Anda di halaman 1dari 25

LIMBAH PERTAMBANGAN

BATUBARA
Laily Khairiyati
AAT
CAIR (Air Asam
Tambang)/ AMD

- Tailing
LIMBAH
PADAT - Sludge
BATUBARA
- Oli bekas

- Debu/ partikulat
EMISI UDARA
- Gas
AAT (Air asam tambang)/ AMD
Karakteristik AMD (Acid Mine Drainage)

Lepasnya unsur Fe dan S dari


senyawa pirit (Fe2S)

Terbawa aliran pada saat hujan, dan


masuk ke lahan pertanian, sehingga
menyebabkan keasaman tanahnya
lebih tinggi (pH 2,5 3,5).

Bila air yang bersifat asam ini


melewati daerah batuan kapur akan
melarutkan senyawa Ca dan Mg
dari batuan tersebut.

Selanjutnya senyawa Ca dan Mg


yang larut terbawa air akan
memberi efek terjadinya AIR SADAH
TAILING
Tailing
Karakteristik Ore

>> underground mining

Berbentuk lumpur kental/


pekat atau cairan

Disebabkan oleh:
a) Ikut terangkatnya
kandungan logam berat yang
tersimpan di perut bumi spt
tembaga, timbal, merkuri,
seng, arsen
b) Penambahan bahan kimia
c) Penggerusan/ pemisahan
mineral dari ore (batuan
biji)
Sludge
Lumpur padat (endapan lumpur tailing)

Limbah cucian batubara yang ditampung


dalam bak penampung yang juga
mengandung logam berbahaya seperti
boron, selenium dan nikel dll.
Sampah B3

Oli bekas

Aki bekas

Baterai
LIMBAH UDARA/ EMISI
Debu/partikulat--zat padat
(Komposisi paling banyak)

Gas yang diproduksi oleh


proses pembakaran, seperti
CO, CO2, NOx, SO2

Gas alam, seperti metan,


yang banyak dihasilkan
pertambangan batu bara dan
sedikit pertambangan logam

Coolants, seperti CFC, yang


berasal dari air conditioners
DAMPAK LIMBAH PERTAMBANGAN
Lubang tambang kawah bekas tambang
yang menyebabkan lahan bumi menganga
sehingga sulit direklamasi kerusakan
lingkungan berkaitan hilangnya vegetasi
mahalnya biaya revegatasi

Air Asam Tambang, Tailing, Sludge


memasamkan tanah, korosi, gangguan
kesehatan akibat logam berat, mengganggu
kehidupan flora

Polusi udara infeksi saluran pernafasan


spt influenza, bronchitis , pneumonia, asma ,
pneumokoniasis (antrakosilikosis)
PENGOLAHAN LIMBAH
PERTAMBANGAN

SETTLING POND

Mengendapkan lumpur
& sisa asam yang lolos
dari proses netralisasi
AMD

Slurry Sedimenta
screen Koagulasi Flokulasi si
Pada prinsipnya ada 2 (dua) usaha
untuk menanggulangi pencemaran,
yaitu :
1)Penanggulangan secara non-teknis
Misal : Menciptakan peraturan
perundangan /peraturan yang dapat
merencanakan, mengatur dan mengawasi
segala macam bentuk kegiatan industri dan
teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran
industri wajib menulis AMDAL

2)penanggulangan secara teknis


PENGOLAHAN LIMBAH
PERTAMBANGAN
Teknik yang didasarkan prinsip kimia, misalnya
pengapuran mahal, dapat meningkatkan pH,
bersifat sementara

Teknik pembuatan saluran anoksik (anoxic lime


drain) mrp gabungan prinsip fisika dan kimia
sangat mahal, dan hasilnya belum optimal

Teknik bioremediasi memanfaatkan bakteri


pereduksi sulfat memberikan hasil yang cukup
baik.

teknik fitoremediasi --> menggunakan tumbuhan


dan tanaman air
PENGOLAHAN LIMBAH PERTAMBANGAN
(teknologi bioremediasi)
Bakteri Desulfovibrio, Desulfotomaculum
yang mengubah sulfat dalam air asam
tambang menjadi hidrogen sulfida dan
kemudian bereaksi dengan logam berat.

Setelah reaksi berlangsung, pH (keasaman)


air asam tambang yang mula-mula berkisar
dari 2 3 meningkat mendekati netral (6-7).

