Anda di halaman 1dari 22

Pterigium pada Mata Kiri Laki

laki yang Berusia 68 Tahun

Leni Herliani
102011394
B4
Skenario 2
Seorang pria 68 tahun, nelayan,
datang ke poliklinik dengan keluhan
utama mata kiri merah sejak 2 minggu
yang lalu. Keluhan disertai mata
sedikit berair, perih terasa seperti
mata berpasir. Keluhan ini sudah
sering dirasakan dan sering hilang
timbul
Anatomi
Anamnesis
Identitas
Keluhan utama : mata kiri merah sejak 2 mgg yll.
RPS : bulu mata rontok? Pergerakan bola mata?
Silau? Bengkak? Mata berair? Merah? Gatal?
Perih? berpasir? Mengganggu penglihatan? Ada
benjolan? Panas? Pernah berdarah? Semakin
membesar? Ada pus? Sekret? Mengganjal? Nyeri?
Sebelumnya terkena debu? Asap? Kosmetik?
Bahan kimia? Menggunakan kacamata? Trauma?
Gejala sistemik : pusing? Demam? Mual?
RPD
Riwayat Pengobatan
Riwayat Keluarga
Riwayat Sosial-Ekonomi
Seorang pria 68 tahun, nelayan, datang ke poliklinik
dengan keluhan utama mata kiri merah sejak 2
minggu. Keluhan disertai mata sedikit berair, perih
terasa seperti mata berpasir. Keluhan ini sudah
sering hilang timbul.
Pemeriksaan Fisik
Visus ODS: 20/20
Keadaan Umum,
kesadaran OS : palpebra (N) konjungtiva
bulbi sedikit hiperemis,
TTV terdapat selaput hiperremis
pada daerah nasal limbus,
Inspeksi, palpasi kornea dan lensa jernih, COA
Pemeriksaan pada dalam, TIO 15 mmHg,
pemeriksaan yang lain batas
mata (tajam normal.

penglihatan, OD : palpebra (N), konjungtiva


funduskopi, (N), limbus, kornea dan lensa
jernih. COA dalam, TIO 17
gerakan bola mata) mmHg, pemeriksaan lain dalam
batas normal
Working
pterigium
Diagnosis :

suatu pertumbuhan fibrovaskular


konjungtiva yang bersifat degeneratif
dan invasif. Pertumbuhan ini biasanya
terletak pada celah kelopak bagian nasal
ataupun temporal konjungtiva yang
meluas ke daerah kornea
Derajat pterigium
Derajat 1: jika pterygium hanya terbatas pada
limbus kornea.
Derajat 2: jika sudah melewati limbus kornea
tetapi tidak lebih dari 2 mm melewati kornea.
Derajat 3: sudah melebihi derajat 2 tetapi tidak
melebihi pinggiran pupil mata dalam keadaan
cahaya normal (pupil dalam keadaan normal
sekitar 3 4 mm)
Derajat 4: pertumbuhan pterygium melewati pupil
sehingga mengganggu penglihatan.

2 3 4
Epidemiologi
Pterigium tersebar di seluruh dunia, tetapi lebih banyak di daerah
iklim panas dan kering. Prevalensi juga tinggi di daerah berdebu
dan kering.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, prevalensi


pterigium di Indonesia pada kedua mata didapatkan 3,2%
sedangkan pterigium pada satu mata 1,9% dengan prevalensi yang
meningkat dengan bertambahnya umur.

Prevalensi pterygium meningkat dengan umur, terutama dekade ke


2 dan 3 kehidupan.

Laki-laki 4 kali lebih berisiko daripada perempuan dan berhubungan


dengan merokok, pendidikan rendah dan riwayat paparan
lingkungan di luar rumah.
Etiologi
suatu neoplasma, radang dan degenerasi

disebabkan iritasi kronis akibat debu,


pasir, cahaya matahari, lingkungan
dengan angin yang banyak dan udara
yang panas
Manfestasi klinis

ringan bahkan sering tanpa keluhan sama sekali


(asimptomatik).
Keluhan mata iritatif, merah, dan mungkin
menimbulkan astigmat gangguan penglihatan
Beberapa keluhan yang sering dialami pasien
antara lain rasa perih, terganjal, sensasi benda
asing, silau, berair.
Patofisiologi
Sinar ultraviolet, angin, dan debu
mengiritasi
permukaan mata

epitel (# keratin) berlebihan


mengganggu
proses regenerasi jaringan konjungtiva
diganti
pertumbuhan berlebih dari jaringan fibrous

progresif dan melibatkan sel-sel kornea

menebal dari konjungtiva dan menjalar ke arah kornea

timbul pterigium
Diagnosis Banding
Pterigium Pinguekula Episkleritis Skleritis
Pertumbuhan Benjolan pada Reaksi radang Penyakit
fibrovaskular konjungtiva jaringan ikat sistemik
konjungtiva bulbi vaskular
Celah kelopak Celah kelopak Antara Mengenai
bagian nasal/ mata (nasal) konjungtiva & skelara
temporal. permukaan
sklera
Mata merah, iritasi, maka mata terasa sakit yang
gangguan sekitar bercak kering, dengan berat ,menyebar
penglihatan, degenersi ini rasa sakit yang ke dahi, alis dan
rasa perih, akan terlihat kering,mengganj dagu yang
terganjal, pembulu darah al, dengan kadang-kadang
sensasi benda yang melebar. konjungtiva membangunkan
asing, silau, yang kemotik. sewaktur tidur
berair. akibat sakitnya
yang sering
kabuh. Mata
merah berair,
fotofobia,
dengan
pinguekula
Ptergium

episkleritis skleritis
medika mentosa

Pterigium ringan # perlu di obati.


Untuk pterigium derajat 1-2 (inflamasi)obat
tetes mata kombinasi antibiotik dan steroid 3
kali sehari selama 5-7 hari.
Diperhatikan juga bahwa penggunaan
kortikosteroid tidak dibenarkan pada
penderita dengan tekanan intraokular tinggi
atau mengalami kelainan pada kornea.
Derajat 3 &4 bedah (teknik Bare Sclera &
teknik autograft konjungtiva )
Pencegahan
Menggunakan topi yang memiliki pinggiran

Menggunakan kacamata pelindung dari cahaya


matahari dan lebih penting untuk pasien yang
tinggal di daerah subtropis atau tropis, atau pada
pasien yang memiliki aktifitas di luar.
Untuk mencegah berulangnya pterigium,
sebaiknya para pekerja lapangan menggunakan
kacamata atau topi pelindung.
Prognosis

Baik
Tetapi pada negara yang beriklim
tropis terjadi kekambuhan
Kesimpulan
Pria 68 tahun mengeluh mata kiri merah
disertai sedikit berair dan perih terasa
seperti mata berpasir pada segmen
anterior konjungtiva bulbi sedikit hiperemis
dan terdapat selaput hiperemis di daerah
nasal limbus namun visus normal dan
pasien tidak memiliki riwayat penyakit lain
tersebut mengalami pterigium akibat
pertumbuhan fibrovaskuler konjungtiva
yang bersifat degeneratif dan invasif.