Anda di halaman 1dari 78

ATURAN INFERENSI DAN METODE

PEMBUKTIAN

1
Apa yang
dimaksud dengan
Argumen Valid argumen valid?

Aturan Inferensi Apa saja tipe-tipe


aturan inferensi?

Aplikasi
Apa saja aplikasi
aturan inferensi?

2
PREMIS 1 (Proposisi)

PREMIS 2 (Proposisi)
ARGUMEN

KESIMPULAN (CONCLUSION)

DEFINISI 1:
Sebuah argumen adalah susunan proposisi logis. Semua VALID?
proposisi disebut premis, kecuali proposisi akhir disebut
kesimpulan. Sebuah argumen dikatakan valid jika nilai
kebenaran dari semua premisnya mengimpilkasikan
kesimpulan yang benar. Sebuah bentuk argumen adalah
susunan proposisi-proposisi yang melibatkan variabel proposisi.
Sebuah bentuk argumen dikatakan valid tidak peduli proposisi
yang digantikan dengan variabel sebagai premis, kesimpulan
benar jika premisnya benar. 3
Jika kamu mempunyai password terbaru,
maka kamu dapat masuk ke dalam jaringan.
Kamu mempunyai password terbaru
argumen

Kamu dapat masuk ke dalam jaringan


Bentuk Kunci untuk
PQ argumen menunjukkan bahwa
sebuah argumen itu
P valid, adalah dengan
menunjukan bentuk
Q argumennya valid.
4
Aturan Inferensi dapat digunakan sebagai bahan dalam mengkonstruksi
bentuk argumen yang lebih rumit.

Berasal dari tautology


Aturan Inferensi (p (p q)) q
adalah sebuah
bentuk argumen basis
valid yang dapat
digunakan dalam Modus Ponen /
menunjukkan bahwa Hukum Pelepasan

sebuah argumen itu


valid.

5
Diberikan sebuah pernyataan kondisional:
Jika hari ini turun salju, maka kita akan
bermain ski.
Hari ini turun salju (bernilai benar)
Maka dengan menggunakan Modus Ponens,
dapat disimpulkan bahwa kita akan bermain
ski

6
7
Modus Ponens Penambahan

T
A
Modus Tollens Penyederhanaan
U
T
O
Silogisme L
Konjungsi
Hipotesis O
G
I
Silogisme
Resolusi
Disjungtif
Tabel
Aturan
Inferensi

8
Modus Ponens:
Jika saya belajar (p), maka saya lulus ujian (q)
Saya belajar (p)
Saya lulus ujian (q)

pq
p
q
9
Modus Tollens:
Jika hari ini hujan (p), maka saya memakai jas
hujan (q)
Saya tidak memakai jas hujan (-q)
Hari ini tidak hujan

p q
-q
-p 10
Silogisme Hipotesis:
Jika kamu benar (p), maka saya bersalah (q).
Jika saya bersalah (q), maaf saya minta maaf
(r)
Jika kamu benar (p), maka saya minta maaf
(r)

pq
qr
pr 11
Silogisme Disjungtif:
Pengalaman ini berbahaya (p) atau
membosankan (q)
Pengalaman ini tidak berbahaya (-p)
Pengalaman ini membosankan (q)

pq
-p
q 12
Penambahan:
Hari ini dingin. (p)
Hari ini dingin (p) atau hujan (q)

p
p q

13
Penyederhanaan:
Hari ini dingin dan turun hujan (p q)
Hari ini dingin (p)

pq
p

14
Konjungsi:
Dina pergi ke Bandung (p)
Dina pergi bersama keluarga (q)
Dina pergi ke Bandung dan Dina pergi
bersama keluarga

p
q
pq 15
Membentuk Argumen

Resolusi

Kekeliruan

Pernyataan Berkuantor

Kombinasi
16
17
Membentuk
Argumen

Premis

Premis Kesimpulan Argumen

Premis
VALID?

