Anda di halaman 1dari 30

LOAD FLOWS

Part 1
6.1 Introduction
Pengertian Load Flow
Load Flow adalah studi aliran beban didalam power
system yang dilakukan untuk menginvestigasi bagian-
bagian yang ada dijaringan listrik.
Kegunaan load flow
Load flow digunakan untuk mengetahui beberapa hal
yaitu:
Aliran MW dan MVar di salah satu cabang jaringan
listrik
Untuk mengetahui dampak dari rangkaian suatu
jaringan listrik dan apabila jaringan listrik di tambah
dengan jaringan yang baru.
Untuk mengetahui dampak terjadinya losses di
pembangkitan dan transmisi pada sistem pembebanan
Kegunaan Load Flow
Kondisi sistem dijalankan pada kondisi maksimum
dan distribusi beban
Cara untuk meminimalisasi losses yang ada disistem
Perbaikan dari perubahan ukuran konduktor dan
tegangan yang ada di sistem.
Studi aliran beban dilakukan pada :
kondisi beban minimum
pada kondisi beban maksimum
Ketidakseimbangan pada level tegangan tinggi
Kondisi beban maksimum.
6.2 Radial and Simple
Loop Network
Tipe Jaringan Sistem Distribusi
Terdapat 4 macam tipe Jaringan sistem Distribusi, yaitu:
1. Jaringan Radial
Sistem radial adalah sistem yang terdiri atas Feeder atau rangkaian sendiri yang
seolah-olah keluar dari suatu sumber atau wilayah tertentu secara radial.

2.Jaringan Lingkar (loop)


Suatu jaringan yang didesain dengan menyambungkan kedua ujung saluran, dengan cara ini mengurangi lama interupsidaya yang disebabkan gangguan. Model operasi ada 2;
a) Loop Terbuka/sekring
b) Loop Tertutup/saklar daya (mahal)
Dengan jaringan seperti ini sistem akan mendapat pasokan energi dr dua arah, sehingga apabila salah satu terganggu bisa digunakan jalur lainnya.
Loop Tertutup/saklar daya (mahal)
Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem Radial yang pada operasinya
dapat bekerja sebagai sistem Radial biasa.Bentuk tertutup diperoleh dengan
menghubungkan dua sistem radial dengan peralatan penghubung,yang
berupa pemutus daya (PMT) atau saklar.

Loop Terbuka/sekring
Merupakan suatu gabungan/modifikasi dari sistem Radial yang diberikan
tambahan peralatan yang memungkinkan saluran utama antara jaringan
bersebelahan dapat saling dihubungkan dalam keadaan darurat.

a) Loop Tertutup/saklar daya (mahal) b) Loop Terbuka/sekring


3. Jaringan sistem GRID
Pada sistem ini diantara masing-masing Gardu Induk dan beban
dihubungkan satu sama lain. Setiap beban dapat menerima daya dari
berbagai arah ,sehingga bila terjadi gangguan pada suatu saluran,maka
benan akan dilayani melayani saluran yang lain. Sistem ini biasanya
digunakan pada daerah dengan kerapatan beban yang tinggi,dimana
diperlukan kelangsungan pelayanan terus menerus.
4. Jaringan spindel
Pada sistem radial salah satu cara untuk meningkatkan keandalan adalah dengan membuat semua
penyulang yang keluar dari gardu induk menuju ke satu titik pertemuan sehingga membentuk suatu
lingkaran yang terbuka pada titik pertemuan tersebut. Dengan kata lain, semua penyulang ini sudah
direncanakan berakhir di suatu titik yang disebut titik refleksi. Titik refleksi ini dalam prakteknya
merupakan gardu hubung (GH) atau disebut juga switching substation. Struktur ini dikenal dengan
sebutans pindle seperti terlihat pada Gambar di bawah ini:

Pada strukturs pindle ini selalu ada penyulang cadangan khusus yang ikenal dengan sebutan
penyulang ekspres. Penyulang ekspres ini tidak mencatu gardu- gardu distribusi, tetapi merupakan
penyulang penghubung antara gardu induk dengan gardu hubung, yang bertujuan untuk menjaga
kelangsungan pasokan daya listrik kepada pelanggan bila terjadi gangguan pada suatu penyulang
yang memasok gardu-gardu distribusi.Dalam prakteknya penyulang ekspres ini merupakan kabel
yang bertegangan tanpa beban sampai ke gardu hubung.

(Sumber: http://www.scribd.com/doc/26802480/TUGAS-SISTEM-DISTRIBUSI)
pergeseran fasa karena sambungan transformator di sepanjang rangkaian biasanya tdk
penting. Berikut ini adalah contoh illustrasi dan solusi thd tipe2 jaringan
CASE 1:
Feeder distribusi dgn beberapa muatan beban. Sebuah feeder distribusi dengan
beberapa muatan beban induktif (atau lateral), dan diberikan sumber pada satu saluran
akhirnya. Tentukan total tegangan jatuhnya (voltage drop)!

