Anda di halaman 1dari 20

SEMINAR

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Ny. M DENGAN


HALUSINASI DI RUANG PAVILIUN RSJ Dr. RADJIMAN
WEDIODININGRAT LAWANG

OLEH KELOMPOK STASE JIWA


BAB I PENDAHULUAN

Rumusan Masalah
Bagaimana asuhan keperawatan pada Ny.M yang
mengalami Halusinasi.

Tujuan Umum
Memberikan asuhan keperawatan pada gangguan
persepsi sensori : halusinasi dengan pendektan
proses keperawatan.
Tujuan Khusus

Mampu memahami konsep dasar gangguan persepsi sensori : halusinasi


Mampu melaksanakan pengkajian pada klien dengan gangguan persepsi
sensori : halusinasi
Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan gangguan
persepsi sensori : halusinasi
Mampu menyusun tujuan dan intervensi keperawatan pada klien gangguan
persepsi sensori : halusinasi
Mampu melaksanakan intervensi keperawatan yang telah disusun pada
klien dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi
Mampu mengevaluasi hasil pelaksanaan tindakan keperawatan gangguan
persepsi sensori : halusinasi
BAB II
LAPORAN PENDAHULUAN

PENGERTIAN
Halusinasi adalah perubahan sesnsori dimana
pasien merasakan sensasi yang tidak ada berupa
suara, penglihatan, pengecapan, dan perabaan
(Damaiyanti, 2012).
Penyebab Halusinasi

Faktor predisposisi
Terhambatnya tugas perkembangan
seseorang dan hubungan interpersonal yang
tidak memuaskan.
Faktor presipitasi

Suasana sepi, gaduh, terlalu lama di ajak


bicara, stres.
TANDA DAN GEJALA

Menarik diri
Tersenyum sendiri
Duduk terpaku
Bicara sendiri
Memandang satu arah
Menyerang tiba-tiba
Arah gelisah
Fase-fase Halusinasi
Fase 1
Comforting Ansietas sedang, halusinasi menyenangkan
Fase 2

Pengalaman sensori menjijikan dan menakutkan


Fase 3

Controling, ansietas berat


Fase 4

Conquering panik
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Ny. M
DENGAN HALUSINASI DI RUANG PAVILIUN
RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
IDENTITAS KLIEN

Nama : Ny. M
Umur : 36 tahun
Alamat : Malang
Pendidikan : SMU
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Pekerjaan : Lain-lain
Jenis kel : Perempuan
No.RM : 0682xx
Tanggal MRS : 23-03-2017
Tanggal Pengkajian : 16-05-2017

ALASAN MASUK

Data Primer:
Klien mengatakan mendengar suara bisikan-bisikan
Data Sekunder:
Perawat mengatakan klien sering memukul ibunya
Keluhan utama saat pengkajian :
Klien mendengar suara bisikan pria yang di anggap
suaminya biasanya muncul saat sendirian dan saat
tidur.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG DAN FAKTOR PRESIPITASI

Data dari perawat : Klien masuk RSJ Dr. Radjiman


Wediodiningrat Lawang pada tanggal 23 April
2017 setelah KRS Bulan Maret 2017. Klien kambuh
3 minggu, parah 5 hari yang lalu, keluyuran tidak
bisa pulang, telanjang, dan menunjukkan kepada
ayahnya, tiba-tiba menangis, tertawa dan bicara
sendiri, bicara ngelantur, marah-marah tanpa
sebab, memukul ibunya ke tembok, melempar
dengan remote dan mencekiknya, 3 minggu terakhir
tidak mau minum obat, obat dibuang ke kloset.
Riwayat Penyakit Dahulu (FAKTOR PREDISPOSISI)

Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu?


Klien mengatakan pernah masuk RSJ pada tahun

(2000) saat klien umur 19 tahun seperti mendengar


suara burung.
Faktor Penyebab Pendukung
Klien pernah menjadi pelaku dalam kekerasan rumah
tangga (memukul ibunya), korbannya adalah ibu dan
saksinya ayah.
Diagnose Keperwatan : Resiko Perilaku Kekerasan
Upaya yang telah dilakukan terkait kondisi klien:

Pasien di bawa ke RSJ untuk menerima pengobatan.

