Anda di halaman 1dari 21

Pendahuluan

Diseluruh dunia tahun 1990 WHO : 3,8 juta


kasus baru TB dengan 49% kasus terjadi di
Asia Tenggara.
Periode 1984 1991 tercatat peningkatan
jumlah kasus TB diseluruh dunia, kecuali
Amerika dan Eropa.
Tahun 1990 diperkirakan 7,5 juta kasus TB
dan 2,5 juta kematian akibat TB diseluruh
dunia.2
BAB II
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn. E
Umur : 35 tahun
Suku/bangsa : Melayu/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Petaling
MRS : Jumat, 24 Oktober 2014 (dari IGD)

Anamnesis
Keluhan Utama : Batuk berdarah sejak + 1 bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Os mengeluh batuk berdahak sejak 5 bulan yang lalu, dahak
berwarna kuning dan kental, Os meminum obat komix namun tidak
ada perubahan. Kemudian sejak 1 bulan yang lalu batuk semakin
parah dan disertai dengan darah, darah yang keluar adalah darah
segar yang berwarna merah, sejak timbul batuk berdarah Os langsung
dibawa ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher selama 4 hari, lalu Os
pulang selama 2 hari dan batuk berdarahnya timbul lagi kemudian Os
dirawat lagi di RS selama 11 hari dan pulang lagi kerumah namun
baru 5 hari di rumah Os mengalami batuk darah lagi.
Keluhan lain yang dirasakan os adalah demam hilang timbul, disertai
menggigil dan berkeringat terutama saat malam hari. Sejak timbulnya
keluhan-keluhan tersebut nafsu makan os mulai agak menurun.
3 tahun yang lalu Os pernah mengeluh batuk berdahak dan di
diagnosis menderita TB paru, Os menjalani pengobatan selama 6
bulan dan minum obat dengan teratur namun ketika pengobatan
selesai Os tidak memeriksakan dahaknya ke laboratorium karena Os
merasa keluhannya sudah hilang.
Riwayat Penyakit Dahulu
TB paru (+), Asma (-), Malaria (-), alergi obat (-)
Riwayat penyakit Keluarga
TB Paru (-), Hipertensi (-) DM (-), Asma (-), PJK (-), Malaria (-)
Riwayat Pekerjaan dan Sosial
Sehari-harinya os bekerja sebagai buruh, menurut Os tidak
ada keluarga dan orang sekitar yang menderita keluhan
seperti Os
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit
RR : 25x/menit teratur
Suhu : 36,90C
Pemeriksaan Kepala
Bentuk Kepala : Normochepal
Rambut : Hitam, tidak mudah rontok, tidak mudah dicabut,
distribusi rata.

Pemeriksaan Mata
Konjungtiva: Anemis (-/-)
Sklera : Ikterik (-/-)
Pupil : Isokor kanan-kiri, reflek cahaya ( + / + )
Palpebra : Tak tampak edema kanan-kiri, simetris
Gerakan bola mata : Simetris

Pemeriksaan Hidung
Bentuk : Normal , deviasi (-)
Nafas cuping hidung: tidak ada
Sekret : tidak terdapat sekret hidung
Pemeriksaan Mulut
Bibir : tidak sianosis, tidak kering
Lidah : tidak kotor, tepi tidak hiperemi
Pemeriksaan Telinga
Bentuk : Normal
Sekret : Tidak ada
Nyeri tekan mastoideus: tidak ada
Fungsional : pendengaran baik

Pemeriksaa Leher
JVP : normal (5-2 cm H2O)
Kelenjar tiroid : tidak membesar
Kelenjar limfonodi : tidak membesar

Jantung
Inspeksi: Ictus cordis tidak tampak, letak di ICS 5
Palpasi : Thrill (-)
Perkusi : Batas jantung dbn
Auskultasi : BJ I dan II regular , Gallop (-), Murmur (-)
Pulmo
Inspeksi: Simetris kanan-kiri, pergerakan dinding dada
tidak ada yang tertinggal.
Palpasi : NT (-), taktil fremitus kanan meningkat
Perkusi : Sonor dikedua lapang paru
Auskultasi : vesikuler (+/), ronkhi (+/-), wheezing (-/-)

Abdomen
Inspeksi : Datar dan supel
Palpasi : NT (-), hepar dan lien tidak teraba
Perkusi : Timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal

