Anda di halaman 1dari 17
USULAN PROPOSAL PENELITIAN STUDI TENTANG FAKTOR – FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT
USULAN PROPOSAL PENELITIAN STUDI TENTANG FAKTOR – FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT

USULAN PROPOSAL PENELITIAN

STUDI TENTANG FAKTOR – FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM PROPINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2010

USULAN PROPOSAL PENELITIAN STUDI TENTANG FAKTOR – FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT

JUMARIA

P000324008066

KEMENTERIAN KESEHATAN

REPUBLIK

INDONESIA

POLITEKNIK

KESEHATAN

KENDARI

JURUSAN

KEBIDANAN

2011

BAB I A. Latar Belakang PENDAHULUAN Umumnya ukuran yang dipakai untuk menilai baik buruknya keadaan pelayanan
BAB I A. Latar Belakang PENDAHULUAN Umumnya ukuran yang dipakai untuk menilai baik buruknya keadaan pelayanan

BAB

I

A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Umumnya ukuran yang dipakai untuk menilai baik buruknya keadaan pelayanan kebidanan dalam suatu negara atau daerah ialah kematian maternal.

Menurut defenisi WHO “ kematian maternal ialah kematian seorang wanita waktu hamil atau waktu dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kahamilan, sebab- sebab kematian ini dibagi dalam dua golongan yakni langsung disebabkan oleh komplikasi –komplikasi, persalinan dan nifas dan sebab – sebab lain seperti penyakit jantung, kanker dan sebagainya (Winkjosastro, 2005) Indonesia tercatat sebagai negara dengan angka kematian maternal yang masih tinggi. Perdarahan ,infeksi , hipertensi kehamilan serta abortus tidak aman. Keempat kondisi itulah yang menjadi penyebab angka kematian ibu (AKI) tetap tinggi, diantara keempat faktor itu, perdarahan menduduki peringkat pertama dengan 45 % kasus. Perdarahan yang biasanya tidak bisa diperkirakan dan terjadi secara mendadak. Sebagian besar kasus perdarahan dalam masa nifas terjadi karena retensio plasenta dan atonia uteri. Hal ini mengindikasikan kurang baiknya menajemen tahap ketiga proses kelahiran dan pelayanan emergensi obstetric.

  Diperkirakan ada 14 juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunnya paling sedikit 128.000 wanita


Diperkirakan ada 14 juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunnya paling sedikit 128.000

wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Sebagian besar kematian tersebut terjadi dalam waktu 4 jam setelah melahirkan dan kebanyakan terjadi pada wanita dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun serta wanita dengan jarak persalinan yang dekat yaitu kurang dari 2 tahun. Pada dasarnya perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam uterus masih terbuka.

Untuk menekan tingginya angka kematian ibu bersalin di propinsi sulawesi tenggara di perlukan beberapa usaha yang intensif antara lain meningkatkan peran bidan di desa dan secara bertahap mengurangi peran dukun dalam melakukan pertolongan persalinan ( Profil Dinkes Sultra

2003).

Hasil survey awal di Rumah Sakit Umum Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010 terdapat ibu bersalin dengan perdarahan 71 orang dari 954 ibu bersalin (7,44%). Dari uraian tersebut di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “ Studi Tentang Faktor – Faktor risiko Terjadinya Perdarahan Post Partum di RSU Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010 “

B. B. Rumusan Rumusan Masalah Masalah • Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian
B. B. Rumusan Rumusan Masalah Masalah • Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian
  • B. B. Rumusan

Rumusan Masalah

Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ faktor – faktor apakah yang berisiko terjadinya perdarahan post partum di RSU propinsi sulawesi tenggara tahun 2010 ?”

C.Tujuan Penelitian C.Tujuan Penelitian  Tujuan umum Mengetahui faktor - faktor risiko terkadinya perdarahan post partum
C.Tujuan Penelitian C.Tujuan Penelitian  Tujuan umum Mengetahui faktor - faktor risiko terkadinya perdarahan post partum

C.Tujuan Penelitian

C.Tujuan

Penelitian

Tujuan umum

Mengetahui faktor - faktor risiko terkadinya perdarahan post partum di RSU Propinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010.

Tujuan khusus

  • 1. Mendapatkan informasi tentang faktor risiko terjadinya perdarahan post partum berdasarkan tingkat umur ibu di RSU Propinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010 .

  • 2. Mendapatkan informasi tentang faktor risiko terjadinya perdarahan post partum berdasarkan tingkat graviditas ibu di RSU Propinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010 .

  • 3. Mendapatkan informasi tentang faktor risiko terjadinya perdarahan post partum berdasarkan tingkat paritas ibu di RSU Propinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010.