Riwayat penyakit keluarga


Anggota keluarga yang gangguan jiwa :
Hubungan Keluarga : Ayah kandung
Gejala : Marah-marah
Riwayat Pengobatan : Di bawa ke RS Menur.

Genogram :
Klien adalah anak ke empat dari lima bersaudara, klien tinggal bersama ibu dan
ayahnya. Didalam keluarga tersebut yang mengambil keputusan adalah ibunya. Karena
ketidakmampuan keluarga merawat pasien akhirnya pasien dimasukkan ke dinsos.
Konsep Diri
a. Citra Tubuh
Klien mengatakan tidak ada bagian tubuh yang tidak disukai
b. Identitas Diri
Di Rumah : Klien puas dengan jenis kelaminnya yaitu perempuan, klien belum menikah
Di RS : Klien menerima statusnya yang sekarang sebagai pasien dan menganggap sudah
pernah menikah
c. Peran
Di Rumah : Peran klien dirumah membantu ibunya memasak
Di RS : Peran klien di rumah sakit membantu pasien lain dan perawat membersihkan
ruangan. Klien menerima statusnya yang sekarang sebagai pasien
d. Ideal Diri
Di Rumah : harapan klien ingin bertemu dan tinggal bersama lagi dengan orang
tuanya
Di RS : harapan klien ingin segera sembuh dan bisa berinteraksi dengan sesama pasien
e. Harga Diri
Klien mengatakan tidak malu dan menerima kondisi sakitnya
Hubungan Sosial

a. Orang yang berarti/terdekat :


Di Rumah : Ibu
Di RS : Perawat
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok
Di Rumah : Klien ikut organisasi pengajian namun hanya diam, klien
membatasi hubungan dengan tetangga karena sikap tetangga yang tidak
merespon
Di RS : Klien tidak mengikuti kegiatan apa-apa, klien membatasi
hubungan dengan perawat saja / klien tertentu
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Di Rumah : klien mau berinteraksi dengan tetangga namun sikap tetangga yang
tidak mau merespon sehingga klien membatasi interaksinya
Di RS : tidak ada

Diagnosa Keperawatan: Isolasi sosial


PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum:
Baik ,kesadaran composmentis (GCS 4 5 6),

Tanda- tanda vital


TD :150/90 mmhg
N : 88x/menit
S : 36,2 C
RR : 20 x/menit

Status Mental (pembicaraan)


Frekuensi : Klien berbicara cepat
Volume : Klien berbicara keras
Jumlah : Klien berbicara banyak
Karakter : Terus-meneurus, sulit di jeda
Aktivitas motorik/psikomotor

Kelambatan:
Tidak ada hambatan kelambatan aktivitas
Peningkatan:
Tidak ada hambatan peningkatan aktivitas

Mood dan Afek


- Mood : kesepian ( klien mengatakan belum pernah dijenguk keluarganya )
-Afek : labil ( terkadang klien tiba-tiba marah tanpa sebab karena hal yang belum
diketahui secara pasti, misalkan : pasien marah menunjuk seseorang dan menuduh
telah merebut suaminya, beberapa saat kemudian klien merasa gembira tanpa
sebab ).

Interaksi selama wawacara


Kooperatif ( kontak mata baik, tidak mudah tersinggung, menunjukkan sikap
percaya ).
MEKANISME KOPING

Klien mengatakan ketika mempunyai masalah, klien bercerita kepada ibunya.


Data dari Perawat : klien sering marah-marah apabila kemauannya tidak
dituruti dan klien berbicara dengan beberapa klien saja yang ada di ruangan,
dan klien menghindar dengan klien yang lainnya
Diagnosa Keperawatan : Koping Individu Inefektif

MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN

Masalah dengan dukungan kelompok, spesifiknya


Tidak ada

Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifiknya


Klien sukar berbaur dengan lingkungan seperti tetangga, karena klien merasa
dikucilkan.
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan persepsi sensori ; halusinasi pendengaran


Gangguan Proses Pikir
Koping Individu Inefektif
Resiko Perilaku Kekerasan
Regimen Terapi Inefektif
GPS (Halusinasi Pendengaran) (Core Problem)

ISOS GPP RPK

KII Regimen Terapi Inefektif

Kurang Pengetahuan

PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran