Anda di halaman 1dari 14

GANGGUAN OBSESIF

KOMPULSIF
DEFINISI
Gangguan obsesif kompulsif (obsessive-compulsive
disorder; OCD) adalah gejala obsesi atau kompulsi
berulang yang cukup berat hingga menimbulkan
penderitaan yang jelas pada orang yang mengalaminya.
Obsesi dan kompulsi memakan waktu dan cukup
mengganggu fungsi rutin normal, pekerjaan, aktivitas
sosial biasa, atau hubungan seseorang.
Obsesi adalah aktivitas mental seperti pikiran,
perasaan, ide, impuls yang berulang dan intrusif.
Kompulsi adalah pola perilaku tertentu yang
berulang dan disadari seperti menghitung, memeriksa
dan menghindar. Tindakan kompulsi merupakan usaha
untuk meredakan kecemasan yang berhubungan dengan
obsesi namun tidak selalu berhasil meredakan
ketegangan.
EPIDEMIOLOGI

Di antara orang dewasa, laki-laki dan perempuan


sama-sama cenderung terkena, tetapi di antara remaja,
laki-laki lebih lazim terkena daripada perempuan. Usia
rerata awitan sekitar 20 tahun, walaupun laki-laki memiliki
usia awitan sedikit lebih awal (sekitar 19 tahun) daripada
perempuan (rerata sekitar 22 tahun).
ETIOLOGI

Faktor biologis
Faktor genetik
Faktor psikososial
GAMBARAN KLINIS

Adanya ide atau impuls yang terus-menerus menekan ke


dalam kesadaran individu.
Perasaan cemas/ takut akan ide atau impuls yang aneh
Obsesi dan kompulsi egoalien
Pasien mengenali obsesi dan kompulsi merupakan sesuatu
yang abstrak dan irasional.
Individu yang menderita obsesi kompulsi merasa adanya
keinginan kuat untuk melawan
Ada 4 (empat) pola gejala utama gangguan obsesi-kompulsi yaitu:

Kontaminasi.
Pola yang paling sering adalah obsesi tentang kontaminasi,
yang diikuti oleh perilaku mencuci dan membersihkan atau
menghindari obyek yang dicurigai terkontaminasi.
Sikap ragu-ragu yang patologik
Pola kedua yang sering terjadi adalah obsesi tentang ragu-
ragu yang diikuti dengan perilaku kompulsi mengecek/ memeriksa.
Tema obsesi tentang situasi berbahaya atau kekerasan (seperti lupa
mematikan kompor atau tidak mengunci pintu rumah).
Pikiran yang intrusif
Pola yang jarang adalah pikiran yang intrusif tidak disertai
kompulsi, biasanya pikiran berulang tentang seksual atau tindakan
agresif.
Simetri
Obsesi yang temanya kebutuhan untuk simetri, ketepatan
sehingga bertindak lamban, misalnya makan bisa memerlukan
waktu berjam-jam, atau mencukur kumis dan janggut.
OBSESI KOMPULSI
Perhatian terhadap kebersihan (kotoran, kuman, Ritual mandi, mencuci dan membersihkan yang
kontaminasi) berlebihan
Perhatian terhadap ketepatan Ritual mengatur posisi berulang-ulang
Perhatian terhadap peralatan rumah tangga (piring, Memeriksa berulang-ulang dan membuat inventaris
sendok) peralatan
Perhatian terhadap sekret tubuh (ludah, feses, urin) Ritual menghindari kontak dengan sekret tubuh,
menghindari sentuhan
Obsesi seksual (nafsu terlarang atau tindakan seksual Ritual berhubungan seksual yang kaku
yang agresif)
Obsesi terhadap kesehatan (sesuatu yang buruk akan Ritual berulang (pemeriksaan tanda vital berulang, diet
terjadi dan menimbulkan kematian) yang terbatas, mencari informasi tentang kesehatan dan
kematian)

Obsesi ketakutan (menyakiti diri sendiri atau orang Pemeriksaan pintu, kompor, gembok dan rem darurat
lain) beruulang-ulang
Pikiran mengganggu tentang suara, kata-kata atau Menghitung, berbicara, menulis, memainkan alat musik
music dengan suatu ritual yang beragam

Obsesi religius Ritual keagamaan yang berlebihan (berdoa sepanjang


DIAGNOSIS
Kriteria diagnosis menurut DSM-V:

