Anda di halaman 1dari 72

References

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam PAPDI


Harrisons Principles of Internal Medicine
Buku Ajar Ilmu Bedah FKUI, Ilmu Bedah De Jong

PPT
Harrisons Principles of Internal Medicine
Marieb Humans Anatomy & Physiology
Keith L. Moore Clinically Oriented Anatomy
Sekilas Materi PADI
Jurnal-jurnal
etc.
GI tract : sepanjang mulut hingga anus
Fungsi : asimilasi nutrien dan eliminasi zat sisa
Gejala yang sering dikeluhkan : nyeri perut,
heart burn, mual muntah, perubahan fungsi
defekasi, perdarahan saluran cerna, ikterik,
disfagia, anoreksia, penurunan BB, fatigue dan
gejala ekstraintestinal.
Gejala Umum
Nyeri somatik & visceral, referred pain
Nyeri perut Lokasi
Sensasi terbakar di substernal
Heartburn Esofagus (GERD), Jantung
Ggn GI, SSP, efek samping obat, toksin,
Mual & Muntah gangguan endokrin
Konstipasi
Perubahan Defekasi Diare
Atas : Hematemesis & Melena
Perdarahan Sal. Cerna
Bawah: Hematoschezia
Prehepatik, Intrahepatik/Parenkim,
Ikterik/Jaundice Posthepatik
Disfagia, odinofagi, anorexia, weight loss,
Lainnya fatigue, ascites
Regio dan Kuadran
Pembagian Dinding Abdomen
DISPEPSIA
Fungsional (non-
Organik
ulcer dyspepsia)
ulkus gaster epigastric pain syndrome
postprandial distress
ulkus duodenum syndrome
gastritis erosi
Kriteria ROME III
gastritis Nyeri epigastrium
Rasa terbakar di epigastrium
duodenitis Rasa penuh atau tidak nyaman setelah
makan
proses keganasan Rasa cepat kenyang
Kembung
(min selama 3 bulan dalam 6 bulan
terakhir)
Red Flag (Indikasi Endoskopi)
GERD (Gastro-esophageal Reflux Disease)
Refluks asam lambung karena LES yang tidak
dapat menutup dg adekuat
Gejala khas: heartburn, mulut terasa asam,
hipersalivasi
Dx: Klinis dan kuisioner GERD-Q
Terapi GERD :
Medikamentosa :PPI (1st line), antagonis reseptor H2
Modifikasi fx risiko : obesitas, pola makan, kopi,
jangan langsung tidur setelah makan
Komplikasi : esofagitis, striktur esofagus, Barrets
esophagus, karsinoma esofagus
ULKUS PEPTIKUM
Gejala : Nyeri ulu hati Px : Endoskopi, Urea Breath
berulang dipengaruhi Test
makanan, hematemesis Tx: PPI, Antagonis reseptor
melena, penurunan BB H-2
Etiologi : konsumsi NSAID
jangka panjang, infeksi
kronis H.pylori
Ulkus duodenum : nyeri
berkurang dengan makan
atau antasida, sering
terbangun di malam hari
Ulkus gaster : nyeri tidak
membaik dengan makanan
dan antasida
DIARE
Akut : <7 hari, melanjut (prolonged): 7-14
hari, persisten : >14 hari
Gejala Etiologi Terapi

Diare cair kekuningan Rotavirus Rehidrasi + zink

Diare lendir darah (disentri), kram Shigella (disentri Kotrimoksasol


perut, demam basiler)

Diare lendir darah + bau busuk Entamoeba histolytica Metronidazol


(disentri amoeba)
Diare berlemak mengkilap Giardia lamblia Metronidazol
(steatore)
Diare cucian beras Vibrio cholerae Doksisiklin

Diare terkait pemakaian antibiotik Clostridium difficile Metronidazole


kronik (kolitis pseudomembran)
diare (lanj)
Tatalaksana Diare :
Penilaian Awal
Rehidrasi
Koreksi imbalans
elektrolit
Obati etiologi