Aturan
Aturan
Inferensi
Aturan Inferensi
Inferensi Aturan
Inferensi
Tunjukkan bahwa premis-premis Siang ini
tidak cerah dan lebih dingin daripada
kemarin, Kita akan pergi berenang hanya
jika hari ini cerah, Jika kita tidak pergi
berenang, maka kita akan berlayar dengan
kano, dan Jika kita berlayar dengan kano,
maka kita akan pulang saat matahari
tenggelam, dapat disimpulkan Kita akan
pulang saat matahari tenggelam. 18
19

Siang ini tidak cerah (-p) dan lebih dingin


daripada kemarin (q)
Kita akan pergi berenang (r) hanya jika hari ini
cerah (p)
Jika kita tidak pergi berenang (-r), maka kita
akan berlayar dengan kano (s)
Jika kita berlayar dengan kano (s), maka kita
akan pulang saat matahari tenggelam (t)
Kita akan pulang saat matahari tenggelam (t)
LANGKAH-LANGKAH ALASAN

1. p q Premis

2. p Penyederhanaan(1)

3. r p Premis
Modus tollens dari (2) and
4. r
(3)
5. r s Premis
Modus ponens dari (4)
6. s
and (5)
7. s t Premis
Modus ponens dari (6)
8. t
and (7)

Jadi, kesimpulan kita pulang saat matahari tenggelam adalah


benar. Sehingga argumen di atas valid. 20
Program
Resolusi ((p q) ( p r)) (q r)
Komputer

Berdasarkan
Tautology
- Resolusi memegang peran penting Resolvent
dalam bahasa pemrograman
berdasarkan aturan logika, seperti ?
Prolog (dimana aturan resolusi untuk
pernyataan berkuantor diaplikasikan).
- Untuk mengkonstruksi bukti dalam
logika proposisi menggunakan resolusi,
hipotesis dan kesimpulan disajikan
dalam bentuk klausa, dimana klausa
adalah sebuah disjungsi dari variabel
atau negasi dari variabel tersebut.

21
Gunakan resolusi untuk menunjukkan
bahwa hipotesis Jasmine bermain ski
atau hari ini tidak turun salju dan Hari
ini turun salju atau Bart bermain hockey
mengimplikasikan Jasmine bermain ski
atau Bart bermain hockey

22
Misalkan p adalah Jasmine bermain ski, q
adalah hari ini turun salju, dan r adalah
Bart bermain hockey
Berdasarkan permisalan diatas, dapat kita
tuliskan:
p q atau q p
qr
p r
(Jasmine bermain ski atau Bart bermain
Hockey) 23
Kekeliruan/
Fallacies ?

Proposisi
Kesimpulan Argumen
Proposisi

Penalaran yang tidak tepat

Aturan Inferensi

24
Beberapa kekeliruan umum muncul dalam argumen
yang salah. Kekeliruan ini menyerupai aturan
inferensi, namun didasarkan pada kontingensi bukan
tautologi. Hal ini dibahas di sini untuk menunjukkan
perbedaan antara penalaran yang benar dan salah .
Proposisi ( ( p q ) q ) p bukan sebuah tautologi ,
karena bernilai salah ketika p salah dan q benar .
Namun, ada banyak argumen yang tidak tepat dalam
menganggap ini sebagai tautologi. Dengan kata lain ,
mereka menganggap argumen p q dan q dan
kesimpulan p sebagai bentuk argumen yang valid ,
padahal tidak. Jenis penalaran tidak tepat ini disebut
fallacy of affirming the conclusion.
25
Apakah argumen di bawah ini valid?
Jika kamu menyelesaikan setiap
permasalahan dalam buku ini, maka kamu
belajar matematika diskrit.
Kamu belajar matematika diskrit.
Sehingga, kamu telah menyelesaikan setiap
permasalahan dalam buku ini.

