Anda di halaman 1dari 43

KONSEP ISTIRAHAT TIDUR

PENDAHULUAN
Istirahat dan tidur sangat penting bagi
kesehatan.

Orang sakit seringkali membutuhkan istirahat
dan tidur yang lebih banyak dari biasanya.

Terganggu

Peran perawat
TIDUR
Adalah keadaan tidak sadarkan diri,
dimana persepsi dan reaksi individu
terhadap lingkungan menurun/hilang.
Merupakan keadaan tidak sadar yang
dialami seseorang, dapat dibangunkan
kembali dengan rangsangan yang
cukup
( Guyton 1981; 679 )
Tidur
Tidur merupakan keadaan hilangnya
kesadaran secara normal dan periodik
(Lanywati, 2001
Fisiologi Tidur
Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh
dua system pada batang otak,yaitu
1. Reticular Activating System (RAS),
terdapat dibagian batang otak, memiliki
sel-sel yang dapat mempertahankan
kewaspadaan dan kesadaran,
melepaskan katekolamin.
2. Bulbar Synchronizing Region(BSR).
Melepaskan serum serotonin, pada saat
tidur. (Tarwoto,Wartonah,2003)
Tujuan
Secara jelas tujuan tidur tidak
diketahui, namun diyakini tidur
diperlukan untuk menjaga
keseimbangan mental emosional dan
kesehatan.
MENGURANGI STRESS
Salah satu hormon yang penting
adolah Kortisol, dimana waktu produksi
tertingginya adalah dari waktu tengah
malam hingga di waktu pagi (pagi-pagi
sekali).
Kortisol memainkan peranan yang besar
dalam membantu kita menghadapi
stress/tekanan yang kita hadapi setiap
hari, mengurangi rasa penat dan
peradangan.
PERUBAHAN FISIOLOGIS
Penurunan tekanan darah arteri
Penurunan denyut nadi
Dilatasi pembuluh darah periferKadang-
kadang terjadi peningkatan GIT
BMR ( Basal Metabolic Rate ) menurun
hingga 10% 20%
Pusat pengaturan tidur?
Hipotalamus mempunyai pusat-pusat
pengendalian untuk beberapa jenis
kegiatan tak-sadar dari badan, yang
salah satu diantaranya menyangkut
tidur dan bangun.
Cedera pada hipotalamus dapat
mengakibatkan seseorang tidur dalam
jangka waktu yang luar biasa panjang
atau lama.
TAHAPAN TIDUR
DIIDENTIFIKASI MELALUI :
EEG / Electroencephalogram
untuk aktivitas listrik otak
EMG/ Electromiogram
pengukuran tonus otot
EOG/ Electrooculogram
mengukur gerakan mata
SOMNOGRAFI
Mengkaji kegiatan selama tidur (pergrkan,
pernafasan dan kekacauan yang terjadi)
Sejak adanya alat EEG (Elektro
Encephalo Graph), maka aktivitas-
aktivitas di dalam otak dapat direkam
dalam suatu garafik . Alat ini juga dapat
memperlihatkan fluktuasi energi
(gelombang otak) pada kertas grafik
Penelitian tentang tidur telah
menunjukkan bahwa tidur tidak saja
merupakan satu keadaan tidak sadar;
tetapi sesungguhnya mengandung 2
jenis tidur yang berbeda:
Non- Rapid Eye Movement (NREM):
tidur dimana mata tidak bergerak
dengan cepat.