Defisit Cairan (cc) = SKOR/15 x BB (kg) x 100


DIARE PADA ANAK
dehidrasi berat
dehidrasi ringan/sedang
Oralit 3 Jam pertama:
Umur Sampai 4 bulan 4-12 bln 12-24 bln 2-5 th
Berat badan <6kg 6-10 kg 10-12 kg 12-19
Jumlah Cairan (cc) 200-400 400-700 700-900 900-1400
* Total cairan 75cc/kgBB/jam

Jika anak tidak bisa minum (muntah profuse), infus RL


70cc/kgBB
Bayi < 12 blm 5 jam
Anak 12 bln 5 th 2 jam
*Setelah bisa minum beri oralit 5ml/kg/jam
tanpa dehidrasi
Pemberian Oralit:
< 2 tahun 50 sampai 100 ml setiap kali BAB
2 tahun 100 sampai 200 ml setiap kali BAB
Katakan kepada ibu:
Agar meminumkan sedikit-sedikit tetapi sering
dari mangkuk/cangkir/gelas.
Jika anak muntah, tunggu 10 menit. Kemudian
lanjutkan lagi dengan lebih lambat.
Lanjutkan pemberian cairan tambahan sampai
diare berhenti.
tatalaksana suportif diare anak
Zink selama 10 hari
<6 bln : tab (10mg) 1x sehari
> 6 bln : 1 tab (20mg) 1x sehari

Probiotik
6 -24 bln : 1 x 1 sach
24 bln : 2 x 1 sach
INFLAMMATORY BOWEL DISEASE
Kolitis Ulseratif dan Crohns Disease
IRRITABLE BOWEL SYNDROME
PANKREATITIS AKUT
Peradangan non-infeksi pankreas akibat proses enzim
autodigesti
Faktor risiko : Kolelitiasis (obstruksi), hiperTGA berat, Alkohol
Gejala : Nyeri epigastrium terus-menerus, demam tinggi,
muntah, hipotensi
Tanda : Cullens sign dan Turner Sign
Lab : Amilase dan lipase
Radiologi : CT scan (gold standard), Foto polos abdomen,
Kontras Barium
Ringan, Sedang, Berat
Manajemen : Resusitasi cairan, NGT, Ab profilaksis,
Tatalaksana Suportif
IKTERIK (JAUNDICE)
Perubahan warna jaringan menjadi kekunin-
kuningan akibat deposit bilirubin
Kadar Bilirubin total normal : 1,4 mg/dL ( 0,5
mg/dL), Bilirubin direk : 0,4 mg/dL
Bilirubin indirek & direk
Terbagi menjadi :
Prehepatic : hemolytic. Absorpsi hematoma, transfusi
masif
Intrahepatic(parenkim) : hepatitis viral, kelainan
genetik, sirosis
Posthepatic : kolelitiasis, tumor, pankreatitis
HEPATITIS
Virus Hepatitis A, B, C, D, E
Hepatitis A Hepatitis B Hepatitis C
Gejala Demam, Fatigue, Nafsu makan , Mual, Muntah, Nyeri perut, Feses warna
dempul, Nyeri Sendi, Ikterik
Penularan Fecal-Oral, Seksual Kontak darah, semen, cairan tubuh terkontaminasi

Faktor Risiko Tinggal di daerah tinggi Bayi dari ibu + Drug abuser
penularan, Seks laki-laki, Partner seks
Kontak erat penderita
Masa Inkubasi 15-50 hari (28 hari) 45-160 hari (120 hari) 14-180 (45 hari)

