Anda di halaman 1dari 24

Oleh :

Rini Saidah NIM. J0B114234


Siska Alviana NIM. J0B114206

Pembimbing Internal :
Ika Oksi Susilawati, M. Biotech.
Pembimbing Eksternal :
Rina Supiartinah, A.md., Ak

PROGRAM STUDI D3 ANALIS FARMASI DAN MAKANAN


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2017
Tujuan
1. Untuk mengetahui bakteri E. coli pada
jajanan anak sekolah
2. untuk mengetahui kelayakan jajanan anak
sekolah untuk dikonsumsi
Latar Belakang

Jajanan Anak Sekolah Escherichia coli


UPTD Laboratorium Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin
Berperan dalam pelayanan
pembangunan kesehatan
sebagai upaya kesehatan
masyarakat (UKM) dan upaya
kesehatan perorangan (UKP),
berupa:

pencegahan dan pemberantasan penyakit


penyediaan dan pengolahan air bersih
penyehatan lingkungan pemukiman serta kegiatan lain
yang ada di wilayahnya.
Next
UPTD Laboratorium kesehatan Kota Banjarmasin (UPTD
Labkes) yang berada dibawah Dinas Kesehatan Kota
Banjarmasin merupakan instansi pengujian dan pelayanan
kesehatan meliputi :
Pemeriksaan mikrobiologi meliputi : sampel makanan,
minuman, air SR, IPAL. pengujian Colifom, Escherichia
coli, Staphylococcus aureus dan Salmonella.
Pemeriksaan kimia klinis meliputi : gula darah, kolestrol,
asam urat dan lain-lain.
Pemeriksaan kimia (analisis makanan dan minuman)
meliputi :
Pemeriksaan kualitas Air seperti, (pH, Ar, CN, Fe, Pb,
Cd, Zn, Cl, Mg, NO2, NO3, Mn, BOD dan COD) dan
Pemeriksaan makanan, (pengujian Boraks, Formalin,
Rhodamin B, Metanil Yelow, dan Siklamat).
Visi Pelayan pada
Masyarakat dan Pelanggan
Sesuai Standar Dan Dapat Dipertanggung
Jawabkan

Melayani masyarakat dan pelanggan sesuai


dengan metodologi dan prosedur yang berlaku.
Melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan
yang berkualitas dengan tarif terjangkau oleh
Misi semua kalangan masyarakat.
Membangun Sumber daya laboratorium
kesehatan dalam upaya peningkatan
pengembangan pelayanan.
Melakukan mitra lintas program dan lintas sector.
Makanan sederhana yang dijual secara
dijajakan dengan taraf produksi usaha yang
masih kecil.

Dijual pada pedagang kaki lima di tempat


keramaian, terutama di sekolah.
dikonsumsi secara luas oleh berbagai
lapisan masyarakat
Jajanan Anak
Sekolah (JAS) Salah satu makanan yang mudah
terkontaminasi oleh mikroorganisme,
karena tempat penjualan yang pada
umumnya ditepi jalan.

Sanitasi lingkungan tempat penjualan jajanan


sekolah tersebut umumnya tidak menjamin
keamanan dari segi mikrobiologi untuk
dikonsumsi.
Escherichia coli
Klasifikasi Escherichia coli :
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Familia : Enterobacteriaceae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli
Ciri-ciri E.coli adalah :
Batang pendek (kokobasil),
Berukuran 0,4-0,7 m x 1,4 m.
Mempunyai flagel
Berbentuk batang dan tidak
membentuk spora
E.coli merupakan penghuni normal
usus.
Penyebab dari bakteri Escherichia
coli
Infeksi otak (meningitis) disebabkan oleh E.coli
umumnya terjadi pada bayi, dengan gejala demam,
gangguan pertumbuhan, gangguan saraf, kuning pada
tubuh, penurunan asupan makanan, dan periode henti
napas.
Infeksi paru paru (pneumonia) Pada penderita
pneumonia E.coli didapatkan demam, sesak napas, napas
cepat, dan peningkatan lendir jalan napas.
Infeksi saluran cerna (Diare) karena keracunan
makanan dan infeksi bakteri dan virus
Usus buntu karena adanya bakteri yang masuk kedalam
saluran cerna, kemudian berkembang biak dengan
membelah diri.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kerja Praktik :

Waktu pelaksanaan : 20 februari 24 maret 2017

Tempat : di Laboratorium Kesehatan Dinas


Kesehatan Kota Banjarmasin
Alat yang digunakan :
Bahan yang digunakan :
Prosedur Pengujian
1. Persiapan Sampel

