Anda di halaman 1dari 41

Kekurangan Energi Protein

Definisi
Keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya

konsumsi zat energi dan zat protein dalam makanan sehari-

hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG)1

Berdasarkan lama dan beratnya kekurangan protein dan


energi2 :
KEP derajat ringan-sedang (gizi kurang)
KEP derajat berat (gizi buruk) kwashiorkor, marasmus,
kwashiorkor-marasmus
1. Supraiasa IDN, Bachyar B, Ibnu F. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC;
2012
2. PPM IDAI 2009
Penyebab
Multifaktorial
Faktor penyebab langsung (asupan makanan tidak
seimbang, infeksi)
Faktor penyebab tidak langsung (persediaan
pangan, pola asuh, sanitasi, yankes, pendidikan
orang tua)
Pokok masalah (kurang pemberdayaan wanita,
pemanfaatan SDM, pengangguran, inflasi,
kemiskinan)
Akar masalah (krisis ekonomi, politik, sosial)
Patogenesis 3

3. Sujana IW. Kekurangan


Energi Protein (KEP).
http://www.idijembrana.or.i
d/index.php?
module=artikel&kode=10
Status Gizi4

4. Kemenkes RI. Standar Antropometri Status Gizi Anak


Underweight(gizi kurang): BB/U < 80% yang
diharapkan
Marasmus: BB/U< 60% yang diharapkan
Kwashiorkor: BB/U< 80% + edema
Kwashiorkor-marasmus: BB/U <60% + edema

Wasting (Kurus): BB/TB


Stunting (Pendek): TB/U

SAM: severe acute malnutrition


Diagnosis
Anamnesis
Pertumbuhan kurang
Anak kurus
Berat badan kurang
Kurang/tidak mau makan
Sakit berulang
Bengkak di kedua kaki kadang sampai seluruh
tubuh
Pemeriksaan Fisik
KEP ringan
- anak tampak kurus
- pertumbuhan linier berkurang atau berhenti
- BB tidak bertambah, kadang turun
- ukuran LiLA < normal
- maturasi tulang terhambat
- rasio BB/TB normal/menurn
- tebal lipatan kulit normal atau berkurang
- anemia ringan
-aktivitas dan perhatian berkurang
KEP berat
Gizi Buruk (-) komplikasi
- BB/TB <-3SD dan atau
- Terlihat sangat kurus
dan atau
- Ada edema dan atau
- LiLA <11,5cm untuk
anak 6-59 bln
Marasmus
- Penampilan seperti orang tua, terlihat
sangat kurus
- Perubahan mental, cengeng
- Kulit kering, dingin dan mengendor,
keriput
- Lemak subkutan menghilang hingga
turgor kulit menghilang
- Otor atrofi, kontur tulang terlihat jelas
- Kadang-kadang terdapat bradikardi
- TD lebih rendah dibanding anak sehat sebaya
Kwashiorkor
- Perubahan mental sampai apatis
- Anemia
- Perubahan warna dan tekstur rambut,
mudah dicabut/rontok
- Pembesaran hati
- Perubahan kulit (dermatosis)
- Atrofi otot
- Edema simetris pada kedua punggung kaki,
dapat seluruh tubuh
- Mortalitas lebih tinggi
Marasmus-Kwashiorkor
Gabungan tanda kwashiorkor dan marasmus
Gangguan pertumbuhan
Crazy pavement dermatosis
Muka seperti orangtua
Rambut tipis, pirang dan mudah dicabut
Edema hanya pada anggota gerak bawah
Pemeriksaan penunjang
Gula darah, DL, UL, FL, elektrolit serum,
protein serum (albumin, globulin) ferritin,
cholesterol
Mantoux test
Foto thorax (AP/lateral)
EKG
Komplikasi
1. Infeksi
2. Non-infeksi
perkembangan mental dan intelektual terhambat
gangguan jantung
hipoglikemia (54 mg/dl)
hipotermia (suhu aksila <35,5C)
gangguan elektrolit
Tata Laksana 5

3 fase (stabilisasi, transisi, rehabilitasi) dengan


10 langkah tindakan :
Perawatan awal (stabilisasi)identifikasi
masalah yang mengancam jiwa, koreksi
kekurangan spesifik, mulai pemberian makan
Fase transisi peralihan. Biasa terjadi kenaikan
berat badan
Fase rehabilitasi intesif makan untuk
pemulihan BB, emosional, stimulasi fisk dan
persiapan
5. Kemenkes pulang
RI. Pedoman pelayanan anak gizi buruk. Jakarta: Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak;2011
PPM IDAI 2009
Langkah 1 dan 2

1. Cegah/atasi HIPOGLIKEMIA
2. Cegah/atasi HIPOTERMIA

Kuncinya dengan pemberian makan berkala


tiap dua jam
Kontak kulit-ke-kulit dengan orangtua, lampu
penghangat, selimut hangat, hindari pajanan
Langkah
3 Atasi/cegah dehidrasi

1. Beri ReSoMal atau cairan oral yang sepadan


2. Jangan gunakan larutan garam rehidrasi oral
standar WHO karena mengandung terlalu
mabnyak natrium dan sedikit kalium untuk
anak malnutrisi
3. Jangan gunakan rute parenteral kecuali syok,
dan untuk menghindari overload cairan
4. Tetap beri makan walau diare, lanjutkan ASI
Langkah
4 Koreksi Keseimbangan Elektrolit

* Natrium yang berlebih


* Defisiensi Kalium
* Defisiensi Magnesium

Ingat : Koreksi min dalam 2 minggu


Makanan tanpa garam
Jangan gunakan diuretik untuk tangani
edema
Langkah
Atasi INFEKSI
5

Diberikan kepada semua anak gizi


buruk

broad-spectrum antibiotic
measles vaccine to all children
> 6 months.
Vitamin A
Mebendazole 100 mg BID x 3 days

Consider HIV and TB


Langkah Koreksi Defisiensi
6 Mikronutrien
Setiap anak gizi buruk memiliki defisiensi
vitamin dan mineral

Disarankan : Zinc dan multivitamin harian


Vitamin A dan asam folat

Jangan berikan zat besi sampai anak memilki


selera makan yang baik dan BB mulai
meningkat (biasanya saat minggu kedua
Langkah Pemberian Makanan Awal
7

Makanan jumlah sedikit namun sering,


rendah osmolaritas, rendah laktosa, peroral
atau melalui NGT, hindari jalur parenteral
Energi 100kkal/kgBB/hari
Protein 1-1,5 g/kgBB/hari
Cairan 130 ml/kgBB/hari (edema berat
100ml/kgBB/hari)
Lanjutkan ASI, pemberian F75
Langkah 8 Tumbuh Kejar

Minggu Kedua

Ganti F75 ke F100

Makan sering dengan


jumlah tidak terbatas
Energi 150-220
kkal/kgBB/hari
Protein 4-6g/kgBB/hari
Langkah Stimulasi Sensorik dan Emosional
9

Ungkapkan kasih sayang


Lingkungan yang ceria
Terapi bermain terstruktur 15-30
menit perhari
Aktivitas fisik segera setelah anak
cukup sehat
Keterlibatan ibu sesering mungkin
Langkah Pemulangan dan Tindak
10
Lanjut

kontrol oleh PKM


bulan I 1 x/minggu
bulan II 1x/2 mgg
sebulan sekali hingga
bulan ke6

imunisasi
pantau tumbang hingga
usia 5 tahun
Kriteria Sembuh
Bila BB/TB atau BB/PB >-2SD (setara dengan >80%) dan
tdak ada gejala klinis dan memenuhi kriteria pulang sbb :
a. Edema sudah berkurang atau hilang, anak sadar dan
aktif
b. BB/PB atau BB/PB >-3SD
c. Komplikasi telah teratasi
d. Ibu telah mendapat konseling gizi
e. Ada kenaikan BB sekitar 50g/kgBB/minggu selama 2
minggu berturut-turut
f. Selera makan telah baik, makanan dihabiskan
Penyebab langsung kematian :

1.Hipoglikemia
2.Hipotermia
3.Dehidrasi
4.Infeksi
5.Anemia berat
Status gizi menurut kriteria Waterlow

Status Gizi BB/TB % median


Obesitas > 120
Overweight > 110
Normal > 90
Gizi Kurang 70 90
Gizi Buruk < 70

Sjarif DR, Nasar SS, Devaera Y, Tanjung C. Asuhan Nutrisi Pediatrik


(Pediatric Nutrition Care). 2011
Klasifikasi KEP menurut Depkes RI 1999

Kategori Status BB/U (% baku WHO-NCHS, 1983)


Overweight Gizi lebih > 120 % median BB/U
Normal Gizi baik 80 120 % median BB/U
KEP I Gizi sedang 70 79,9 % median BB/U
KEP II Gizi kurang 60 69,9 % median BB/U
KEP III Gizi buruk < 60 % median BB/U

Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Pedoman Kekurangan


Energi Protein. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2000
KEBUTUHAN KALORI

Usia (tahun) RDA (kkal/kgBB)


0-1 100-120
1-3 100
4-6 90
7-9 80

10-12 Laki-laki : 60-70


Perempuan : 50-60

12-18 Laki-laki : 50-60


Perempuan : 40-50

Sjarif DR. Pediatric Nutritional Care.


Dalam: Nutrition Growth-Development. 2006.
Anak laki-laki U : 2th 7 bln
TB : 88,3 cm
Anak perempuan 3th 5 bulan,BB 21 kg

Gizi Lebih
Anak Perempuan, BB 13kg, TB 105cm

KURUS
Anak Perempuan
Umur 9 th
BB 20 kg, TB 127 cm

Cari BB ideal
Hitung status gizinya (BB/U)
Hitung status gizinya (BB/TB)
Kebutuhan Kalorinya !
BB aktual = 20 kg
BB ideal = 29 kg
Persentase = BB aktual/BB ideal
= 20/29
= 69% KEP I/KEP sedang (Depkes)
BB aktual = 20 kg
BB ideal = 25 kg
Persentase = BB aktual/BB ideal
= 20/25
= 80% Gizi Kurang
(Waterlow)
Kebutuhan kalori = BB ideal x RDA usia-tinggi
= 25 x 80 kkal
= 2000 kkal/hari