Anda di halaman 1dari 30

Osteoarthritis

(OA)
dr. Tomy Kesuma Putra
Osteoarthritis

Suatu kelainan pada sendi akibat dari proses


degeneratif dari kartilago (tulang rawan)
yang bersifat kronis dan progresif.
Epidemiologi & Faktor resiko

Umur
Jenis kelamin
Genetik
Kegemukan dan penyakit metabolik
Cedera sendi (trauma), pekerjaan dan
olahraga
Patogenesis dan Patologis
Terjadi penurunan kadar proteoglikan, kolagen masih normal
Chondrosit MMP kerusakan matrik
1 Rawan sendi rusak celah sendi

Celah makin dalam (mendekati subchondral)


2

Celah mecapai subchondral pecah


3 Rawan sendi tidak rata

Serpihan sendi masuk sinovial


Aktivasi sinoviosit inflamasi
4 Chondropsit mati Matrik tidak terbentuk
Diagnosis Banding
Gambaran Radiologi Osteoartritis Reumatoid Artritis Gout

Daerah predileksi Sendi penyangga berat Mengenai sendi-sendi Paling sering pada
badan seperti coxae, kecil PIP, MCO, MTP 1 (Jempol Kaki)
genu, dan vertebre. pergelangan siku,
pergelangan kaki, dll.

Celah sendi Menyempit Menyempit Baik hingga


menyempit

Erosi Tidak ada Erosif sekitar sendi Erosif pada pinggir


tulang "over hanging
lip" puched out dengan
garis sklerotik

Simetri Tidak simetri Simetris dan bilateral Tidak simetris

Kista Ada Ada (pseudocyst) Tidak ada


Osteofit Ada pada pinggir sendi Tidak ada Tidak ada
Gejala Klinis

Keluhan
Utama

Sendi Bertambah
penopang Nyeri Dengan
tubuh Gerakan

Pagi hari
Pemeriksaan Fisik

Pembengkakan Sendi
Hambatan Gerak yang Seringkali
Asimetris

Tanda
Krepitasi Deformitas Sendi Perubahan Gait
Peradangan
Pemeriksaan penunjang lain

Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium berguna untuk
menyingkirkan penyakit sendi lain
Pemeriksaan hematologis umumnya normal,
jumlah leukosit dan laju endap darah normal,
kecuali jika disertai infeksi lain.
Radiologi
Rontgen
CT scan
MRI
Klasifikasi
Kellgren Lawrence grading
Outerbridge

Ciri Khas
Joint space narrowing bone
Osteophytes
Sclerosis
Deformitas
Klasifikasi (Kellgren Lawrence
grading)
Grade I : penyempitan ruang sendi, bisa
terdapat osteophytes
Grade II: terlihat ada osteophytes yang kecil
,bisa terdapat penyempitan
Grade III: osteophyte berukuran sedang dan
multiple, penyempitan ruang sendi,
beberapa sclerotic area, bisa terdapat
deformasi tulang
Grade IV: osteophyte luas dan multiple,
penyempitan ruang sendi yang parah,
sclerosis dan terjadi deformitas
Tatalaksana

Tujuan
Meredakan nyeri
Mengoptimalkan fungsi sendi
Mengurangi ketergantungan kepada orang
lain dan meningkatkan kualitas hidup
Menghambat progresivitas penyakit
Mencegah terjadinya komplikasi
Non farmakologis

Modifikasi pola hidup


Edukasi
Istirahat teratur yang bertujuan mengurangi
penggunaan beban pada sendi
Modifikasi aktivitas
Menurunkan berat badan
Rehabilitasi medik/ fisioterapi
Latihan statis dan memperkuat otot-otot
Fisioterapi, yang berguna untuk mengurangi nyeri,
menguatkan otot, dan menambah luas pergerakan sendi
Penggunaan alat bantu
Farmakologis

Sistemik
Analgetik
NSAIDs
Glukosamin dan condroitin sulfate
Topikal
Krim NSAIDs
Injeksi intraartikular/intra lesi
Steroid
Hyaluronan
Pembedahan
Indikasi:
Deformitas menimbulkan
gangguan mobilisasi
Nyeri yang tidak dapat
teratasi dengan penganan
medikamentosa dan
rehabilitatif
Realignment osteotomi
Arthroplasty
Prognosis

Prognosis OA umumnya baik.


Dengan obat-obat konservatif, sebagian
besar nyeri pasien dapat teratasi. Hanya
kasus-kasus yang berat memerlukan operasi.
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 43 tahun
Agama : Islam
ANAMNESIS

Keluhan Utama : nyeri pada lutut kiri


Keluhan Tambahan : kaku pada lutut kiri
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke poliklinik umum dengan


keluhan nyeri pada lutut kiri sejak 6 bulan
yang lalu.
nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk.
Nyeri dirasakan hilang timbul.
Nyeri biasanya timbul pada saat naik turun
tangga, saat perpindahan posisi dari duduk
lalu berdiri ataupun sebaliknya, saat
olahraga. Nyeri hilang jika istirahat beberapa
saat.
Selain nyeri pasien mengeluh kaku pada lutut
kiri, biasanya sehabis bangun tidur.
Nyeri dirasakan tidak menjalar dan terasa
panas pada lutut kirinya. Keluhan nyeri pada
sendi lain disangkal oleh pasien.
Riwayat Penyakit Dahulu: riwayat trauma
disangkal, riwayat HT dan DM disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga :-


PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Fisik Umum


Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Composmentis
Vital Sign :
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
- Nadi : 92 kali/menit
- Pernafasan : 20 kali/ menit
- Suhu : 36,3 0 C
BB : 58 Kg
Panjang badan : 167 cm
Status gizi : BMI : 58/(1,67)2= 20,79
kg/m2
Kesan : normoweight
STATUS LOKALIS
Ekstremitas Inferior regio artikulasio
genu sinistra.

LOOK : perubahan gaya berjalan / tampak pincang (-),


edema (+) minimal , hiperemis (-)

FEEL : hangat (-), penebalan dan penonjolan tulang (-),


nyeri lokal (+)

MOVE : fleksi dan ekstensi dalam batas normal, krepitasi


(+)
Terapi
Terapi
Meloxicam tab 2x15mg/hari
Ranitidine tab 2x150 mg/hari
Vit B kompleks tab 2x1 tab/hari
Edukasi
Edukasi tentang mempertahankan berat
badan dengan diet yang seimbang dan
olahraga
Edukasi tentang pemilihan olahraga yang
tidak memberikan beban pada sendi lutut
seperti berenang, bersepeda.
Menghindari aktivitas fisik yang berat seperti
naik turun tangga, mengangkat beban yang
berat, dan sebagainya dan dapat diselingi
dengan istirahat
Menghindari trauma pada lutut dan sendi
lainnya
Menggunakan pelindung lutut saat melakukan
aktivitas untuk mencegah cedera pada sendi
jika terjatuh.
Prognosis

Quo ad vitam : ad bonam


Quo ad Fungtionam : dubia ad bonam
Quo ad Sanationam : dubia ad bonam