Anda di halaman 1dari 53

LAPORAN KASUS

DEMENSIA
ALZHEIMER
Oleh:
dr. Ottiara Febriannisa Akbariah
Identitas Pasien
Nama : Ny. E
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Pamulihan, Sumedang
Tanggal lahir : 24 Juni 1926
Pekerjaan : IRT
Masuk RS : 16 Februari 2017
No RM : 035214
Keluhan Utama
Pasien sering lupa, memberat sejak 3 bulan SMRS
Anamnesis (alloanamnesis)
Hal ini dinyatakan sudah berlangsung 3 bulan. Menurut keterangan
anaknya, pasien lupa terhadap kegiatan sehari-harinya. Pasien juga
mengalami lupa tentang benda yang pasien simpan dan sering tidak
ingat tentang waktu dan tempat. Pernah sesekali pasien lupa tentang
jumlah anaknya dan nama anaknya. Pasien juga mengalami kesulitan
untuk memulai tidur dan sering terbangun pada malam hari. Keluhan
diperberat dengan pasien sering melamun dan berdiam diri. 1,5
bulan ini pasien sudah kesulitan berjalan sehingga pasien melakukan
aktivitasnya dibantu dengan kursi roda, namun pasien sering tidak
mau mengerjakan pekerjaan rumah dan hanya duduk saja. 2 hari
ini pasien tidak mau makan dan minum. Pasien terlihat hanya tidur
saja. Keluhan lainnya dari pasien adalah di bagian punggung pasien
terdapat luka yang bernanah dan berbau.
Riwayat Penyakit Pasien
RPD RPK
Riwayat gangguan Tidak ada anggota keluarga
psikiatri : disangkal pasien yang mengalami
keluhan yang sama.
Riwayat Hipertensi :
disangkal
Riwayat Diabetes Melitus:
disangkal
Riwayat penggunaan zat
psikoaktif : disangkal
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Somnolen (E2M5V3),
Tampak Sakit Sedang,
Tanda Vital
Tensi : 130/80 mmHg
Nadi : 89x/ menit, irama reguler, isi dan
tegangan cukup
Frekuensi nafas : 25x/menit, thorakoabdominal
Suhu : 37,00C
KEPALA: MATA:
normocephal Konjunctiva pucat (-/-), sklera ikterik
(-/-), pupil isokor dengan diameter
(3mm/3mm), reflek cahaya (+/+)
TELINGA:
Sekret (-), darah (-/-), nyeri tekan (-)
HIDUNG:
septum deviasi (-), sekret (-), fungsi
penghidu normal

MULUT:
LEHER: tidak ada kelainan
JVP tidak meningkat, pembesaran kelenjar
tiroid (-), pembesaran KGB (-)
THORAKS:
Bentuk normochest, simetris,
Terdapat luka (+) pus (+) di posterior

PULMO ANTERIOR-POSTERIOR:
I: Normochest, simetris, PD ka=ki,
retraksi intercostal (-).
P: simestris, PD ka=ki,
P: sonor/sonor
JANTUNG: A: SDV (+/+), Ronki (-/-), Wheeze (-/-)
I: IC tak tampak
P: IC tak kuat angkat
P: batas jantung kesan tidak melebar
A: BJ I-II murni, intensitas normal,
reguler, gallop (-), bising (-).
ABDOMEN:
I: datar, distended (-)
A: Bising usus (+) normal
P: Timpani, pekak alih (-), pekak sisi (-).
P: Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien :
teraba tidak teraba

EKSTREMITAS:
Oedem (-/-/-/-)
Pucat (-/-/-/-)
Akral Hangat (+/+/+/+)
Motorik (5/5/5/5)
CRT < 2
Pemeriksaan Neurologi
Nervus Cranialis
Rangsang Meningen
N I : normosmia
Kaku Kuduk (-)
N II : baik
Brudzinsky I dan II (-) N III, IV, VI : RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm, tidak ada
kelainan
Laseque (-)
N V : motorik baik, sensorik baik
Kernig (-) N VII : simetris, fungsi pengecapan tidak dilakukan

N VIII : tidak dilakukan

N IX, X : tidak dilakukan

N XI : baik

N XII : lidah tidak deviasi, kekuatan otot lidah


tidak dilakukan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
(Laboraorium 16/02/2017)
Hematologi Rutin
Karbohidrat
Hemoglobin : 9,8 gr/dL