26
27

Misalkan,
p adalah kamu menyelesaikan setiap
permasalahan dalam buku ini
q adalah kamu belajar matematika diskrit
Bentuk Argumennya:
pq Ini adalah contoh dari sebuah argumen yang tidak tepat
menggunakan the fallacy of affirming the conclusion.
q Memang, sangat mungkin bagi Anda untuk belajar
matematika diskrit dengan cara apapun selain dengan
p menyelesaikan setiap masalah dalam buku ini. (Anda
dapat belajar matematika diskrit dengan membaca,
mendengarkan ceramah, melakukan latihan beberapa
soal, tapi tidak semua masalah dalam buku ini, dan
sebagainya ).
Penyataan Berkuantor

Existential
Generalization

Existential Instantiation

Universal Generalization

Universal Instantiation

28
29
Universal Instantiation adalah aturan inferensi
yang digunakan untuk menyimpulkan bahwa
P(c) benar, di mana c adalah anggota tertentu
dari domain, mengingat premis xP(x).
Universal Instantiation digunakan ketika kita
akan menyimpulkan dari pernyataan "Semua
wanita adalah bijaksana" adalah "Lisa adalah
bijaksana , di mana Lisa adalah anggota dari
domain dari semua wanita.
30
Universal Generalization adalah aturan inferensi yang menyatakan
bahwa xP(x) yang benar, ketika diberikan premis bahwa P(c)
benar untuk semua elemen c di domain.
Universal Generalization digunakan ketika akan menunjukkan
bahwa xP(x) benar dengan mengambil unsur sembarang c dari
domain dan menunjukkan bahwa P(c) benar. Unsur c yang kita
pilih harus sembarang, dan bukan spesifik. Artinya, ketika kita
menyatakan dari xP(x) adanya unsur c dalam domain, kita tidak
memiliki kontrol atas c dan tidak bisa membuat asumsi lain
tentang c selain datang dari domain. Universal Generalization
digunakan secara implisit dalam pembuktian matematika dan
jarang disebutkan secara eksplisit. Namun, kesalahan
menambahkan asumsi yang tidak beralasan tentang sembarang
elemen c ketika Universal Generalization digunakan adalah
penalaran umum yang salah.
31
Existential Instantiation adalah aturan yang
memungkinkan kita untuk menyimpulkan
bahwa ada unsur c di domain dimana P(c)
bernilai benar jika kita tahu bahwa xP(x) adalah
benar. Kita tidak dapat memilih sembarang nilai
c disini, melainkan harus menjadi c yang P (c)
benar. Biasanya kita tidak tahu apa c itu, hanya
tahu bahwa c itu ada. Karena c itu ada, kita
dapat memberikan nama (c) dan melanjutkan
argumen kita.
32
Existential Generalization adalah aturan
inferensi yang digunakan untuk
menyimpulkan bahwa xP(x) adalah benar
ketika elemen tertentu c dengan P(c) benar
diketahui. Artinya, jika kita tahu satu elemen
c di domain yang P(c) benar, maka kita tahu
bahwa xP(x) benar .

33
Tunjukkan bahwa premis-premis Setiap orang di
kelas matematika diskrit ini telah mengambil mata
kuliah ilmu komputer dan Marla adalah siswa di
kelas ini mengimplikasikan Marla telah mengambil
mata kuliah ilmu komputer.
Misalkan D(x) adalah x di kelas matematika diskrit
dan C(x) x telah mengambil mata kuliah Ilmu
Komputer.
Maka premis-premis diatas dapat diubah menjadi:
x(D(x) C(x))
D(Marla).
Kesimpulannya C(Marla). 34
STEP REASON

1. x(D(x) C(x)) Premis

Menggunakan Universal
2. D(Marla)C(Marla) instantiation dari (1)

3. D(Marla) Premise

Menggunakan Modus
4. C(Marla)
ponens dari (2) and (3)

35
Kombinasi

Pernyataan
Aturan Inferensi Berkuantor

Universal
Modus Ponen Instantiation

x(P(x) Q(x))
P(a), dimana a adalah elemen Universal
khusus di dalam domain Modus Ponen
Q(a) 36
Diasumsikan bahwa Untuk setiap bilangan
bulat positif n, jika n lebih dari 4, maka n2
kurang dari 2n adalah benar. Gunakan
Universal modus ponen untuk menunjukkan
bahwa 1002<2100.