1.
1.
1. D.Manfaat penelitian D.Manfaat penelitian Diharapkan dapat memberikan informasi bagi RSU propinsi Sulawesi tenggara dalam menentukan

D.Manfaat penelitian

D.Manfaat

penelitian

Diharapkan dapat memberikan informasi bagi RSU propinsi Sulawesi tenggara dalam menentukan program pelayanan kesehatan selanjutnya.

2.

Penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat pada umumnya dan pada ibu hamil khususnya tentang perdarahan pada post partum.

3.

Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan diploma III kebidanan, juga merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam rangka memperluas wawasan keilmuan agar dapat menerapkan ilmu yang di peroleh.

II II BAB Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka 1. Tinjauan tentang perdarahan post partum  Pengertian
II II BAB Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka 1. Tinjauan tentang perdarahan post partum  Pengertian

BAB IIII

BAB

Tinjauan Pustaka

Tinjauan

Pustaka

1. Tinjauan tentang perdarahan post partum

Pengertian

Perdarahan post partum adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir dengan jumlah perdarahan 500-600 ml.

Klasifikasi

Perdarahan post partum di bagi dua yaitu :

Perdarahan post partum primer atau perdarahan post partum dini adalah perdarahan yang jumlahnya lebih dari 500 cc dan terjadi dalam batas waktu 24 jam pertama setelah anak lahir.

Perdarahan post partum sekunder atau perdarahan post partum terlambat adalah perdarahan yang jumlahnya lebih dari 500

Perdarahan post partum sekunder atau perdarahan post partum terlambat adalah perdarahan yang jumlahnya lebih dari 500 cc yang terjadi setelah 24 jam pertama kelahiran.

post
post
post 3. Faktor – – faktor risiko terjadinya perdarahan post partum partum  Umur ibu 
  • 3. 3. Faktor

Faktor faktor

faktor risiko

risiko terjadinya

terjadinya perdarahan

perdarahan

post partum

partum

Umur ibu Graviditas Paritas Sosial ekonomi rendah



  • B. B. Landasan

Landasan teori

teori

Perdarahan post partum adalah Perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir dengan jumlah perdarahan 500-600 ml.

Pada umur <20 tahun atau>35 tahun dapat membahayakan ibu saat kehamilan dan persalinan serta meningkatkan resiko terhadap janinya (archive.com./balita_anda@global.12/09.html )

Graviditas I dan graviditas IV mempunyai angka kematian maternal yang lebih tinggi. Ibu yang baru pertama kali hamil merupakan sutu hal yang baru dalam hidupnya sehingga secara psikologis mentalnya belum siap, dan ini akan memperbesar terjadinya komplikasi.

Semakin tinggi paritas semakin tinggi resiko bagi ibu dan bayinya. Hal ini pada paritas tinggi atau ibu yang telah melahirkan >3 kali fungsi alat- alat vitalnya dalam organ reproduksi telah mengalami kemunduran yang diakibatkan semakin rendahnya fungsi hormon yang ada dalam tubuh (Wiknjosastro, 2006)

 Pada umur <20 tahun atau>35 tahun dapat membahayaka ibu saat kehamilan dan persalinan serta meningkatkanarchive.com./balita_anda@global.12/09.html )  Graviditas I dan graviditas IV mempunyai angka kematian maternal yang lebih tinggi. Ibu yang baru pertama kali ham merupakan sutu hal yang baru dalam hidupnya sehingga secara psikologis mentalnya belum siap, dan ini akan memperbesar terjadinya komplikasi.  Semakin tinggi paritas semakin tinggi resiko bagi ibu dan bayinya. Hal ini pada paritas tinggi atau ibu yang telah melahirkan >3 kali fungsi alat- alat vitalnya dalam organ reproduksi telah mengalami kemunduran yang diakibatkan semakin rendahnya fungsi hormon yang ada dalam tubuh (Wiknjosastro, 2006) " id="pdf-obj-10-2" src="pdf-obj-10-2.jpg">

Pada umur <20 tahun atau>35 tahun dapat membahayaka ibu saat kehamilan dan persalinan serta meningkatkan resik

terhadap janinya (

 Pada umur <20 tahun atau>35 tahun dapat membahayaka ibu saat kehamilan dan persalinan serta meningkatkanarchive.com./balita_anda@global.12/09.html )  Graviditas I dan graviditas IV mempunyai angka kematian maternal yang lebih tinggi. Ibu yang baru pertama kali ham merupakan sutu hal yang baru dalam hidupnya sehingga secara psikologis mentalnya belum siap, dan ini akan memperbesar terjadinya komplikasi.  Semakin tinggi paritas semakin tinggi resiko bagi ibu dan bayinya. Hal ini pada paritas tinggi atau ibu yang telah melahirkan >3 kali fungsi alat- alat vitalnya dalam organ reproduksi telah mengalami kemunduran yang diakibatkan semakin rendahnya fungsi hormon yang ada dalam tubuh (Wiknjosastro, 2006) " id="pdf-obj-10-9" src="pdf-obj-10-9.jpg">

Graviditas I dan graviditas IV mempunyai angka kematian maternal yang lebih tinggi. Ibu yang baru pertama kali ham merupakan sutu hal yang baru dalam hidupnya sehingga secara psikologis mentalnya belum siap, dan ini akan memperbesar terjadinya komplikasi.