Hematokrit : 31,6 %
GDS : 106 mg/dL
Leukosit : 15.000 /l Elektrolit
Trombosit : 418.000 ribu/mm
Natrium (Na) : 148
Fungsi Ginjal

mmol/L
Ureum : 77,2 mg/dL

Kreatinin : 1,11 mg/dL Kalium (K) : 3,41


mmol/L
Resume
Ny. E, usia 90 tahun, datang dengan keluhan sering lupa. Hal ini
dinyatakan sudah berlangsung 3 bulan. Menurut keterangan anaknya,
pasien lupa terhadap kegiatan sehari-harinya seperti makan, mandi, dan
cara sholat. Pasien juga mengalami lupa tentang benda yang pasien
simpan dan sering tidak ingat tentang waktu dan tempat. Pernah sesekali
pasien lupa tentang jumlah anaknya dan nama anaknya. Pasien juga
mengalami kesulitan untuk memulai tidur dan sering terbangun pada
malam hari. Keluhan diperberat dengan pasien sering melamun dan
berdiam diri. 1,5 bulan ini pasien sudah kesulitan berjalan sehingga
pasien melakukan aktivitasnya dibantu dengan kursi roda, namun pasien
sering tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah dan hanya duduk saja.
2 hari ini pasien tidak mau makan dan minum. Pasien terlihat hanya
tidur saja. Keluhan lainnya dari pasien adalah di bagian punggung
pasien terdapat luka yang bernanah dan berbau.
Diagnosis
Demensia Alzheimer dengan Dekubitus

Diagnosis Banding
Demensia Vaskular
Delirium
Depresi
Amnesia
Retardasi mental
Skizofrenia
Penatalaksanaan
RL + Resfar 1 vial 20 tpm
Pasang NGT dan Kateter
Farlev 1 x 750 mg (IV)
Paracetamol Fls 2 x 1 g (IV)
Prednicort 3 x 125 mg (IV)
Pumpicel 1 x 40 mg
Alprazolam 0-0-0,5 mg
GV 2x/ hari dengan Sufratul
Oral Hygiene perhari
17 Februari 17 18 Februari 17 19 Februari 17
Keluhan : lemas (+) kontak (-) E2M5V3 Keluhan : lemas (+) kontak (+) E4M6V3 Keluhan : kontak (+) E4M6V3 luka
luka dipunggung (+) luka dipunggung (+)demam (+) dipunggung (+)

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Fisik


KU : TD: 130/80 HR: 84x KU : TD: 140/80 HR: 94x KU : TD: 130/80 HR: 90x
RR: 24x T: 36oC RR: 26x T: 38oC RR: 25x T: 37oC
Kepala : CA (-/-), SI (-/-) Kepala : CA (-/-), SI (-/-) Kepala : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax : SDV (+/+), ronki (-/-) wheezing Thorax :SDV (+/+), Ronki (-/-), wheezing Thorax :SDV (+/+), Ronki(-/-), wheezing
(-/-) BJ 1-2 reg normal, murmur (-/-) BJ 1-2 reg normal, murmur (-/-) BJ 1-2 reg normal, murmur
(-), luka tertutup verban (+) (-), luka tertutup verban (+) (-), luka tertutup verban (+)
Abd : Tampak datar, BU (+), timpani, Abd : Tampak datar, BU (+), timpani, Abd : Tampak datar, BU (+), timpani,
supel, NT (-) supel, NT (-) supel, NT (-)
Ext : Oedem (-/-/-/-), akral hangat (+) Ext : Oedem (-/-/-/-), akral hangat (+) Ext : Oedem (-/-/-/-), akral hangat (+)

Diagnosis : Diagnosis : Diagnosis :


Demensia Alzheimer dengan Dekubitus Demensia Alzheimer dengan Dekubitus Demensia Alzheimer dengan Dekubitus