37
Misalkan, P(n) menunjukkan "n > 4" dan Q(n)
menunjukkan n2 < 2n.
Pernyataan "Untuk setiap bilangan bulat positif
n, jika n lebih besar dari 4 , maka n2 kurang dari
2n , dapat diwakili oleh n (P(n) Q(n)) , di
mana domain terdiri dari semua bilangan bulat
positif.
Kita asumsikan bahwa n (P(n) Q(n)) adalah
benar. Perhatikan bahwa P(100) adalah benar
karena 100 > 4. Dengan universal modus ponens
dimana Q(100) benar, yaitu bahwa 1002 < 2100 .
38
Bagaimana
sebuah teorema
Teorema muncul?

Apa saja jenis


Metode Pembuktian metode
pembuktian?

39
40

Bagaimana sebuah teorema muncul?

Sifat Domain
Teorema

Pembuktian Pembuktian

Universal
Elemen
Generalization
41
Sebelum kita mengetahui metode untuk membuktikan sebuah
teorema, kita perlu mengetahui berapa banyak teorema dalam
matematika yang telah dinyatakan. Banyak teorema menyatakan
bahwa sebuah sifat/properti berlaku untuk semua elemen di dalam
domain, seperti pada bilangan bulat/ bilangan real.
Meskipun pernyataan yang tepat dari sebuah teorema perlu
menyertakan kuantor universal, namun konvensi standar dalam
matematika adalah untuk menghilangkan itu.
Misalnya , pernyataan " Jika x>y , di mana x dan y adalah bilangan real
positif , maka x2 > y2, berarti sebenarnya, "Untuk semua bilangan real
x positif dan y , jika x>y , maka x2 > y2.
Selanjutnya, ketika teorema jenis ini terbukti, langkah pertama
membuktikan biasanya dengan memilih elemen sembarang dari
domain, langkah selanjutnya yaitu menunjukkan bahwa unsur ini
memiliki sifat/properti yang dimaksud. Dan terakhir, dengan Universal
Generalization mengimplikasikan bahwa teorema tersebut berlaku
untuk semua anggota domain .
42

Pembuktian pq
p (true), we must show that
Langsung q (true)

pq
Kontraposisi q p (contra positive)
q is premise (true),
Pembuktian p must follow (true)
tidak Langsung
p (true)
Kontradiksi Find a contradiction q such that
p q is true
p is false, then p is true

Counterexample Pq
Show that there is x in p that is not in q.
pq
Vacous Show that p is false

p q
Trivial Show that q is true

p q
Ekuivalensi Show that both pq and qp are true

43
44
Sebuah bukti langsung dari pernyataan kondisional p q
dibentuk ketika ,
langkah pertama adalah mengasumsikan bahwa p benar ;
langkah selanjutnya dengan menggunakan aturan inferensi ,
langkah terakhir menunjukkan bahwa q juga harus benar .
Sebuah bukti langsung menunjukkan bahwa
pernyataan kondisional p q benar dengan menunjukkan
bahwa
jika p benar, maka q juga harus benar,
sehingga kombinasi p benar dan q salah tidak pernah terjadi.
Dalam bukti langsung, kita mengasumsikan bahwa p benar
dan menggunakan aksioma, definisi, dan teorema terbukti
sebelumnya, bersama-sama dengan aturan inferensi, untuk
menunjukkan bahwa q juga harus benar.
Bilangan bulat n genap jika ada suatu k bilangan
bulat sehingga n = 2k , dan n adalah ganjil jika
ada bilangan bulat k sehingga n = 2k + 1.
(Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat adalah
genap atau ganjil , dan tidak ada bilangan yang
berposisi di genap dan ganjil). Dua bilangan
bulat memiliki paritas yang sama ketika
keduanya genap atau keduanya ganjil; mereka
memiliki paritas yang berbeda ketika salah satu
genap dan yang lainnya adalah ganjil .
45
Bilangan real r adalah rasional jika ada
bilangan bulat p dan q dengan q0 sehingga r
= p/q, dengan FPB p dan q adalah 1.
Bilangan yang tidak rasional disebut irasional.

