaskan kawat pentanahan dari elektroda pentanahan, dan
bersihkan bagian atas elektrodanya
5. Pengujian tahanan pentanahan
6. Bila nilainya masih sesuai dengan ketentuan periksa dan perbaiki
sambungan-sambungan kawat pentanahan
7. Bila nilainya melebihi batas maksimalnya pasanglah elektroda
baru dengan jarak dua kali panjang elektroda, dan hubungkan
paralel dengan elektroda yang sudah ada atau lakukan
penggaraman
8. Pasang kembali kawat pentanahan pada elektroda dan
peralatan yang dihubungkan dengan pentanahan
9. Pasang kembali pentanahan ke peralatan yang ditanahakan
10. Lepaskan kembali grounding lokal
11. Masukkan tegangan
Pemeliharaan PHB - TR
Kelainan pada saklar utama
Sebagian atau seluruh alat kontak hangus
akibat terjadi busur api yang besar
Sebagian atau seluruh alat kontak kotor akibat
terjadi loss kontak
Buka tutup alat kontak tidak serempak karena
kerja alat mekan\is sudah tidak benar lagi
Tahanan isolasi sudah turun dibawah batas
minimal karena faktor usia atau kebanjiran
Pemeliharaan pelebur / fuse dan
penjepitnya
Penyebab gangguan / kerusakan pada fuse dan penjepitnya
Permukaan jepit (ground plate) dan alat kontak pelebur serta
permukaan sepatu kabel harus bersih dan dilapisi dengan
vaselin jenis netral
Seluruh permukaan alat kontak pelebur harus terhubung
dengan penjepitnya
Jenis sepatu kabel yang terhubung antara busbar, pelebur
dan kabel jurusan harus terbuat dari bahan yang sama
dengan busbar dan kabel jurusan
Ukuran sepatu kabel harus sesuai dengan ukuran kabel
Luas permukaan sepatu kabel yang terhubung dengan
busbar minimal sama dengan penampang kabelnya.
Luas penampang bagian dalam selongsong sepatu kabel
minimal sama dengan penampang kabelnya
Pengencangan mur baut untuk menghubungkan sepatu
kabel dengan busbas harus disesuaikan
Pemeliharaan alat ukur peralatan
bantunya
Alat ukur peralatan bantunya yang
terpasang diperiksa kondisi
pengawatannya
Alat ukur peralatan bantu yang
terpasang di uji ketelitiannya
Prosedur pemeliharaan PHB-TR pada
gardu distribusi dalam keadaan
bertegangan
Ukur dan catat beban dan tegangan pada
saklar utama dan saluran keluar
Bandingkan hasil ukur arus pada amper meter
di PHB-TR dengan hasil pengukuran dengan
tang amper meter
Ukur dan catat suhu alat sambung hubung
pada saklar utama dan fuse pengaman
Amati dan catat adanya kelainan- kelaianan
pada PHB-TR dalam keadaan beroperasi
Prosedur pemeliharaan PHB-TR pada
gardu distribusi dalam keadaan bebas
tegangan Gardu Pasangan Luar
JTM

ARRESTER FCO

TRAFO

PHB TR SAKLAR UTAMA

NH FUSE

SALURAN
N R S T JURUSAN
Prosedur pemadaman sebelum
pemeliharaan
Kurangi beban trafo, dengan cara melepas satu-
persatu NH-fuse, bila beban tidak terlalu besar
Buka FCO
Hubungkan kabel pentanahan yang sudah
dihubungkan ke elektroda pentanahan dimulai dari
ke empat bushing trafo sisi tegangan rendah, lalu
ketiga bushing trafo sisi tegangan menengah
Buka kabel / kawat yang terhubung pada terminal
kabel masuk dan kabel keluar
Kabel / kawat yang sudah terlepas hubungkan jadi
satu dan tersambung pada kabel pentanahan
Lakukan pemeriksaan kondisi PHB-TR
Dari hasil kegiatan diatas diambil kesimpulan :
Kondisi PHB-TR setelah Pemeriksaan