Terapi : Terapi : Terapi :


lanjut Lanjut Lanjut
Paracetamol flass extra 1 x Paracetamol Fls 3 x 1 g (IV)
20 Februari 17 21 Februari 17 22 Februari 17
Keluhan : kontak (+) E4M6V3 Keluhan : kontak (+) E4M6V3 luka Keluhan : kontak (+) E4M6V3
luka dipunggung (+) membaik dipunggung (+) membaik luka dipunggung (+)
membaik
Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Fisik
KU : TD: 130/80 HR: KU : TD: 120/60 HR: Pemeriksaan Fisik
84x 100x KU : TD: 130/80 HR:
RR: 24x T: 36oC RR: 24x T: 36oC 110x
Kepala : CA (-/-), SI (-/-) Kepala : CA (-/-), SI (-/-) RR: 24x T: 37oC
Thorax : SDV (+/+), ronki (-/-) Thorax :SDV (+/+), Ronki (-/-), Kepala : CA (-/-), SI (-/-)
wheezing (-/-) BJ 1-2 reg wheezing (-/-) BJ 1-2 reg Thorax :SDV (+/+), Ronki(-/-),
normal, murmur (-), luka normal, murmur (-), luka wheezing (-/-) BJ 1-2 reg
tertutup verban (+) tertutup verban (+) normal, murmur (-), luka
Abd : Tampak datar, BU (+), Abd : Tampak datar, BU (+), tertutup verban (+)
timpani, supel, NT (-) timpani, supel, NT (-) Abd : Tampak datar, BU (+),
Ext : Oedem (-/-/-/-), akral Ext : Oedem (-/-/-/-), akral timpani, supel, NT (-)
hangat (+) hangat (+) Ext : Oedem (-/-/-/-), akral
hangat (+)
Diagnosis : Diagnosis :
Demensia Alzheimer dengan Demensia Alzheimer dengan Diagnosis :
Dekubitus Dekubitus Demensia Alzheimer dengan
Dekubitus
Terapi : Terapi :
lanjut Lanjut Terapi :
Pasien Boleh Pulang
PROGNOSIS
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad fungsionam : dubia
Quo ad sanationam : dubia
Pengertian
sindrom penurunan fungsi intelektual dibanding
sebelumnya yang cukup berat sehingga mengganggu
aktivitas sosial dan profesional yang tercermin dalam
aktivitas hidup keseharian, biasanya ditemukan juga
perubahan perilaku dan tidak disebabkan oleh delirium
maupun gangguan psikiatri mayor
Keluhan kognisi gangguan memori terutama
kemampuan belajar materi baru dengan gejala mengalami
disorientasi
Keluhan non-kognisi keluhan neuropsikiatri
Ciri Demensia Kortikal Demensia Subkortikal
Penampilan Siaga, sehat Abnormal, lemah
Aktivitas Normal Lamban
Sikap Lurus, tegak Bongkok, distonik
Cara berjalan Normal Ataksia, festinasi, seolah berdansa

Gerakan Normal Tremor, khorea, diskinesia

Output verbal Normal Disatria, hipofonik, volum suara


lemah
Berbahasa Abnormal, parafasia, anomia Normal

Kognisi Abnormal (tidak mampu Tak terpelihara (dilapidated)


memanipulasi pengetahuan)
Memori Abnormal (gangguan belajar) Pelupa (gangguan retrieval)

Kemampuan visuo-spasial Abnormal (gangguan konstruksi) Tidak cekatan (gangguan gerakan)

Keadaan emosi Abnormal (tak memperdulikan, tak Abnormal (kurang dorongan drive)
menyadari)

Contoh Penyakit Alzheimer, Pick Progressive Supranuclear Palsy,


Parkinson, Penyakit Wilson,
Huntington.
tidak dapat diobati/ irreversibel
Primer degenerative
- Penyakit Alzheimer
- Penyakit Pick
- Penyakit Huntington
- Penyakit Parkinson
- Degenerasi olivopontocerebellar
- Progressive Supranuclear Palsy
- Degenerasi cortical-basal ganglionic

Infeksi
- Penyakit Creutzfeldt-Jakob
- Sub-acute sclerosing panencephalitis
- Progressive multifocal leukoencephalopathy
Metabolik
- Metachromatic leukodyntrophy
- Penyakit Kuf
- Gangliosidoses
diobati/ reversibel
Obat-obatan anti-kolinergik (mis. Atropin dan sejenisnya); anti-konvulsan (mis. Phenytoin,
Barbiturat); anti-hipertensi (Clonidine, Methyldopa, Propanolol); psikotropik
(Haloperidol, Phenothiazine); dll (mis. Quinidine, Bromide, Disulfiram).