Logam berat yang terdapat air asam


tambang mengendap.
Pengolahan limbah cair industri

1.pengolahan secara fisika


2.pengolahan secara kimia
3.pengolahan secara biologi
Gambar 1. Skema Diagram Pengolahan Fisik
Gambar 1. Skema Diagram Pengolahan Kimia
Gambar 1. Skema Diagram Pengolahan Biologi
Pengertian limbah B3

Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu


usaha atau suatu kegiatan yang mengandung bahan
berbahaya dan atau kegiatan yang mengandung bahan
berbahaya atau beracun yang karena sifat dan atau
konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau
merusakkan lingkungan hidup, dan atau dapat
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan,
kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
(PP No. 85 Tahun 1999)
Sumber/ penghasil limbah B3

Industri
Pertambangan

Transportasi

Rumah sakit

Laboratorium kimia

Rumah tangga

Proses alam
Metode pengolahan limbah B3
Koagulasi
Digunakan utk pengolahan limbah cair yg keruh dgn
penambahan koagulan spt lignin sulfat, asam humat,
pati . Metode ini banyak digunakan dlm industri karena
praktis dan efektif.
Adsorpsi

Pengolahan limbah konvensional dengan menggunakan


adsorben (zat penyerap) spt karbon aktif, kitin, kitosan,
asam humat, lempung, dan zeolit. Metode ini
sederhana dan efektif namun hanya memindahkan B3
dari limbah cair ke dlm padatan adsorben.
Fotokatalitik reduksi-oksidasi

Pengolahan limbah non konvensional yg melibatkan


reaksi redoks yg dibantu oleh sinar UV dan katalis
semikonduktor misalnya TiO2, ZnO, Fe2O3, SnO, CdO,
dan ZrO. Pada akhirnya juga dihasilkan padatan
fotokatalis yg terdeposit oleh logam-logam polutan
Metode pengolahan limbah B3
Solidifikasi
Solidifikasi mrp metode pengolahan limbah padat yg
mengandung zat-zat anorganik spt limbah radioaktif, baterai
kering, endapan B3 maupun adsorben dan fotokatalis yg
jenuh dengan B3

Adalah teknik pengikatan limbah padat dengan bahan


pengikat yg berbasis semen menjadi bentuk monolit dengan
struktur yg sgt kuat, shg gerakan B3 dlm limbah padat tsb
terhambat atau terbatasi.

Padatan monolit hasil solidifikasi kecuali limbah radioaktif dpt


dimanfaatkan utk pengeras jalan, aklamasi tanah, pengganti
batu bata utk pembuatan tembok (paving). Sejalan waktu
akan mengalami erosi dan terlarut kembali lepas di
lingkungan.
Metode pengolahan limbah B3

Insenerasi
Yaitu pencemaran limbah dengan cara
pembakaran dalam insenerator dengan
kondisi yg terkontrol, sehingga membentuk
abu dan gas.

Dalam penggunaan metode ini, insenerator


harus terletak jauh dari pemukiman dan
dilengkapi dengan cerobong asap yg relatif
tinggi dengan pembakaran harus
sempurna, agar tidak menimbulkan
gangguan kesehatan dan pencemaran
udara.
PENGELOLAAN EMISI/ LIMBAH UDARA
Penyiraman jalan, penyiraman batubara, ditutup terpal,
pengaspalan dan pengerasan jalan beton

Perawatan mesin (maintenance) pemeriksaan mesin secara


berkala

Substitusi mengganti dengan bahan yang lebih aman (BBM


mjd elektrik, bensin tanpa timbal)

Menambah alat bantu yg dpt mengurangi pencemaran

SETTLING CHAMBER
SCRUBBER CYCLONE

gaya gravitasi gaya sentrifugal


PENGELOLAAN SAMPAH PADAT DAN B3
Oil trap

Aki bekas (Lead Acid Battery), harus dikirim ke pengumpul aki yang
bersertifikat (memiliki izin & diakui)

Dilarang membuang aki bekas on-site

Sebelum dikirim, air asam dalam aki harus dikeluarkan, lalu


dinetralisir dan diencerkan dengan air sebelum dibuang ke settling
pond

Baterei jenis lain (nickel cadmium) bisa dibuang di tempat sampah


yang berlabel B3

Semua limbah B3 harus dibuang di daerah yang telah diberi izin &
tidak boleh dibakar.
TERIMA KASIH