Dimasukan
Sampel 10 gram dikantong steril

stomacher selama 2 90 mL larutan BPW


menit (Buffer p eptone water)
2. Uji perkiraan
1 mL
Sampel Uji perkiraan dilakukan
untuk mendeteksi adanya
1 mL bakteri coliform di dalam
sampel

Media LBSS NaCl

1 mL 0,1 mL

Media LBSS
48 jam dengan suhu 350C.
3. Uji penegas

1 ose

Biakan yang positif 24 jam dengan suhu 440C


dilanjutkan Media BGLB

Uji penegas dilakukan untuk


menduga adanya Colifom
/E.coli didalam sampel
4. Uji pelengkap

Uji pelengkap dilakukan


untuk mendeteksi adanya
E.coli dalam sampel JAS

Biakan yang positif dilanjutkan

koloni berpendar hijau


Media EMBA 24 jam dengan suhu 350C.
metalik
Hasil dan Pembahasan
Hasil
Hasil Uji Perkiraan Menggunakan Media LBSS
Sampel Uji Perkiraan Keterangan
JAS 1 mL 1 mL 0,1 mL
1 - + + Lanjut
2 ++ - - Lanjut
3 +++ + + Lanjut
4 - - - Negatif
5 + - - Lanjut
6 +++ + Lanjut
7 +++ - - Lanjut
8 +++ + + Lanjut
9 - - - Negatif
10 - - - Negatif
Ket: (+) terdapat gelembung gas, (-) tidak terdapat gelembung gas, (+) 1
tabung, (++) 2 tabung, (+++) 3 tabung.
Hasil Uji Penegas menggunakan media BGLB (Briliant Green
Lactose Broth)
Sampel Hasil BGLB Total Bakteri Keterangan
JAS 1mL 1mL 0,1mL
1 0 1 1 6.1 Lanjut
2 2 0 0 9.2 Lanjut

3 3 1 1 75 Lanjut
4 0 0 0 <3.6 Negatif
5 0 0 0 <3.6 Negatif
6 3 0 0 23 Lanjut
7 3 1 1 75 Lanjut

Ket: (0) negatif, (1,2,3) jumlah positif


Tabel MPN Seri 3
Hasil Uji Pelengkap Menggunakan Media EMBA
No Sampel JAS Hasil Keterangan
EMB
1 1 - Negatif
2 2 - Negatif
3 3 - Negatif
4 7 - Negatif
5 8 - Negatif

Ket: (+) = berwarna hijau metalik ; (-) tetap berwarna merah


Pembahasan
Hasil yang didapatkan pada uji perkiraan sebanyak 7 sampel JAS positif dari 10
sampel.
Hasil yang didapatkan pada uji penegas 5 sampel JAS positif dari 7 sampel
positif pada uji perkiraan.
Hasil yang didapatkan pada uji pelengkap dinyatakan negatif semua dari 5
sampel uji penegas.
Sampel yang diuji dinyatakan tidak mengandung bakteri E.coli dan bakteri yang
tumbuh pada sampel tersebut adalah bakteri Coliform.
Berdasarkan SNI 7388:2009 penetapan batas maksimum cemaran mikroba dalam
makanan adalah tidak boleh ditemukannya bakteri Coliform dan Escherichia coli
dalam 100 ml sampel.
Sampel tidak terdapat bakteri, kemungkinan karena bakteri yang ada mati pada
saat proses pemanasan, atau pada saat proses pembuatan dan penggunaan air
bersih (tidak tercemar bakteri) dengan sanitasi yang baik dari para penjual.
Diketahui bahwa bakteri Escherichia coli dapat tahan berbulan-bulan pada tanah
dan di dalam air, tetapi dapat mati dengan pemanasan pada suhu 600C atau lebih
selama 15 menit.
Kesimpulan :
Dari hasil analisis mikrobiologi untuk sampel JAS di
UPTD Laboratorium Kesehatan Kota Banjarmasin dari 10
sampel yang diuji dinyatakan tidak mengandung bakteri
E.coli .
Dari hasil analisis maka jajanan anak sekolah yang diuji
tersebut dinyatakan layak dikonsumsi karena tidak ada
tercemarnya oleh bakteri E.coli.
Saran :
Dinas kesehatan setempat harus terus menerus melakukan
pemantauan kualitas jajanan anak sekolah khususnya
cemaran bakteri untuk memberikan jaminan bagi
masyarakat dalam memperoleh makanan yang memenuhi
persyaratan yang telah ditetapkan.