Solution;

Demikian juga dengan bagian lainnya kita harus menentukan berapa


arusnya
Kurang lebih tegangan dapat ditentukan dengan rumus berikut:
/untuk setiap bagian
dan seterusnya

Persamaan diatas kemudian disusun, buat resistansi per loop-meter nya menjadi r,
dan reaktansi per loop-meter nya menjadi x

contoh sebagai berikut;


berdasarkan gambar 6.1(c), hitunglah ukuran kabel yang yang dibutuhkan jika
tegangan jatuh diujung beban pada feeder tidak melebihi 12V (tegangan line). Dengan
resistansi dan reaktansi per meter per fasa nya yaitu r() dan x() masing-masing,
persamaan tegangan jatuh diberikan sebagai berikut;

CASE 2
sistem ditunjukkan pada gambar berikut 6.2(a)

dari sistem diatas dapat dilihat bahwa bahwa feeder melayani 2 beban nyata,yaitu
suatu group beban konsumen dan dan suatu group motor induksi, yg pada saat
starting akan mengambil 5x dari arus full load pada saat PF=0 lagging. Nominal
tegangan motor induksi adalah 6kV. Hitunglah tegangan kedip (dip voltage) di
busbar domestic-load ketika sejumlah motor induksi mengalami starting.
Solution
Permasalahan penurunan tegangan ke konsumen adalah ketika sejumlah arus
yang abnormal diberikan dalam waktu yang singkatdr sebuah interkoneksi
busbar. Sistem 132 kV bukanlah sebuah busbar infinite dan tegangan sumber
direpresentasikan secara seri dengan nilai 0.04 p.u. reaktansi basenya adalah 50
MVA. Menggunakan nilai base 50 MVA,rangkaian satu fasa, yang ditunjukkan
pada gambar 6.2(b)

Arus starting pada motor induksi;


Tegangan domestic-load sebelum motor induksi diberikan beban

Dimana

Dan

Namun, arus base pada 6.6 kV

Sehingga
Arus starting motor induksi

Tegangan VL ketika motor start adalah;

Dan

Sehingga nilai tegangan kedip dari 0.940 sampai 0.87 p.u atau 6.204 kV sampai
5.74kV

Keadaan ini juga yang dinamakan voltage flicker


Load flows in closed loops
Di jaringan radial, setiap pergeseran fasa nya karena hubungan
trafo,pergeseran fasa yang disebabkan oleh adanya beban induktif/kumparan
dan atau beban kapasitif
Faktor lain yang ikut mempengaruhi perubahan tegangan sistem adalah rugi
daya yang disebabkan oleh adanya impedansi seri penghantar saluran, rugi
daya ini menyebabkan jatuh tegangan, dapat diilustrasikan dgn gambar
berikut;
Mengabaikan pergeseran fasa karena impedansi komponen, untuk jaringan close
loo[dibentuk oleh 2 line dalam parallel, total pergeseran fasa dan ratio trafo adalah:

Dalam praktiknya, rasio trafo pada transformer sering berubah dengan adanya
perubahan tap-tap tertentu (tap-changing). Hal ini menghasilkan suatu produk yang
tidak lagi dalam faktor unity. Meskipun pergeseran fasa nya nol. Untuk
merepresentasikancondisi ini sebuah autotransformer khayalan dihubungkan seperti
gambar berikut:
Contd
Peningkatan tegangan line 132kV oleh tap-changing memilki efek, dalam
bagian reaktif yang besar, perubahan aliran daya reaktif dan kemudian PF dr
arusnya
Efek yang tdk diinginkan adalah adnya arus sirkulasi yang mengelilingi loop,
tanpa muatan yang diberikan dan dibutuhkan
Seringnya di sistem tegangan rendah tegangan tdk seimbang (out-of-balance)
diwakili oleh autotransformer yang diabaikan.
Metode terbaik untuk menentukan besar arus sirkulasi dan tegangan akibat
ketidak seimbangan tegangan adalah dengan
6.3 Computation of Power
Flows in a Network
Three-node Network for Power Flow Formulation
Dengan menggunakan hukum Kirchoff, rangkaian
diatas dapat dituliskan persamaannya sebagai berikut:

Node 1 : I1 I12 + I31 = 0


Node 2 : I2 I23 + I12 = 0
Node 3 : - I3 + I23 I31 = 0


Contoh
Tentukan real power load flow pada rangkaian berikut
Berdasarkan rangkaian diatas dapat dibentuk persamaan:
13.2 P1 + 2.06 P3 19.8 P4 6.6 P2 = 0
P4 + P3 = 100 atau P4 = 100 P3
P2 P4 = 50 P1 = 60 + P3
P2 + P1 = 210 P2 = 210 60 P3 = 150 P3
sehingga
13.2 (60 + P3) + 2.06 (P3) 19.8 (100 P3) 6.6 (150 P3) = 0
dan
792 + 13.2 P3 + 2.06 P3 1980 + 19.8 P3 990 + 6.6 P3 = 0
P3 = 52.2 MW

P4 = PDC = 100 52.2 = 47.8 MW


P1 = PAB = 60 + 52.2 = 112.2 MW
P2 = PAD = 47.8 + 50 = 97.8 MW
Load Flows sebenarnya merupakan aliran daya
listrik.
Kesimpulan
Dengan mengetahui aliran daya akan berguna
dalam menganalisa berbagai akibat gangguan,
kerugian, serta langkah yang harus diambil ketika
terjadi gangguan.
Contd
Macam-macam jaringan distribusi yaitu:
A). Jaringan Radial
B). Jaringan Lingkar (loop)
C). Jaringan sistem GRID
D).Jaringan spindel

Three-node Network for Power Flow Formulation


menggunakan prinsip hukum Kirchoff.