Anda di halaman 1dari 17

Penentuan Harga Transfer

Intan Raudya Ramadhani


0227 14 11 013
VIII-AP
Pengertian
Istilah harga transfer berkaitan erat dengan harga transaksi barang, jasa atau harta tak
berwujud antarperusahaan dalam suatu perusahaan multinasional.
Harga transfer secara peyoratif diartikan sebagai harga yang ditetapkan oleh perusahaan
multinasional dengan maksud untuk mengalokasikan penghasilan dari suatu perusahaan ke
perusahaan lainnya pada negara yang berbeda dalam perusahaan multinasional tersebut
dengan tujuan menurunkan laba kena pajak dinegara yang mempunyai tarif pajak tinggi
dan mengalihkan labanya dinegara lain yang tarif pajaknya rendah atau bahkan nol.
Lanjutan
Menurut Dr. Gunadi, M.Sc.,Ak., Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang
beroperasi diberbagai negara dengan membuka cabang, mengorganisasikan anak
perusahaan atau melakukan kontrak keagenan dan sebagainnya.
Hubungan istimewa terjadi antara induk perusahaan dengan anak perusahaannya atau
dengan cabang-cabangnya atau perwakilannya yang berada didalam negeri maupun yang
berada diluar negeri.
Advanced Pricing Agreement (APA) adalah persetujuan diantara internal revenue service
(IRS) dan perusahaan dengan menggunakan harga transfer, untuk menetapkan harga
transfer yang disepakati.
Hubungan Istimewa
Diindonesia, Hubungan istimewa diatur dalam pasal 18 ayat 3, 3a, dan 4 Undang-undang
Pajak Penghasilan, yang menyatakan:
1. Dirjen pajak berwenang menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan
serta menentukan utang sebagai modal untuk menghitung besarnya pengkasilan kena
pajak bagi wajib pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan wajib pajak lainnya
sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan
istimewa.
2. Dirjen pajak berwenang melakukan perjanjian dengan wajib pajak dan bekerja sama
dengan otorisasi pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antarpihak yang
mempunyai hubungan istimewa.
Lanjutan

3. Hubungan istimewa sebagaimana dianggap ada, apabila:


- Wajib pajak mempunyai penyertaan modal langsung dan tidak langsung paling rendah
25% pada wajib pajak lain, atau hubungan antara wajib pajak dengan penyertaan paling
rendah 25% pada 2 wajib pajak atau lebih.
- Wajib pajak menguasai wajib pajak lainnya, dua atau lebih wajib pajak berada dibawah
penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung,.
- Terdapat hubungan sedarah maupun semendahdalam garis keturunan lurus dan/atau
kesamping satu derajat.
Harga Transfer

Pengertian Netral
Menurut Dr. Gunadi, M.Sc.,Ak., Harga transfer adalah penentuan harga atau imbalan
sehubungan dengan penyerahan barang, jasa atau penghasilan teknologi antarperusahaan
yang mempunyai hubungan istimewa.
Pengertian Peyoratif
Menurut Dr. Gunadi, M.Sc.,Ak., Harga transfer adalah suatu rekayasa manipulasi harga
secara sistematis dengan maksud mengurangi laba artifisial, membuat seolah-olah
perusahaan rugi, menghindari pajak atau bea disuatu negara.
Tujuan Harga Transfer
1. Memaksimalkan penghasilan global
2. Mengamankan posisi kompetitif anak/cabang perusahaan dan penetrasi pasar.
3. Mengevaluasi kinerja anak/cabang perusahaan mancanegara
4. Menghindarkan pengendalian devisa.
5. Mengatrol kredibilitas asosias.
6. Mengurangi resiko moneter.
7. Mengatur arus kas anak/cabang perusahaan yang memadai.
8. Membina hubungan baik dengan administrasi setempat.
9. Mengurangi beban pengenaan pajak dan bea masuk.
10. Mengurangi resiko pengambilalihan oleh pemerintah.
Penentuan Harga Transfer

1. Penentuan harga transfer berdasarkan biaya


2. Penentuan harga transfer berdasarkan harga pasar
3. Penentuan harga transfer berdasarkan negosiasi
4. Penentuan harga transfer berdasarkan arbitrase
Arms-length Standard
Metode yang paling banyak digunakan:
1. Comparable Uncontrolled Pricing Method
2. Resale Pricing Method
3. Cost Plus Pricing Method
4. Other Method
Selain itu, ada metode lainnya yang digunakan:
1. Global Method
2. Safe Havens
Penangkal Harga Transfer

1. Menyingkap praktik bisnis antarperusahaan secara lengkap sehingga dapat dievaluasi


keinginan harga transfer.
2. Harmonisasi pemanjakan internasional untuk meniadakan disparitas beban pajak.
3. Kerja sama internasional
4. Advanced Pricing Agreement (APA)
Manfaat APA

1. Memberikan kepastian kepada wajib pajak atas semua perhitungan mengenai harga
transaksi dengan menggunkan metode disetujui.
2. Memberikan kepastian terhadap kegiatan wajib pajak termasuk kepastian mengenai
kewajiban pajak yang berkaitan dengan harga transfer.
3. Mengurangi biaya dan waktu pada saat diaudit, karena selama periode APA berlaku
harga transaksi yang telah disepakati oleh wajib pajak dan otoritas pajak
4. Dapat mencegah praktik harga transfer yang tidak benar dan semata-mata hanya untuk
menghindari pajak.
Masalah Dalam Penyelenggraan APA

1. Pengorbanan waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan APA.


2. Wajib pajak harus mengungkapkan informasi yang mungkin merupakan rahasia
perusahaan kepada otoritas pajak.
LAPORAN KEUANGAN
FISKAL
Pengertian
Laporan keuangan fiskal adalah laporan keuangan yang disusun sesuai peraturan
perpajakan dan digunakan untuk keperluan penghitungan pajak.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan:
- Penghasilan adalah penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan
kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.
- Biaya adalah semua pengurang terhadap penghasilan. Beban adalah penurunan manfaat
ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya
aset atau terjadinya kewajiban yang menyebabkan penurunan ekuitas yang tidak
menyangkut pembagian kepada penanam modal.
Lanjutan

Menurut Peraturan Perpajakan Indonesia, Pasal 4 Ayat 1 UU Pajak Penghasilan:


Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau yang
diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar indonesia, yang
dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang
bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun.
Standar Akuntansi Keuangan

Dalam kerangka dasar standar Akutansi Keuangan (SAK) disebutkan bahwa tujuan laporan
keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi,kinerja,serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahan yang bersifat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Pendapatan timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi, yaitu : Pendapatan baran,
Penjualan jasa, Penggunaan aset perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan
bunga, royaliti, dan dividen.
Biaya timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi, yaitu : kerugian yang tombul dari
pengaruh selisih kurs mata uang asing, Pengakuan beban yang berkaitan dengan
penggunaan aset tetap, goodwill, paten dan merek dagang,
Peraturan Perpajakan Indonesia
Penghasilan
Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh,
hadiah dari undian, laba usaha, keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta,
penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya, bunga, dividen, royalti,
sewa dan penghasilan lain sehubung dengan penggunaan harta, penerimaan atau perolehan
pembayaran berkala, dan sebagainnya.
Biaya
Biaya langsung dan tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, penyusutan atas pengeluaran
untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi, iuran dana pensiun, kerugian karena penjualan,
kerugian dari selisih kurs mata uang asing, biaya penelitian dan pengembangan perusahaan, dan
sebagainnya.