Anda di halaman 1dari 15

Gangguan Mekanisme

Pendengaran Menyebabkan
Penurunan Fungsi pada
Pendengaran

Lisa Sari
102015189
Struktur Telinga secara Anatomis
Telinga tersusun atas
kartilago, yaitu tulang rawan
fibrosa yang dilapisi oleh kulit
dan dua pertiga proksimalnya
tersusun atas osteon, yaitu
Meatus Akustikus Externus
pada Os. Temporale pada
Basis Cranii.
Di sepertiga bagian luar
telinga terdapat rambut dan
banyak kelenjar serumen yang
berasal dari modifikasi
kelenjar keringat/kelenjar
cerumenosa.
Telinga tengah
tersusun atas 4 dinding
(dinding lateral,
dinding medial,
dinding anterior,
dinding posterior),
atap, dan dasar.
Struktur Telinga
Mekanisme Kerja Telinga
Bunyi Gendang telinga Tulang
mendengar ke jendela oval (tulangmalleus, incus,
stapes) Cairan Limfa Membran reissner
Cairan limfa menggerakan
membran basiler Cairan timpani bergetar
Melebarnya membran pada jendela bundar
Getaran dengan frekuensi tertentu
Merangsang organ korti Saraf pusat
menangkap impuls
Fungsi dari Telinga Luar
( Auris Eksterna )

Daun telinga, berfungsi Kelenjar minyak,


untuk menampung berfungsi menyaring
getaran. udara yang masuk
Saluran telinga luar sebagai pembawa
atau lubang telinga, gelombang suara.
berfungsi menyalurkan Membran timpani atau
getaran. selaput gendang,
berfungsi menerima
dan memperbesar
getaran suara
Fungsi dari Telinga bagian tengah (Auris
Media)

Tulang pendengaran
untuk mengantarkan dan
Saluran Eustachius memperbesar getaran ke
mengurangi tekanan telinga bagian dalam.
udara di telinga tengah Tulang pendengaran ada
tiga, yaitu tulang martil,
sehingga tekanan udara di
tulang landasan, dan tulang
luar dan di dalam akan
sanggurdi. Tulang-tulang
sama. ini menghubungkan
gendang telinga dan tingkap
jorong.
Fungsi dari Telinga dalam
(Auris Interna)

Tingkap jorong, Rumah siput, berfungsi


berfungsi menerima menerima, memperbesar
dan menyampaikan dan menyampaikan
getaran. getaran suara ke saraf
pendengaran. Di dalam
saluran rumah siput
terdapat cairan limfe dan
terdapat ujung- ujung
saraf pendengaran.
Struktur Telinga secara Histologi
Telinga luar.

Aurikula (pinna) terdiri atas tulang rawan elastin Meatus


auditorius eksterna terdiri atas epitel berlapis skuamosa, terdapat
folikel rambut, kelenjar sebasea, dan kelenjar seruminosa Satu
pertiga dinding luarnya terdiri atas tulang rawan elastin dan dua
pertiga dinding dalam terdiri atas tulang temporal.
Membran timpani terdiri atas dua bagian yaitu pars flaksida dan
pars tensa. Pars flaksida dan pars tensa merupakan lapisan
epidermis dan terdiri dari epitel selapis kuboid..
Telinga tengah, dilapisi oleh selapis epitel gepeng. Di dekat
tuba eustachius berangsur berubah menjadi epitel bertingkat
silindris bersilia. Tulang tulang pendengaran ( maleus,
incus, dan stapes) memiliki sendi synovial dan dilapisi oleh
epitel selapis gepeng.

Telinga dalam, sakulus dan utrikulus terdiri dari jaringan


ikat yang dilapisi sel epitel gepeng. Makula, daerah kecil
pada dinding sakulus dan utrikulus dengan sel sel
neuroepitel. Makula terdiri atas 2 jenis reseptor dan sel
penyokong. Sel reseptor ( sel rambut) terdiri atas satu
kinosilium dan streosilia
Tes Rinne

Garpu Tala di processus mastoideus telinga


Normal : konduksi udara lebih buruk daripada tulang.
Tuli konduksi : konduksi udara tak terdengar
Tuli Saraf : konduksi udara terdengar (tuli parsial)
Tes Weber
Garpu tala di vertex
Normal : mendengar sama kuat
Tuli konduksi : terdengar, telinga sakit
Tuli Saraf : Terdengar, telinga normal
Tes Swabach
Konduksi tulang pasien
Tuli konduksi : konduksi tulang lebih baik
pada normal
Tuli saraf : lebih buruk daripada normal
Ringkasan
Fungsi utama dari telinga ini adalah sebagai
penunjang dalam berkomunikasi sesama
manusia dan juga sebagai system keseimbangan
tubuh. Secara fisiologis mekanismenya berawal
dari suara diterima oleh telinga kemudian
disalurkan melalui saraf menuju kearah
auditorik dan diteruskan sampai ke otak dan cara
mengetes kepekaan telinga dapat dilakukan
dengan cara Tes Rinne, weber dan swabach.