PHB-TR dalam keadaan baik dan layak


dioperasikan
PHB-TR dalam keadaan kurang baik,
perlu ada perbaikan sebelum dioperasikan
PHB-TR dalam keadaan rusak, perlu
penggantian
Langkah pemeliharaan PHB-TR
1. Gunakan perkakas kerja dan perlengkapan k3 sesuai dengan
kebutuhan
2. Yakinkan PHB-TR sudah bebas tegangan
3. Buka saklar utama
4. Lepas seluruh nh fuse
5. Periksa kondisi dan kerja saklar utama
Adanya kotoran pada terminal-terminalnya, bersihkan dengan
menggunakan kain dan cairan yang mudah menguap dan bila
terlalu tebal gosok dengan sabut plastik hijau
Adanya kotoran pada alat-alat kontak (saklar jenis terbuka) lakukan
hal sama seperti di atas
Adanya ketidak serempakan buka-tutup alat hubung saklar utama,
perbaiki mekanisnya dan bila perlu ganti dengan yang baru
Ukur tahanan kontaknya, nilainya tidak boleh melebihi 100 micro
ohm
Ukur tahanan isolasi antara fasa-fasa dan fasa-body, nilai minimal
tahanan isolasinya adalah 1.000 x tegangan kerja
Langkah pemeliharaan terhadap NH-Fuse
dan ground plate
1. Periksa kesesuaian nilai fuse terhadap ground platenya
2. Periksa kerapatan penjepit pisau nh fuse, setel kembali
pernya
3. Adanya kotoran pada penjepit ground plate dan pisau NH
fuse bersihkan dengan kuas atau kain lap dan cairan yang
mudah menguap
4. Adanya kotoran pada terminal ground plate lakukan hal yang
sama seperti di atas
5. Ukur tahanan isolasi terminal masuk maupun keluar ground plate
terhadap body
Catatan :
Nilai tahanan isolasi minimal = 1000 x tegangan kerja
6. Periksa kondisi busbar dan isolator dudukannya
7. Periksa kekencangan pengikatan mur-baut antara terminal
masuk ground-plate NH-Fuse dengan busbar
8. Oleskan vaseline netral pada penjepit dan pisau fuse
Langkah pemeliharaan alat ukur
peralatan bantunya
1. Periksa pengawatan alat-alat ukur dan alat bantunya
2. Periksa kondisi alat-alat ukur dan alat bantunya yang
terpasang
3. Periksa lampu test tegangan
4. Periksa lampu penerangan PHB-TR / gardu
5. Ukur nilai tahanan pentanahan kerangka PHB-TR dan
netral TR trafo
6. Nilai tahanan pentanahan kerangka maksimal 1,7
ohm
7. Nilai tahanan pentanahan netral TR maksimal 5 ohm
8. Yakinkan pemeliharaan telah selesai dilakukan dan
PHB-TR siap dioperasikan kembali
Prosedur pengoperasian kembali PHB-
TR sesudah pemeliharaan
1. Pasang kembali kabel / kawat pada terminal sisi masuk dan sisi keluar
2. Lepaskan kawat pentanahan
3. Periksa keadaan disekitar trafo dan yakinkan PHB-TR aman
dioperasikan
4. Laporkan kepada pihak yang berwenang untuk pengoperasian
kembali, sampai jawaban izin pengoperasian keluar
5. Masukkan FCO
6. Ukur tegangan dan urutan fasa sisi TR, pastikan bahwa besarnya
tegangan dan urutan fasa sudah benar
7. Masukkan saklar utama, amati adanya kelainan - kelainan
8. Ukur tegangan pada busbar TR, yakinkan besarnya tegangan fasa
netral maupun fasa fasa benar
9. Operasikan saluran jurusan dengan cara :
Untuk pelanggan umum : masukkan saklar utama, menyusul
kemudian nh fuse satu persatu sambil di test kemungkinan adanya
hubung singkat pada saluran jurusan
Untuk pelanggan 3 fasa : masukkan saluran NH fuse, sebelum saklar
utama dimasukkan
Prosedur pemeliharaan PHB-TR pada
gardu distribusi pasangan dalam pada
keadaan bebas tegangan
PEMUTUS PEMUTUS
BEBAN (PMB) BEBAN (PMB)