(Rapid Eye Movement) REM: Tidur


dimana mata bergerak dengan - cepat
waktu mimpi
TAHAP NREM
Terdiri dari gelombang , dan theta
Gelombang dan ketika terjaga
Ada 4 tahap, yaitu:
Tahap 1
- Terbentuknya gel. Alfa-Theta
- Transisi antara tidur dan terjaga
- Kelopak mata membuka-menutup pelan pelan
- bola mata bergerak atas-bawah
- Berlangsung 10 menit
- Tidur ringan (light sleep)
TAHAP 2
- Gelombang theta
- Tampak sleep spindle dan K kompleks
- Berlangsung 15 menit
- Tidur ringan (light sleep)
- Periode suara tidur
- Mulai relaksasi otot
- Fungsi tubuh berlangsung lambat
- Dapat dibangunkan dengan mudah
Sleep spindle adalah
Loncatan gel. pendek dg. frek. 12-14 Hz.
Tjd dlm 2-5 mnt
Diinterpretasikan sbg mekanisme penurunan
sensitivitas otak
terhadap input sensoris (pemutusan otak thd dunia
luar)
K kompleks adalah
Loncatan gel yg lbh tinggi dan tajam dari sleep
spindle.
Tjd spontan krn rangs suara dari luar
Pd tahap ini bila seseorang dibangunkan makan dia
akan menjawab: belum tidur
TAHAP 3
Awal tahap dari keadaan tidur nyenyak
Sulit dibangunkan
Relaksasi otot menyeluruh
Tekanan daraj menurun
Berlangsung 15-30 menit
Biasa disebut deep sleep (delta sleep)
Sleep spindle dan K kompleks tidak tampak
Gel. Delta: frek < 3.5 Hz, 25-50%
d. NREM tahap 4
Tidur nyenyak
Sulit untuk dibangunkan, butuh
stimulus intensif
Untuk restorasi dan istirahat, tonus otot
menurun
Biasa disebut deep sleep (delta sleep)
TIDUR REM
Ciri-ciri dari REM termasuk
Adanya aktifitas saat tidur
Gel dan Theta
Tidur tidak senyenyak NREM
Disebut juga PARADOXYCAL SLEEP,
Tjd setelah 90 menit dari awal tidur atau 45
menit dari tahap 4
- Bila dibangunkan akan waspada
- Bila bangun dapat menceritakan mimpinya secara
detil.
- Mrp proses fisiologis
- biasanya terjadi MIMPI.
Tanda-tanda:
mata bergerak cepat
heart rate meningkat
nafas tdk teratur
aktivitas otak meningkat
Mimpi
Perbedaan antara mimpi-mimpi yang
timbul sewaktu tahap tidur NREM
dan tahap tidur REM adalah bahwa
mimpi yang timbul pada tahap tidur
REM dapat diingat kembali, sedangkan
mimpi selama tahap tidur NREM
biasanya tak dapat diingat. Jadi
selama tidur NREM tidak terjadi
konsolidasi mimpi dalam ingatan
KEHILANGAN TIDUR NREM
PENYEBAB :
Diazepam, Hipotiroid, Depresi, sukar
bernafas, berhenti nafas saat tidur
TANDA :
Menarik diri, apatis, respon menurun,
merasa
tidak enak badan, kemunduran dalam
bicara,
ekspresi wajah kurang, ngantuk
berlebihan
KEHILANGAN TIDUR REM &NREM
PENYEBAB :
Gabungan dari penyebab REM dan NREM
TANDA :
Kurang perhatian, keletihan yang nyata,
penglihatan
kabur, mata gatal, mual dan pusing, kesulitan
melakukan aktivitas sehari-hari, sulit
mengingat,
kekacauan mental, halusinasi dan ilusi
penglihatan
dan pendengaran
GANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR
INSOMNIA
HIPERSOMNIA
PARASOMNIA
NARCOLEPSI
SLEEP APNEA
INSOMNIA
Adalah gangguan tidur yang sering
terjadi dan merupakan
ketidakmampuan dalam memperoleh
kualitas maupun kuantitas tidur yang
cukup.
Penyebab; gangguan fisik atau karena
factor mental seperti perasaan gundah
atau gelisah.
Ada tiga jenis insomnia:
Insomnia inisial
Kesulitan untukmemulai tidur.
Insomnia intermiten.
Kesulitan untuk tetap tertidur karena
seringnya terjaga.
Insomnia terminal.
Bangun terlalu dini dan sulit untuk tidur
kembali.
langkah yang dilakukan untuk mengatasi
insomnia:
mengembangkan pola tidur-istirahat yang
efektif
melalui olahraga rutin
menghindari rangsangan tidur di sore hari
melakukan relaksasi sebelum tidur (mis;
membaca, mendengarkan music),dan
tidur jika benar-benar mengantuk.
HIPERSOMNIA

kebalikan dari
insomnia,
yaitu tidur
yang
berkelebihan
terutama
pada siang
hari.
disebabkan oleh kondisi tertentu,
seperti kerusakan system saraf,
gangguan pada hati atau ginjal, atau
karena gangguan metabolisme (mis;
hipertiroidisme).
Pada kondisi tertentu, hipersomnia
dapat digunakan sebagai mekanisme
koping untuk menghindari tanggung
jawab pada siang hari
PARASOMNIA
Adalah gangguan tidur yang sering terjadi
pada anak-anak, misalnya :
Somnambulisme ( tidur sambil jalan )
Enuresis Nocturnal ( ngompol dimalam
hari )
Mengigau
NARKOLEPSI
Adalah adalah gelombang kantuk yang
tak tertahankan yang muncul secara
tiba-tiba pada siang hari.
Gangguan ini disebut juga sebagai
serangan tiduratau sleep attack.
Penyebab pastinya belum diketahui.
Diduga
kerusakan genetik system saraf pusat.
Alternatife pencegahannya adalah
dengan obat obatan,seperti; amfetamin
atau metilpenidase,hidroklorida, atau
dengan antidepresan seperti imipramin
hidroklorida.
SLEEP APNEA
Apnea saat tidur atau sleep abnea adalah
kondisi terhentinya nafas secara periodic
pada saat tidur atau Ketidakmampuan untuk
mengatur tidur dan bernafas pd saat yg
bersamaan.
Terjadi pada orang yang mengorok dengan
keras, sering terjaga di malam hari, insomnia,
sakit kepala disiang hari, iritabilitas, atau
mengalami perubahan psikologis seperti
hipertensi atau aritmia jantung
Katapleksi (Cataplexy)
Serangan tidur mendadak
Tubuh lgs jatuh lemas, tanpa ada
penahan sama sekali, terjadi sewaktu-
waktu.
Dipicu tekanan emosi yang kuat:
kesedihan, kemarahan yang amat
sangat.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIDUR
USIA
KEADAAN PENYAKIT
STRES PSIKOLOGIK
OBAT-OBATAN
GAYA HIDUP
USIA
Bayi >>> tidur
Todler 10-12 jam,
mulai bermain
Pra sekolah 11 jam,
mulai eksploitasi
lingkungan, takut,
mimpi
Usia Sekolah 10 jam
perhari, tidur tidak
nyenyak, sering
mimpi
USIA
Remaja 8,5 jam
Dewasa muda 8-10 jam /hari
Dewasa Tua 7 jam/hari, tidur lebih
nyenyak dibanding usia dewasa muda
Usia Tua > 60 tahun, 6 jam/hari,
cenderung tidur tengah malam dan
bangun pagi-pagi, sering mengalami
insomnia.
PENYAKIT
Kerusakan gaster
atau duodenum
Nasal kongesti
Gangguan endokrin
Artritis, asma,
migrain
Suhu tubuh
Enuresis
STRES PSIKOLOGIK

CEMAS
DEPRESI
OBAT-OBATAN
Terutama Hipnotik dan
obat penenang,
menurunkan tidur
REM
Amfetamin dan anti
depresi
menyebabkan lebih
banyak tidur REM
dan sering mimpi
buruk
GAYA HIDUP
Sering minum-
minuman beralkohol
dapat menyebabkan
tidur REM terpecah
belah
Cafein merangsang
SSP sehingga sulit
tidur
Susu membantu tidur
mengandung asam
amino L-triptofan
merangsang saraf
parasimpatis