Anda di halaman 1dari 14

Oleh :

1. Mei hari Pratiwi


2. Tika Setyowati
3. Endah Wahyu F
4. Ariesti Lupita Sari
5. Anita Cohyrina
6. Wika Iswandari
7. Masita
8. Evy Kristin F
9. Fera Sulistiana
10. Kuni Afriyana
11. Ning Tyas Dwi S
Salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat
dalam psikologi.

Teori Erikson banyak digunakan untuk


menjelaskan kasus atau hasil penelitian
yang terkait dengan tahap perkembangan,
baik anak, dewasa, maupun lansia.
Lingkungan
Tahap Krisis Modalities Virtue Maladaption &
Sosial
(usia ) Psikososial Psikososial Psikososial Malignancies
Utama
Sensory
I ( 0-1) Trust vs Mengambil dan Harapan ,
Ibu distortion-
bayi mistrust mengembalikan kepercayaan
Withdrawal
II ( 2-3) Autonomy vs Mempertahank Keinginan, Impulsivity,
Orangtua
awal anak shame, adoubt an, merelakan penentuan compulsion
III (3-6)
Initiative vs Kegunaan, Ruthlessness,
prasekola Keluarga Bermain
Guilt Keberanian Inhibition
h
Melengkapi,
IV ( 7-12)
Industry vs Tetangga membuat Narrow
anak usia Kompetensi
isolation dan sekolah sesuatu Virtuosity-Inertia
sekolah
bersama
Ego-identity Teman
V ( 12-18) Menjadi diri Ketaatan. Fanaticism,
vs role sebaya, role
remaja sendiri Kesetiaan Repudiation
confusion models
Kehilangan dan
VI ( 20 )
Intimacy vs Partner, menemukan Promiseuity-
dewasa Cinta
Isolation teman diri dalam Exclusivity
awal
orang lain
VII ( 20-
Generativity Rumah
50) Overextension,
vs self tangga, Menjaga Kepedulian
dewasa penolakan
absorption teman kerja
madya
To be, throught
VIII( 50) Intergrity vs Kehidupan Kebijaksanaa Kesombongan,
having been, to
usia tua despair manusia n putus asah
face not being
Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)
masa oral,umur 0-1 atau 1 tahun : menumbuhkan dan mengembangkan
kepercayaan

Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu


tahap anus-otot (anal-mascular stages),usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun:
kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu.

Inisiatif vs Kesalahan
tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage),usia 3 sampai 5 atau 6 tahun (pra
sekolah) : belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan.
Kerajinan vs Inferioritas
tahap laten,umur 6 sampai 12 tahun : mengembangkan kemampuan bekerja
keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri

Identitas vs Kekacauan Identitas

tahap adolesen (remaja),usia 18 atau 20 tahun :mencapai tingkat identitas ego

Keintiman vs Isolasi
masa dewasa awal,berusia sekitar 20-30 tahun : mencapai kedekatan dengan
orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri.
Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa madya ,berusia sekitar 30 sampai 60 tahun
:mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan
sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi)

Integritas vs Keputusasaan

tahap usia senja ,berusia sekitar 60 atau 65 ke atas :integritas dan berupaya
menghilangkan putus asa dan kekecewaan.
Ego Kreatif

Ego Otonomi Fungsional

Pengaruh Masyarakat
Erikson berpendapat bahwa
sebagian ego yang ada pada
individu bersifat tak sadar,
Ego
mengorganisir pengalaman yang
Kreatif
terjadi pada masa lalu dan
pengalaman yang akan terjadi
pada masa mendatang

3 aspek yang saling berhubungan terjadi pada


setiap fase kehidupan
Body Ego

Ego Ideal

Ego Identity
Ego
ego yang berfokus pada
Otonomi
penyesuaian ego terhadap realita
Fungsional
pembentuk bagian tersebesar ego,
mesikipun kapasitas yang dibawa
Pengaruh
sejak lahir oleh individu juga
Masyarakat
penting dalam perkembangan
kepribadian
Id

komponen kepribadian yang bersifat primitif, instinktif (yang berusaha untuk


memenuhi kepuasan instink) dan rahim tempat ego dan super ego berkembang.

Ego
eksekutif atau manajer dari kepribadian yang membuat keputusan (decision
maker) tentang insting-insting mana yang akan dipuaskan dan bagaimana caranya;
atau sebagai sistem kepribadian yang terorganisasi, rasional, dan berorientasi
kepada prinsip realitas (reality principle)

Super Ego
komponen moral kepribadian yang terkait dengan standar atau norma masyarakat
mengenai baik dan buruk, benar dan salah. Super ego berkembang pada usia
sekitar 3 atau 5 tahun
Menurut Freist & Gregory (2010), perkembangan
kepribadian dibedakan menjadi beberapa tahap antara
lain :
masih menetek yang seluruh hidupnya masih bergantung kepada
Tahap Oral orang lain
(Oris =
Mulut)

pada usia 2 sampai 3 tahun


Anak akan mengalami ketegangan, ketika duburnya penuh dengan
Tahap Anal ampas makanan dan peristiwa buang air besar yang dialami oleh anak
(Anus = merupakan proses pelepasan ketegangan dan pencapaian kepuasan
Dubur)

usia 4 sampai 5 tahun


Tahap mulai memperhatikan atau senang memainkan alat kelaminnya
Phallik sendiri
(Phallus =
Dzakar)
usia 6 sampai 12 tahun
Periode tertahannya dorongan-dorongan seks dan
Tahap agresif
Latensi

usia 12 atau 13 tahun


matangnya organ reproduksi anak
proses pengalihan perhatian, dari mencari
Tahap kepuasan/kenikmatan sendiri kepada kehidupan sosial
Genital orang dewasa dan berorientasi kepada kenyataan
(prinsip realitas).
Terima kasih