Anda di halaman 1dari 18

INFEKSI NASOKOMIAL

OLEH :
KELOMPOK 4
- Naomi Y. Kodey
- Ninik Sri Wulandari
- Nur Azizah
- Nurlaela Samad
- Nurul Hidayat
- Oktovianus Kayaru
- Putri Diaz A. Aryani
- Ribka M. Sumbung
- Rickar Julio Hulukiti
Menurut Olmsted RN, 1996, Ducel, G, 2002 :
Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang
diperoleh atau dialami oleh pasien selama dia
dirawat di rumah sakit dan menunjukkan gejala
infeksi baru setelah 72 jam pasien berada di rumah
sakit serta infeksi itu tidak ditemukan atau diderita
pada saat pasien masuk ke rumah sakit.
Infeksi nosokomial terjadi ketika pasien di sebuah
rumah sakit tertular infeksi yang berasal dari bakteri.
Bakteri tersebut bisa menulari pasien karena
keteledoran staf rumah sakit dan tidak berjalannya
prosedur kebersihan dengan benar.
Kategori bakteri yang paling sering menjadi penyebab
terjadinya infeksi nosokomial adalah MRSA, salah satu
bakteri gram positif yang resisten terhadap metisilin (bakteri
Staphylococcus aureus) dan Acinetobacter yang termasuk
bakteri gram negatif.

Staphylococcus aureus Acinetobacter


Beberapa bakteri tersering yang menyebabkan infeksi
nosokomial adalah:

Bakteri Staphylococcus aureus, yang menyebabkan


infeksi pada darah (bakteriemia).
Escherecia coli penyebab infeksi saluran kemih.

Escherecia coli
Enterococcus penyebab bakteriemia, infeksi saluran
kemih, dan infeksi pada luka. Pseudomonas aeroginosa
penyebab infeksi ginjal, infeksi saluran kemih dan infeksi
saluran napas.

Enterococcus
Pseudomonas aeroginosa
Bakteri, jamur dan virus bisa menyebar dengan cara
kontak dari orang ke orang yakni melalui tangan yang tak
bersih, alat medis seperti kateter, alat bantu napas, dan
peralatan lainnya di rumah sakit.

Bakteri Shigella kuman Hemophilus


Beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko pasien
terkena infeksi nosokomial:

Berusia di atas 70 tahun.


Dalam kondisi koma.
Pernah menjalani terapi antibiotik sebelumnya.
Dirawat di unit ICU lebih dari tiga hari.
Gagal ginjal akut
Mengalami cidera cukup parah.
Mengalami syok.
Menjalani perawatan ventilasi mekanis.
Sedang dalam pengobatan yang mempengaruhi sistem imun.
Memakai kateter dalam waktu lama.
Mekanisme Penularan Infeksi
Nosokomial
Kontak
1. Langsung
Orang ke orang (fekal, oral) atau kontak fisk antara
sumber dan penjamu yang rentan (misal menyentuh klien).
2. Tidak langsung
Kontak personal penjamu yang rentan dengan benda
mati yang terkontaminasi (misal jaarum atau benda
runcing, balutan).
3. Droplet
Partikel besar yang terpercik sampai 3 kali dan kontak
yang rentan (misal batuk, bersin atau bicara).
Udara
Droplet nukleus atau residu atau dropler evaporasi ada
di udara (misal batuk, bersin) atau di bawa melalui partikel
debu.
Peralatan
Alat-alat yang terkontaminasi yaitu air, obat-obatan dan
darah.
Makanan (daging yang diolah, disimpan atau di masak
dengan tidak tepat).
Vektor
Perpindahan mekanis eksternal (lalat).
Penularan internal seperti kondisi parasitik antara vektor
dan penjamu yaitu : nyamuk, kutu, lalat. (Potter & Perry,
2005:936).
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan untuk
mencegah penularan infeksi nosokomial adalah:

Mencuci tangan
Kebersihan ruangan
Sistem isolasi
Sterilisasi alat medis
Penggunaan sarung tangan
Beberapa penyakit yang paling sering terjadi
akibat infeksi nosokomial adalah:

Infeksi saluran kemih.


Infeksi aliran darah.
Infeksi pada luka operasi
Pneumonia.
TERIMA KASIH