46
Berikan bukti langsung dari teorema Jika n
adalah bilangan bulat ganjil, maka n2 adalah
ganjil.

47
Perhatikan bahwa teorema ini menyatakan nP((n)
Q(n)) , dimana P(n) adalah "n adalah bilangan bulat ganjil "
dan Q(n) adalah " n2 ganjil "
Untuk memulai bukti langsung dari teorema ini , kita
mengasumsikan bahwa hipotesis dari pernyataan
kondisional ini benar, yaitu bahwa n adalah bilangan bulat
ganjil . Dengan definisi bilangan bulat ganjil , maka n = 2k
+ 1 , di mana k adalah suatu bilangan bulat .
Selanjutnya menunjukkan bahwa n2 juga bilangan bulat
ganjil.
n2 = ( 2k + 1 )2 = 4k2 + 4k + 1 = 2 ( 2k2 + 2k ) + 1. Dengan
definisi bilangan bulat ganjil , kita dapat menyimpulkan
bahwa n2 adalah bilangan bulat ganjil.
48
Pembuktian tidak langsung adalah
pembuktian yang tidak dimulai dari premis
dan diakhiri dengan kesimpulan.
Terdiri atas beberapa tipe pembuktian
diantaranya:
Kontraposisi
Kontradiksi

49
Pembuktian menggunakan kontraposisi
menggunakan ekivalensi bahwa
pernyataan kondisional p q setara dengan
kontrapositifnya yaitu q p
Sehingga, pernyataan kondisional p q dapat
dibuktikan dengan menunjukkan bahwa
kontrapositifnya , q p bernilai benar.
Pembuktian dengan kontraposisi dari p q , diawali
dengan kita mengambil q sebagai premis , dan
menggunakan aksioma , definisi , dan teorema
sebelumnya, bersama-sama dengan aturan inferensi
untuk menunjukkan bahwa p harus benar juga.
50
Buktikan bahwa, jika n adalah bilangan bulat dan 3n+2 adalah
ganjil, maka n adalah ganjil !
Langkah pertama dalam pembuktian dengan kontraposisi adalah
dengan mengasumsikan bahwa kesimpulan dari pernyataan " Jika
3n + 2 ganjil , maka n ganjil" adalah salah ; yaitu , menganggap
bahwa n genap.
Kemudian , dengan menggunakan definisi bilangan bulat genap,
n = 2k untuk suatu bilangan bulat k.
Mensubstitusi 2k ke dalam n,
kita temukan bahwa 3n + 2 = 3 ( 2k ) + 2 = 6k + 2 = 2 ( 3k + 1 ) .
Dapat dilihat bahwa 3n + 2 adalah genap (karena merupakan
kelipatan dari 2 )
Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa bukti menggunakan
kontradiksi terbukti. Sehingga pernyataan jika n adalah bilangan
bulat dan 3n+2 adalah ganjil, maka n adalah ganjil adalah benar.

51
Misalkan kita ingin membuktikan bahwa
pernyataan p benar.
Selanjutnya, misalkan kita dapat menemukan
kontradiksi q sehingga p q benar.
Karena q salah , tapi p q benar, kita bisa
menyimpulkan p yang salah, yang berarti
bahwa p benar.
Karena pernyataan r r adalah kontradiksi
kapanpun r adalah proposisi , kita dapat
membuktikan bahwa p benar jika kita dapat
menunjukkan bahwa p ( r r ) berlaku
untuk beberapa proposisi r .
52
Tunjukkan bahwa 2 adalah bilangan
irasional dengan menggunakan bukti
kontradiksi.

53
Misalkan p adalah pernyataan 2 adalah bilangan irasional.
Asumsikan p bernilai benar yaitu 2 adalah bilangan rasional.
Jika 2 adalah rasional maka ada bilangan bulat a dan b sedemikian
hingga 2 = a/b, dengan b0 dan a dan b tidak memiliki faktor
persekutuan kecuali 1.
Karena 2 = a/b maka 2= a2/b2 ,sehingga 2b2=a2
Dari definisi bilangan genap maka, a2 adalah bilangan genap. Oleh sebab
itu, a juga merupakan bilangan genap. (1)
Karena a genap, maka dapat dinyatakan dalam bentuk a=2c, untuk suatu
c bilangan bulat.
Sehingga. 2b2=(2c)2 akibatnya 2b2=4c2 lalu kita bagi masing-masing ruas
dengan 2 maka b2=2c2
Dari hasil diatas dan berdasarkan definisi bilangan genap, maka b2
adalah bilangan genap sehingga b juga bilangan genap. (2)
Dari (1) dan (2) bahwa a dan b memiliki faktor persekutuan lebih dari 1
karena sama-sama genap. Sehingga kontradiksi dengan definisi bilangan
bulat, akibatnya pengandaian salah.
Maka, 2 adalah bilangan irasional (terbukti)
54
Untuk menunjukkan bahwa pernyataan
dalam bentuk xP(x) adalah salah, kita hanya
perlu mencari counterexample, yaitu, contoh
x dimana P(x) bernilai salah.

55
Tunjukkan bahwa untuk setiap bilangan bulat positif merupakan
jumlah kuadrat dari dua bilangan bulat adalah salah.
Untuk menunjukkan bahwa pernyataan di atas adalah salah , kita
mencari counterexample, yang merupakan bilangan bulat
tertentu yang bukan merupakan jumlah kuadrat dari dua bilangan
bulat.
Ada 3 yang tidak dapat ditulis sebagai jumlah kuadrat dari dua
bilangan bulat .
Untuk menunjukkan hal ini, diketahui bahwa satu-satunya kuadrat
sempurna tidak melebihi 3 adalah 02 = 0 dan 12 = 1. Selanjutnya,
tidak ada cara untuk mendapatkan 3 sebagai jumlah dari dua
bilangan tesebut baik 0 atau 1. Akibatnya, kita dapat menunjukkan
bahwa "Setiap bilangan bulat positif adalah jumlah kuadrat dari
dua bilangan bulat " adalah salah.

56
Pernyataan kondisional p q benar,
Dapat dibuktikan benar, ketika kita tahu
bahwa p salah, karena p q harus benar
ketika p salah .
Akibatnya, jika kita dapat menunjukkan
bahwa p salah, maka p q benar.

57
Tunjukkan bahwa proposisi P(o) adalah
benar, di mana P(n) adalah " Jika n>1 , maka
n2>n " dan domain terdiri dari semua bilangan
bulat.
Perhatikan bahwa P(0) adalah "Jika 0>1 ,
maka 02>0. Kita bisa menunjukkan P(0)
menggunakan bukti vacuous. Hipotesis 0>1
adalah salah. Sehingga, P(0) secara otomatis
benar.
58
Pernyataan kondisional p q benar,
Dapat dibuktikan jika kita tahu bahwa
kesimpulan q benar . Dengan menunjukkan
bahwa q benar, maka p q juga harus benar.

59
Misalkan, P(n) adalah "Jika a dan b adalah
bilangan bulat positif dengan ab , maka
anbn , " di mana domain terdiri dari semua
bilangan bulat non-negatif . Tunjukkan bahwa
P(0) benar !
Proposisi P(0) adalah "Jika ab , maka a0
b0. Karena a0 = b0 = 1 , kesimpulan dari
pernyataan kondisional Jika ab , maka
a0b0" benar .
60
Untuk membuktikan teorema yang
merupakan pernyataan bikonditional , yaitu,
pernyataan dari bentuk pq, kita tunjukkan
bahwa pq dan qp keduanya benar.
Validitas ini didasarkan pada tautologi
( p q ) ( p q ) ( q p ).

61
Buktikan teorema Jika n adalah bilangan
bulat, maka n adalah ganjil jika dan hanya jika
n2 adalah ganjil.
Teorema ini memiliki bentuk "p jika dan
hanya jika q, di mana p adalah "n ganjil" dan
q adalah "n2 ganjil.
Untuk membuktikan ini teorema , kita perlu
menunjukkan bahwa p q dan q p benar.
62
Bukti dengan
kasus
Bukti
kelengkapan
Bukti eksistensi
Bukti
?
ketunggalan

63
Sebuah bukti dengan kasus harus mencakup
semua kasus yang mungkin muncul dalam
sebuah teorema.
Untuk membuktikan pernyataan bersyarat
dalam bentuk: (p1 p2 pn) q
Tautology:
[(p1 p2 pn) q]
[(p1 q) (p2 q) (pn q)]
64
KASUS
KASUS 1 KASUS 2 KASUS 3 KASUS 4

BUKTI 65
Tunjukkan bahwa jika n adalah bilangan bulat, maka n2 n.
Kita dapat membuktikan bahwa nn2 untuk setiap bilangan bulat
dengan mempertimbangkan tiga kasus,
Ketika n = 0 , jika n 1 , dan ketika n -1.
Kita membagi bukti menjadi tiga kasus karena sangat mudah
untuk membuktikan hasilnya dengan mempertimbangkan nol ,
bilangan bulat positif , dan bilangan bulat negatif secara terpisah
Kasus ( i ) : Ketika n = 0 , karena 02 = 0 , maka 02 0. Oleh karena
itu n2 n benar di kasus ini.
Kasus ( ii ) : Ketika n 1 , ketika kita kalikan kedua sisi
ketidaksamaan n 1 dengan positif bilangan bulat n , kita
memperoleh n n n 1. Ini berarti bahwa n2n untuk n1
Kasus ( iii ) : Dalam hal ini n-1 . Namun , n20.
Oleh karena itu n2 n . Karena ketaksamaan n2 n terpenuhi
dalam semua tiga kasus , kita dapat menyimpulkan bahwa jika n
adalah bilangan bulat , maka n2 n .
66
Pembuktian ini dilakukan dengan cara
mendaftar semua kemungkinan . Bukti yang
lengkap adalah tipe khusus dari bukti dengan
kasus di mana masing-masing kasus
dilibatkan/diperiksa satu-persatu.

67
Kemungkin
an

Kemungkin
Kemungkin
an Bukti
Kemungkin
an
an

68
Tunjukkan bahwa (n + 1)3 3n jika n adalah
bilangan bulat positif dengan n 4
Dengan menggunakan bukti kelengkapan.
Kita hanya perlu memverifikasi ketidaksamaan
(n+1)3 3n ketika n = 1 , 2 , 3 , dan 4.
Untuk n = 1, maka (n+1)3=23=8 dan 3n=31= 3;
Untuk n = 2, maka (n+1)3=33=27 dan 3n = 32=9
Untuk n = 3, maka (n+1)3=43 =64 dan 3n=33 =27;
Untuk n = 4, maka (n+1)3= 53= 125 dan 3n = 34 =
81.
Dari keempat hasil diatas, dapat disimpulkan
bahwa (n+1)3 3n .
69
70

Bukti Eksistensi

bentukx P(x), dimana


P adalah
predikat/properti

Konstruktif Non Konstruktif

Gunakan bukti dengan


kontradiksi, dan
Menemukan sebuah
menunjukkan bahwa
elemen a sehingga
negasi dari kuantifikasi
P(a) bernilai benar. eksistensial menyiratkan
kontradiksi
Bukti Eksistensi Konstruktif
Tunjukkan bahwa ada bilangan bulat positif
yang dapat ditulis sebagai jumlah pangkat
tiga dari bilangan bulat positif dalam dua cara
yang berbeda .
Dari hasil menggunakan
komputer/perhitungan didapatkan;
1729 = 103 + 93 = 123 + 13.
71
72
73

