Anda di halaman 1dari 16

STRUKTUR &

KONSTRUKSI V
DINDING GESER ( SHEAR WALL )

Di buat oleh :
Aryo Panggih Sudrajat (PA.14.1.0262)
Ovariszar Bagus Affandi (PA.14.1.0269)
DINDING GESER

Elemen struktur berbentuk dinding beton bertulang


yang berfungsi untuk menahan gaya geser dan gaya
lateral akibat gempa bumi atau gaya lainnya pada
gedung bertingkat dan bangunan tinggi.
DINDING GESER

Menurut Timothy (2005), dinding geser adalah


elemen elemen vertikal sebagai sistem penahan
gaya horisontal. Dinding geser harus diletakan pada
tiap tingkat struktur tanpa spasi (menerus). Untuk
membentuk struktur bentuk kotak yang efektif,
panjang dinding geser yang sama harus diletakan
simetris pada empat sisi gedung. Dimana menurut
Ovelia (2005) ketebalan dinding geser adalah
berkisar antara 140 500 mm.
S I S T E M P E N E M PATA N
DINDING GESER

Posisi harus simetris untuk mereduksi efek puntir.


Simetris dalam satu arah ataupun dua arah.
Boleh berada di sisi dalam struktur ataupun di
bagian sisi luar struktur.
Namun lebih efektif jika ditempatkan sepanjang sisi
luar dari struktur.
S I S T E M P E N E M PATA N
DINDING GESER
L E TA K D A N F U N G S I
Berdasarkan letak dan fungsinya, dinding geser dapat
diklasifikasikan dalam 3 jenis yaitu :
1. Bearing walls adalah dinding geser yang juga mendukung
sebagian besar beban gravitasi. Tembok-tembok ini juga
menggunakan dinding partisi antar apartemen yang berdekatan.

2. Frame walls adalah dinding geser yang menahan beban lateral,


dimana beban gravitasi berasal dari frame beton bertulang.
Tembok-tembok ini dibangun diantara baris kolom.

3. Core walls adalah dinding geser yang terletak di dalam wilayah


inti pusat dalam gedung yang biasanya diisi tangga atau poros
lift. Dinding yang terletak dikawasan inti pusat memiliki fungsi
ganda dan dianggap menjadi pilihan paling ekonomis.
L E TA K D A N F U N G S I
PERILAKU DINDING
GESER

Semakin tinggi suatu gedung, simpangan horizontal


yang terjadi akibat gaya lateral akan semakin besar,
untuk itu sering digunakan dinding geser pada
struktur bangunan tinggi untuk memperkaku struktur
sehingga simpangan yang terjadi dapat berkurang.
Dinding geser juga berfungsi untuk mereduksi momen
yang diterima struktur rangka sehingga dimensi
struktur rangka dapat dibuat seefisien mungkin pada
struktur bangunan tinggi akibat gaya lateral.
PERILAKU DINDING
GESER

Gaya lateral yang terjadi pada suatu gedung, baik


diakibatkan oleh beban gempa maupun angin akan
disebar melalui struktur lantai yang berfungsi sebagai
diafragma horizontal yang kemudian akan ditahan
oleh dinding geser karena memiliki kekakuan yang
besar untuk menahan gaya lateral (Shueller, 1989).
KEUNTUNGAN DAN
KERUGIAN DINDING
GESER
1. Keuntungan :

a. Karena system dinding geser bukan merupakan struktur


utama, maka system ini dapat diinteraksikan dengan
sistem sistem lain untuk menutupi kekurangan dari
sistem tersebut.
b. Dinding geser yang merupakan rangkaian dinding,
efisien untuk menahan gaya-gaya lateral.
c. Struktur dinding geser sekaligus dapat difungsikan
sebagai pembatas ruang.
KEUNTUNGAN DAN
KERUGIAN DINDING
GESER
2. Kerugian :

a. Diatas 500 kaki penggunaan hanya dengan dinding geser


untuk menahan beban lateral menjadi tidak praktis. Lendutan
yang terjadi akan demikian besarnya sehingga menyebabkan
keretakan partisi.
b. Dinding geser tidak dapat digunakan secara bebas karena akan
menimbulkan masalah fungsuional, untuk itu digunakan
kombinasi antara lain deengan struktur rangka dimana dinding
geser diletakan pada daerah service/lokasi yang tidak
menimbulkan masalah fungsional.
c. Untuk dinding geser yang menggunakan bentuk dasar segitiga
atau membentuk sudut lancip, ruang-ruang yang berbentuk
menjadi kurang efektif dan efisien.
KO M B I N A S I S T R U K T U R
DINDING GESER DENGAN
STRUKTUR LAIN

1. Sistem bangunan dinding rangka geser (frame


shear wall building system)
Sistem rangka kaku murni tidaklah praktis
untuk bangunan yang lebih tinggi dari 30 lantai,
untuk itu telah diterapkan berbagai system yang
menggunakan dinding geser di dalam struktur
rangka untuk menahan beban lateral. Dinding
geser tersebut bentuknya bisa berupa inti
interior tertutup yang mengelilingi ruang lift atau
ruang tangga, atau bisa juga berupa dinding
sejajar dalam bangunan.
KO M B I N A S I S T R U K T U R
DINDING GESER DENGAN
STRUKTUR LAIN

2. Struktur bangunan plat rata-dinding geser


Sistem plat rata adalah plat beton padat
ataupun jenis wafel sehingga tidak memerlukan
pembalokan lantai.
KO M B I N A S I S T R U K T U R
DINDING GESER DENGAN
STRUKTUR LAIN
3. Sistem interaksi dinding geser-rangka dengan belt truss
kaku.
Rangka diperlukan (bangunan rangka-dinding geser)
menjadi tidak efisien diatas ketinggian 40 lantai karena
banyak sekali diperlukan bahan untuk membuat pengaku
yang cukup kaku dan kuat. Efisien struktur bangunan
akan meningkat 30% dengan menggunakan rangka
sabuk (belt truss) horizontal untuk mengikat rangka ke
inti. Rangka tersebut diikat secara kaku ke inti dan
dihubungkan dengan kolom eksterior. Apabila inti geser
melentur maka belt truss berlaku sebagai lengan dengan
menyalurkan tegangan - tegangan aksial langsung ke
kolom luar.
KESIMPULAN

1. Dinding geser berfungsi melindungi struktur gedung


yang dilindunginya dari keruntuhan akibat beban lateral
gempa yang datang berulang menghantam gedung
tersebut.
2. Dinding geser memiliki kekakuan dan kekuatan yang
cukup untuk menahan beban gempa.
3. Beban yang dapat ditahan dinding geser bukan hanya
gaya geser searah panjang dinding saja tapi juga gaya
lentur yang datang tegak lurus bidang dinding.
4. Prencanaan perletakan dinding geser harus simetris dan
menyebar pada semua sisi gedung agar dapat menahan
beban gempa yang datang dari segala arah.

Anda mungkin juga menyukai