Potensi Infeksi - 15-25% 60-70%


Kronik
Px Serologik IgM anti HAV HBsAg -
Fase Akut IgM anti HBC
Px Serologik - HBsAg Anti HCV
Fase Kronik HCV RNA
Vaksinasi 2 dosis selang 6 bulan Bayi& Anak:3 kali dalam 6 -
bulan
Dewasa 3 dosis dalam 6 bulan
(bulan 0, 1, 6)
hepatitis (lanj)
HBs IgM IgG Anti HBeA Manajemen :
Ag anti anti HBs g Nutrisi adekuat
HBc HBc
Tirah Baring
Akut + + - - +/-
Terapi suportif n
simptomatik
Kronik + - + - +
infeksius
Antipiretik : Ibuprofen,
Sistenol
Kronik + - + - -
Antiemetik:
non-
infeksius
Metoklorpramid atau
Domperidone
Pasca - - - + -
imunisasi
Perut perih n kembung :
antagonis reseptor H2 atau
Sembuh - - + + - PPI
SIROSIS HEPATIS
Peny. Kronis hati fibrosis & kerusakan difus
struktur hati
Etiologi tersering : Hep B & C, alkohol
Tanda sirosis : asites, palmar eritem, spider
nevi, caput medusa
Komplikasi :
Ruptur varises esofagus hemel
Dx: endoskopi. Tx: Stabilisasi hemodinamik: cairan,
NGT, PPI, vasopressor, obat penurun tekanan vena
portal, definitif : ligasi varises
Ensefalopati hepatikum. Profilaksis: laktulosa ,
antibiotik
Peritonitis bakterial spontan (SBP)
Hepatoma (KHS) : ca marker AFP
KOLELITIASIS
Kolelitiasis: Batu saluran empedu
3 tipe : batu kolesterol, batu pigmen empedu,
campuran
Faktor risiko : 4F (fat, female, fertile, forty)
Tanda gejala: Kolik bilier, dipengaruhi makanan
berlemak, nyeri menjalar hingga belikat ,
flatulence, kembung
Penunjang : USG, CT scan, foto polos abdomen
Tx: Analgetik NSAID, obat litholysis oral
(ursodeoxycholic acid), kolesistektomi
KOLEDOKOLITIASIS
Batu di ductus choledochus
Gejala: Kolik +, Ikterus (obstruksi)

KOLESISTITIS
Radang kandung empedu
Komplikasi kolelititiasis
Khas: Murphys sign +
Tx: tirah baring, puasa, infus, analgetik, antimual antibiotik
(penicillin/cephalosporin/metronidazole)
Diet rendah lemak, turunkan berat badan

KOLANGITIS
Peradangan di saluran empedu
High grade fever + Murphys sign + Ikterus (Charcots
triad)
kolelitiasis (lanj)
BEDAH
AKUT ABDOMEN
APPENDISITIS AKUT
Tanda dan gejala : demam, mual muntah,
anoreksia, nyeri perut periumbilikal kuadran
kanan bawah, berjalan bungkuk
Px fisik : nyeri McBurney, Psoas sign, Obturator
sign, Rovsing sign. Dunphy sign, Ten Horn sign
Penunjang : lab darah lengkap (leukositosis),
USG< CT scan, appendicogram
Diagnosis : skor ALVARADO (MANTRELS)
Tx: Apendektomi
Komplikasi : Peritonitis umum
Skor Alvarado (MANTRELS)
The modified Alvarado Score Skor
Gejala Perpindahan nyeri dari ulu hati ke perut kanan 1
bawah
Mual muntah 1
Anoreksia 1
Tanda Nyeri di perut kanan bawah 2
Nyeri lepas 1
Demam diatas 37,50 C 1
Pemeriksaan Lab Leukositosis 2
Diff count leukosit shift to the left 1
Total 10
Interpretasi:
1-4 : sangat mungkin bukan appendisitis akut
5-7 : probably apendisitis akut (perlu penunjang)
8-10 : sangat mungkin apendistits akut
PERITONITIS
Radang peritoneum
Berdasar Etiologinya:
Peritonitis primer (infeksi dari peritoneum SBP, peritonitis TB
Peritonitis sekunder : berasal dari organ intraperitoneal
(perforasi) app perforasi, perforasi gaster
Peritonitis tersier riwayat peritonitis sebelumnya cth adhesi
post laparotomi
Tanda gejala : nyeri perut, kembung, demam, defans muskular
Px : Leukositosis, Radiologi (foto polos abdomen 3 posisi) :
Pneumoperitoneum, air fluid level, udara tidak sampai ke rongga
panggul , step ladder appearance
Tx: Ranap, resusitasi cairan, NGT (dekompresi), puasa, laparotomi,
antibiotik
ILEUS
HERNIA
HEMORRHOID
Interna: pelebaran pleksus v.
hemoroidalis superior dan media
Eksterna : Pelebaran pleksus v.
hemoroidalis inferior
Px : Rectal Touche
Derajat:
1. Berdarah menetes, nyeri (+)
2. Benjolan masih dapat masuk
sendiri
3. Benjolan dimasukkan dengan
tangan
4. Tidak dapat dimasukkan
hemorrhoid (lanj)