Semakin tinggi paritas semakin tinggi resiko bagi ibu dan bayinya. Hal ini pada paritas tinggi atau ibu yang telah melahirkan >3 kali fungsi alat- alat vitalnya dalam organ reproduksi telah mengalami kemunduran yang diakibatkan semakin rendahnya fungsi hormon yang ada dalam tubuh (Wiknjosastro, 2006)

C. Kerangka konsep penelitian Umur ibu Graviditas perdarahan post partum Paritas Keterangan; : Variabel yang diteliti
C. Kerangka konsep penelitian Umur ibu Graviditas perdarahan post partum Paritas Keterangan; : Variabel yang diteliti

C. Kerangka konsep penelitian

Umur ibu
Umur ibu
C. Kerangka konsep penelitian Umur ibu Graviditas perdarahan post partum Paritas Keterangan; : Variabel yang diteliti
Graviditas
Graviditas

perdarahan post

partum

C. Kerangka konsep penelitian Umur ibu Graviditas perdarahan post partum Paritas Keterangan; : Variabel yang diteliti
Paritas
Paritas

Keterangan;

  • : Variabel yang diteliti ( independent)

  • : variabel terikat ( dependent)

A.
A.
A. BAB III BAB III METODE METODE PENELITIAN PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian

BAB III

BAB

III

METODE

METODE PENELITIAN

PENELITIAN

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk mendeskriptifkan fakta mengenai suatu keadaan secara objektif

  • B. Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi Penelitian di Rumah Sakit Umum Propinsi Sulawesi Tenggara dan waktu penelitian adalah 4 april – 9 april 2011.

C. C. Populasi Populasi dan dan sampel sampel 1. populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua
C. C. Populasi Populasi dan dan sampel sampel 1. populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua
  • C. C. Populasi

Populasi dan

dan sampel

sampel

1. populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin dengan perdarahan post partum di Rumah Sakit Umum Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010 sebanyak 71 orang dari 954 ibu bersalin.

2. sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu

bersalin

dengan perdarahan post partum yang di

rumah sakit Umum Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010 sebanyak 71 orang dari 954 ibu bersalin.Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling ( teknik penarikan sampel secara keseluruhan )

E. Pengolahan Data dan penyajian data 1. Pengolahan Data Pengolahan data yang mengalami perdarahan perdarahan post
E. Pengolahan Data dan penyajian data 1. Pengolahan Data Pengolahan data yang mengalami perdarahan perdarahan post

E. Pengolahan Data dan penyajian data

1. Pengolahan Data

Pengolahan data yang mengalami perdarahan perdarahan post partum berdasarkan umur, graviditas dan paritas. Data diolah secara manual dengan menggunakan kalkulator. Rumus yang digunakan dalam menganalisis setiap variabel yang diteliti adalah sebagai berikut :

x = f x k n Keterangan :
x =
f
x k
n
Keterangan :

X : presentase hasil yang diketahui f : frekuensi kategori variabel yang diteliti n : jumlah sampel penelitian k : kontanta (100%) ( Notoatmodjo,2005).

2. Penyajian Data

Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan diuraikan dalam bentuk narasi

D.
D.
b.
b.

a.Beresiko

Definisi Operasional dan kriteria objekti

1. Umur Umur adalah lamanya seorang hidup yang dihitung berdasarkan ulang tahun terakhirnya. Kriteria objektif

: umur < 20 tahun

: umur antara 20-35 tahun

Tidak beresiko

( Manuaba, 1998).

2. Graviditas

Graviditas adalah jumlah kehamilan seluruhnya yang telah dialami oleh ibu

memandang hasil akhir kehamilan. Kriteria objektif

a.Beresiko

:

lebih dari 3

b.

Tidak beresiko

3. Paritas

: 1- 3 (winkjosastro,2002)

tanpa

Paritas adalah jumlah persalinan yang telah dialami oleh ibu, baik yang terakhir dengan kelahiran hidup , lahir mati maupun abortus. Kriteria objektif

a. Beresiko

: lebih dari 3

b.

Tidak beresiko

: bila 2- 3 (winkjosastro,2002)

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH