Anda di halaman 1dari 38

PENCEGAHAN DAN KOMPLIKASI

IMOBILISASI LAMA

Dr.Lailan, SpKFR
Instalasi Rehabilitasi Medik
RSUD.Raden Mattaher
Provinsi Jambi
IMOBILISASI

Pembatasan fisik dari gerakan yang mengenai


anggota tubuh atau seluruh tubuh
Imobilisasi ok prolonged bed rest
keadaan klinik DECONDITIONING
Terjadi penurunan kapasitas fungsional seluruh
sistem pada tubuh------- khususnya pada siste
m muskuloskeletal
Perubahan pada muskuloskeletal

1. Kontraktur

DEFINISI ?
KONTRAKTUR

Keterbatasan luas gerak sendi secara aktif atau


pasif disebabkan gangguan pada sendi ,jaringan
sekitar sendi, otot.
Paling sering pada tungkai bawah--- otot yang
mengenai 2 persendian--------hip, knee ,ankle
Pencegahan kontraktur

Proper positioning
Latihan ROM/LGS aktif atau pasif mempertahankan
/memperbaiki mobilitas jaringan lunak
Mobilisasi dan ambulasi dini
MOBILISASI
AMBULASI
MOBILISASI
Perpindahan posisi dari satu posisi ke posisi lain
Tanpa jarak
Misalnya :
Posisi tidur ke posisi duduk
Posisi duduk ke posisi berdiri
Ambulasi
Berpindah tempat dengan atau tanpa alat bantu
Berhubungan dengan jarak
Ambulasi mandiri dibutuhkan :
Adekuat strength
ROM
Balance
Koordinasi
Kognisi ( safety)
2. Kelemahan otot dan atropi
1-3 % penurunan kekuatan otot per hari
10-20 % per minggu
50 % terjadi 3-4 mgg imobilisasi
Kekuatan yang hilang dalam 1 mgg membutuhka
n waktu 4 mgg utk kembali dg program maksimal
strengthening
Pencegahan

Kelemahan otot dilakukan


Kontraksikan 20 -30 % dari kapasitas maksimal be
berapa detik /hari
50 % dari kapasitas maksimal satu detik / hari cuku
p efektif
Atropi --- tx ES ( electrical stimulation )
3. Disuse osteoporosis
- hilangnya densitas tulang oleh karena peningkatan
resorpsi yang disebabkan karena berkurangnya stimulus ( weig
ht bearing, gravitasi dan aktifitas otot )pada masa tulang
- ditambah dg gg pada sistem endokrin ok prolonged immob
ilisasi
b. Terjadi peningkatan eksresi kalsium dan hidroksiprolin di urin d
an kalsium di faeces
Pencegahan

Weight bearing standing


Tilt table
Standing frame
Tilt table --- segera stlh px stabil
Dimulai 30 0 dalam1 menit
Dinaikan bertahap 100 selama 3 -5 hari atau sesu
ai toleransi sampai 70 0 selama 30 menit
Perubahan kardiovaskuler

Hipotensi ortostatik( postural )


Gangguan kemampuan pengaturan dari sistem sisrkulasi
pada posisi upright ( tegak )
Normal terjadi vasokonstriksi segera dan peningkatan H
R dan Sistolik . Pada immob proses adaptasi ini hilang.

Gejala klinis ?
Hipotensi postural

Tingling
Burning lower extrem.
Dizziness
Lightheadedness
Fainting
Vertigo
Takikardia ( > 20x/men )
Penurunan sistolik ( > 20 mmhg)
Terapi

Mobilisasi dini
Abdominal strengthening
Isotonik/isometrik exercise tungkai
Tilt table
Elastic stocking
Abdominal binder
Perubahan kardiovaskuler

Thromboemboli
Disebabkan karena stasis vena dan peningkatan vi
skositas darah dan hiperkoagulabilitas ( penurunan
volume plasma sedangkan jumlah sel darah merah
tetap )
Pencegahan

ROM aktif
Kontraksi aktif Calf muscle ( ankle pumping )
Elevasi tungkai
ROM pasif ( CPM )
Compression stocking
Mobilisasi dini
terapi

Heparin
Warfarin
----------pemeriksaan serial faal hemostasis
Ambulasi hari ke 2 / 3
Perubahan pada sistem respirasi