Tatalaksana :
Derajat 1 dan 2 : medikamentosa (micronized
flavonoid fraction, cth. Ardium), Sitz-Bath
Derajat 3 dan 4 yang mengganggu operasi
(hemorrhoidectomy)
RECTAL TOUCHE
Tonus sfingter ani (kuat/lemah)
Ampulla recti (kolaps/tidak)
Permukaan rektum (mulus/berbenjol-benjol)
Prostat (pole atas, sulcus/fissura mediana,
permukaan, konsistensi, bentuk, nyeri,hangat)
Sarung tangan feses, darah, lendir
KELAINAN KONGENITAL ANAK
Kondisi Apa yang dialami Temuan PF, lab,
pasien? radiologis?
Morbus Hirschsprung Pasase mekonium Biopsi: Aganglionik
(Megakolon terlambat, colok pleksus Meissner dan
kongenital) dubur menyemprot auerbach

Stenosis pilorus Muntah menyemprot String sign (barium


berisi bercak kopi, meal), Single bubble
massa epigastrium sign (foto polos)
seperti buah zaitun
Atresia esofagus Hipersalivasi, Coiling NGT
tersedak, riw . Ibu (radiologi)
polihidramnion
Kondisi Apa yang dialami Temuan PF, lab,
pasien? radiologis?
Atresia duodenum Muntah hijau (bilier) Double bubble sign
di usia awal
kelahiran
Hernia Sesak, bising usus di Gambaran udara
diafragmatika rongga thorak usus di paru

Intususepsi/Invagina Kolik perut, red Target sign, Portio


si currant jelly stool like sign

Volvulus Disetensi abdomen, Coffe bean


kembung, muntah, appearance
BU
FAST
(Focused Assessment with
Sonography for Trauma)
Rapid bedside ultrasound examination
a screening test for blood around abdominal
organs (hemoperitoneum) after trauma.
The four classic areas that are examined for
free fluid are the perihepatic space (also called
Morison's pouch or the hepatorenal recess),
perisplenic space, pericardium, and the pelvis.
The extended FAST (eFAST) allows for the
examination of both lungs by adding bilateral
anterior thoracic sonography to the FAST
exam. This allows for the detection of a
pneumothorax with the absence of normal
lung-sliding and comet-tail artifact
Most useful in hemodynamically unstable
patient.
A positive FAST result is defined as the
appearance of a dark ("anechoic") strip in the
dependent areas of the peritoneum.
Indication
Blunt cardiac trauma
Blunt abdominal trauma
Chest trauma (hemothorax, pneumothorax)
How to Perform
Positioning. Most patients presenting with
thoracoabdominal trauma will be positioned supine
with the c-spine immobilized. Placing patients in the
Trendelenburg position increases the sensitivity of the
abdominal FAST examination.6
Probe. A low-frequency probe is utilized for better
penetration of tissues in the abdominal cavity. A high-
frequency probe is preferred by some operators to
evaluate the thoracic cavity because it provides better
resolution and detail of the pleura. However, the low-
frequency probe can be used to expedite completion of
the examination.
1. Perihepatic
2. Perisplenic
3. Pelvic
4. Pericardial