Anda di halaman 1dari 18

Sosialisasi Dokumen

Administrasi Rekanan PG
Trangkil
2 I. Latar Belakang
Salah satu cara untuk mempermudah dan mempercepat proses
pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PG Trangkil adalah adanya
dokumen administrasi yang lengkap. Oleh karena itu diperlukan adanya
kepastian administrasi dalam hal perijinan, pelaksanaan dan penagihan.
Kelengkapan dokumen merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh
penerima pekerjaan. Dokumen yang telah dilengkapi merupakan bukti tertulis
dan legal bagi penerima pekerjaan telah malampaui tahapan pekerjaan.
Dalam pembuatan dokumen terdapat hal- hal yang harus diperhatikan dan
dibuat sesuai dengan keterjadian, hal tersebut adalah untuk mempermudah
penelusuran dan menganalisis lama waktu dokumen di masing masing
bagian.
3 II. Tujuan
Tujuan sosialisasi ini adalah :

1. Memberikan pemahaman kepada penerima dan pemberi

kerja tentang pekerjaan lokal dan penghitungannya.

2. Meningkatkan kepatuhan kepada penerima dan pemberi

kerja tentang pekerjaan lokal.


Dengan adanya pemahaman yang memadai
diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepatuhan
dari pemberi kerja sehingga tercapai tujuan bersama
(efektif) dengan biaya serendah- rendahnya (efisien).
Memahami keluhan kontraktor

1. Realisasi tagihan atas pekerjaan dirasa lama dan tidak


tepat waktu.

2. Akan didata keluhan dari rekanan yang lain.


6
Sosialisasi kelengkapan dokumen pekerjaan
1. Kasbon verifikasi dari bagian ybs.

2. Kwitansi/nota penagihan bermaterai.


THIS IS A
3. Faktur pajak.
SLIDE TITLE
4. Berita acara penyerahan pekerjaan.

Dokumen harus dibuat setelah pekerjaan dinyatakan dapat diterima


oleh staf PG Trangkil. Penulisan tanggal pada dokumen ini berdasar
pada saat pekerjaan telah diterima.
7

5. Surat perjanjian pekerjaan

Dengan ketentuan :

a. Dokumen ini harus dibuat sebelum pekerjaan dimulai dengan

mangakomodir seluruh klausul yang diharapkan oleh kedua belah


pihak.

b. Penulisan tanggal pada dokumen ini berdasar pada saat perjanjian

disepakati dengan pemberi kerja.

c. Harus mengisi nomor perkiraan.


8 6. Penawaran pekerjaan.

Dokumen ini harus dibuat sebagai bukti bahwa rekanan memahami


kebutuhan teknis dan non teknis sebelum pekerjaan dimulai termasuk
niainya.
YOU CAN 7. Berita acara nego pekerjaan.
ALSO SPLIT
YOUR Dokumen ini harus dibuat sebagai bukti bahwa nilai borong pekerjaan telah
CONTENT diupayakan seminimal mungkin tanpa mengurangi keualitas hasil pekerjaan.

8. Bukti lapor satkernakertrans.

Dokumen ini harus dibuat sebagai bukti pelaporan kepada pihak Dinas
tenaga kerja dan Transmigrasi bahwa akan dilaksanakan pekerjaan dengan
mempertimbangkan risikonya.
9

9. Harga perkiraan sendiri.


Dokumen ini harus dibuat oleh pemberi kerja sebagai pedoman
dan acuan harga pekerjaan, sekaligus sebagai bukti akan adanya
IN TWO OR pekerjaan yang dilaksanakan.
THREE
COLUMNS 10.Bukti bayar asuransi tenaga kerja.
Dokumen ini harus ada sebagai bukti bahwa penerima kerja telah
mengasuransikan tenaga kerjanya dan masih aktif untuk menerima
jaminan tenaga kerja.
10 Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak (PMK No. 141/PMK.03/2015)