1 2 3 1 2 3

PMS PMS PMS PMS PMS PMS

SAKLAR UTAMA SAKLAR UTAMA

NH FUSE NH FUSE
SALURAN JURUSAN
Prosedur pemadaman sebelum
pemeliharaan
1. Buka pemutus beban (PMB) 3
2. Masukkan pemisah bumi (PMSs) 3
3. Buka seluruh NH-Fuse
4. Hubungkan kabel pentanahan yang sudah dihubungkan ke
elektroda pentanahan dimulai dari ke empat bushing trafo sisi
tegangan rendah, lalu ketiga bushing trafo sisi tegangan
menengah
5. Buka kabel / kawat yang terhubung pada terminal kabel masuk
dan kabel keluar
6. Kabel / kawat yang sudah terlepas hubungkan jadi satu dan
tersambung pada kabel pentanahan
7. Lakukan pemeriksaan kondisi PHB-TR
8. Dari hasil kegiatan diatas diambil kesimpulan :
PHB-TR dalam keadaan baik dan layak dioperasikan
PHB-TR dalam keadaan kurang baik, perlu ada perbaikan
sebelum dioperasikan
PHB-TR dalam keadaan rusak, perlu penggantian
Langkah pemeliharaan PHB-TR pada
gardu distribusi pasangan luar dalam
keadaan tidak bertegangan
Gunakan perkakas kerja dan perlengkapan k3 sesuai dengan
kebutuhan
2. Yakinkan PHB-TR sudah bebas tegangan
3. Buka saklar utama
4. Lepas seluruh nh fuse
5. Periksa kondisi dan kerja saklar utama
Adanya kotoran pada terminal-terminalnya, bersihkan dengan
menggunakan kain dan cairan yang mudah menguap dan bila
terlalu tebal gosok dengan sabut plastik hijau
Adanya kotoran pada alat-alat kontak (saklar jenis terbuka) lakukan
hal sama seperti di atas
Adanya ketidak serempakan buka-tutup alat hubung saklar utama,
perbaiki mekanisnya dan bila perlu ganti dengan yang baru
Ukur tahanan kontaknya, nilainya tidak boleh melebihi 100 micro
ohm
Ukur tahanan isolasi antara fasa-fasa dan fasa-body, nilai minimal
tahanan isolasinya adalah 1.000 x tegangan kerja
Langkah pemeliharaan terhadap NH-Fuse
dan ground plate
1. Periksa kesesuaian nilai fuse terhadap ground platenya
2. Periksa kerapatan penjepit pisau nh fuse, setel kembali
pernya
3. Adanya kotoran pada penjepit ground plate dan pisau NH
fuse bersihkan dengan kuas atau kain lap dan cairan yang
mudah menguap
4. Adanya kotoran pada terminal ground plate lakukan hal
yang sama seperti di atas
5. Ukur tahanan isolasi terminal masuk maupun keluar ground plate
terhadap body Catatan
Nilai tahanan isolasi minimal = 1000 x tegangan kerja
6. Periksa kondisi busbar dan isolator dudukannya
7. Periksa kekencangan pengikatan mur-baut antara terminal
masuk ground-plate NH-Fuse dengan busbar
8. Oleskan vaseline netral pada penjepit dan pisau fuse
Langkah pemeliharaan alat ukur
peralatan bantunya
Periksa pengawatan alat-alat ukur dan alat bantunya
Periksa kondisi alat-alat ukur dan alat bantunya yang
terpasang
Periksa lampu test tegangan
Periksa lampu penerangan PHB-TR / gardu
Ukur nilai tahanan pentanahan kerangka PHB-TR dan
netral TR trafo
Nilai tahanan pentanahan kerangka maksimal 1,7
ohm
Nilai tahanan pentanahan netral TR maksimal 5 ohm
Yakinkan pemeliharaan telah selesai dilakukan dan
PHB-TR siap dioperasikan kembali
Prosedur pengoperasian kembali PHB-
TR sesudah pemeliharaan
1. Pasang kembali kabel / kawat pada terminal sisi masuk maupun keluar
2. Periksa keadaan disekitar trafo dan yakinkan PHB-TRaman dioperasikan
3. Laporkan kepada pihak yang berwenang untuk pengoperasian kembali,
sampai jawaban izin pengoperasian keluar
4. Lepaskan PMS bumi (PMS) 3
5. Masukkan PMB 3
6. Ukur tegangan dan urutan fasa TR, pastikan bahwa besarnya tegangan dan
urutan fasa sudah benar
7. Masukkan saklar utama, amati ada kelainan - kelainan
8. Ukur tegangan pada busbar TR, yakinkan besarnya tegangan fasa netral
maupun fasa fasa benar
9. Operasikan saluran jurusan dengan cara :

Untuk pelanggan umum : masukkan saklar utama, menyusul


kemudian nh fuse satu persatu
sambil di test kemungkinan adanya hubung singkat pada saluran jurusan

Untuk pelanggan 3 fasa : masukkan saluran nh fuse, sebelum saklar


utama dimasukkan

Anda mungkin juga menyukai