Anda di halaman 1dari 10

Anggota Kelompok :

Linda Marhama 121501009


Dwi Anggraini 121501016
Nugraha D Bayang 121501028
Romy T A Tarigan 121501086
Gita Perdana 121501097
Elysia Ariesta S 121501123
Lany Marhafany 121501129
Taufiq Qurrohman 121501136
Raissa Fitri 121501138
Otri Rosiana S 121501146
Bobby Trianda B 121501150
Maria A Br Ginting 121501157
Latar Belakang
Ceftazidime (golongan B-laktam) yang memiliki
keuntungan yang potensial apabila digunakan secara infus
kontinyu yaitu berdasarkan sifat farmakodinamik
(tergantung waktu antibiotik) dan keuntungan
farmakoekonomi (penurunan jumlah obat yang harus
diberikan setiap hari dan pengurangan beban kerja
keperawatan). Namun, karena B-laktam yang dikenal tidak
stabil dalam media air (kerapuhan cincin b-laktam secara
langsung), perhatian khusus harus diberikan pada
pemberian jenis ini. Antibiotik B-Lactam juga diketahui
tidak kompatibel secara kimia dan secara fisik dengan
banyak obat.
Tujuan

Untuk menilai stabilitas dan kompatibilitas


ceftazidime dalam konteks penggunaannnya dengan
infus kontinu untuk pasien yang dirawat di unit
perawatan intensif untuk nosokomial pneumonia yang
parah.
Hasil
Stabilitas ceftazidime dalam konsentrasi larutan

Gambar 1
Menunjukkan stabilitas ceftazidime ketika
diinkubasi, pada peningkatan suhu sampai
24 jam (Gbr. 1A), pada konsentrasi hingga
12% (wt / vol) (Gambar. 1B), dan pada pH
berkisar dari 6 sampai 12 (Gambar 1C).
Eksposur ceftazidime untuk pH # 4
menghasilkan
Pembahasan

eritromisin dan klaritromisin tidak kompartibel dengan


ceftazidime karena menghasilkan endapan bila digunakan
pada konsentrasi tinggi (50 mg/ml).
Ceftazidime tidak cocok dicampurkan bersama vankomisin
(bahkan jika diencerkan), midazolam, nicardipine, dan
propofol karena mengalami inkompatibilitas secara fisika.
N-asetilsistein dengan nilai kadar 20 % per jam pada suhu
25C juga menyebabkan penurunan linear dari ceftazidime
karena mengalami inkompatibilitas secara kimia.
Kesimpulan
Studi penelitian stabilitas dan kompatibilitas ceftazidime
terhadap golongan antibiotik didapatkan bahwa
vankomisin dosis 300 mg/ml, eritromisin dosis 500 mg/ml,
dan claritromisin dosis 50 mg/ml mengalami
inkompatibel. Sedangkan amikasin, tobramisin,
gentamisin dan flukonazole mengalami kompatibel.
Pada golongan sedatif ceftazidime mengalami
inkompatibel dengan propofol dan midazolam sedangkan
ketamine, sufentanil, dan asam valproat mengalami
kompatibilitas.
Pada golongan antihipertensi ceftazidime mengalami
inkompatibel dengan nicardipine dan mengalami
kompatibel dengan uradipil dan furosemid.
TERIMA KASIH