Disebabkan karena mekanikal restriksi dari pernafasa


n
Parameter dari pernafasan seperti volume tidal,kapasi
tas vital , volume permenit,ventilasi voluntari maksimal
semua menurun
Penurunan kekuatan otot dan endurance menyebabk
an penurunan pergerakan diafragma, otot interkostal d
an abdominal
Atelektasis dan pneumonia hipostatik
Pencegahan :
Mobilisasi dini
Perubahan posisi sesering mungkin
Fisioterapi dada
Latihan pernafasan dalam
Latihan batuk
Perkusi/vibrasi/postural drainase bila ada indikasi
Perubahan pada kulit

Ulkus dekubitus/pressure ulcers


Patofisiologi
Tekanan: tekanan dari luar yang bersifat lokal bias
anya terjadi pada tulang yang menonjol
Tekanan selama 30 menit----hiperemia yang akan hila
ng 1 jam setelah tekanan hilang
Tekanan 2-6 jam ---iskemia jaringan---butuh waktu 36
jam setelah tekanan dihilangkan
Tekanan 6-12 jam--- demarkasi kebiruan yang jelas y
ang tidak akan hilang--- nekrosis----2mgg terjadi ulcer
asi
Faktor resiko dan etiologi
Faktor biomekanik
Tekanan

Friksi

Kelembaban

Temperatur

Robekan
Faktor biokimia
Nutrisi yang jelek
Keseimbangan nitrogen negatif
Intake vitamin kurang
Anemia
Metabolisme kolagen yang jelek
Sirkulasi yang jelek
Faktor medis
Trauma
Penyakit terutama yang menyebabkan penurunan mobilitas
mis
Malnutrisi

Anemia

Infeksi,orang tua

Spastisitas yang berat,gangguan sensibilitas

Kontraktur,Oedema

Penurunan kesadaran,stress dan depresi


Klasifikasi

Klasifikasi berdasarkan derajat kerusakan jar


ingan
Lokasi

Ischium ( 28 % )
Sacrum ( 17-27 %)
Trokanter mayor (12-19 %)
Tumit ( 9-18 %)
Lain lain (malleolus,patela,SIAS,elbow,bahu,te
linga ,oksiput,skapula )
Pencegahan

Positioning, turning, transfering


Turning tiap 2 jam
Elevasi kepala ( maksimal 300 )
Ganjal bantal pada knee ,ankle
Pelindung kulit --- selimut halus, elbow pad.
heel pad )
Terapi

A. terapi sistemik
Nutrisi --- protein,vit C, Zinc
Tx anemia
Mengurangi spastisitas
Antiobiotik
Inkontinensia urin
B.terapi konservative ( derajat 1 dan 2 )
C. terapi surgical ( derajat 3, 4,5 )
Perubahan gastrointestinal

Penurunan nafsu makan


Penurunan sekresi lambung
Atropi kelj intestinal
Perlambatan kecepatan absorbsi
konstipasi
Pencegahan

Intake cairan adekuat


Diet tinggi serat ( buah dan sayuran )----- bila
tidak kontra indikasi
Perubahan genitourinaria

Peningkatan diuresis dan sekresi mineral


Pembentukan batu
ISK ( infeksi sal. Kencing )
Pencegahan

Intake cairan adekuat


Posisi upright
Sterilitas pada pemasangan kateter
Pemberian vit C dan antiseptik
Perubahan metabolisme nutrisi

Penurunan lean body mass


Peningkatan lemak
Gangguan keseimbangan nitrogen
Kehilangan mineral dan elektrolit
Hipercalcemia
Perubahan sist. Hormon

Gangguan toleransi glukosa


Perubahan irama jantung, ggn respon suhu d
an keringat,
Gangguan regulasi h.paratiroid. Tiroid,adren
al,pituitari.pertumbuhan
Perubahan neurologis, emosi,intelektua
l

Gangguan sensori deprivation ( confusion, di


sorientasi,koordinasi )
Penurunan kapasitas intelektual
Ggn emosi dan tingkah laku ( kecemasan, de
presi ,ggn toleransi nyeri,insomnia)
pencegahan

Support keluarga
Interaksi dg dokter ,perawat
Tx rekreasi ---------integrasi psikososial,resos
ialisasi,dsb
TERIMA KASIH