Metabolik-gangguan sistemik gangguan elektrolit atau asam-basa; hipo-hiperglikemia; anemia berat; polisitemia vera;
hiperlipidemia; gagal hepar; uremia; insufisiensi pulmonal; hypopituitarism; disfungsi
tiroid, adrenal, atau paratiroid; disfungsi kardiak; degenerasi hepatolenticular.

Gangguan intrakranial insufisiensi cerebrovascular; meningitis atau encephalitis chronic, neurosyphilis,


epilepsy, tumor, abscess, hematoma subdural, multiple sclerosis, normal pressure
hydrocephalus.
Keadaan defisiensi vitamin B12, defisiensi folat, pellagra (niacin).
Gangguan collagen-vascular systemic lupus erythematosus, temporal arteritis, sarcoidosis, syndrome Behcet.

Intoksikasi eksogen alcohol, carbon monoxide, organophosphates, toluene, trichloroethylene, carbon


disulfide, timbal, mercury, arsenic, thallium, manganese, nitrobenzene, anilines,
bromide, hydrocarbons.
FAKTOR RESIKO

Tidak dapat Dapat dimodifikasi


dimodifikasi
Resiko kardiovaskular :
Usia : > 65 tahun
hipertensi usia
Jenis Kelamin : Wanita > pertengahan,
Pria hiperkolesterolemia usia
pertengahan, diabetes
Genetik : keturunan garis melitus dan stroke
pertama resiko 6x Gaya Hidup
Diagnosis Demensia
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis : tidak ditemukan
Pemeriksaan kognisi sederhana
MMSE
CLOCK DRAWING TEST
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Lainnya
Neuropatologi
Beberapa penelitian mengungkapkan atropi lebih menonjol pada
lobus temporoparietal, anterior frontal
Secara umum didapatkan atropi yang bilateral, simetris,
sering kali berat otaknya berkisar 1000 gr (850-1250gr).

a. Neurofibrillary tangles (NFT)


b. Senile plaque (SP)
c. Degenerasi neuron
d. Perubahan vakuoler
e. Lewy body
Neuroimaging
EEG
Pengobatan
DIAGNOSIS BANDING
Demensia Vaskular
Delirium
Depresi
Amnesia
Retardasi mental
Skizofrenia
Modified Ischemic Score (MIS)
of Loeb and Gandolfo
Medadak 2
Riwayat Stroke 1
Gangguan Neurologi Fokal 2
Defisit Neurologi Fokal 2
CT Scan :
Hipoden (1)
Hipoden (>2)
Tabel: Skor iskemik Hachinski
Riwayat dan Gejala Skor
Awitan mendadak 2
Deteriorasi bertahap 1
Perjalanan klinis flutuatif 2
Kebingungan malam hari 1
Kepribadian relatif tidak terganggu 1
Depresi 1
Keluhan somatik 1
Emosi labil 1
Riwayat hipertensi 1
Riwayat penyakit serebrovaskuler 2
Arteriosklerosis penyerta 1
Keluhan neurologi fokal 2
Gejala neurologi fokal 2

demensia vaskular mempunyai skor lebih dari 7,sedang yg


Amnesia dicirikan oleh gangguan memori yang berat tanpa
gangguan fungsi kognitif lainnya (afasia, apraksia, agnosia, dan
gangguan eksekutif/daya abstraksi).
Retardasi mental dicirikan oleh fungsi intelektual di bawah rata-
rata, yang diiringi oleh gangguan dalam penyesuaian diri, yang
awitannya di bawah 18 tahun.
Pada skizofrenia mungkin terjadi gangguan kognitif multipleks,
tetapi skizofrenia muncul pada usia lebih muda; disamping itu
dicirikan oleh pola gejala yang khas tanpa disertai etiologi yang
spesifik. Yang khas, gangguan kognitif pada skizofrenia jauh
lebih berat daripada gangguan kognitif pada demensia.
PROGNOSA
Nilai prognostik tergantung pada 3 faktor yaitu:
1. Derajat beratnya penyakit
2. Variabilitas gambaran klinis
3. Perbedaan individual
Pasien dengan penyakit alzheimer mempunyai angka
harapan hidup rata-rata 4-10 tahun sesudah diagnosis
dan biasanya meninggal dunia akibat infeksi sekunder.