Ekstremitas
Edema (-/-), akral hangat, sianosis (-)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Darah Rutin Pemeriksaan sputum BTA
WBC : 7,8 x 103/mm3 Sewaktu : +3
Pagi : +3
RBC : 4,61 x 106/mm3
HB : 12,3 g/dl
Diagnosis
HT : 37,4 % Hemoptisis ec. TB Paru
PLT : 404 x 103/mm3
PCT : 0,279 Penatalaksanaan
MCV : 81 IVFD RL 20 gtt/m
MCH : 26,7 Inj. Ceftriaxone 1x1 gram
Inj. Ranitidin 2x 1 amp
MCHC: 32,9
RHEZS 2x1 tab
RDW : 15,5
MPV : 6,9
PDW : 13,1
Follow Up
Tanggal Follow up Keterangan
30-10- S : Batuk berdahak (+), Batuk darah (+), WBC : 6,8
2014 sesak (+) RBC : 4,04
O : TD : 100/70 mmHg N : 80 x/i HB : 11,1

HT : 32,4
RR : 25 x/i T : 36,7 C
PLT : 33,3
Vesikuler (+/+) Ronkhi (+/-),
PCT : 0,23
Wheezing (-/-)
MCV : 80
A : Hemoptisis ec. TB Paru
P: - IVFD RL 20 gtt/m MCH : 27,6

- Inj. Ceftriaxone 1x1 gram MCHC : 34,4


- Inj. Ranitidin 2x 1 amp RDW : 14,6
- RHEZS 2 x 1 tab MPV : 7,1
PDW : 14,2
31-10-2014 S : Sesak (+), Batuk berdahak (+), Batuk darah
(+)
O : TD : 110/70 mmHg N : 94 x/i
RR : 25 x/i T : 36,5 C
Vesikuler (+/+) Ronkhi (+/-), Wheezing
(-/-)
A : Hemoptisis ec. TB Paru
P: - IVFD RL 20 gtt/m
- Inj. Ceftriaxone 1x1 gram
- Inj. Ranitidin 2x 1 amp
- RHEZS 2 x 1 tab
- Vit. C 1 x 1 amp
1-11-2014 S : Sesak (+), Batuk darah (+) dan sudah berkurang,
Batuk berdahak (+)
O : TD : 100/70 mmHg N : 78 x/i
RR : 20 x/i T : 36,8 C
Vesikuler (+/+) Ronkhi (-/-), Wheezing (-/-)
A : Hemoptisis ec. TB Paru
P: - IVFD RL 20 gtt/m
- Inj. Ceftriaxone 1x1 gram
- Inj. Ranitidin 2x 1 amp
- RHEZS 2 x 1 tab
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
HEMOPTISIS
Batuk darah atau hemoptisis : ekspektorasi darah
akibat perdarahan pada saluran napas di bawah
laring, atau perdarahan yang keluar melalui
saluran napas bawah laring.
Volume darah yang dibatukkan bervariasi dan
dahak bercampur darah dalam jumlah minimal
hingga masif, tergantung laju perdarahan dan
lokasi perdarahan.
Penyebab batuk darah sangat beragam antara lain :
Infeksi : tuberkulosis, staphylococcus, klebsiella,
jamur, virus
Kelainan paru seperti bronchitis, bronkiektasis, emboli
paru, kistik fibrosis, emfisema bulosa
Neoplasma : kanker paru, adenoma bronchial, tumor
metastasis
Kelainan hematologi : disfungsi trombosit,
trombositopenia,
Kelainan jantung : mitral stenosis, endokarditis
tricuspid
Kelainan pembuluh darah : hipertensi pulmoner,
malformasi arterivena, aneurisma aorta
Trauma : jejas toraks, ruptur bronkus, emboli lemak
Iatrogenik : akibat tindakan bronkoskopi, biopsi
paru, kateterisasi
Kelainan sistemik : systemic lupus erytematosus,
vaskulitis
Obat / toksin : aspirin, antikoagulan,
penisilamin,kokain
Lain-lain : endometriosis, bronkiolitiasis, fistula
bronkopleura, benda asing
TUBERKULOSIS PARU
Tuberkulosis paru atau yang biasa disebut TB paru
adalah suatu penyakit infeksi kronik yang disebabkan
oleh mycobacterium tuberculosis (atau kadang-kadang
oleh M. bovis dan africanum).
Gejala Klinis
Gejala Respiratorik
Batuk,
Batuk darah.
Sesak napas.
Nyeri dada.
Gejala Sistemik
Demam.
Malaise.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : pucatnya konjungtiva mata atau kulit
pucat karena anemia, suhu demam subfebril, badan
kurus atau berat badan menurun.
Tempat kelainan lesi tuberkulosis paru yang paling
dicurigai di bagian apeks paru. Bila adanya infiltrat yang
agak luas didapatkan perkusi yang redup dan auskultasi
suara napas bronkial.
Ditemukan suara napas tambahan berupa ronki basah,
kasar,.
Bila infiltrat ini diliputi oleh penebalan pleura, suara
napasnya menjadi vesikular melemah, bila terjadi
kavitas yang cukup besar, perkusi memberikan suara
hipersonor atau timpani
Bila tuberkulosis mengenai pleura, sering terbentuk efusi pleura. Paru
yang sakit akan terlihat tertinggal dalam pernapasan.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Bakteriologis
Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan Darah
Uji Tuberkulin (Mantoux Test)
Penegakan diagnosis
Pengobatan TB
Tujuan dari pengobatan TB paru:
Menyembuhkan pasien dan mengembalikan kualitas serta
produktivitas hidup.
Mencegah kematian karena penyakit TB aktif atau efek
lanjutnya.
Mencegah kekambuhan.
Mengurangi transimisi atau penularan kepada orang lain.
Mencegah terjadinya resistensi obat serta penularannya