Contoh Penghitungan Pekerjaan Borong


PT Tenaga Power merupakan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. PT Tenaga
Power mendapat kontrak dari PT Bank Untung Terus untuk menyediakan petugas
customer service sebanyak 20 orang dengan mendapat imbalan jasa sebesar Rp
20.000.000,00. Petugas customer service tersebut selanjutnya menjadi pegawai
PT Bank Untung Terus. Atas pembayaran yang dilakukan PT Bank Untung Terns
kepada PT Tenaga Power dipotong PPh Pasal 23 oleh PT Bank Untung Terus
sebesar:
2% x Rp 20.000.000,00 = Rp 400.000,00
11 Contoh Penghitungan Pekerjaan Borong
PT Aman Secure merupakan perusahaan penyedia tenaga kerja untuk keamanan
(satpam). PT Aman Secure mendapat kontrak penyediaan tenaga kerja satpam
sebanyak 20 orang dari PT Maju Sejahtera. Tenaga kerja satpam tersebut tetap
merupakan pegawai PT Aman Secure. Dalam Kontrak disepakati bahwa
pembayaran atas penyerahan jasa oleh PT Aman Secure dengan rincian tagihan
berupa gaji untuk 20 orang satpam per bulan sebesar Rp 40 000.000,00 dan
imbalan atas jasa penyediaan satpam per bulan sebesar Rp 4.000.000,00.
Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa penyedia tenaga kerja tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Atas pembayaran yang dilakukan PT Maju Sejahtera kepada PT Aman Secure
AND
untuk jasaTABLES TO COMPARE
penyediaan satpam dipotong PPh PasalDATA
23 oleh PT Maju Sejahtera
setiap pembayaran per bulan sebesar 2% x Rp 4.000.000,00 = Rp 80.000,00
b. Dalam hal tidak ada bukti pendukung, seperti daftar pembayaran gaji dan
kontrak kerja atas rincian tagihan di atas, maka jumlah bruto sebagai dasar
pemotongan PPh Pasal 23 adalah sebesar Rp44.000.000,00 sehingga PPh Pasal
23 yang hams dipotong oleh PT Maju Sejahtera atas pembayaran kepada PT
Aman Secure adalah sebesar :
2% x Rp44.000.000,00 = Rp 880.000,00.
PT Karet Rubber mengikat kontrak dengan PT Mode Pakaian untuk pembuatan
seragam kantor PT Karet Rubber berdasarkan model dan spesifikasi yang telah
ditentukan oleh PT Karet Rubber. Dalam kontrak disepakati bahwa PT Karet Rubber
akan menyediakan bahan baku utama berupa kain dan PT Mode Pakaian akan
menyediakan bahan tambahan. Imbalan yang disepakati atas kontrak tersebut adalah
sebesar Rp100.000.000,00 tidak termasuk biaya bahan tambahan. PT Mode Pakaian
mengeluarkan biaya sebesar Rp20.000.000,00 untuk bahan tambahan yang
dibayarkan kepada CV Palugada. Pemotongan PPh Pasal 23 atas transaksi di atas
adalah sebagai berikut:
14
a. Atas pembayaran yang dilakukan PT Karet Rubber kepada PT Mode Pakaian
dipotong PPh Pasal 23 atas jasa maklon oleh PT Karet Rubber sebesar:
2% x R100.000.000,00 = Rp2.000.000,00
b. Dalam hal tidak ada faktur pembelian kepada CV Palugada atas rincian
CREDITS tagihan biaya bahall tambahan, maka jumlah bruto sebagai dasar
pemotongan PPh Pasal 23 adalah sebesar Rp120.000.000,00 sehingga PPh
Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT Karet Rubber atas pembayaran
kepada PT Mode Pakaian adalah sebesar:
2% x Rp120.000.000,00 = Rp2.400.000,00
15

Pada prakteknya diharapkan pihak penerima pekerjaan dapat


memberikan rincian nilai pekerjaan dengan rincian sebagai berikut :
Rincian Borong Pekerjaan XXX
PRESENTATION
DESIGN 1. Material Utama
2. Material Pembantu
3. Tenaga Kerja
4. Total (1+2+3)
5. Pendapatan atas Borong Pekerjaan (Dasar Pengenaan Pajak)
6. Total (4+5)
Tidak diperkenankan PPh pasal 23 yang biasanya dimasukkan pada
komponen nilai kontrak pemborongan kerja sebagai penambah nilai
kontrak. Hal tersebut dikarenakan PPh pasal 23 atas jasa pekerjaan
yang dilakukan oleh rekanan sebetulnya bukan mengurangi
pendapatan rekanan selama satu tahun. Hanya saja berubah
menjadi bukti potong PPh pasal 23 yang pada akhir tahun pajak
dapat dikreditkan (pengurang beban pajak)
Tinjauan Ijin Usaha Rekanan

Akan dilakukan collect data atas izin usaha dan akte pendirian
perusahaan masing-masing rekanan PG Trangkil. Data yang telah
terkumpul akan dijadikan acuan penerapan perpajakan masing-
masing rekanan PG Trangkil. Dengan penerapan perpajakan yang
tepat diharapkan dapat mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh
PG Trangkil.
18

SEKIAN
TERIMAKASI
H