Eksistensi Ketunggalan

Kita tunjukkan
Kita tunjukkan
bahwa jika y = x,
bahwa elemen x
maka y tidak
dengan properti
memiliki
yang diinginkan
properti yang
ada.
diinginkan.
Tunjukkan bahwa jika a dan b adalah bilangan real dan a0
, maka ada bilangan real unik r sehingga ar + b = 0.
Pertama , perhatikan bilangan real r = -b / a adalah solusi
dari ar + b = 0 karena a ( -b / a) + b = b + b = 0. Akibatnya,
bilangan real r ada memenuhi ar + b = 0. Ini adalah bentuk
eksistensi.
Kedua , misalkan s adalah bilangan real sehingga as+b = 0
Kemudian ar+b = as+b , di mana r = -b / a .
Mengurangkan b dari masing-masing ruas, maka ar = as.
Membagi kedua sisi terakhir ini dengan a, yang tidak nol ,
kita dapatkan r = s.
Ini berarti bahwa jika s = r , kemudian as+b = 0 . Maka
terbukti bahwa r adalah tunggal.
74
Tunjukkan bahwa jika n adalah bilangan bulat
dan n3+5 adalah ganjil, maka n adalah genap,
dengan menggunakan;
a. Kontraposisi
b. Kontradiksi

Misalkan;
p: n elemen Z, n3+5 ganjil
q: n genap 75
Untuk menggunakan metode kontraposisi, kita gunakan kontrapositif dari
pernyataan diatas: (-q -p)
-q: n ganjil
-p: n3+5 genap
Akan ditunjukkan jika n ganjil, maka n3+5 genap.
Jika n ganjil, maka n dapat dinyatakan dalam bentuk 2k+1 untuk suatu k elemen
Z (definisi bilangan ganjil).
n=2k+1
n3= (2k+1)3
= 8k3 + 6k2 +6k+1
n3+5= 8k3 + 6k2 + 6k + 1 +5
n3+5= 8k3 + 6k2 + 6k + 6
n3+5= 2(4k3 + 3k2 + 3k + 3)
Karena k elemen Z, maka 4k3 + 3k2 + 3k + 3 juga elemen Z (aksioma lapangan)
Sehingga 4k3 + 3k2 + 3k + 3 dapat dinyatakan dalam suatu bilangan bulat m.
Jadi n3+5= 2m, untuk suatu m bilangan bulat.
Karena n3+5 dapat dinyatakan dalam bentuk 2m, maka sesuai definisi
bilangan genap maka n3+5 adalah genap. (terbukti)
76
77

Untuk menggunakan metode kontradiksi, kita andaikan q benar dan p


benar.
-q: n ganjil
p: n3+5 ganjil
Karena n ganjil maka n dapat dinyatakan dalam bentuk 2k+1 untuk suatu k
bilangan bulat (definisi bilangan ganjil)
n=2k+1
n3= (2k+1)3
= 8k3 + 6k2 +6k+1
n3+5= 8k3 + 6k2 + 6k + 1 +5
n3+5= 8k3 + 6k2 + 6k + 6
n3+5= 2(4k3 + 3k2 + 3k + 3)
karena k elemen Z, maka 4k3 + 3k2 + 3k + 3 juga elemen Z (aksioma lapangan)
Sehingga 4k3 + 3k2 + 3k + 3 dapat dinyatakan dalam suatu bilangan bulat m.
Jadi n3+5= 2m, untuk suatu m bilangan bulat.
Karena n3+5 dapat dinyatakan dalam bentuk 2m, maka sesuai definisi bilangan
genap maka n3+5 adalah genap.
Hal ini kontradiksi dengan yang telah diasumsikan benar bahwa n3+5 adalah
ganjil. Oleh karena itu pengandaian salah, maka haruslah n genap. (terbukti)
78