Pengobatan TB paru terbagi atas dua fase:


Fase intensif/initial/awal (2 bulan)
Fase lanjutan (4-6 bulan)
WHO dan IUATLD (international Union Againts Tuberculosis
and Lung Disease) merekomendasikan panduan OAT standar:
Kategori I. Untuk pasien TB paru baru.
2HRZE/4H3R3
2HRZE/4HR
2HRZE/6HE
Kategori II. Untuk pasien ulangan ( gagal kategori I/kambuh)
2HRZES/HRZE/5H3R3E3
2HRZES/HRZE/5HRE
Kategori III. Untuk pasien dengan BTA (-) dan Ro (+)
2HRZ/4H3R3
2HRZ/4H
BAB IV
ANALISA KASUS
Anamnesis : Tn. E. laki-laki 35 tahun, mengeluh batuk berdahak sejak
5 bulan yang lalu, dahak berwarna kuning dan kental, Kemudian sejak 1
bulan yang lalu batuk semakin parah dan disertai dengan darah, darah
yang keluar adalah darah segar yang berwarna merah, sejak
Keluhan lain yang dirasakan os adalah demam hilang timbul, disertai
menggigil dan berkeringat terutama saat malam hari. Sejak timbulnya
keluhan-keluhan tersebut nafsu makan os mulai agak menurun.
3 tahun yang lalu Os pernah mengeluh batuk berdahak dan di diagnosis
menderita TB paru, Os menjalani pengobatan selama 6 bulan dan
minum obat dengan teratur namun ketika pengobatan selesai Os tidak
memeriksakan dahaknya ke laboratorium.
Pemeriksaan fisik: keadaan umum: sakit sedang, kesadaran: Compos
Mentis, TD 100/70 mmHg, nadi 80x/menit, RR 25x/menit teratur, dan
suhu 36,9 0C. Conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-).
Pemeriksaan kepala, hidung, mulut, telinga, leher, jantung, abdomen,
dan ektremitas dalam batas normal. Sedangkan pada pemeriksaan paru
didapatkan hasil suara napas vesikuler +/+, rhonki +/-, wheezing -/-.
BAB V
KESIMPULAN
Hemoptisis: suatu gejala atau tanda dari suatu penyakit infeksi.
Volume darah yang dibatukkan bervariasi dan dahak bercampur
darah dalam jumlah minimal hingga masif, tergantung laju
perdarahan dan lokasi perdarahan.
Penyebab hemoptisis: Kelainan paru, Infeksi , Neoplasma, Kelainan
hematologi, Kelainan jantung, Kelainan pembuluh darah, Trauma,
Iatrogenik, Kelainan sistemik, Obat / toksin.
Tuberkulosis paru : suatu penyakit infeksi kronik yang disebabkan
oleh mycobacterium tuberculosis .
Gejala klinis TB paru dibagi dua kelompok,: gejala respiratori berupa
batuk berdahak dengan atau tanpa disertai darah, sesak napas, nyeri
dada dan gejala sistemik berupa demam, malaise, anorexia,
penurunan berat badan, serta berkeringat di malam hari.
Prinsip pengobatan TB paru : dengan pemberian obat anti
tuberkulosis, terbagi atas dua fase: fase intensif/initial/awal (2 bulan)
dan fase lanjutan (4-6 bulan)