Salah satu Obsesi atau Kompulsi Kompulsi didefinisikan oleh (1) dan (2)
Obsesi didefinisikan oleh (1) dan (2) : 1) Perilaku yang berulang (misalnya:
1) Pikiran, impuls atau bayangan yang cuci tangan, mengatur, mengecek)
pernah dialami yang berulang dan atau aktivitas mental (berdoa,
menetap yang intrusive dan tidak menghitung, mengulang kata dengan
serasi dan yang menyebabkan tanpa suara) yang individu merasa
anxietas dan distress, yang ada selama terdorong melakukan dalam respons
periode gangguan. dan obsesinya, atau sesuatu aturan
2) Individu berusaha untuk yang dilakukan secara kaku.
mengabaikan atau menekan pikiran,2) Perilaku atau aktivitas mental
impuls, atau bayangan atau ditujukan untuk mencegah atau
menetralisir dengan pikiran lain atau menurunkan distress atau mencegah
tindakan. kejadian atau situasi; walaupun
perilaku atau aktivitas mental tidak
berhubungan dengan cara yang
realistik untk mencegah atau
menetralisir.
Obsesi dan kompulsi menyebabkan distress, menghabiskan waktu
(membutuhkan waktu lebih dari 1 jam perhari) atau mengganggu
kebiasaan normal, fungsi kebiasaan atau akademik atau aktivitas
sosial.
Gejala obsesif-kompulsif tidak disebabkan efek langsung dari
penggunaan zat (misalnya penyalahgunaan zat, obat) atau kondisi
medik umum.
Jika terdapat gangguan aksis I lainnya, isi obsesi atau kompulsi tidak
terbatas padanya (misalnya, preokupasi dengan makanan jika
terdapat gangguan makan; menarik rambut jika terdapat
trikotilomania; permasalahan pada penampilan jika terdapat
gangguan dismorfik tubuh; preokupasi dengan obat jika terdapat
suatu penggunaan zat; preokupasi dengan menderita suatu penyakit
serius jika terdapat suatu hipokondriasis; preokupasi dengan
dorongan atau fantasi seksual jika terdapat parafilia; atau
perenungan bersalah jika terdapat gangguan depresif berat).
Kondisi khusus jika:
Dengan tilikan buruk: jika untuk sepanjang episode individu tidak
menyadari bahwa obsesi dan kompulsinya berat dan tidak beralasan.
Kriteria diagnosis menurut PPDGJ III:
Untuk menegakkan diagnosis pasti, gejala-gejala obsesif
atau tindakan kompulsif, atau kedua-duanya, harus ada
hampir setiap hari selama sedikitnya dua minggu berturut-
turut.
Hal tersebut merupakan sumber penderitaan (distress)
atau mengganggu aktivitas penderita.
Gejala-gejala obsesif harus mencakup hal-hal berikut:
a. harus disadari sebagai pikiran atau impuls diri sendiri
b. sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak
berhasil dilawan, meskipun ada lainnya yang tidak lagi
dilawan oleh penderita;
c. pikiran untuk melakukan tindakan tersebut di atas bukan
merupakan hal yang member kepuasan atau kesenangan
(sekedar perasaan lega dari ketegangan atau anxietas, tidak
dianggap sebagai kesenangan seperti dimaksud di atas);
d. gagasan, bayangan pikiran, atau impuls tersebut harus
merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan
DIAGNOSIS BANDING

1. Gangguan tourette
2. Gangguan anxietas
3. Skizofrenia
4. Hipokondriasis
5. Gangguan personalitas obsesif-kompulsif
PENATALAKSANAAN

Non medikamentosa
Terapi perilaku

Psikoterapi

Medikamentosa
SSRI

Antidepresan Trisiklik
No. Nama Generik Nama dagang Sediaan Dosis anjuran
1 Clomipramine Anafranil Tab 25 mg 75-200 mg/hr
2 Fluvoxamine Luvox Tab 50 mg 100-250 mg/hr
3 Setraline Zoloft Tab 50 mg 50-150 mg/hr
4 Fluoxetine Prozac Cap 20 mg 20-80 mg/hr
Nopres Cap 20 mg
Andep Cap 20 mg
Antiprestin Cap 10-20 mg
Courage Tab 20 mg, cap 10
Kalxetin mg
Cap 20 mg
5 Paroxetine Seroxat Tab 20 mg 40-60 mg/hr
6 Citalopram Cipram Tab 20 mg 40-60 mg/hr
PROGNOSIS

Secara keseluruhan, 70% pasien menunjukkan


perubahan yang signifikan. Walaupun demikian, gangguan
obsesif tetap menjadi penyakit kronik, dengan gejala yang
dapat muncul secara tiba-tiba selama masa hidup pasien.
Sekitar 15% pasien menunjukkan progresifitas yang buruk.
Sekitar 5% pasien dapat sembuh secara total.